
...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys ❗...
...|...
...|...
...|...
...|...
...________________...
Selepas sholat isya, Al langsung berbaring dikasur karena perutnya pegah. Tadi sore Dewi menyuruhnya untuk menghabiskan martabak miliknya padahal Dewi baru memakan 3 potong, Al sempat menolak untuk menghabiskannya, dia bilang akan memakannya nanti malam tapi wajah Dewi berubah masam, Al tidak tega melihat istrinya cemberut seperti itu dan akhirnya terpaksa menghabiskan martabak itu. Ditambah tadi saat makan malam, Dewi mengambilkan nasi untuk Al dengan porsi banyak, Al benar-benar tidak bisa menolak karena tidak ingin Dewi kembali masam seperti tadi dan dengan terpaksa Al juga menghabiskan nasinya, jadilah sekarang dia berbaring terlentang seperti ini.
Saat sedang mengatur perutnya yang terasa sangat penuh itu, tiba-tiba Dewi datang dan berbaring diatasnya. Al ingin meminta Dewi untuk turun tapi melihat wajah sang istri yang tersenyum manis, dia jadi tidak tega.
"Kenapa sayang" Tanya Al sambil mengusap rambut Dewi lembut.
"Pengen manja-manja" Jawab Dewi dengan senyuman manisnya.
Al mengusap-usap rambut Dewi dengan lembut, walau sebenarnya perutnya terasa sangat sesak tapi biarlah asal istrinya senang.
"Sayang" Panggil Dewi.
"Kenapa hmm" Al mengecup pucuk kepala Dewi.
"Kalo misalnya aku hamil, kamu seneng nggak" Tanya Dewi yang membuat Al langsung berbinar.
"Kamu hamil sayang, beneran kamu hamil" Tanya Al dengan sangat senang.
"Eh, aku cuma tanya loh" Ucapan Dewi membuat senyum Al hilang tapi dia kembali tersenyum.
"Kamu tanyanya kaya gitu sih, kamu tuh nggak perlu tanya aku seneng atau nggak, udah pasti aku tuh seneng banget, pakek banget" Al memeluk Dewi, hilang sudah rasa sesak didalam perutnya itu.
"Hmm, kalo misalnya aku hamil terus aku ngidam yang aneh-aneh, kamu mau turutin nggak" Tanya Dewi.
"Apapun itu sayang, asal aku bisa pasti aku turutin kok" Jawab Al yang membuat Dewi tersenyum.
"Kenapa tanya gitu sih" Tanya Al.
"Nggak apa-apa, tanya aja, nanti kalo misalnya aku tiba-tiba hamil dan aku ngidamnya aneh-aneh takut kamu kaget, kamu tau sendiri kan dulu aku ngidam kaya gimana" Jelas Dewi.
"Iya sayang, aku tau, apapun yang kamu mau nantinya pasti aku turutin" Ucap Al sambil mengecup pucuk kepala Dewi.
"Kok aku nggak hamil lagi ya, padahal kan kita nggak pernah nunda kehamilan" Tanya Dewi.
"Belum sayang, semua itu udah ditakdirin sama Allah, kalo emang udah saatnya kita punya anak, pasti Allah kasih kok" Jelas Al.
"Aku seneng banget punya suami kaya kamu" Dewi mengangkat kepalanya dan menatap Al.
"Alasannya" Tanya Al.
__ADS_1
"Kamu baik, pengertian, perhatian sama aku, selain itu kamu juga royal banget, apapun yang aku mau pasti kamu kasih dan ada nilai plusnya" Ucapan Dewi terjeda.
"Apa nilai plusnya" Tanya Al karena Dewi tak kunjung berucap.
"Kamu selalu kasih pengertian dengan baik, kamu nggak pernah marah sama aku, setiap aku ngeluh pasti kamu selalu kasih aku nasihat dengan baik, dengan lembut, jangankan mau marah sama aku, kamu ngomong dengan suara yang tinggi aja nggak pernah, apapun masalah kita, kamu selalu bisa selesaiin dengan baik tanpa adanya pertengkaran padahal usia kamu nggak beda jauh sama aku" Lanjut Dewi.
"Sayang, aku kasih tau ya, apapun masalah kita, apapun yang akan terjadi kedepannya dihubungan kita ini, kita harus selesaikan dengan kepala dingin, nggak bisa orang marah menyelesaikan masalah, kalo kita nyelesain masalah dengan keadaan marah itu malah akan semakin memperburuk keadaan, ibaratnya ya udah ada bara api dan malah dikasih api lagi, bukannya itu malah tambah besarkan" Jelas Al sambil mengusap-usap rambut Dewi.
"Dan untuk aku yang nggak pernah marah ataupun meninggikan suara ku ke kamu, itu karena aku nggak mau nyakitin kamu sayang" Lanjutnya.
"Kamu bener, kamu memang suami idaman" Dewi merebahkan kepalanya didada Al.
"Aku harus berterima kasih sama ibu dan ayah kayanya" Ucap Dewi.
"Terima kasih buat apa" Tanya Al bingung.
"Terima kasih karena udah pilihin kamu buat jadi suami ku, mereka nggak salah pilih, kamu memang yang terbaik" Jawab Dewi, Al hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
"Husband" Panggil Dewi.
"Apa sayang" Tanya Al dengan tersenyum, panggilan dari istrinya ini memang random banget.
"Ayo buat baby" Ucap Dewi membuat Al kaget, bisa-bisanya istrinya ini mengajak dia duluan tapi Al tentu tidak menyia-nyiakan kesempatan ini bukan.
...----------------...
Dewi terbangun karena suara alaram yang sangat nyaring, dia meraba nakas disampingnya guna mencari alaram itu dan mematikannya.
"Sayang, ayo bangun, bentar lagi adzan" Ucap Dewi sambil membangunkan Al.
"Hmm, iya sayang" Ucap Al yang masih memejamkan matanya.
"Aku mandi duluan ya, kamu jangan tidur" Ucap Dewi.
"Iya cantik" Al perlahan membuka matanya dan Dewi pergi kekamar mandi.
"Hmm, istri ku akhir-akhir ini sikapnya suka berubah-ubah" Gumam Al.
"Tapi gimana pun juga dia tetap istri kesayangan ku" Al turun dari ranjang, dia membereskan tempat tidur sambil menunggu Dewi selesai mandi.
Selepas sholat subuh, Dewi mengajak Al untuk kembali naik keatas kasur, katanya sih dia mau manja-manja sebelum berangkat ke kampus dan kebetulan hari ini jadwal mereka sama.
"Husband" Panggil Dewi.
"Iya sayang" Al memeluk Dewi dari samping. Al bersandar dikepala ranjang sedangkan Dewi bersandar dibahunya.
"Nanti pulang kampus kita jalan-jalan dulu ya" Ucap Dewi.
"Iya, mau kemana hmm" Tanya Al.
"Kemana aja deh, yang penting jalan dulu" Jawab Dewi.
__ADS_1
"Ada-ada aja istri ku ini" Al dengan gemas mencium pipi Dewi sangat lama dan mengigitnya kecil.
"Ih digigit, hahaha" Bukannya marah, Dewi malah tertawa.
"Gemes sayang, ya ampun, pengen tak makan" Ucap Al.
"Jangan dong, ntar nggak ada yang kamu cium lagi kalo kamu makan" Ucp Dewi.
"Astaga, makin gemes, duh dimakan lagi nggak apa-apa kali ya" Ucap Al sambil menggoda Dewi.
"No, udah mandi" Tolak Dewi membuat Al tertawa.
"Makan pipinya aja deh" Al kembali mencium pipi Dewi dengan sesekali mengigitnya kecil. Dewi hanya diam sambil menikmati perlakuan kecil dari Al.
"Baby kapan jadinya ya" Ucap Al sambil mengusap perut Dewi.
"Nggak tau, sabar ya" Ucap Dewi.
"Hmm, kalo baby udah ada disini, kamu minta apapun, kemana pun kamu mau pasti aku turutin" Ucap Al yang masih mengusap-usap perut Dewi.
"Ke Alaska, mau" Tanya Dewi.
"Jauhnya, mau ngapain" Tanya Al balik.
"Nggak tau, jalan-jalan aja" Jawab Dewi.
"Hmm, mau ke Alaska mau kemana pun itu pasti aku turutin sayang" Ucap Al.
"Tapi kamu turutinnya kalo ada baby doang ya, kalo baby nggak ada nggak kamu kasih" Ujar Dewi.
"Ets.. Siapa bilang, tanpa ada baby pun pasti aku turutin sayang tapi nanti nunggu kita liburan dulu" Ucap Al, dia mengecup kening Dewi cukup lama.
"Beneran" Tanya Dewi dengan mata berbinar. Al menatap Dewi yang sangat senang sambil tersenyum.
"Bener, ternyata kamu bener-bener pengen ke Alaska ya" Ucap Al sambil menoel hidung Dewi.
"Pengen banget tau, aku pengen dari kemarin tapi takut bilangnya, takut kamu nggak mau" Ujar Dewi.
"Nggak usah takut ya, bilang aja kamu mau apa, nanti aku kasih" Ucap Al.
"Ya udah, ayo masakin nasi goreng" Dewi menarik tangan Al.
"Eh, sabar sayang" Al turun dan mengikut Dewi.
Al tersenyum dari belakang melihat Dewi sangat senang saat dia akan memasakkan nasi goreng, padahal hanya nasi goreng tapi Dewi sangat menyukainya. Saat sampai didapur, ternyata sudah ada bunda disana. Mereka mengobrol sebentar dan Al mulai membuat bumbu untuk nasi goreng yang akan dia masak, untunglah nasi yang bunda nanak tadi sudah matang jadi tidak usah menunggu lama lagi.
...****************...
Happy New Year
Set dah telat ngucapinnya 😂
__ADS_1