Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)

Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)
Maaf


__ADS_3

Pagi ini, Dewi tidak membangunkan Al untuk sholat subuh, Al yang menyadari itu hanya menghela napas saja. Dia bangkit dari tidurnya menunggu Dewi keluar dari kamar mandi.


Setelah sholat subuh, Al tidak melihat Dewi berada dikamar. Dia yakin Dewi masih kecewa terhadap dirinya karena tidak bilang sejak awal. Al pun membereskan sajadahnya kemudian menata buku mata pelajaran hari ini.


"Yah, bun, Dewi berangkat dulu ya" Ucap Dewi kepada mertuanya.


"Loh, nggak nunggu Al dulu Wi" Tanya bunda.


"Nggak bun" Jawab Dewi, tidak lama Al pun keluar dari kamar.


"Wi, sarapan dulu ya" Ucap Al tapi diabaikan oleh Dewi, hal itu membuat ayah dan bunda merasa heran.


"Dewi berangkat, Assalamu'alaikum" Dewi menyalami kedua mertuanya itu kemudian pergi tanpa menghiraukan Al sama sekali.


"Kenapa lagi Al" Tanya ayah. Al pun menjelaskan semuanya.


***


"Dewi, tunggu" Seseorang memanggil Dewi saat dia sedang berjalan dikoridor sekolah.


"Kenapa" Tanya Dewi saat orang itu sudah mendekat.


"Nggak papa, emmm, gue mau kenalan sama lo boleh" Ucapnya.


"Lo kan udah kenal gue" Ucap Dewi datar, Dewi memang selalu begitu.


"Iya, gue kenal lo tapikan lo belum kenal gue" Ucap orang itu.


"Kenalin, nama gue Riyan" Orang itu mengulurkan tangannya, Dewi hanya melihat tangan orang itu yang berkata bahwa namanya adalah Riyan. Riyan yang merasa diabaikan pun langsung menarik lagi tangannya.


"Boleh minta nomer lo nggak" Tanyanya.

__ADS_1


"Minta aja sama Al" Setelah berkata demikian Dewi pun pergi.


"Sial, Al lagi Al lagi, apa sih istimewanya tuh orang, gagal kan gue dapet nomer Dewi" Umpatnya dalam hati.


Al yang kebetulan juga sudah sampai di sekolah dan melihat hal itu hanya tersenyum saja, dia tau sekecewa apapun Dewi terhadap dirinya tapi Dewi tetap akan menjaga hati untuknya.


***


"Wi" Tanpa aba-aba Al langsung membaringkan tubuhnya dengan paha Dewi sebagai bantalnya.


"Apa sih, pergi sana" Ucap Dewi dengan ketus.


"Nggak mau" Ucap Al.


"Pergi nggak, orang pulang sekolah tuh ganti baju dulu" Dewi kesal saat Al tidak langsung mengganti baju saat pulang sekolah.


"Nanti deh, Wi, dengerin gue dulu dong" Al mengambil tangan Dewi, meletakkannya diatas kepalanya. Dewi membuang muka, tidak ingin melihat wajah Al.


"Please, dengerin gue dulu sayang" Untuk kesekian kalinya Al memanggil Dewi dengan sebutan Sayang.


"Gue lebih marah kalo tau dari orang lain Al" Potong Dewi sebelum Al selesai dengan omongannya. Al menghela napasnya kemudian duduk dengan menyandarkan kepalanya dipundak Dewi.


"Gue tau, gue salah Wi, please Wi jangan diemin gue, lo boleh marahin gue sepuas lo tapi jangan diemin gue Wi, gue nggak bisa kalo lo diemin gue kaya gini" Ucap Al.


"Minggir" Ucap Dewi tanpa menjawab ucapan Al. Bukan Al namanya kalo melepaskan Dewi begitu saja, bukannya pergi, Al malah memeluk Dewi dari samping.


"Sayang, maafin ya, ya please" Mohon Al masih dengan memeluk tubuh Dewi.


Dewi diam tak bergeming saat Al memeluknya dengan erat, ini bukan kali pertama Al memeluknya seperti itu. Sedingin apapun perempuan kalo dipeluk dengan seseorang yang dia sayangi pasti akan berdebar. Untuk yang kesekian kalinya jantung Dewi berdetak karena ulah Al.


"Sayang, maafin ya" Mohon Al lagi.

__ADS_1


"Hmmm" Dewi hanya berdehem menjawab ucapan Al.


"Yah, sayang, jangan gitu dong" Al semakin mengeratkan pelukkannya.


"Apa sih, udah sana pergi" Ucap Dewi ketus.


"Nggak mau, maafin dulu sayang" Al masih saja memohon kepada Dewi.


Dewi menghela napasnya, dia memang paling tidak bisa kalau harus marah lama-lama dengan Al. Dia mengusap rambut Al dengan lembut, tanpa berkata pun perbuatan Dewi itu menandakan bahwa Dewi sudah memaafkan Al dan Al pun tau akan hal itu.


"Makasih sayang, maaf ya gue nggak ngomong dari awal, gue bakal usahain bakal selalu ngomong sama lo kalo ada apa-apa" Ucap Al.


"Hmmm" Dewi masih mengusap-usap rambut Al yang masih nempel dengan dirinya.


"Nanti jalan-jalan yok" Ajak Al. Dewi hanya berdehem saja.


"Sebagai permintaan maaf, nanti boleh deh belanja apa aja" Ucap Al.


"Nggak usah buang-buang duit" Ucap Dewi.


"Iya-iya" Al masih saja nempel dengan Dewi.


"Ganti baju Al" Suara Dewi yang sudah mulai lembut membuat Al tersenyum.


"Nggak mau, mau kaya gini dulu" Ucap Al.


"Ganti baju dulu atau..." Ucapan Dewi menggantung.


"Iya-iya, gue ganti baju tapi jangan pergi dulu, disini aja" Ucap Al dengan cepat.


"Iya, udah sana ganti" Ujar Dewi.

__ADS_1


"Oke sayang" Al pun berdiri dari duduknya untuk mengganti baju.


"Siapa pun lo yang udah merusak hubungan gue sama Dewi, gue pastiin lo bakal nyesel seumur hidup lo" Batin Al.


__ADS_2