
"Nah, ini Anak kami mas Farhan, Jeng Meta," Ucap tante Siska. Kemudian mereka melihat kearah tante Siska dan anaknya itu.
"Kamu!" Ucap Dewi dan pria itu bersamaan. Mereka sama-sama terkejut dengan apa yang mereka liat.
***
Ruang Tamu
Setelah makan malam yang cukup canggung bagi Dewi dan pria itu, kini kedua keluarga itu sedang duduk diruang tamu untuk membicarakan masalah perjodohan ini.
Dewi benar-benar tak habis pikir, kenapa bisa dia dijodohkan dengan pria ini, pria yang menjadi idola ke sekolahnya, bahkan jika dia datang maka akan banyak perempuan yang menyapanya tapi tidak dengan Dewi, dia bahkan tidak tertarik dengan pria yang kini sedang duduk di sofa depannya itu, dia bahkan lebih sering diam jika sedang dengan pria ini jika sekolah, tidak bisa dibayangkan jika satu sekolah tau kalo Dewi dijodohkan dengan idola sekolahnya apa yang akan terjadi. Hmmm, para reader bayangkan saja sendiri, Wkwkwk.
"Ehem, jadi bagaimana?" Tanya Ayah memulai bicara.
"Iya, bagaimana, kalian setuju bukan, kan kalian sudah saling kenal," Sambung ayah Bimo.
__ADS_1
"Ya kali gue nikah sama nih orang, bisa-bisa gue jadi bulyan anak satu sekolah karena nikah sama idola mereka, tapi kalo gue nolak, gue nggak tega lihat wajah ibu yang sedih, tapi kalo gue terima.... akh!!! gue bingung," Gerutu Dewi dalam hati, dia benar-benar bimbang harus bagaimana sekarang.
"Gue sih mau aja sama nih cewek, kan emang dia target gue selama ini, tapi nih cewek mau nggak ya sama gue, secara setiap gue gabung sama nih cewek pasti dia dingin bat kek kulkas, huh, gue harus bisa dapetin hati nih cewek, harus," Batin pria itu.
"Jadi gimana? Kok malah pada diem sih," Ucap Ibu membuyarkan lamunan Dewi dan pria itu.
"Al tergantung Dewi aja tan," Ucap Al.
Ya pria itu adalah Al, Alhendra pria yang baru pindah disekolah Dewi dan seketika menjadi idola sekolah karena ketampanannya, ditambah dia sekarang sedang memakai kemeja kotak-kotak warna biru dongker berpadukan dengan putih, celana levis warna hitam dan jam tangan warna hitam yang bertengker dilengan kiri nya, bahkan jika anak sekolah melihat ini mungkin mereka akan berteriak karena ketampanan Al yg bertambah.
"Gimana Wi?" Tanya Ibu.
***
Kamar Dewi
__ADS_1
Dewi sekarang sudah ada dikamar, dia berbaring sambil memandangi langit-langit kamarnya itu, dia masih memikirkan jawabannya tadi, apakah itu jawaban yang benar atau bukan, dia masih bingung dengan ucapannya sendiri. Dewi memikirkan itu sampai dia tertidur.
***
Pukul 05:30
Dewi saat ini sedang sholat, selesai sholat dia berdoa meminta petunjuk atas jawaban yang dia berikan tadi malam, dia masih sangat bingung. Setelah sholat Dewi pun bersiap-siap untuk sekolah.
Dia melakukan kegiatan seperti biasanya tapi tidak dengan pikirannya, dipikirkannya dia memikirkan apa jadinya nanti dia jika bertemu dengan Al, apalagi mereka satu kelas, OMG, Dewi tidak bisa membayangkan itu, andaikan saja hari ini tidak sekolah mungkin dia akan sedikit lega.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hayooo, Siapa Yang Tau Apa Jawaban Dari Dewi.
Buat Pembaca Novel Anabella Rakasya Saputri, Author Minta Maaf Ya Kalo Ceritanya Belum Lanjut, Sebenernya Author Udah Up Tapi Belum Direview2 😣😥😥😭😭 Udah Capek2 Nulis Tapi Gak Direview2, Dahlah.
__ADS_1
Tata😙❤