Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)

Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)
Kabar (Senang vs Kesal)


__ADS_3

...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys ❗...


...|...


...|...


...|...


...|...


..._______________...


Hari sudah mulai gelap, sepulang kampus tadi Al izin kekantor karena ada beberapa berkas yang harus dia tangani dan pelajari, Dewi sempat melarangnya tapi dengan lihai Al membujuk Dewi dan akhirnya mendapat izin.


Dewi baru selesai mandi, dia sedang duduk didepan meja rias sambil mengeringkan rambutnya.


"Oh iya, kan aku kemarin beli alat tes kehamilan, kok bisa lupa sih"


Setelah selesai mengeringkan rambutnya, Dewi berdiri dan mencari testpack yang ada didalam tasnya kemudian masuk kedalam kamar mandi.


"Duh, kok degdegan ya" Dewi harap-harap cemas menanti alat itu bekerja. Setelah dua menit, senyum manis terbit diwajah Dewi.


"Bunda" Dewi turun kebawah mencari bunda yang sedang menyiapkan makan malam.


"Iya sayang, jangan lari nak" Ucap bunda.


"Bunda" Dewi memeluk bunda karena terlalu senang.


"Aduh aduh, kenapa sayang" Tanya bunda.


"Lihat ini" Dewi menunjukkan testpack yang tadi dia pakai.


"Sayang, bunda bakal punya cucu" Tanya bunda dengan wajah berbinar, Dewi mengangguk antusias.


"Masya Allah, baik-baik disana nak" Bunda mengusap perut Dewi.


"Bunda, jangan kasih tau Al dulu ya" Pinta Dewi sambil duduk dikursi meja makan.


"Loh kenapa" Tanya bunda heran.


"Aku mau buat kejutan bunda, tiga hari lagi Al ulang tahun, bun" Jelas Dewi.


"Oke sayang, apapun itu, yang penting kamu harus makan yang banyak, jaga kesehatan biar kalian berdua sehat" Nasihat bunda. Dewi mengangguk.


"Kalian berdua, emang siapa aja" Bunda dan Dewi langsung melihat kebelakang saat mendengar suara pria. Mereka langsung menghela napas lega.


"Ayah, bunda kira tadi Al, ngagetin ih" Kesal bunda.


"Maaf bun, ini ada apa sih" Tanya ayah heran.

__ADS_1


"Ini yah, ini punya Dewi" Bunda memberikan testpack tadi kepada ayah. Senyum terbit diwajah pria paruh baya itu.


"Alhamdulillah, kamu jaga diri baik-baik ya nak" Ayah mengusap rambut Dewi penuh kasih sayang.


"Iya yah" Dewi sangat senang karena memiliki mertua yang sangat baik dan perhatian kepadanya.


"Ayah, jangan kasih tau Al ya, Dewi mau buat kejutan" Ujar Dewi.


"Iya nak" Ucap ayah.


"Yah, bun, Dewi keatas dulu ya, mau telpon ibu" Ucap Dewi yang mendapat anggukkan dari kedua mertuanya.


Dikamar Dewi menelpon ibu nya dan tentu saja sang ibu sangat gembira, beliau menasehati Dewi sangat banyak dan memberi saran, Dewi menyimak dengan seksama, senang rasanya memiliki orang tua dan mertua yang sangat perhatian kepadanya.


Makan malam pun tiba dan Al baru saja pulang, dia langsung bergabung untuk makan malam. Selesai makan malam, seperti biasa, Al akan membersihkan diri dan sholat isya bersama sang istri kemudian duduk santai diatas kasur sambil menonton tv.


"Al" Panggil Dewi.


"Iya sayang" Al mengusap-usap rambut Dewi yang kini sedang menyandar didadanya.


"Besok aku mau hong out sama Viola ya" Ucap Dewi.


"Iya, jalan-jalan sesuka kamu ya, mau habisin duit aku juga nggak apa-apa" Ucap Al dengan nada bercanda.


"Dih, mana bisa duit kamu habis" Cibir Dewi tapi tak hayal dia juga senang karena Al masih membebaskannya untuk bersenang-senang seperti remaja pada umumnya tidak seperti pikirannya dulu jika sudah menikah maka dia tidak bisa bebas lagi.


"Pengawal jangan lupa" Ucap Al.


"Oke, tadi setelah aku pergi, kamu ngapain aja" Tanya Al.


"Biasa, rebahan, ngemil, nonton tv, nonton tikt*k, gangguin bunda.... "


Mereka berdua bercerita banyak hal hingga Dewi mengantuk. Al selalu rutin menanyakan kegiatan Dewi setiap harinya, dia tidak mau tertinggal sedikit pun info dari sang istri walaupun itu info tidak penting sekalipun. Al tau, kegiatan istrinya hanya itu-itu saja tapi demi menyenangkan sang istri, dia pun meluangkan waktu untuk berbagi cerita layaknya seorang teman, bahkan jika Dewi ingin membahas tentang idolanya yang seorang artis bollywood itu pun Al akan dengan senang hati mendengarkan ceritanya, menurutnya Al apapun yang bersangkutan dengan Dewi itu adalah hal yang paling menarik.


Ditatapanya sang istri yang tengah tidur dengan nyenyak dipelukkannya, menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantiknya, kemudian mengecup singkat pipinya.


"Bahagia selalu sayang, aku bakal lakuin apapun asal kamu bahagia" Setelah itu Al ikut tidur karena memang hari ini cukup melelahkan baginya.


......................


"Bos, lo masih aja ngarepin Dewi" Ucap Ken yang sedari tadi sudah bosan menunggu Fariz yang hanya diam sambil menatap foto Dewi.


"Gue nggak akan berhenti sampe gue bisa dapetin dia" Ucap Fariz yang masih terus menatap foto Dewi dari layar ponselnya.


"Heran gue, banyak perempuan diluar sana yang mau sama lo, tapi kenapa lo masih aja ngincer Dewi" Tanya Ken dengan heran.


"Entahlah, gue ngerasa Dewi sedikit berbeda, gue jadi makin penasaran saat lihat dia nggak mau dideketin cowok" Jawab Fariz santai.


"Udah hampir setahun kita sembunyi disini, nggak mau pindah gitu, ketempat yang lebih bagus" Grutu Ken.

__ADS_1


Eh bambang, lu pikir itu rumah kagak bagus apa, orang rumah bisa muat lima puluh orang gitu.


"Entahlah" Fariz membaringkan tubuhnya masih dengan menatap foto Dewi.


Brukk...


"Bangs**" Umpat Ken saat melihat 2D masuk secara bersamaan.


"Kenapa kalian, abis dikejar-kejar setan" Tanya Ken.


"Bukan" Jawab mereka bersamaan.


"Ih, kok kompak, terus apaan sih" Ucap Ken dengan bernada.


"Kita ada kabar bos" Ucap David.


"Iya bos, tentang Dewi" Lanjut Daffa yang membuat Fariz kembali duduk.


"Apa" Tanya Fariz.


"Ehem" David berdehem sebelum bercerita.


"Ada rumor yang bilang kalo Dewi sama Al bakal ngadain acara resepsi tiga bulan lagi" Ucap David.


"Apa, resepsi, kapan nikahnya" Tanya Fariz dengan terkejut, begitupun Ken, dia sampai menganga.


"Katanya sih, mereka udah nikah dari dua tahun lalu dan acara resepsi itu sekaligus acara anniversary mereka yang kedua tahun" Jelas Daffa.


"Itu artinya, mereka udah nikah dari SMA" Tebak Ken.


"Betul" Jawan 2D dengan kompak.


"****... Sial" Fariz memlempar bantal yang ada disampingnya karena kesal.


Kasian bantalnya bung, mending buat aku aja, tak ajak bobok 😄


"Kita harus lakuin sesuatu" Ucap Fariz, mereka bertiga pun mengangguk.


...----------------...


"Selamat pagi nyonya muda Anggara" Sapa Al saat Dewi membuka matanya.


"Pagi sayang" Dewi perlahan duduk dengan dibantu oleh Al.


"Mandi gih, aku tunggu, bentar lagi adzan" Ucap Al yang mendapat anggukkan dari Dewi. Dengan sempoyongan Dewi berjalan kekamar mandi, Al hanya menggelengkan kepalanya melihat istrinya itu berjalan dengan setengah mengantuk.


"Ada aja kelakuannya" Ucap Al yang masih setia menatap Dewi yang sudah mulai menghilang dibalik pintu kamar mandi.


Al membereskan tempat tidur seperti biasa dan menyiapkan perlengkapan mereka untuk sholat subuh. Jauh dari masjid membuat Al jarang sholat dimasjid, hanya saat sholat jum'at saja, itu pun kalo tidak dikantor, kalo dikantor pun Al akan sholat jum'at dimasjid dekat kantornya itu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai disini dulu, authornya teh lagi demam, maklumlah ya, hehehe


__ADS_2