
...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys ❗...
...|...
...|...
...|...
...|...
...________________...
Rasa senang atas sadarnya Al masih membuat Dewi terus tersenyum. Sedari tadi dia terus mengenggam tangan Al dan meletakkannya dipipinya. Al mengusap pipi Dewi karena gemas dengannya yang sedari tadi tidak melepaskan tangannya itu.
"Kamu kok kaya makin kurus" Ucap Al saat mengamati Dewi dengan teliti, sedangkan Dewi hanya cengengesan.
"Gimana nggak kurus, makan aja dikit" Ucap ibu yang baru saja masuk.
"Apa sih bu" Dewi menatap ibu dengan cemberut.
"Jangan gitu dong, kamu harus banyak makan sayang biar baby nya juga sehat terus kamunya juga nggak sakit" Ucap Al lembut.
"Nggak napsu tau" Ucap Dewi.
Al tersenyum. "Sekarang udah waktu makan malem kan, nah sekarang makan ya atau mau aku suapin" Ujar Al, Dewi tersenyum sumringah dan kemudian mengangguk.
"Ibu ambil makanan dulu ya" Ucap ibu.
"Iya bu" Ucap Al.
"Oh jadi maunya disuapin nih" Goda Al, dia mencolek dagu Dewi.
"Jangan genit ya" Ucap Dewi.
Sambil menunggu ibu datang, mereka berdua saling bercanda bersama. Dipintu ada Viola yang baru saja datang, dia tersenyum melihat Dewi yang kembali ceria.
"Ehem, pacaran terus" Ucap Viola sambil berjalan masuk.
"Eh Vio" Ucap Al.
"Bangun juga lo, udah tiga bulan juga, baru sekarang lo sadar" Ucap Viola. Dia membawa buah-buahan untuk mereka.
"Ahahaha, alhamdulillah, gue masih selamet" Ucap Al.
"Vi bawa apel nggak" Dewi membuka parcel yang Viola bawa.
"Bawa, cari aja" Jawab Viola.
"Sorry, jadi ngerepotin" Ucap Al.
"Nggak masalah, nggak ada repot buat sahabat gue ini" Ucap Viola.
"Lo emang sahabat yang baik" Ucap Al, dia menggelengkan kepala melihat Dewi yang sangat antusias dengan buah-buahan itu.
"Ohiya Wi, besok lo harus kesekolah, soalnya bakal ada acara" Ucap Viola.
"Yah, tapikan gue mau sama Al" Ucap Dewi cemberut.
"Nggak boleh gitu, kamu harus berangkat dong" Ucap Al.
"Tapikan" Dewi memasang wajah cemberutnya. Viola mundur kebelakang, membiarkan Al untuk memberi pengertian kepada Dewi.
"Sini deh" Al menepuk tempat tidurnya, saat ini dia sedang duduk. Dewi duduk disamping Al.
"Sayang" Al menarik Dewi kepelukannya.
"Berangkat ya, kamu kan udah lama tuh nggak dateng kesekolah, jadi besok berangkat ya" Ucap Al.
"Tapikan, aku mau nemenin kamu" Dewi menatap Al.
Al tersenyum. "Kan kesekolahnya cuma sebentar aja, pulang sekolah bisa langsung kesini, ntar kalo udah nggak ada acara lagi disekolah, kamu boleh kok sekolah online lagi kaya kemarin-kemarin" Jelas Al.
"Tapi kamu gimana" Tanya Dewi.
"Ada bunda sayang, ada ibu juga, jadi kamu nggak usah khawatir ya" Jelas Al.
"Kan kamu baru bangun, masa aku tinggal" Dewi memeluk Al dan menatapnya dari samping.
"Nggak papa sayang, kan cuma sebentar ke sekolahnya" Ucap Al. Dewi menatap Al dengan cemberut.
"Kenapa sih hmmm, oh atau bawaan debay nih jadi manja gini hmmm" Al mengecup kening Dewi.
__ADS_1
"Dasar bumil" Batin Viola yang sedang duduk disofa.
"Nggak tau, maunya deket kamu terus ih" Ucap Dewi.
"Hahaha, ternyata dedeknya ini manja ya" Al mengusap perut Dewi.
"Eh, apa ini kok Dewi duduk disitu" Ucap ibu yang baru masuk sambil membawa nampan yang berisi nasi dan air minum.
"Biar tante, bumil nya lagi manja" Ucap Viola.
"Nak Vio, kapan dateng" Tanya ibu.
"Belum lama kok tan" Jawab Viola, ibu hanya mengangguk saja.
"Udah belum nih pacarannya, katanya mau makan" Ucap ibu.
"Hehehe, ibu, sini aja bu nggak papa kok, anak kecil lagi manja nih" Ucap Al.
"Ih aku bukan anak kecil" Dewi mencubit tangan Al.
"Ahahaha, ampun sayang" Ibu menggelengkan kepala melihat Al dan Dewi yang seperti itu.
"Udah Dewi makan dulu sayang" Ucap ibu.
"Iya bu" Dewi turun dan duduk dikursi.
"Jadi disuapin" Tanya Al yang mendapat anggukkan dari Dewi.
"Suami baru bangun udah direpotin" Ibu menggelengkan kepalanya heran dengan Dewi yang berubah sangat manja.
"Nggak papa kok bu, Al seneng malah" Ucap Al dengan tersenyum.
"Ya udah, habisin tuh makannya" Ibu ikut duduk bersama Viola disofa.
"Yok makan" Al menyuapi Dewi dengan penuh kasih sayang, sesekali dia juga menjahili Dewi yang membuatnya cemberut.
"Al" Panggil Dewi.
"Apa sayang" Tanya Al.
"Boleh suruh Vanno beliin lolipop nggak" Ucap Dewi dengan tersenyum.
"Ya kan pengen, boleh ya" Ucap Dewi.
"Iya, telpon aja gih" Dewi tersenyum dan langsung mengambil ponselnya.
"Malam bu bos" Ucap Vanno.
"Van, beliin lolipop ya tiga, bawa kesini" Ucap Dewi to the point.
"Ha, yang bener aja bu bos, masa gue harus beli kaya gituan sih" Ujar Vanno tidak percaya.
"Ih pokoknya beliin, kalo nggak gue bilangin Al nih" Ancam Dewi, sedangkan Al tersenyum geli mendengar Dewi membawa-bawa namanya.
"Set dah, ngancem muluk dah bu bos mah, iya deh iya, ini otw" Ucap Vanno pasrah.
"Gitu dong, tiga ya" Ucap Dewi.
"Iya bu bos, udah itu aja" Tanya Vanno.
"Udah sih, sekarang mah pengennya itu aja" Jawab Dewi.
"Oke bu bos, siap meluncur buat cari lolipop" Ujar Vanno.
"Oke" Dewi mematikan sambungan telponnya.
"Ada-ada aja kamu, pakek bawa-bawa nama aku segala" Ucap Al.
"Abis dia banyak alasan terus kalo disuruh" Ucap Dewi.
"Jadi kamu sering nyuruh Vanno buat beli ini itu" Tanya Al tidak percaya, Vanno kan males bin mager.
"Nggak cuma Vanno, Al, kadang anak-anak yang lain juga dia suruh" Ucap Viola.
"Ih Vio mah, nyambung aja kaya kabel" Ucap Dewi.
Al tersenyum, dia mengusap kepala Dewi dengan lembut. "Nggak papa, kalo kamu mau tinggal bilang mereka aja" Ucap Al.
"Hehehe, tau nggak sih, aku pernah telpon Abimanyu jam tiga pagi cuma suruh dia masakin nasi goreng" Cerita Dewi dengan tertawa.
"Ya Allah, nggak ngedumel tuh anak" Al tertawa mendengar cerita Dewi.
__ADS_1
"Dia bilang gini, ya ampun bu bos, ini masih dingin banget loh, mana nggak ada nasi lagi, masa iya jam tiga pagi disuruh masak" Dewi menirukan gaya Abimanyu berbicara kemudian tertawa, Al pun ikut tertawa mendengarnya, Abimanyu kan emang gitu kalo disuruh-suruh.
"Terus kamu jawab apa" Tanya Al.
"Aku bilang gini, baby yang mau loh, awas ntar baby nya ileran terus Al tanya kenapa kok bisa ileran, ntar gue bakal bilang karena Abimanyu nggak mau buatin nasi goreng" Ucap Dewi, Al tertawa mendengarnya, ada-ada saja istrinya ini.
"Terus jam 4 tuh dia kesini masih pakek baju tidur" Dewi tertawa mengingat penampilan Abimanyu yang seperti gembel waktu itu.
"Ahahaha, sayang kok kamu tega sih" Ucap Al.
"Abis pengen banget" Ucap Dewi cengengesan.
"Hmmm, maaf ya aku belum bisa ngapa-ngapain" Ucap Al.
"Nggak papa Al, kamu udah bangun aja aku seneng kok" Ucap Dewi.
"Assalamu'alaikum nyonya bos, pesanan datang" Ucap Vanno.
"Wa'alaikumussalam" Jawab semua orang yang ada disana.
"Banyak orang ternyata, nah bu bos, selamat menikmati" Vanno memberikan kantong plastik yang berisi permen lolipop.
"Cute banget" Ucap Dewi saat melihat bentuk permen lolipop itu.
"Gue udah beliin yang terbaik loh bu bos, jangan kena semprot lagi" Ucap Vanno.
"Iya-iya, kali ini lo selamat" Dewi mengambil satu permen lolipop dan memakannya.
"Pasal permen lolipop aja sampe ngancem-ngancem tuh bini lo" Ucap Vanno, dia duduk dikursi samping tempat tidur Al.
"Namanya juga bumil" Ucap Al.
"Ya gitu deh, gimana keadaan lo sekarang" Tanya Vanno.
"Alhamdulillah, udah mendingan sih rasa sakitnya nggak kaya waktu pertama sadar tadi" Jawab Al.
"Syukur deh, semoga lo cepet pulih" Ucap Vanno.
"Aamiin, btw, gimana sama mereka" Tanya Al.
"Belum ada perkembangan" Jawab Vanno.
"Loh, maksudnya gimana" Tanya Al tidak mengerti.
"Setelah kejadian itu, mereka semua bak ditelan bumi, satu geng ilang tanpa jejak" Jelas Vanno.
"Bang Airo emang nggak bantu" Tanya Al.
"Nah itu dia, bang Airo udah berusaha tapi tetep aja nggak ketemu, kayanya mereka ada yang ngelindungin gitu" Jelas Vanno.
"Jangan bahas itu dulu dong, Al kan baru bangun" Ucap Dewi.
"Iya sayang, aku cuma pengen tau aja" Ucap Al.
"Pokoknya belum boleh ikut campur cari mereka sebelum kamu bener-bener pulih" Ujar Dewi.
"Iya, aku cuma dengerin perkembangannya aja kok" Ucap Al, Dewi kembali memakan permen lolipopnya.
"Sabar-sabar aja sih bos kalo bininya lagi begini" Ucap Vanno.
"Ahahaha, nggak papa kali, gue juga ngerti kok" Ucap Al.
"Gue duluan ya, besok ada persentasi dikelas dan gue belum hapal" Ucap Vanno.
"Ini nih, kebiasaan dari SD" Ucap Al.
"Hahaha, lo tau lah gue gimana, ya udah gue balik dulu" Ucap Vanno.
"Oke hati-hati" Ucap Al.
"Vanno, besok kesini ajak yang lain ya" Ucap Dewi yang mendapatkan acungan jempol dari Vanno dan dia pun langsung pergi.
"Mau ngapain emang" Tanya Al.
"Ada deh" Dewi tersenyum kepada Al yang membuat Al curiga.
"Jangan aneh-aneh ya sayang" Ucap Al.
"Nggak aneh-aneh kok" Ucap Dewi, Al hanya menggelengkan kepalanya saja melihat Dewi yang seperti itu.
...****************...
__ADS_1