Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)

Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)
Mengajak Kenalan


__ADS_3

...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys ❗...


...|...


...|...


...|...


...|...


...|...


...___________________...


"Kamu nggak papa sayang" Tanya Al.


"Aku nggak papa kok, cuma pusing aja" Jawab Dewi, dia berbaring diatas ranjang.


"Kita periksa ya" Ucap Al.


"Nggak usah, aku cuma pusing aja, minum obat pereda sakit kepala juga nanti sembuh kok" Dewi tersenyum kepada Al, Al menghela napas.


"Ya udah, aku beliin bubur sama obat dulu ya, kamu istirahat dulu" Al mengusap rambut Dewi dengan lembut, Dewi pun mengangguk. Al mengecup kening Dewi kemudian pergi untuk membeli obat.


"Gue dulu emang nggak mau nikah sama lo, tapi gue sekarang bersyukur banget bisa punya lo, Al. Ya Allah, terima kasih Engkau sudah memberikan dia sebagai pendamping hidup hamba, semoga kami selalu bersama sampai akhir memisahkan" Ucap Dewi saat Al sudah pergi, dia menutup matanya karena merasa sangat pusing.


"Sayang, bangun, nih aku udah beliin buburnya" Al menyentuh kening Dewi.


"Ya Allah, panas banget, sayang kita periksa aja ya, aku nggak mau kamu kenapa-napa" Dewi membuka matanya perlahan.


"Al" Panggil Dewi lirih.


"Iya sayang, apa, kita periksa ya" Dewi menggeleng.


"Sayang" Ucap Al, dia menggenggam tangan Dewi.


"Nggak mau Al, aku minum obat aja deh" Al menghela napas kemudian membantu Dewi untuk duduk.


"Makan dulu ya, setelah itu minum obat" Dewi mengangguk, Al menyuapi Dewi kemudian memberikan obat yang tadi dia beli.


"Ya udah, sekarang kamu istirahat ya, biar cepet sembuh" Al membantu Dewi untuk berbaring.


"Iya" Dewi perlahan memejamkan matanya. Al menemani Dewi seharian dikamarnya, dia selalu mengecek suhu tubuh Dewi.


"Syukur deh udah nggak panas banget kaya tadi, pasti gara-gara semalem hujan-hujanan" Al menghela napasnya, dia pun ikut berbaring disamping Dewi.


Sore harinya, Dewi terbangung terlebih dahulu, dia melihat kesamping disana ada Al yang tertidur dengan pulasnya.


"Maaf, aku selalu ngerepotin kamu" Dewi mengelus rahang Al dengan lembut.


Dia merepatkan tidurnya dengan Al kemudian menyembunyikan wajahnya didada Al. Al yang merasa sedikit terusik pun membuka matanya, dia melihat Dewi yang sedang mencari tempat nyaman didadanya.


"Sini" Al memeluk Dewi.


"Aku ganggu ya" Al menggelengkan kelapanya.


"Masih pusing" Tanya Al.


"Sedikit" Dewi pun kembali menenggelamkan kepalanya dipelukan Al.


"Al" Dia memainkan jari jemarinya didada Al.


"Apa" Ucap Al.


"Emmm, mau makan bakso" Dewi menatap Al.


"Iya, nanti aku beliin tapi kamu dirumah aja oke" Dewi cemberut mendengar ucapan Al.


"Aku kan nggak mau ditinggal sendirian ih" Kesal Dewi.

__ADS_1


"Terus gimana, hmm" Dewi hanya menggelengkan kepalanya masih dengan memasang wajah cemberutnya.


"Oke-oke, nanti pesen aja ya" Dewi hanya mengangguk.


"Sekarang mandi gih, keburu sore loh" Ucap Al kemudian membantu Dewi untuk duduk.


***


Ting Tong...


"Sebentar" Al membuka pintu rumahnya ternyata itu adalah orang yang mengantar pesanannya.


"Terima kasih" Ucap Al.


"Sama-sama" Setelah Al memberikan uang, orang itu pun pergi.


"Nah sayang, baksonya udah siap" Al memberikan bakso yang tadi dia pesan dan sudah dimasukkan kedalam mangkuk.


"Wah, makasih my husband" Ucap Dewi dengan tersenyum, Al pun ikut tersenyum mendengar ucapan Dewi.


***


"Kamu yakin mau sekolah" Tanya Al yang kini sedang membantu Dewi menyisir rambutnya.


"Iya, aku nggak mau sendirian" Jawab Dewi.


"Kan ada bibi" Ucap Al.


"Nggak mau, aku pokoknya mau ikut kamu sekolah" Dewi masih kekeh ingin sekolah, Al menghela napas kemudian dia mengangguk.


***


"Kamu duluan aja kekelasnya, aku mau ketoilet sebentar" Dewi hanya mengangguk dan kemudian pergi kekelasnya.


"Hai" Sapa seseorang yang kini sedang berjalan bersama Dewi.


"Jutek banget sih, kenalan dulu mau nggak" Orang itu masih mengikut Dewi.


Dewi tidak menjawab, dia hanya terus berjalan tanpa menghiraukan orang itu. Orang itu masih saja mengikuti Dewi.


***


"Al" Saat Al sedang berjalan menuju kelasnya tiba-tiba saja ada yang memanggilnya. Al pun berbalik.


"Apa" Ucap Al dengan ketus.


"Lo kenapa sih menghindar terus dari gue, gue kan cuma mau ngomong sama lo" Ucapnya.


"Ngomong apa, gue nggak ada waktu" Al melipat kedua tangannya didepan dada.


"Please, balik sama gue ya, gue masih sayang sama lo Al" Ucapnya.


"Gue nggak" Setelah mengucapkan kata-kata itu, Al pun pergi meninggalkan orang itu.


"Huuh" Dia menghentak-hentakkan kakinya karena kesal.


"Gue bakal dapatin lo lagi, gimana pun caranya" Dia pun pergi.


***


"Ilah, kenalan doang sih, masa nggak mau" Dewi berhenti kemudian melihat orang itu sebentar.


"Dewi" Ucapnya tanpa niat.


"Gue Fariz, gue anak IPA 2" Ucapnya dengan tersenyum, dia mengulurkan tangannya tapi Dewi hanya diam.


"Udah kenal kan, gue mau pergi" Dewi pun melenggang pergi meninggalkan Fariz.


"Gue kayanya harus ekstra sabar buat ngeluluhin hati lo, Wi. Gue pastiin lo bakal jadi milik gue dan kita akan hidup bahagia" Gumam Fariz kemudian pergi kekelasnya.

__ADS_1


***


Dewi memasuki kelas dengan wajah cemberut, Viola yang kebetulan sudah berada dikelas pun terheran-heran melihat Dewi dengan wajah kusutnya.


"Lo kenapa" Tanya Viola saat Dewi sudah duduk.


"Sebel gue, tadi ada cowok yang ngikutin gue muluk ngajak kenalan, gue kan risih" Jawab Dewi.


"Siapa" Bukan Viola yang bertanya tapi Al.


"Siapa ya, bentar" Dewi mengingat-ingat namanya orang.


"Nggak tau lupa, orang tadi nggak memperhatiin dia ngomong" Ucap Dewi.


"Ya udah, biarin aja" Al kemudian duduk dikursinya.


"Ohya Wi, lo udah nggak kenapa-napa kan" Tanya Viola.


"Nggak, lagian cuma pusing kok" Viola mengangguk.


***


"Mau makan apa" Tanya Al, saat ini mereka sudah berada dikantin.


"Siomay kayanya enak deh" Jawab Dewi, Al mengangguk.


"Lo Vi" Tanya Al kepada Viola.


"Emmm, nasgor aja deh, kaya biasa ya" Jawab Viola.


"Oke" Al pun pergi memesan makanan untuk mereka.


"Gimana hubungan lo sama Al, Wi" Tanya Viola.


"Baik-baik aja kok" Jawab Dewi.


"Tuhkan, lo seneng kan bisa sama Al, dulu aja nolak lo" Dewi hanya cengengesan mendengar ucapan Viola.


"Kayanya makin hari makin nempel aja lo sama Al, mana sekarang udah berani ngerengek minta ini itu lagi" Goda Viola.


"Halal" Ucap Dewi dengan santai.


"Dih, mentang-mentang" Dewi hanya tertawa mendengar ucapan Viola.


"Makanan datang" Al meletakkan nampan yang berisi makanan dan minuman milik mereka.


"Ngobrolin apa, kayanya seru banget" Tanya Al.


"Tuh, Viola, godain aku dari tadi" Adu Dewi kepada Al.


"Lah, ngaduan lo" Ucap Viola tidak terima.


"Hmmm, emang Viola ngapain" Tanya Al.


"Gue tadi cuma bilang kalo si Dewi makin nempel sama lo, mana manja banget lagi" Jawab Viola.


"Vio, ih nyebelin" Viola malah menjulurkan lidahnya.


"Hahaha, udah-udah, ayo makan" Ucap Al.


Tanpa mereka ketahui, ada beberapa pasang mata yang melihat kearah mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.


......____________________......


Banyak kan, iyalah, orang udah 1000 lebih kata-katanya.


Maaf jarang update disini.


Bye, see you next eps.

__ADS_1


__ADS_2