Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)

Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)
Demam


__ADS_3

"Sial, kenapa mereka masih aja bareng sih, padahal gue udah nunjukkin siapa sebenernya Al itu" Kesalnya. Dia membanting barang-barang yang ada di markasnya.


"Sabar bos, kita harus cari cara lain" Ucap salah satu anak buahnya.


"Iya gue tau, tapi apa" Dia seakan frustasi karena Dewi dan Al masih tetap bersama.


"Buat gila aja tuh orang" Celetuk salah satu dari mereka.


"Caranya" Tanya orang yang dipanggil bos itu.


"Gue punya ide, tapi kita harus masuk ke markas mereka" Jawabnya.


"Bego, gimana caranya kita masuk kesana" Rasanya dia sudah geram sekarang ini.


"Emang apa cara lo, sampe harus masuk ke markas mereka" Tanya seseorang yang merupakan tangan kanan dari orang itu.


"Jadi gini...." Mereka merundingkan rencana yang akan mereka buat.


"Jadi gitu, biar gue atur" Ucap salah satu dari mereka.


"Emang lo bisa" Tanya orang yang dipanggil bos.


"Tenang bos, gue punya salah satu nomer mereka, kita ajak mereka minum tapi di markas mereka" Jawabnya.


"Kalo mereka nggak mau" Tanyanya.


"Bos tenang aja, serahin semua sama gue" Jawabnya dengan songong.


"Oke, gue percaya sama lo, udah gue mau balik" Orang itu pun pergi.


Kring...Kring...Kring....


Alaram dikamar Al berbunyi dengan sangat nyaring.


"Hmmm, berisik banget sih nih alaram" Gumam Al kemudian mematikan alaramnya.


"Wi, bangun yok siap-siap buat sholat subuh" Ucap Al.


"Hmmm, iya" Dewi bangun dari tidurnya.


"Gue duluan ya" Dewi hanya mengangguk saja.


"Duh, gue pusing banget lagi" Dewi menggeleng-gelengkan kepala yang terasa sangat berat.


Setelah sholat subuh, Dewi turun kebawah untuk membantu bunda dan seperti biasa buku mata pelajarannya akan disiapkan oleh Al.


"Kamu kenapa Wi, kok pucat banget" Tanya bunda.


"Nggak papa kok bun, cuma pusing dikit" Jawab Dewi.


"Pasti karena semalem, ya udah nggak usah berangkat aja" Ujar bunda.

__ADS_1


"Nggak deh bun, Dewi mau berangkat aja, lagian bunda sama ayah mau pergi kan, pasti sepi" Ucap Dewi dengan tersenyum.


"Bunda jadi nggak tega ninggalin kalian kalo kamu sakit" Ucap bunda.


"Dewi nggak sakit kok bun, bunda pergi aja sama ayah, ayah kan harus kerja" Dewi berusaha biasa saja walaupun kepalanya sangat pusing.


"Kamu yakin Wi" Ucap ayah yang baru datang.


"Iya yah, Dewi nggak papa kok" Dewi tersenyum kepada ayah.


Setelah sarapan, Dewi dan Al pun berangkat ke sekolah begitu pun ayah dan bunda karena ayah ada perjalanan bisnis ke luar kota dan sebagai istri yang baik, bunda pun menemani ayah untuk perjalanan bisnis.


"Kamu sakit" Tanya Al saat mereka di perjalanan, kali ini Al menggunakan mobil.


"Nggak kok, cuma pusing dikit aja" Jawab Dewi dengan tersenyum.


"Yakin" Al menggengam tangan Dewi.


"Iya" Ucap Dewi.


"Kalo sakit bilang ya sayang" Ucap Al.


"Iya Al, aku nggak papa kok" Ucap Dewi meyakinkan Al.


***


"Lo sakit Wi, kok pucet banget" Tanya Viola.


"Lo yakin" Ucap Viola memastikan.


"Iya Vi" Ujar Dewi.


"Al, kenapa lo biarin Dewi berangkat kalo Dewi sakit" Tuh kan, kena imbasnya.


"Dianya tetep mau berangkat, emang ngeyel banget nih anak" Ucap Al, dia mengusap lembut rambut Dewi.


"Jangan salahin Al, Vi, gue yang maksa kok" Ucap Dewi membela Al. Tanpa mereka sadari, dari luar ada yang sedang memperhatikan mereka melalu jendela kelas.


"Seneng-seneng aja dulu lo sekarang tapi lihat aja nanti" Ucapnya.


"Ohya, bonyok lo jadi ke luar kota Al" Tanya Viola.


"Jadi, tadi berangkat bareng kita" Viola mengangguk.


"Pas banget, kesempatan ini, bonyoknya lagi ke luar kota, pucuk di cinta" Ucap orang itu kemudian pergi kembali ke kelasnya.


***


"Lo yakin bos" Tanya salah satu anak buah orang itu.


"Yakin lah, gue denger sendiri tadi" Jawab orang yang dipanggil dengan sebutan bos.

__ADS_1


"Pas banget, jadi pasti dirumahnya sepi dan kalo sampe dua jam nggak ada yang nolongin dia dari obat itu, dia pasti bakal gila" Ucap seseorang diantara mereka, mereka semua tersenyum penuh kemenangan saat mendengar ucapannya.


"Jadi, kapan kita bisa kesana" Tanya sang bos kepada tangan kanannya.


"Katanya lusa, soalnya Al baru bisa kesana lusa" Jawabnya yang mendapat anggukkan.


***


"Wi, lo yakin nggak papa" Tanya Viola karena sedari tadi Dewi merebahkan kepalanya diatas meja dan untungnya lagi kelas mereka jamkos jadi aman.


"Gue nggak papa kok" Al pindah duduk disamping Dewi.


"Ke uks ya" Dewi menggeleng pelan.


"Udah, nurut aja sama Al" Ucap Viola.


"Ayo, lihat wajah mu pucet banget loh" Akhirnya Dewi mau dibawa ke uks.


"Tidur ya, aku beliin makanan dulu" Ucap Al.


"Nggak mau, temenin sini aja" Al menurut dan menemani Dewi tidur di uks.


"Tidur biar mendingan" Al memijat kepala Dewi.


"Temenin ya" Ucap Dewi.


"Iya sayang" Al terus menemani Dewi sambil memijat kepala Dewi yang katanya pusing.


"Aku sayang kamu Wi, jangan pernah pergi" Al mengecup pelipis Dewi kemudian ikut tidur di dekat Dewi.


***


"Bos bos" Dia berlarian masuk kedalam kelas.


"Kenapa lo" Tanya salah satu dari mereka.


"Itu... Anu... Aaaa... Dewi" Jawabnya terbata-bata.


"Dewi kenapa" Tanyanya.


"Sakit, sekarang dia uks sama Al" Jawan orang itu.


"Aaa... Pasti gara-gara semalem pergi sama Al, Dewi jadi sakit" Ucap orang yang dipanggil bos itu dengan geram.


"Betul tuh bos, dia emang nggak bisa jaga Dewi, cuma bos yang pantes buat Dewi" Ucap salah seorang dari mereka.


"Gue bakal rebut Dewi dari Al secepatnya" Ucapnya.


"Tenang bos, kita tunggu besok lusa". Ucap salah satu dari mereka.


......______________________......

__ADS_1


__ADS_2