Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)

Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)
Pendarahan.?


__ADS_3

...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys❗...


...|...


...|...


...|...


...|...


..._______________...


Hari semakin malam, keluarga Al dan Dewi sudah pulang karena teman-teman Al akan menginap disana jadi mereka tidak akan khawatir.


"Ngantuk" Ucap Dewi, dia memeluk Al yang masih duduk.


"Tidur ya sayang" Ucap Al, Dewi hanya mengangguk, dia tidur satu bangker dengan Al.


Fasilitas dikamar Al semuanya dirubah, sehingga tempat tidur Al bisa muat untuk dua orang dan juga Al tidak lagi menggunakan banyak alat ditubuhnya hanya infus saja.


"Al" Panggil Vanno.


"Hmm" Al menatap mereka tapi tangannya masih mengusap-usap rambut Dewi dengan lembut agar dia cepat tidur.


"Lusa Reno pulang" Ucap Vanno.


"Iya, dia udah telpon gue, gue harap semuanya baik-baik aja" Ucap Al.


"Aamiin" Ucap mereka serempak.


"Gue sebenernya kasian sama Reno tapi kalo gue yang disuruh makin berantakan jadinya" Ucap Dennis yang langsung mendapat tonyoran dari Airo.


"Ya ampun bang, main tonyor-tonyor aja dah" Ucap Dennis.


"Abis lo ngeselin sih" Ucap Airo.


"Ya gimana ya, orang gue emang begini" Ucap Dennis dengan santai yang membuat Airo mencibir.


Al hanya menggelengkan kepalanya melihat teman-temannya itu. Mereka pun bermain game bersama hingga larut malam. Kebiasaan mereka setiap dimarkas selalu seperti itu.


"Al" Dewi bangun, dia melihat Al yang masih belum tidur dan malah bermain ponsel.


"Iya sayang" Al langsung mematikan ponselnya.


"Kok belum tidur sih" Tanya Dewi.


"Hmm, nggak papa kok" Jawab Al.


"Kenapa bangun" Tanya Al.


"Mau kekamar mandi" Jawab Dewi.


"Oh, hati-hati turunnya" Ucap Al, Dewi hanya mengangguk.


"Kenapa tuh bini lo" Tanya Vanno.


"Nggak papa, cuma mau ke kamar mandi" Jawab Al, Vanno pun mengangguk.


"Tidur yuk, dah malem juga, besok harus sekolah" Ucap Dennis.


"Iya nih" Mereka pun mematikan ponsel masing-masing.


"Btw, besok kalian sekolah gimana, emang pada bawa baju ganti" Tanya Al.


"Bawa kok" Jawab mereka.


"Oh, ya udah, mending sekarang tidur aja" Ucap Al yang mendapat anggukkan dari mereka.


Mereka pun bersiap untuk tidur, sedangkan Al masih menunggu Dewi yang berada dikamar mandi.


"Al, gordennya tutup ya" Ucap Dewi setelah keluar kamar mandi.


"Iya sayang" Ucap Al. Dewi pun menutup gorden sebagai pembatas tempat tidur Al.


Dewi naik keatas tempat tidur dan langsung berbaring. Dia hanya ingin berduaan dengan Al makanya dia menutup gorden agar yang lain tidak melihatnya.


"Tidur ya sayang" Ucap Al.


"Iya, kamu juga tidur, ini udah malem loh" Ucap Dewi.


"Iya sayang" Al pun berbaring sambil memeluk Dewi.


"Al" Panggil Dewi.


"Iya sayang" Ucap Al.


"Punggung ku sakit" Ucap Dewi.

__ADS_1


"Hmm" Al membawa Dewi kedalam pelukkannya, dia mengusap-usap punggung Dewi agar sakitnya sedikit mereda.


"Anak papa jangan buat mama sakit ya" Ucap Al, dia mengusap perut Dewi sebentar kemudian kembali mengusap punggungnya.


Dewi menatap Al dari bawah, dia tersenyum kemudian menyembunyikan wajahnya didada Al.


......................


...----------------...


Tak terasa waktu cepat berlalu, kini sudah dua bulan sejak Al siuman dari koma dan dia sudah diizinkan untuk pulang, Al pun sudah bisa berangkat sekolah seperti biasa tapi dia masih dilarang untuk melakukan kegiatan yang berat-berat.


Pagi ini Al dan Dewi bersiap untuk berangkat kesekolah bersama, Dewi sangat senang karena suaminya sudah sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa.


"Halo anak papa, ready buat kesekolah" Ucap Al, dia mengusap perut Dewi.


"Ready dong pa" Ucap Dewi sambil menirukan suara anak kecil.


"Wah anak papa semangat banget ya" Al mencium perut Dewi kemudian dia berdiri dan mencium pipi Dewi.


"Ayo kebawah, kita sarapan dulu" Ucap Al, Dewi tersenyum kemudian mengangguk.


...🏫🏫🏫🏫🏫🏫🏫🏫🏫🏫🏫🏫...


Kini mereka berdua sudah sampai disekolah. Mereka memasuki area sekolah dengan bergandengan tangan, Dewi sangat senang karena dia bisa berangkat bersama suaminya lagi.


"Oh ya, katanya dua minggu lagi kita bakal ujian" Ucap Dewi.


"Aku baru berangkat udah ujian aja" Ucap Al, Dewi cekikikan mendengarnya.


"Nggak papa, nanti materinya lihat di buku aku aja" Ucap Dewi.


"Iya sayang" Ucap Al.


Mereka sampai dikelas dan mendapat sambutan dari teman-teman mereka. Al sangat senang karena solidaritas teman sekelasnya ini sangat besar. Setelah mengucapkan selamat kepada Al, mereka pun bersiap untuk mulai belajar.


...🍜🍜🍜🍜🍜🍜🍜🍜🍜🍜...


"Kalian mau makan apa" Tanya Al kepada Dewi dan Viola, saat ini sudah waktunya istirahat.


"Bakso sama es teh" Jawab Viola.


"Kamu apa sayang" Tanya Al.


"Apa ya, emm keknya makan mie ayam enak deh" Jawab Dewi sambil berpikir.


"Aku pesenin ya, tapi aku mau langsung ke toilet dulu" Ucap Al.


"Oke" Ucap Dewi, Viola hanya tersenyum melihatnya. Al pun pergi untuk memesan makanan dan pergi ketoilet.


"Seneng banget kayanya" Ucap Viola.


"Iya dong, Al kan udah sembuh ya walaupun belum boleh beraktivitas terlalu berat sih" Ucap Dewi.


"Gue juga ikut seneng kalo lo seneng" Ucap Viola.


"Hmm, lo nggak sakit hatikan sama gue karena nikah sama dia" Tanya Dewi, Viola pun tersenyum.


"Gue udah bilang berkali-kali kalo gue nggak suka sama Al, lo tau sendirilah gue kalo lihat cowok cakep dikit gimana" Jawab Viola.


"Iya sih, gue cuma takut aja" Ucap Dewi.


"Santai aja kali" Ucap Viola.


"Permisi mbak, ini pesenannya" Ucap ibu kantin.


"Makasih" Ucap Dewi dan Viola bersamaan.


"Ayo makan dulu" Ucap Viola.


"Ntar deh, gue nunggu Al" Ucap Dewi.


"Terserah, gue mah laper" Ucap Viola, dia mulai memakan baksonya.


"Lagi asik makan nih kayanya" Ucap Shafira yang tiba-tiba datang seperti jalangkung.


"Nggak usah ganggu orang lagi makan deh" Ucap Viola.


"Makan tinggal makan, orang gue cuma ada urusan sama temen lo kok" Ucap Shafira.


"Lo nggak bosen apa tiap hari ganggu gue muluk" Ucap Dewi, dia sudah tidak sabar lagi menghadapi Shafira.


"Gue nggak akan berhenti ganggu lo sebelum Al kembali sama gue" Ucap Shafira. Kini mereka menjadi tontonan orang-orang dikantin.


"Lo nggak akan bisa miliki Al karena dia udah jadi milik gue" Ucap Dewi.


Shafira marah dengan ucapan Dewi, dia mengambil minuman didepan Dewi dan langsung menyiramkannya kepada Dewi, spontan Dewi langsung berdiri dan kantin semakin heboh bahkan ada yang merekam video.

__ADS_1


"Lo apa-apaan sih" Viola yang geram pun mendorong Shafira.


"Lo nggak usah ikut-ikut ya, ini bukan urusan lo" Shafira balik mendorong Viola dengan kuat dan hampir membuat Viola terjatuh.


"Lo jangan apa-apain temen gue, urusan lo sama gue" Ucap Dewi.


"Iya urusan gue sama lo tapi temen lo tuh selalu ikut campur" Ucap Shafira.


"Mau lo apa sih" Tanya Dewi.


"Mau gue, Al balik lagi sama gue" Jawab Shafira.


"Nggak usah mimpi deh, Al itu udah jadi milik gue dan lagi lo udah lama putus sama Al jadi lo nggak ada hak lagi" Ucap Dewi.


"Lo.!" Ucap Shafira dengan muka yang sudah memerah karena marah.


"Apa ha" Tantang Dewi.


Tanpa aba-aba, Shafira langsung mendorong Dewi sangat kuat hingga dia jatuh dan menabrak kursi dibelakangnya.


"Dewi" Teriak Viola, dia langsung mendekati Dewi yang sudah terjatuh.


"Au.. Sakit Vio" Ucap Dewi.


"Vio, darah" Ucap Dewi histeris saat melihat kakinya berdarah.


"Ya Allah, Dewi kuat ya" Viola sangat bingung harus bagaimana.


Shafira yang takut pun berniat pergi tapi teman sekelas Dewi menahannya agar dia tidak pergi.


"Lepas" Ucap Shafira sambil memberontak.


"Nggak, lo harus tanggungjawab" Ucap orang itu, ada dua orang yang memegang tangan Shafira sehingga dia tidak bisa apa-apa.


Saat itu juga, Al kembali dari toilet karena tadi mengantri jadi dia lama. Al bingung karena kantin sangat ramai, dia pun buru-buru mendekati kerumunan itu.


"Permisi" Semua orang langsung memberi jalan saat tau itu Al.


"Astagfirullah, Dewi" Al langsung mendekati Dewi yang sedang menahan sakit.


"Vio, Dewi kenapa" Tanya Al, dia sangat khawatir saat ini.


"Dia" Viola menunjuk Shafira yang sedang dipenggang oleh teman-temannya.


"Dia yang udah buat Dewi seperti ini" Ucap Viola dengan terisak.


"Al" Panggil Dewi dengan nada lemah.


"Iya sayang" Ucap Al.


"S-sakit" Ucap Dewi.


"Bertahan sayang" Al langsung mengangkat Dewi.


"Vio, ikut gue" Ucap Al, Viola hanya mengangguk.


"Kalian, bawa dia ke bk, kalo ada bukti tunjukin sekalian" Ucap Al yang mendapat anggukkan dari mereka, dia langsung pergi untuk membawa Dewi kerumah sakit.


"Bertahan sayang" Ucap Al.


Dia meletakkan Dewi dibelakang bersama Viola dan langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


"Dewi, bertahan ya, lo pasti kuat" Ucap Viola, dia memangku kepala Dewi. Dewi hanya tersenyum tapi lama-kelamaan dia memejamkan matanya.


"Dewi, nggak lo harus buka mata lo, bangun Wi" Ucap Viola histeris.


"Al ayo cepet" Ucap Viola. Al tidak menjawab, dia mempercepat laju mobilnya.


...πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯...


"Dokter, suster, tolong" Al berteriak sambil memasuki rumah sakit dengan menggendong Dewi.


Para perawat yang melihat Al menggendong Dewi sambil berlari pun langsung mendekatinya dengan mendorong bangker.


"Letakkan disini mas" Ucap suster itu, Al pun meletakkan Dewi disana.


"Bertahan sayang, kamu kuat" Al mengikuti Dewi hingga didepan pintu ruangan tapi dia tidak boleh untuk ikut masuk.


Al duduk dikursi tunggu depan ruangan Dewi, dia benar-benar khawatir dengan istrinya itu.


"Al, gue udah telpon orang tua kalian" Ucap Viola, dia juga ikut duduk bersama Al.


"Makasih, gimana tadi ceritanya sampe Dewi bisa pendarahan" Tanya Al. Viola pun menjelaskan semuanya dengan detail, Al mengacak-acak rambutnya frustrasi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Guys....

__ADS_1


Covernya bakal gue buat end tapi cerita ini belum end kok, tenang aja, okeπŸ˜‰


__ADS_2