
Pukul 21:45
"Bro, gue pulang duluan ya" Ucap Al.
"Kok buru-buru sih, baru juga jam segini" Ujar Reno.
"Tau nih, sekarang lo sering banget pulang awal, biasanya juga pulang malem lo" Sambung Dennis.
"Nggak bisa kalo sekarang" Ucap Al.
"Kenapa gitu" Tanya Vanno.
"Gue nggak bisa kasih tau kalian sekarang, sorry" Jawab Al.
"Al, ikut gue bentar" Ajak Rehan, Al pun mengikuti Rehan yang menjauh dari teman-temannya setelah dirasa cukup jauh, Rehan pun berhenti.
"Ngapain ngajak gue kesini" Al pun duduk. Disana memang ada tempat duduk juga.
"Lo harus jelasin sama gue" Ucap Rehan. Al menghembuskan napasnya, Rehan itu orangnya memang dingin tapi dia yang paling dekat dengan Al dan dia juga yang paling bisa dipercaya.
"Gue bakal cerita tapi lo harus jaga rahasia ini" Ucap Al.
"Lo tau gue siapa" Ucap Rehan.
"Minggu besok dateng ke apartemen gue, gue bakal ceritain semuanya sama lo" Ucap Al.
"Oke" Setelah itu Rehan dan Al kembali ketempat teman-temannya.
__ADS_1
"Kalian ngomongin apaan sih" Tanya Vanno.
"Nggak ada, gue dulu ya" Jawab Al kemudian dia pergi.
"Kenapa tuh anak" Tanya Dennis kepada Rehan yang hanya mendapat deheman darinya. Salah sendiri tanya sama kutub, hahaha.
Waktu menunjukkan pukul 22:13 dan sekarang Al masih dijalan, memang tempatnya itu lumayan jauh dari rumahnya. Saat ditengah jalan, Al melihat orang yang seperti dalam masalah, dia pun melajukan motornya mendekati orang itu.
"Sial, kenapa nih mobil pakek acara mogok sih" Kesal orang itu.
Tin...
Al membunyikan klakson saat sudah berada didekat orang itu, dia pun turun dari motor kemudian mendekatinya.
"Permisi, kenapa ya" Tanya Al.
"Ah ini, mobil gue mogok, mana disini jauh dari bengkel lagi" Jawabnya.
"Jalan Anggrek no.109" Jawabnya.
"Deket rumah gue, bareng gue aja, lo telpon siapa gitu buat ambil mobil lo" Ucap Al.
"Aduh, gue jadi ngerepotin lo nih" Ucapnya tidak enak.
"Nggak kok, santai aja" Ucap Al tersenyum.
"Bentar ya, gue telpon montir langganan gue dulu" Ucapnya yang mendapat anggukkan dari Al.
__ADS_1
Limabelas menit kemudian montir pun datang. Al dan orang itu pun pergi karena mobilnya perlu dibawa kebengkel. Tidak beberapa lama mereka pun sampai didepan rumah orang itu.
"Thank's ya, gue jadi ngerepotin lo" Ucapnya sambil memberikan helm kepada Al.
"Santai lagi pula kita satu arah, btw nama gue Alhendra, lo bisa panggil gue Al" Ujar Al mengulurkan tangannya.
"Gue Arjuna" Ucapnya menyambut jabatan tangan Al.
"Sekali lagi thank's ya" Sambungnya.
"It's oke, gue duluan ya" Ucap Al yang mendapat anggukkan dari Arjuna.
Pukul 22:56, Al sampai dirumahnya.
"Huh, untung masih keburu" Ucap Al kemudian dia buru-buru masuk kedalam rumah, sepi dan gelap, seperti biasa jika dia pulang malam.
Ceklek...
"Untung nggak dikunci" Ucap Al saat membuka pintu kamar yang tidak dikunci. Saat masuk kedalam kamar, Al terkejut melihat Dewi yang sedang duduk disofa. Al pun mendekati Dewi.
"Kok belum tidur sih" Tanya Al, seperti biasa dia akan menggunakan nada yang lembut jika sedang berbicara dengan Dewi. Dewi tidak menyaut, dia hanya diam sambil membolak-balikkan ponselnya.
"Wi, tidur yok, udah malem nih, gue bersih-bersih dulu ya" Masih sama tidak ada respon apa pun dari Dewi, Al menghembuskan napasnya kemudian berjalan kekamar mandi untuk bersih-bersih.
Saat keluar dari kamar mandi, Al melihat Dewi yang tidak beranjak dari duduknya, Al mengerutkan keningnya heran kemudian dia mendekati Dewi lagi. Al berniat memegang tangan Dewi tetapi langsung ditepis dengan kasar oleh Dewi.
"Lo kenapa Wi, gue ada buat salah lagi, hmm" Tanya Al dengan lembut, dia tau disaat seperti ini pasti Dewi akan mudah marah. Tidak ada respon dari Dewi bahkan sedari tadi Dewi hanya menundukkan kepalanya sambil memaikan ponselnya.
__ADS_1
Al yang melihat Dewi memaikan ponselnya pun langsung mengambil ponsel Dewi dan membukannya, tidak ada penolakan dari Dewi saat Al mengambil ponselnya. Saat Al membuka ponsel Dewi, yang pertama muncul adalah laman galeri, disana Al melihat ada foto dan video yang dikirim oleh orang tadi. Karena penasaran, Al pun membukanya. Betapa terkejutnya Al saat melihat foto itu, dia pun beralih ke video dan ternyata itu adalah video saat dia sedang balapan bersama lawannya tadi. Gugup, Al sangat gugup saat ini, entah bagaimana dia harus menjelaskannya kepada Dewi saat ini, Dewi saat ini sedang labil jika dia berbicara pasti akan salah tapi kalo tidak berbicara akan tambah salah.
"Dewi, dengerin gue" Ucap Al, dia hendak memegang tangan Dewi tapi lagi-lagi ditepis oleh Dewi. Al mengecak-acak rambutnya frustasi, apa yang harus dia lakukan.