Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)

Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)
Pesan


__ADS_3

Istirahat


Seorang pria sedang berdiri dibawah pohon, dia melihat orang sedang berlalu lalang didepannya saat ada orang yang dia cari, dia langsung memanggilnya.


"Hei kau" Panggilnya.


"Lo manggil gue" Ucap orang yang dipanggil tadi.


"Iya, lo temen sekelasnya Dewi kan" Tanya pria itu.


"Iya, kenapa" Jawabnya dengan pertanyaan.


"Lo ada nomernya Dewi nggak, gue mau minta" Tanyanya lagi.


"Kenapa lo minta nomer Dewi, nggak takut dimarah sama Al" Tanya orang itu balik.


"Tenang aja, gue nggak macem-macem kok" Jawab pria itu.


"Hmm, gue nggak ada tapi di grup kayanya ada" Ucap orang itu.


"Coba lihat dong, gue mau minta" Ucap pria itu.


"Oke bentar" Orang itu kemudian membuka ponselnya dan mencari nomer Dewi.


"Nih, catat sendiri" Ucapnya kemudian pria tadi langsung mencatat nomer Dewi.


"Oke, thank's ya" Ucapnya.


"Iya, tapi kalo ada apa-apa jangan bawa-bawa gue loh" Ucap orang itu.


"Tenang aja, lo aman kok and lo juga jangan kasih tau kalo gue yang minta nomer Dewi kalo sampe lo kasih tau, lo akan tau akibatnya" Ancamnya.


"Oke, ya udah gue pergi dulu" Ucap orang itu.


"Hmmm" Orang tadi pergi dari sana.


"Dengan ini gue bisa kasih tau Dewi apa yang Al lakuin selama ini" Ucapnya.


"Heh, sepertinya Dewi belum tau kalo Al itu anak geng motor" Ucap orang itu kemudian pergi.


***


Lusa


"Wi, gue mau pergi dulu ya" Ucap Al sembari memainkan kunci motornya. Dewi yang baru bangun dari tidur siangnya tidak langsung menjawab, dia diam sebentar.


"Mau kemana lo" Tanya Dewi setelahnya.

__ADS_1


"Mau ketempat temen" Jawab Al.


"Hoaamm... Sore-sore gini" Ucap Dewi sambil menguap.


"Ya... Emmm... Gue pulangnya agak maleman ya" Ucap Al.


"Ngapain pulang malem-malem" Dewi memicingkan matanya menatap Al.


"Emmm... Gue janji deh pulang sebelum jam sebelas" Al mengalihkan pandangannya menghindari tatapan Dewi.


"Oke, pulang lebih dari jam sebelas, tidur dikamar tamu selama satu minggu" Ucap Dewi kemudian turun dari tempat tidurnya.


"Yah... Kok gitu" Protes Al.


"Terserah lo sih itu" Ucap Dewi kemudian masuk kedalam kamar mandi. Al menghela napasnya.


"Oke, gue pergi dulu" Ucap Al.


"Iya" Ucap Dewi agak berteriak.


***


Saat menuju tempat biasa dia berkumpul, Al mampir kewarung untuk membeli minuman dan makanan untuk disana dan saat bersamaan orang yang dari kemarin memata-matainya juga ada disana.


"Sepertinya dia mau ketempat biasa mereka kumpul, gue harus ikuti dia" Batin orang itu.


***


Al sudah sampai ditempat biasa begitu pula orang yang mengikutinya.


"Ternyata disini tempat mereka berkumpul" Gumam orang itu, dia duduk ditempat yang tidak jauh dari rombongan Al, tidak ada yang curiga karena tempat itu termasuk tempat berkumpul anak-anak remaja.


"Woh, sampe juga lo" Ucap Reno.


"Hmm, nih gue bawain makanan sama minuman" Ucap Al kemudian meletakan plastik yang berisi makanan dan minuman.


"Thank's bro" Ucap mereka yang mendapat anggukkan dari Al. Mereka berbincang-bincang sampai orang yang menantangi mereka pun datang.


"Gimana, mau langsung sekarang atau nanti dulu nih" Tanya orang itu.


"Nanti aja, sekalian habis sholat" Ucap Al.


"Yang alim mah gitu" Ucap Dennis.


"Gue masuk dulu, bentar lagi maghrib" Memang disana disediakan tempat untuk istirahat dan bisa digunakan untuk beribadah juga.


"Oke" Jawab mereka.

__ADS_1


"Gue bakal buat video dan foto saat Al balapan nanti terus gue kirim ke Dewi deh, pasti seru nih" Ucap orang tadi dengan menyeringai.


"Kita lihat aja, apa yang akan terjadi setelah ini" Lanjutnya.


***


"Nah nih orangnya udah balik" Ucap Vanno.


"Mau langsung mulai" Tanya Al.


"Boleh, apa nih taruhannya" Ucap orang yang menantang Al bertanding.


"Kaya biasa aja" Ucap Al kemudian dia berjalan menuju motornya tidak jauh dari sana ada seseorang yang siap untuk merekam itu semua.


"Gue pastiin Dewi tau kelakuan lo diluar kaya gimana" Ucapnya dengan seringai.


***


"Bunda, ayah, Dewi kekamar dulu ya" Ucap Dewi setelah makan malam.


"Nggak mau nunggu Al pulang" Tanya bunda.


"Nggak bun, Al bilang dia pulangnya malem" Jawab Dewi.


"Oh ya udah, kamu istirahat aja" Ucap bunda.


"Iya bun" Kemudian Dewi pergi kekamarnya.


"Ngapain ya" Ucap Dewi saat sudah sampai dikamarnya.


Ting...


Ponsel Dewi berbunyi, karena nomernya tidak dikenal jadi Dewi membiarkannya tapi tidak lama ponselnya kembali berbunyi saat dia melihat notifnya terlihat disana kiriman foto dan video jadi mau tidak mau Dewi pun membukanya.


"Siapa sih, ganggu aja" Ucap Dewi kemudian membuka pesan itu, betapa terkejutnya Dewi saat melihat foto dan video yang dikirim oleh orang itu. Dia masih tidak percaya bahwa itu adalah Al.


"Jadi selama ini... Nggak... Nggak mungkin" Ucap Dewi kemudian membalas pesan itu mengatakan bahwa dia tidak percaya.


"Angkat nggak ya" Setelah Dewi mengirin pesan, orang yang mengirim Dewi pesan langsung menelpon Dewi lewat panggilan video.


"Angkat aja deh" Dewi kemudian mengeser tombol hijau diponselnya.


Orang itu tidak berbicara tetapi dia mengarahkan kameranya kearah Al yang sedang berjabat tangan dengan orang yang bertanding dengannya tadi. Dengan berbagai pertanyaan dikepalanya, Dewi langsung mematikan panggilan itu.


***


"Heh, benerkan dugaan gue kalo Dewi belum tau kalo Al itu ketua geng motor, lihat saja tadi ekspresinya, dia benar-benar terkejut, hahaha" Gelagar orang itu setelah Dewi mematikkan panggilannya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2