Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)

Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)
Jebakan


__ADS_3

...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys ❗...


...|...


...|...


...|...


...|...


..._________________...


Malam hari dirumah Al.


Al dan Dewi baru menyelesaikan ibadah sholat isya, mereka sedang melipat sajadah masing-masing.


"Kamu beneran nggak papa aku tinggal sendiri dirumah atau mau kerumah ibu" Tanya Al, Dewi kemudian berpikir lagi, sebenarnya dia tidak mau ditinggal tapi tidak mungkin juga dia ikut.


"Gimana" Tanya Al lagi.


"Panggil bi Surti aja deh" Jawab Dewi, bi Surti adalah Art disana tapi dia hanya bekerja mulai pukul enam pagi sampai pukul lima sore saja.


"Ya udah, nanti aku telpon bi Surti ya" Dewi pun mengangguk.


Setelah menelpon bi Surti, Al pun bersiap-siap dibantu oleh Dewi. Kalian ingatkan Al mau kemana, yang lupa bisa baca lagi di bab 40 (Demam).


"Udah gini aja" Ucap Dewi saat melihat penampilan Al, sedangkan Al hanya menurut saja toh penampilan ini juga bagus, pikir Al.


"Ya udah, sekarang kita turun ya, kita tunggu bi Surti dulu" Ucap Al, Dewi pun mengangguk kemudian mereka turun untuk menunggu bi Surti.


Setelah beberapa menit akhirnya bi Surti pun datang, tidak jauh sebenarnya rumah bi Surti.


"Nah, bibi udah dateng, aku berangkat dulu ya" Ucap Al kepada Dewi.


"Iya, hati-hati dijalan" Ucap Dewi, Al pun tersenyum kemudian mengangguk.


"Bi, tolong temani Dewi buat malam ini ya, aku kayanya bakal pulang larut" Ucap Al.


"Siap den, bibi bakal temani non Dewi" Ujar bi Surti.


"Ya udah, aku berangkat ya sayang" Ucap Al yang mendapat anggukkan oleh Dewi, saat Al akan keluar rumah, Dewi mencengkal tangan Al, dia mencium tangannya.

__ADS_1


Al tercengang akan hal itu, ini kali pertama Dewi mencium tangannya saat dia akan pergi tapi kemudian dia tersenyum, bukan kah ini pertanda baik. Sedangkan Dewi, pipinya sudah bersemu merah karena malu, sebelum Dewi melepaskan tangannya, Al sempat menariknya sedikit untuk mendekatkan mereka kemudian dia mengecup kening Dewi singkat, hal itu semakin membuat Dewi malu tentunya.


"Jaga diri baik-baik" Dewi spontan melotot akan ucapan Al.


"Kamu nih cuma mau pergi semalem bukan pergi setahun, kenapa ngomong kaya gitu coba" Kesal Dewi karena menurutnya ucapan itu terlalu vulgar.


"Nggak tau sayang, maaf ya, ya udah aku berangkat" Dewi pun mengangguk.


"Assalamu'alaikum" Ucap Al.


"Wa'alaikumussalam" Jawab Dewi dan bi Surti.


Setelah Al pergi keluar rumah, Dewi dan bi Surti pun kembali masuk.


"Bi, Al kenapa ngomong kaya gitu ya" Tanya Dewi kepada bi Surti.


"Bibi juga nggak tau non, tapi non tenang aja, pasti den Al nggak kenapa-napa" Jawab bi Surti menenangkan Dewi.


"Aamiin, semoga aja" Dewi pun pergi keruang keluarga untuk menonton tv sedangkan bi Surti pergi kedapur.


***


"Assalamu'alaikum" Ucap Al saat memasuki markas.


"Wa'alaikumussalam" Jawab semua orang yang ada didalam markas itu.


Al memiliki anggota geng motor sendiri yang dia dirikan dari kelas dua SMP dulu, dia mendirikan geng motor itu karena dulu dia pernah ditindas oleh anggota geng motor lain yang kini sudah tunduk dibawah Al.


Anggotanya berisikan 46 orang dan nama geng motor ini adalah WOLF. Kenapa wolf, ya karena menggambarkan karakter Al sendiri saat dia sedang marah, sebagai anggota inti ada Al sendiri sebagai ketua dari geng itu, Rehan sebagai wakil (orang kalem tapi paling mengerikan saat marah), Dennis sebagai bendahara (walaupun dia bobrok dan pecicilan tapi sebenarnya dia pintar masalah keuangan), Reno sebagai sekretaris (walaupun cerewatnya nggak bisa dikendaliin tapi kalo masalah catat mencatat dia ahlinya) dan satu lagi Vanno sebagai tangan kanan dari geng itu (playboy-playboy gini bisa kok diandalin, ada yang mau).


"Bos dateng juga" Ucap salah satu dari mereka, namanya Abimanyu, dia itu koki handalan dimarkas itu karena masakannya yang enak. Bolehlah tanding sama chief Juna, wkwkwk.


"Hmmm" Balas Al.


Jangan kaget, Al mah kalo dimarkas selalu bersifat cool dan terkadang dingin, berbeda saat sedang dirumah apalagi kalo lagi sama Dewi.


"Mana mereka" Tanya Al.


"Mereka masih dijalan bos, bentar lagi sampai" Jawab salah satu dari mereka, Al hanya mengangguk.


Setelah beberapa saat mereka menunggu akhirnya yang ditunggu-tunggu pun datang. Tidak banyak, hanya empat anggota inti dan beberapa anggota lainnya.

__ADS_1


"Hai, apa kabar bro" Sapa salah satu dari mereka.


"Baik" Jawab Reno dengan sinis, orang baik mah bisa sinis juga ya.


"Selow bro, jangan sinis gitu" Ucapnya.


Oke, kita perkenalan dulu biar nggak pusing.


Mereka adalah anggota dari geng motor yang bernamakan Kobra ( what is this, ular dong, ya emang ular).


Anggota inti terdiri dari empat orang yaitu, Fariz (masih ingat dengan Fariz yang ngajak Dewi kenalan dikoridor, nah itu dia) dia adalah ketua geng motor ini (yang mengabayangin badan Fariz itu kecil, no.! Kalian salah besar) kemudian ada David sebagai wakil sekaligus tangan kanannya, Kennan atau yang biasa dipanggil dengan Ken, dia adalah bendahara dan pengatur strategi (ajib, ada yang mau sama Kennan) dan yang terakhir ada Daffa sebagai sekretaris.


"To the point aja" Ujar Dennis.


"Santailah, kita kesini baik-baik kok, cuma mau ngajak minum doang sama berbagi ceritalah" Ucap David.


"Iya, anggap aja kita nih bukan musuh" Sambung Ken.


"Lanjut aja, terserah kalian mau ngapain" Ucap Al yang kini sedang santai dengan ponsel di tangannya.


"Wah, nggak boleh terlewatkan ini, seorang bos harusnya ikutan dong" Ucap Daffa.


"Gue nggak minum" Ucap Al tanpa melihat lawan bicaranya.


"Ck, masa lo nggak menghargai kita sih Al, kita jauh-jauh kesini masa lo nggak ikutan" Ucap Fariz.


"Fariz, lo tau kan gue nggak minum" Ucap Al, walaupun dia tidak melihat kearah orang yang berbicara tapi dia tau kalo itu Fariz.


"Hmmm, gue tau" Fariz kemudian melempar sebotol teh pucuk kepangkuan Al.


"Khusus buat lo, kalo kurang, tuh masih ada lagi" Ucap Fariz sembari menunjuk kearah kantong plastik yang berisikan teh pucuk dan fanta.


Al hanya acuh, dia membuka tutup botol minuman itu lalu meneguknya hingga setengah botol, tanpa diketahui oleh siapa pun, para anggota geng kobra tersenyum smrik.


Mereka pun akhirnya berpesta minuman malam itu dimarkas wolf dan pastinya disuguhi dengan masakan sang koki yang sangat menguggah selera orang yang melihatnya.


Setelah menghabiskan dua botol teh pucuk itu, Al merasakan ada yang aneh dengan dirinya, dia mengamati botol minuman itu, tidak ada yang aneh dan rasa minumannya pun tidak berubah tapi ada apa dengan dirinya ini.


Al menutup kembali botol itu dan melemparnya kearah Rehan, tanpa ba bi bu, Al langsung mengambil kunci motor dan jaketnya, dia langsung pergi pulang kerumah. Semua yang ada disana dibuat heran oleh Al yang pergi buru-buru tapi tidak dengan para anggota geng kobra yang tersenyum penuh kemenangan.


......___________________......

__ADS_1


__ADS_2