
...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys ❗...
...|...
...|...
...|...
...|...
..._____________...
Saat ini Dewi dan Al sedang berbaring di tempat tidur yang ada di markas, mereka akan pulang nanti malam, toh dirumah sepi. Dewi berbering sambil memeluk Al dengan posisi Dewi miring agak keatas tubuhnya. Bingung jelasinnya, wkwkwk.
Al juga memeluk Dewi, sesekali mengecup pucuk kepalanya. Mengusap-usap rambut Dewi dengan lembut. Mereka sedari tadi hanya diam saling memeluk.
"Al" Panggil Dewi.
"Iya" Ucap Al.
"Didepan ada yang jualan sate kan" Ujar Dewi.
"Iya, kamu mau" Dewi mengangguk.
"Aku suruh anak-anak aja ya buat beliin" Ucap Al.
"Iya, bilang ya sambelnya banyakin" Ucap Dewi dengan tersenyum.
"Iya sayang tapi jangan pedes-pedes ya" Dewi hanya mengangguk lagi.
Al meraih ponselnya yang berada di nakas kemudian menelpon sembarang orang yang ada di markas itu, maklum lah, bos mah bebas.
"Sekarang tunggu aja ya" Dewi pun mengiyakan kemudian kembali memeluk Al seperti tadi.
Akhir-akhir ini dia sangat nyaman dengan posisi itu, mungkin karena selama ini dia selalu cuek terhadap Al. Sekarang dia dapat merasakan kehangatan cinta Al yang selama ini dia berikan.
"Al" Panggil Dewi.
"Iya sayang" Ucap Al.
"Jangan pernah tinggalin aku ya" Ucap Dewi.
"Nggak akan pernah sayang, kita akan selalu bersama selamanya" Al mengecup pucuk kepala Dewi.
"Aku takut kamu pergi" Ucap Dewi.
"Nggak akan sayang, tapi kita nggak tau takdir Allah bakal gimana" Al memeluk Dewi, mengusap kepalanya.
"Kamu tau Al, aku pernah kehilangan seseorang yang aku cintai, maka dari itu aku nggak mau kehilangan lagi" Dewi meletakkan kepalanya di dada Al. Al tersenyum, dia senang karena Dewi mau bercerita tanpa dia minta. Al mengecup kembali pucuk kepala Dewi.
"Kalo Allah udah nakdirin kita buat bareng, pasti kita bakal bareng terus, tenang aja" Ucap Al. Dewi hanya diam, memeluk Al dengan erat, dia sangat takut kalo Al akan meninggalkannya karena Al punya musuh banyak dan mereka pasti tidak segan-segan untuk melukai Al bagaimanpun caranya itu.
Tok...Tok...Tok...
"Bos, ini satenya" Ucap seseorang dari luar.
"Tunggu sebentar ya sayang" Dewi mengangguk kemudian dia duduk sambil memeluk bantal.
Ceklek
"Makasih" Ucap Al.
__ADS_1
"Sama-sama bos" Ucap orang itu, dia tidak sengaja melihat Dewi yang sedang duduk terdiam diatas kasur.
"Permisi bos" Al mengangguk kemudian dia pergi. Al menutup pintu kemudian berjalan kearah Dewi, dia melihat tatapan Dewi yang kosong. Al tau pasti Dewi masih memikirkan pertanyaannya tadi.
"Sayang" Al duduk disamping Dewi.
"Hmmm" Dewi melihat Al.
"Udah, jangan dipikirin terus, aku nggak akan ninggalin kamu kok" Ucap Al, Dewi langsung memeluk Al.
Tanpa persetujuan darinya, air mata itu tiba-tiba saja jatuh membasahi wajah cantiknya. Dia menangis dipelukkan Al. Al hanya diam, memeluk Dewi memberikan kenyaman kepadanya.
"Aku pernah mencintai seseorang tapi dia pergi ninggalin aku gitu aja dan sekarang aku kembali mencintai, aku takut kalo cinta itu juga pergi tanpa pamit" Ucap Dewi dengan terisak.
Al mengerutkan dahinya, apa maksud dari pergi tanpa pamit. Dia hanya memeluk Dewi tapi masih terdiam, mencerna ucapan Dewi. Setelah beberapa saat dia berpikir akhirnya dia tau apa maksud Dewi.
"Takdir kita udah ada yang ngatur, percaya aja skenario Allah lebih baik dari rencana kita" Ucap kemudian mencium Dewi.
Tanpa mereka tau, dipintu ada Airo yang ingin mengantarkan minuman untuk mereka. Airo tercengang dengan sikap Al yang sangat lembut kepada Dewi, karena setau Airo, Al tidak pernah selembut itu.
"Mungkin Al sudah berubah" Ujar Airo.
Tok...Tok...Tok....
Al melihat kearah pintu, dia melihat Airo yang menunjukkan nampan berisi gelas. Al hanya memberi kode agar Airo meletakkannya diatas meja dan langsung pergi. Airo pun melakukannya, walaupun dia lebih tua dari Al tapi dia tetap menghormati Al sebagai ketua disana. Setelah Airo pergi, Al melepaskan pelukkannya. Memegang pipi Dewi dengan kedua tangannya kemudian menciumnya.
"Kita makan ya, tadi katanya mau sate" Ucap Al, Dewi hanya mengangguk.
Mereka akhirnya makan bersama, sesekali Dewi menyuapi Al. Tentunya Al sangat senang bukan. Setelah selesai makan, Dewi dan Al duduk disofa sambil menonton tv.
"Al" Panggil Dewi.
"Iya" Ucap Al.
"Sengaja sayang, kamu tau kan anggota disini banyak, jadi ya harus besar markasnya" Ujar Al.
"Iya sih, terus ini juga, semua fasilitas disini ada semua, lengkap banget lagi" Ucap Dewi.
"Iya sayang, biar kalo mau ngapa-ngapain nggak ribet" Ucap Al.
"Bener juga, lagian tempat ini juga lumayan jauh dari kota" Ujar Dewi, Al tersenyum gemas melihat Dewi kemudian dia langsung mencium Dewi dengan gemasnya sedangkan Dewi sendiri hanya diam.
"Al..." Ucapan Rehan terhenti saat melihat Al yang sedang bermesraan dengan Dewi. Disini hanya Rehan dan Airo yang bebas keluar masuk kamar Al, sedangkan yang lain tidak berani sekali pun itu anggota inti.
"Hais, bego banget sih gue, kok bisa-bisanya gue lupa disini ada Dewi" Gumam Rehan, dia tidak jadi masuk.
Rehan kembali keruang berkumpul dengan wajah merah karena dia malu melihat Al dan Dewi yang sedang bermesraan tadi.
"Kenapa lo" Tanya Dennis.
"Ha, kenapa apanya" Tanya Rehan balik.
"Muka lo ogeb, merah gitu" Ucap Dennis.
"Masa" Rehan mengambil kaca yang sedang dipegang salah satu anggotanya.
"Gila, muka gue merah banget" Batin Rehan, dia kembali mengingat apa yang dia lihat tadi dan itu membuat wajahnya semakin merah.
"Lo kenapa sih Han, makin merah tuh muka" Ujar Genta.
"Eh, nggak kok, nggak papa" Ucap Rehan.
__ADS_1
"Yakin" Rehan mengangguk.
Kamar Al.
"Emm, Al tadi kaya ada yang masuk deh" Ucap Dewi.
"Masa sih" Al melihat kearah pintu tapi pintunya tertutup.
"Perasaan kamu aja mungkin" Ucap Al.
"Iya mungkin" Ucap Dewi, dia berbaring dengan paha Al sebagai bantal.
Disisi lain.
"Gimana rencana kita, berhasil" Tanya Fariz.
"Harusnya berhasil bos, juga tadi Al nggak berangkat sekolah kan" Ucap Ken.
"Tapi kok nggak ada berita gitu ya" Ujar David.
"Iya ya, tapi tadi Dewi juga nggak berangkat" Ucap Fariz.
"Mungkin belum bos" Ucap Daffa.
"Hmmm" Fariz kembali mengambil minuman dan meneguknya.
"Lo yakin Vid, itu obat bisa kaya gitu" Tanya Fariz.
"Yakin lah bos, obat itu cuma bisa dinetralisir kalo yang minum tuh obat melakukan hubungan" Ujar David. Fariz mengangguk mengerti ucapan David.
"Berarti kalo Al dirumah sendirian itu tandanya..." Ucap Ken menggantung.
"Yupz, betul banget" Ucap David.
"Hebat banget ya tuh obat bisa gitu" Ujar Daffa.
"Gue juga nggak tau, gue dapet dari abang gue yang di Amrik" Ucap David.
"Hmmm, udahlah, gue mau tidur" Ucap Fariz, dia pun pergi kekamarnya.
"Kalian merasa aneh nggak sih" Ucap Ken.
"Aneh gimana" Tanya Daffa.
"Ya secara Al itu keluarga terpandang yakan, tapi masa berita kaya gitu belum muncul sih" Jawab Ken.
"Iya juga ya" Gumam David.
"Apa jangan-jangan" Ucap mereka bertiga secara bersamaan.
"Wah tapi kan, Dewi itu cewek baik-baik" Ucap Daffa.
"Iya gue tau, tapi kalo lagi diposisi kaya gitu dia bisa apa" Ucap David.
"Hei, tapi Al pulang udah malem, nggak mungkin juga Dewi disana malem-malem ya kan" Ucap Ken.
"Bener juga sih" Akhirnya mereka pun terdiam fokus dengan pikiran masing-masing.
......____________......
Yo guys, wkwkwk.
__ADS_1
Maaf gue lama nggak up.