
Kini mereka telah sampai di alun-alun kota, suasana alun-alun sangat ramai mungkin karena ini malem minggu jadi banyak yang berjalan-jalan. Al mengajak Dewi untuk duduk ditempat yang telah disediakan. Dewi hanya menurut saja, karena ini ditempat ramai jadi Dewi selalu didekat Al.
"Kenapa Wi?" Tanya Al yang sedari tadi melihat Dewi seperti tak nyaman ditempat yang ramai.
"Rame banget," Ucap Dewi.
"Kenapa, nggak suka tempat rame ya?" Tanya Al sambil menuntun Dewi untuk duduk.
"Bukan nggak suka, tapi nggak biasa," Jawab Dewi.
"Tenang aja, ada gue disini," Ucap Al sambil memegang tangan Dewi, Dewi yang diperlakukan seperti itu tak merespons juga tak menolak, dia hanya diam.
"Emm, mau jagung bakar nggak?" Tanya Al.
"Boleh?" Tanya Dewi balik. Al tekikik dengan pertanyaan Dewi, bukannya menjawab malah balik bertanya, sungguh aneh Dewi ini, pikir Al.
"Boleh dong, lo mau apa aja ntar gue beliin," Ucap Al dengan tangan yang masih setia memegang tangan Dewi.
"Gombal lo," Ucap Dewi yang mendapat senyuman dari Al.
"Anjir, nih anak kenapa senyum sih," Batin Dewi.
"Jadi, gimana, mau nggak?" Tanya Al lagi yang mendapat anggukkan oleh Dewi.
Al pun berdiri hendak memesan jagung bakar yang tak jauh dari mereka tapi dengan cepat Dewi menarik tangan Al lagi. Al pun melihat kearah Dewi dengan mengerutkan keningnya bingung.
"Kenapa?" Tanya Al yang kini sudah duduk ditempatnya lagi.
"Gue ikut," Jawab Dewi.
Al pun tersenyum. "Ayo," Ajak Al, kemudian mereka berjalan kearah penjual jagung bakar.
"Mang, jagung bakarnya dua ya," Ucap Al.
__ADS_1
"Siap den," Ucap mamang penjual jagung bakar sambil mengacungkan jempolnya.
"Duduk sini aja," Ucap Al yang mendapat anggukkan dari Dewi.
"Kayanya Dewi nggak nyaman banget ditempat rame, dari tadi dia nggak lepasin tangan gue, tapi nggak papa deh, kesempatan?" Batin Al dengan tersenyum dengan terus melihat kearah Dewi. Dewi merasa tak nyaman saat Al melihatnya seperti itu.
"Ngapain sih liatin gue kaya gitu?" Tanya Dewi.
"Lo cantiik," Jawab Al dengan tersenyum.
Blush
Pipi Dewi seketika memerah. Al yang melihat pipi Dewi memerah pun semakin tersenyum.
"Cie.. Ngeblush," Goda Al.
"Apaan sih," Ucap Dewi sambil tangannya mengalihkan pandangan Al darinya.
"Malu nih ya," Ucap Al.
"Den, ini jagung nya," Ucap mamang penjual jagung bakar.
"Oh iya mang, berapa?" Tanya Al.
"20.000 aja den," Jawab mamang tersebut, kemudian Al memberikan uang lebaran 20.000.
"Makasih mang," Ucap Al.
"Sama-sama den," Ucap mamang tersebut.
"Nih jangung bakarnya,"Ucap Al kepada Dewi dengan memberikan jagung kepada Dewi.
"Thanks," Ucap Dewi.
__ADS_1
"Sama-sama cantik," Ucap Al dengan tersenyum.
"Apaan sih Al, nggak usah gombal muluk deh," Ucap Dewi.
"Hehehe, nggak kok," Ucap Al yang tak mendapat jawaban dari Dewi. Dewi asik memakan jagung bakarnya, sedangkan Al memakan jagung bakar sambil terus menatap Dewi.
"Makan ya makan aja, nggak usah liat-liat," Ucap Dewi sewot, sedangkan Al hanya tersenyum yang mendengar penuturan Dewi tadi.
"Nggak papa dong, kan tambah manis kalo makannya sambil liatin lo," Ucap Al.
"Ck!" Decak Dewi.
Al tersenyum, tiba-tiba tangan Al mengusap lembut pinggir bibir Dewi yang blepotan karena memakan jagung bakar itu. Spontan Dewi langsung melihat kearah Al.
"Lo makannya kaya anak kecil, blepotan tau," Ucap Al dengan tersenyum dan tangan masih mengusap pinggir bibir Dewi.
"Hah, iih, apaan sih," Ucap Dewi kemudian menepis tangan Al.
"Makannya pelan-pelan aja, nggak ada yang minta kok," Ucap Al sambil mengusap pucuk kepala Dewi pelan.
"Duh, jantung, jangan maraton, please," Batin Dewi ketika Al tadi mengusap pucuk kepalanya yang membuat jantung Dewi dag dig dug.
"Wi," Panggil Al.
"Hmmm," Jawab Dewi dengan melihat Al, tiba-tiba Al langsung memegang tangan Dewi.
"Gue mau ngomong sesuatu," Ucap Al.
...****************...
Hai guys, sorry ya baru up lagi, kemarin author kehabisan paket, hahaha.
Jangan lupa buat terus dukung author ya.
__ADS_1
^^^Luufff All❤❤❤^^^