Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)

Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)
Liburan


__ADS_3

...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys ❗...


...|...


...|...


...|...


...|...


...________________...


Saat ini waktu menunjukkan pukul 00:26 tapi Dewi masih belum memejamkan matanya, dia masih menatap Al yang tertidur nyenyak disampingnya itu, setelah bercerita tadi, Al mengantuk dan memilih untuk tidur.


"Pasti berat bangetkan ngalamin itu semua" Ucap Dewi, dia mengusap wajah Al dengan lembut.


Dewi tidak marah karena semua itu bukan murni kesalahan Al, walaupun agak sedikit sakit mengetahui bahwa bukan dia yang pertama tapi dia juga yakin bahwa dirinya adalah yang terakhir untuk Al, semoga saja.


"Emmhh..." Al yang sedikit terusik pun mengubah posisi tidurnya menjadi miring menghadap Dewi.


"Kenapa belum tidur" Tanya Al dengan suara serak, bahkan dia belum membuka matanya.


"Nggak papa" Jawab Dewi.


"Tidur sayang" Al membawa Dewi kedalam dekapannya dan Dewi langsung mencari posisi nyaman disana.


"Al" Panggil Dewi.


"Apa sayang" Tanya Al masih dengan memejamkam matanya.


"Lucu banget sih, ngomong tapi matanya mejem" Ucap Dewi dengan cekikikan.


"Haduh, tidur sayang ku, ini udah malem" Ucap Al, dia semakin mendekap tubuh Dewi.


"Ih, nanti dulu" Ucap Dewi.


"Apalagi hmm" Tanya Al.


"Mau jalan-jalan" Ucap Dewi yang sukses membuat Al membuka matanya.


"Sekarang" Beo Al yang membuat Dewi tertawa pelan.


"Ya nggaklah suamiku, besok maksudnya" Ujar Dewi yang membuat Al menghela napas lega.


"Aku kira sekarang, kamu tuh ya, bikin kaget aja" Ucap Al sambil mencubit hidung Dewi gemas.


"Hehehe, mau ya" Ucap Dewi.


"Iya sayang, mau kemana" Tanya Al.


"Kan masih libur sekolah, gimana kalo kita jalan-jalan kepantai panjang" Ucap Dewi dengan mengerjap-ngerjapkan matanya lucu.


"Ya Allah, sayang mukanya jangan kaya gitu, ntar kalo aku nggak tahan, aku makan kamu loh" Ucap Al yang gemas dengan mimik wajah Dewi.


"Humm... Ya ya ya" Ucap Dewi.


Cup


Al mengecup bibir Dewi karena gemas dengannya.


"Iya sayang, besok kita packing dulu ya" Ucap Al.


"Aaaa... Sayang deh" Dewi memeluk Al.


"Sekarang tidur ya, udah malem" Ucap Al, Dewi hanya mengangguk didalam pelukkan Al.


"Do'a dulu cantik" Tegur Al saat Dewi sudah mulai memejamkan matanya.


"Hehehe, iya" Dewi pun berdo'a kemudian tidur didalam pelukkan Al.


Salah satu yang Dewi suka saat tidur adalah memeluk Al walaupun terkadang Al membuatnya seperti bantal guling tapi Dewi suka.


...****************...


"Al, aku mau bawa ini ya" Ucap Dewi sambil menunjukkan boneka yang biasa dibawa saat tidur walaupun tidak dia gunakan tapi dia sangat menyukainya.


"Astaga, sini aku packing dulu biar rapih" Ucap Al, dia mengambil boneka Dewi dan membungkusnya agar lebih rapih.


Saat ini mereka sedang bersiap-siap untuk pergi berlibur.


"Ih nggak usah, kan itu mau aku pegang" Ucap Dewi.

__ADS_1


"Emang nggak susah hmm" Tanya Al.


"Nggak kok" Jawab Dewi.


"Ya udah, terserah kamu aja" Ucap Al, dia kembali mengemasi pakaiannya.


Setelah selesai bersiap mereka turun kebawah untuk sarapan.


"Kalian jadi pergi" Tanya bunda.


"Jadi dong bun" Jawab Dewi dengan semangat.


Mereka ikut senang melihat Dewi kembali ceria seperti ini.


"Kalo gitu, ayo sarapan" Ajak bunda.


"Iya bun" Mereka pun mulai sarapan seperti biasanya.


"Mau ayah pesenin hotelnya Al" Tanya ayah.


"Nggak usah yah, nanti biar Dewi pilih sendiri mau yang mana" Jawab Al, ayah hanya mengangguk saja.


...----------------...


Mereka sudah sampai dibandara, tentunya orang tua mereka ikut mengantar.


"Jaga diri baik-baik ya sayang, jangan buat Al repot" Ucap ibu.


"Siap bu" Ibu tersenyum melihat Dewi yang sudah kembali ceria.


"Jam berapa berangkatnya" Tanya bubda.


"15 menit lagi bun" Jawab Al.


"Oke, sekarang coba cek lagi, ada yang ketinggalan nggak" Ucap bunda.


Mereka pun menuruti bunda dan kembali mengecek barang bawaan mereka dan tidak ada yang tertinggal.


...****************...


"Asik dapet dideket jendala" Dewi langsung duduk disana dan Al juga duduk disampingnya.


"Seneng banget sih" Ucap Al.


"Apa yang mau dilihat sayang, kan awan semua" Ujar Al.


"Eh iya ya" Ucap Dewi manggut-manggut.


"Ih nggak, nantikan pas mau turun itu bisa lihat pemandangan yang cantik" Ucap Dewi. Al tersenyum mendengarnya.


Setelah setengah jam di pesawat, Dewi merasakan ngantuk tapi dia tidak bisa tidur karena tidak ada yang bisa dia peluk. Al yang melihat Dewi gelisah pun ingat dengan boneka yang tadi Dewi bawa, Al mengambilnya kemudian memberikannya kepada Dewi.


"Tidur ya sayang, masih ada satu jam lagi kita sampai" Ucap Al sambil memberikan boneka itu.


"Hmm" Dewi memeluk bonekanya dan kembali tidur.


Al tersenyum, karena memang Dewi tidak bisa tidur tanpa memeluk sesuatu, untunglah tadi Dewi berinisiatif untuk membawa boneka itu.


...----------------...


Mereka sudah sampai dibandara dan pergi untuk mencari taksi yang ada disana.


"Kita mau ke hotel yang mana" Tanya Al, saat ini mereka sudah berada di dalam taksi.


"Emmm, yang paling deket sama pantai aja deh" Jawab Dewi.


Al mengangguk, dia mengecek hotel mana yang paling bagus dan paling dekat dengan pantai. Setelah menemukannya dia pun memberitahu supir untuk menuju hotel itu.


Setelah perjalanan yang cukup melelahkan, mereka akhirnya sampai dihotel yang paling dekat dengan pantai. Setelah check-in mereka langsung menuju kamar yang sudah mereka pesan.


"Akhirnya bisa tiduran" Ucap Dewi.


"Mandi dulu sayang, terus tidur, kita kepantainya nanti sore, oke" Ucap Al.


"Oke" Dewi pun membuka koper dan memgambil handuk kemudian pergi kekamar mandi. Al tersenyum melihatnya.


"Alhamdulillah, Dewi udah ceria lagi, semoga aja dia tetep ceria kaya gini" Gumam Al.


Dia membereskan barang-barangnya dan juga milik Dewi sambil menunggu Dewi selesai mandi.


......................

__ADS_1


Sore pun tiba, Al dan Dewi sudah ada diarea pantai. Sore hari yang cukup ramai dipantai itu.


"Al, ayo fotoin aku" Ucap Dewi.


"Iya sayang" Al pun mengambil ponsel dan memotret Dewi yang sudah siap untuk berfoto.


"Ayo foto bareng" Dewi pun mendekati Al.


Al sendiri hanya menghela napas pasrah, karena Al memang tidak terlalu suka berfoto-foto seperti itu tapi demi istrinya, dia pun rela untuk berfoto walaupun dia mati gaya.


"Makasih jalan-jalannya" Dewi yang terlalu senang pun mencium pipi Al, tidak mau menyia-nyiakan momen itu, Al dengan cepat mengambil gambar.


"Eh, kok di foto" Ucap Dewi.


"Bagus sayang" Al menunjukkan foto tadi kepada Dewi.


"Eh iya" Dewi pun senang, dia melihat-lihat fotonya tadi. Ada beberapa foto yang sengaja Al ambil dengan cendit dan itu malah jadi lebih bagus.


Eh, itu bener kagak tulisannya, wkwkwk.


"Sayang, aku ketoilet bentar ya" Ucap Al.


"Oke" Dewi masih fokus dengan beberapa foto yang ada di ponsel itu. Al hanya menggelengkan kepalanya, dia akhirnya pergi ke toilet.


"Duh panas" Dewi akhirnya memilih untuk mencari tempat berteduh sambil menunggu Al kembali.


Setelah beberapa menit akhirnya Al kembali, dia kebingungan mencari Dewi karena Dewi tidak ada ditempat tadi.


"Kemana lagi tuh anak" Anak ceunah.


Al mencari disekitar dan akhirnya dia menemukan Dewi yang sedang melambaikan tangan kepadanya.


"Ya Allah, aku kira kemana kamu" Ucap Al saat sudah duduk disamping Dewi.


"Hehehe, panas banget tadi, jadi aku duduk disini deh" Ucap Dewi.


"Iya sayang, nggak papa kok" Ucap Al.


"Aku mau pesen makanan, kamu mau makan apa" Tanya Dewi.


"Apa aja deh, samain sama kamu juga nggak papa" Jawab Al.


"Oke" Dewi pun pergi untuk membeli makanan disalah satu penjual yang ada disana.


"Eh, kaya kenal" Ucap seseorang yang tidak jauh dari Dewi.


"Itu Dewi, iya bener itu Dewi" Ucap orang itu setelah pasti bahwa itu adalah Dewi.


"Dia disini, sama siapa" Tanya orang itu kepada dirinya sendiri sambil melihat sekitarnya.


"Al, ternyata dia selamet dari tembakan itu, gue kira m*ti tuh orang" Ucapnya.


"Kenapa nggak m*ti aja sih" Ucapnya lagi.


"Kalo m*ti kan gue enak dapetin Dewi, eh b*go lo Fa, mana mungkin lo bisa lawan Fariz" Ucap Daffa pada dirinya sendiri.


Iya, dia Daffa, anak buahnya Fariz. Hayo siapa yang ngira kalo dia tadi itu Fariz.


Jadi sebenarnya, Daffa itu udah suka sama Dewi sejak SMP tapi di SMP Daffa hanya memperlakukan Dewi layaknya sahabat, dia tidak berani untuk mengungkapkannya karena saat itu dia masih terlalu takut untuk masalah cinta.


Dan untuk sekarang.? Daffa tidak mungkin bisa, apalagi sekarang sainganya itu dua ketua gengs motor yang sama-sama kuatnya. Kalo dia emang udah nggak sayang nyawa mungkin bisa aja dia rebut Dewi saat ini juga, tapi sayang, dia masih sayang nyawanya.


Daffa tidak berani dengan Fariz karena faktor orang tuanya. Usaha orang tua Daffa pernah bangkrut dan orang tua Fariz yang membantunya, mungkin kalo dia mengkhianati Fariz, maka dengan mudah Fariz akan menghancurkan kembali usaha orang tuanya itu. Karena Fariz sendiri adalah anak kesayangan jadi apapun pasti akan orang tuanya turuti.


Seperti sekarang ini, Fariz beserta gengs nya bisa ada disini berkat orang tuanya itu, Fariz meminta orang tuanya untuk memindahkan mereka semua kesana karena menurutnya itu akan lebih aman apalagi dipedesaan. Tapi siapa sangka, ternyata Dewi dan Al malah berlibur kesini.


"Ah, dari pada pusing, mending gue kasih tau bos aja" Setelah membeli yang dia mau, Daffa pun pergi untuk menemui Fariz.


"Makanan dateng, ayo makan" Ucap Dewi sambil membawa makanannya.


"Makasih sayang" Ucap Al sambil tersenyum.


"Sama-sama" Ucap Dewi, dia duduk disamping Al.


"Setelah ini mau kemana hmm" Tanya Al.


"Emm.... Jalan-jalan aja deh, kemana pun" Jawab Dewi.


"Oke, ayo habisin makanannya" Ucap Al yang mendapat anggukkan dari Dewi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Sorry guys, belum bisa memperbaiki part 57.


__ADS_2