
...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys ❗...
...|...
...|...
...|...
...|...
...________________...
Satu minggu berlalu tapi Al tak kunjung bangun dari komanya, Dewi juga tidak mau meninggalkan Al, dia juga melakukan sekolah online.
"Hai, betah banget sih tidurnya, nggak capek apa tidur terus kaya gini" Dewi baru saja menyelesaikan sekolah onlinenya.
"Sayang, ayo makan dulu" Ucap bunda. Dewi hanya mengangguk dan mengambil piring dari bunda.
"Bunda, kapan Al sadar, dokter bilang nggak akan lama tapi ini sudah satu minggu bunda" Ucap Dewi.
"Sabar ya sayang, yang pentingkan keadaan Al semakin membaik, kamu sering-sering ajak dia bicara ya nak, tapi kamu juga jangan lupa makan yang teratur" Bunda mengusap rambut Dewi sayang.
"Ayo dimakan dulu" Ucap bunda.
"Iya bun" Dewi mulai makan, sejak Al koma, porsi makannya jadi berkurang terkadang dia juga tidak menghabiskan makanannya.
Selesai makan, Dewi mengajak Al berbicara lagi, dia selalu memanjakan Al walaupun Al sedang koma.
"Sekarang waktunya bersih-bersih dulu suami ku" Dewi mengelap badan Al dengan kain basah, dia kembali meneteskan air matanya saat sedang membersihkan tubuh Al.
"Cepet bangun ya, aku janji deh tetep manjain kamu nanti waktu kamu udah sadar" Dewi mengecup kening Al dengan air mata yang menetes.
***
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, kini sudah tiga bulan Al koma tapi dia masih belum sadar, dokter berkata luka yang mengenai ginjal Al waktu itu belum mengering dan masih dibutuhkan beberapa bulan lagi, hal itu lah yang membuat Al tak kunjung sadarkan diri. Dan selama tiga bulan itu juga para anggota Al sedang mencari keberadaan Fariz beserta anggotanya yang tiba-tiba hilang bak ditelan bumi.
"Kamu yakin nggak mau bangun, kamu nggak mau ngajak ngobrol calon anak kita" Dewi dinyatakan positif beberapa minggu lalu. Dia berjanji akan menjaga anaknya walaupun Al dalam keadaan koma.
"Ayo dong bangun, aku nggak bisa jalanin hidup aku tanpa kamu disisi ku" Dewi mengenggam tangan Al, dia merebahkan kepalanya disamping Al.
Dalam posisi seperti ini, harusnya ada Al disisinya yang selalu memanjakannya tapi Al tak kunjung sadar.
"Bangun dong, padahal aku pengen banget makan nasi goreng buatan kamu lagi, udah lamakan kamu nggak masakin aku" Ujar Dewi.
Disaat Dewi sedang bermanja dengan Al, para anggota inti datang dengan keringat yang bercucuran, mereka baru saja pulang dari mencari mangga muda seperti yang Dewi inginkan, tapi yang lebih menyiksa adalah Dewi tidak mau mangga itu beli dipasar, dia maunya yang langsung dari pohon, jadilah mereka sekarang berkeringat seperti itu.
"Udah dapet mangga nya" Tanya Dewi.
"Dapet Wi, tapi kita cuma dibolehin ambil tiga" Jawab Vanno.
"Nggak papa deh, sekarang kupasin ya" Ucap Dewi, mereka saling pandang, siapa yang akan mengupas mangga itu.
"Mau kemana" Tanya Dennis saat melihat Dewi berdiri.
"Ke kamar mandi" Dewi langsung pergi ke kamar mandi.
"Hah, bos bos, kapan sadarnya sih, lihat tuh bini lo lagi ngidam tapi lo nggak sadar-sadar" Ucap Dennis kepada Al.
Para anggota inti sudah tau kalo Dewi adalah istri Al bukan hanya sekedar pacar, karena Rehan sudah menduga akan lebih parah kalo anggota inti tidak diberitahukan kebenerannya. Saat mereka sedang mengupas mangga, tiba-tiba saja Al mengeluarkan air matanya.
"Eh, Al nangis" Ucap Vanno.
"Mungkin dia denger ucapan Dennis tadi" Ucap Rehan.
"Bisa jadi, kan orang koma masih bisa denger ucapan kita" Ucap Vanno.
"Gue nggak salah loh, gue ngomong apa adanya" Ujar Dennis, Rehan dan Vanno hanya menatap Dennis dengan sinis.
"Santai bro" Ujar Dennis.
Ceklek...
Dewi keluar dari kamar mandi dan langsung mendekati Al.
"Loh, Al nangis ya" Tanya Dewi.
"Iya Wi, tuh gara-gara Dennis" Jawab Vanno.
"Ehehehe, sorry" Dennis menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ih lo mah" Dewi membersihkan wajah Al dengan tisu basah.
__ADS_1
"Mmmm, bang Airo masih kuliah ya" Tanya Dewi.
"Iya" Jawab Vanno.
"Ih, telpon dong, atau sms gitu, suruh beliin es campur ntar kalo pulang" Ucap Dewi.
"Hah, emang ada" Tanya Vanno.
"Ada, udah bilang sana" Ucap Rehan.
"Iya deh" Vanno menelpon Airo tapi tidak diangkat, akhirnya dia hanya mengirim pesan.
"Nih mangga nya" Dennis memberikan mangga yang sudah dikupas.
"Makasih" Dewi memakan mangga itu.
"Asem" Ucap Dewi.
"Kalo asem jangan dimakan Wi" Ucap Vanno.
"Nggak mau" Dewi masih asik makan mangga muda itu walaupun masam. Saat sedang makan mangga, tangan Al tiba-tiba bergerak.
"Rehan, Al sadar" Rehan yang tepat disamping Dewi pun langsung melihat kearah Al, dia juga melihat tangan Al yang bergerak.
"Van, panggil dokter" Ucap Rehan.
"Yaampun, ini ruangan VIP loh Han" Vanno menekan tombol merah yang ada diatas Al.
"Astaga, gue lupa" Rehan menepuk jidatnya karena dia lupa bahwa ruangan Al adalah ruangan VIP.
Tidak lama dokter pun datang dan langsung memeriksa kondisi Al. Kata dokter kemungkinan Al sebentar lagi akan sadar dan ini sebuah keajaiban karena seharusnya Al tidak sadar sekarang.
"Al, ayo bangun, aku kangen banget sama kamu" Dewi mengenggam erat tangan Al, dia sangat senang mendengar kabar itu.
Dewi menelpon orang tuanya dan juga mertuannya itu, tadi bunda keluar sebentar setelah memberikan makanan Dewi. Setelah satu jam, mereka semua berkumpul diruangan Al dan menunggu Al sadar dari komannya.
"Ini mangga dapet dari mana" Tanya ibu.
"Hehehe, minta dikomplek sebelah tante" Jawab Dennis.
"Kok nggak beli aja" Ucap ibu.
"Dewi maunya yang langsung dari pohon mangga" Ujar Dewi.
"Nggak papa kok tan, kita seneng bisa bantu" Ucap Vanno.
"Tuh, mereka aja nggak papa kok" Ucap Dewi.
Dreett...Drettt...
"Hp siapa" Tanya Vanno.
"Hp lo g*blk" Jawab Dennis.
"Lah iya" Vanno menepuk jidatnya kemudian mengangkat telpon.
"Halo" Ucap Vanno.
"Woy Van, apaan nih kok pakek pesen beliin es campur segala, ngidam lo" Ucap Airo.
"Santai bang, ini Dewi yang minta" Jelas Vanno.
"Astagfirullah, mana tutup lagi" Ucap Airo.
"Yah, tutup" Ucap Vanno, Dewi yang mendengar Vanno pun langsung mengambil ponselnya.
"Bang, cariin ya" Ucap Dewi, Airo yang berada disebrang sana menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Duh, iya deh nanti gue usahain" Ucap Airo.
"Makasih bang" Dewi langsung memberikan ponsel Vanno kembali.
***
"Buset dah, bini orang yang hamil gue yang ribet" Airo kebingungan mencari penjual es campur didekat kampusnya karena yang biasa berjualan tutup.
"Cari apaan lo" Tanya teman kampus Airo.
"Nah kebetulan lo disini, lo tau tempat orang jual es campur dekat sini nggak" Ujar Airo.
"Tumben lo, bukannya lo nggak suka es campur" Ucap temannya itu.
__ADS_1
"Haduh, banyak basa basi lo, ini bukan buat gue, ini buat istri temen gue" Ucap Airo.
"Lah, ngidam tuh, biasanya didekat perempatan kos nya Citra ada tuh" Ucapnya.
"Ahk... kenapa harus disana sih" Ujar Airo.
"Yailah, di perempatannya doang bukan di kosnya, biasa aja kali" Ucap teman Airo.
"Hah, udahlah, thank's bro" Airo kembali memakai helmnya dan langsung pergi.
"Move on bro" Teriak teman Airo yang membuat Airo mengumpat.
***
"Bu, tangan Al gerak lagi" Ucap Dewi. Semua orang berdiri disekeliling Al. Perlahan Al membuka matanya.
"Al" Dewi dengan senyum hangatnya menanti Al, bunda juga sudah memanggil dokter.
Dokter pun datang dan langsung memeriksa keadaan Al.
"Alhamdulillah, dia sudah sadar dan keadaannya sudah membaik hanya saja lukanya belum cukup mengering" Ujar dokter.
"Al, akhirnya kamu sadar juga" Dewi memeluk Al, Al hanya tersenyum sambil mengusap kepala Dewi dengan tangannya yang masih lemas.
"Dia harus banyak beristirahat dulu supaya cepat sembuh" Ucap dokter.
"Iya dok, terimakasih banyak" Ucap bunda.
"Saya permisi" Dokter pun pergi keluar ruangan.
"Sayang, udah dulu pelukknya ya kasian Al" Ucap ibu. Dewi melepaskan pelukannya dan kembali duduk.
"Udah jangan nangis" Ucap Al, dia menghapus air mata Dewi.
Semuanya senang karena Al sudah sadar dan mereka juga memberikan waktu untuk Al dan Dewi berdua.
"Al" Panggil Dewi.
"Iya sayang" Al tersenyum kepada Dewi yang membuat Dewi juga tersenyum, Dewi mengambil tangan Al dan meletakkannya diperutnya.
"Apa" Tanya Al bingung.
"Disini ada Al junior" Ucap Dewi. Al terkejut tapi juga senang, dia mengusap perut Dewi.
"Halo sayang" Sapa Al sambil mengusap perut Dewi dengan senyumnya.
"Pantes kok ada mangga disini" Ucap Al.
"Hehehe, iya ini temen-temen kamu yang cari" Ucap Dewi.
"Benarkah, maaf ya sayang, aku malah nggak bisa jagain kamu" Ucap Al penuh sesal.
"Udah Al, ini udah takdir kita" Dewi meletakan tangan Al dipipinya.
"Assalamu'alaikum" Ucap Airo yang baru saja sampai.
"Wa'alaikumussalam" Jawab orang-orang yang ada didalam sana.
"Al, akhirnya lo sadar juga" Ucap Airo sambil berjalan mendekati Al.
"Alhamdulillah bang, abang bawa apa" Tanya Al.
"Oh ini, permintaan nyonya bos" Jawab Airo.
"Hmmm, kamu minta apa" Tanya Al kepada Dewi.
"Es campur" Jawab Dewi dengan tersenyum.
"Ada-ada aja" Ucap Al.
"Makasih ya bang" Ucap Dewi sambil mengambil kantong plastik dari Airo.
"Sama-sama" Ucap Airo.
"Makasih bang, maaf jadi ngerepotin" Ucap Al tidak enak hati.
"Nggak papa Al, santai aja" Ucap Airo.
"Gue nggak enak sama lo bang" Ucap Al.
"Udahlah, sekarang lo fokus sama kesembuhan lo aja, biar lo bisa jagain bini lo dan turutin semua kemauannya" Ucap Airo.
__ADS_1
"Iya bang" Al tersenyum melihat Dewi yang sangat lahap meminum es campur itu.
...****************...