Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)

Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)
Masih Tentang Airo dan Citra


__ADS_3

...Warning, adegan 🛇...


...Kalo nggak suka skip aja...


...Adegan Dewasa.!...


...----------------...


Setelah menangis selama satu jam dipelukkan Airo, akhirnya Citra tertidur masih dipelukkan Airo.


"Akhirnya tidur juga" Airo dengan perlahan berdiri, dia merebahkan Citra dikasurnya.


"Tidur nyenyak sayang" Airo ikut berbaring disamping Citra, dia membawa Citra kedalam pelukkannya.


Pukul 4 sore, Citra bangun dari tidurnya, dia kaget saat ada yang memeluknya tapi kemudian dia ingat ada Airo dikosnya.


Citra tersenyum saat melihat Airo tidur dengan memeluk dirinya itu. Diusapnya rahang tegas milik Airo. Airo merasa terusik pun bangun, dia melihat Citra yang masih mengusap-usap rahangnya


"Udah bangun" Citra hanya mengangguk. Airo memegang tangan Citra yang ada dirahangnya kemudian melepaskannya.


"Abang pulang" Airo duduk, dia mengambil jaket yang tadi dia lepas.


"Abang" Citra menggenggam tangan Airo erat.


"Jangan pulang, disini aja" Ucap Citra.


"Ngapain abang disini, nanti pacar kamu dateng malah jadi masalah" Ucap Airo dengan sinis.


"Nggak bang, Citra nggak punya pacar" Ucap Citra.


"Bang, disini aja ya" Ucap Citra dengan memohon.


"Apa imbalannya kalo aku disini" Tanya Airo dengan datar.


"Apapun yang abang mau" Jawab Citra. Airo berbalik, dia mencengkram dagu Citra membuat gadis itu meringis menahan sakit.


"Jadi gini perlakuan kamu setelah nggak sama aku hmm, kamu mau dimainin sana sini, iya" Airo semakin kuat mencengkeram dagu Citra.


"Nggak bang" Ucap Citra dengan menggeleng.


Brukk...


Airo menjatuhkan Citra dikasur kemudian menindihnya.


"Kamu bilang apa aja kan hmm" Citra hanya mengangguk ketakutan melihat tatapan Airo.


"Sekarang, layani aku" Ucap Airo.


Deg...


Jantung Citra berdegup kencang mendengar ucapan Airo. Apalagi tatapan tajam darinya itu membuat Citra tidak bisa berkutik.


Melihat Citra yang hanya diam dan menatapnya dengan tatapan terkejut, membuat Airo tidak tahan. Dia mencium bibir Citra dengan kasar membuat Citra kewalahan mengimbanginya.


"Emhh" Citra memukul-mukul pundak Airo tapi sang empunya tidak menghiraukan dan terus melanjutkan kegiatannya.


Setelah beberapa menit, Airo melepaskan ciumannya dan menatap Citra yang sedang menghirup udara sebanyak-banyakknya.


"A-abang" Citra mengalihkan pandangannya tidak ingin menatap mata Airo yang menatapnya tajam.


Airo mencium rahang Citra dan terus turun keleher. Citra hanya diam, membiarkan Airo melakukan apapun yang dia mau.


Tanpa disadari, setelah sepuluh menit Citra membiarkan Airo melakukan apapun, kini dia sudah benar-benar full nakd. Air mata Citra jatuh begitu saja, dia menangis tanpa suara disana.


"Kenapa masih nangis hmm" Tanya Airo sambil membelai pipi Citra lembut.


"Sa-sakit hiks..." Citra memeluk Airo erat untuk menenangkan dirinya.


"Ini bukan yang pertama sayang" Ucap Airo. Citra hanya mengangguk dipelukkan Airo tapi dia masih menangis.


"****... Sial" Geram Airo pelan. Dia kembali mencium Citra agar wanita itu tidak menangis lagi.

__ADS_1


***


Citra tidur dengan kepala diletakan didada bidang Airo, tangannya memeluk tubuh Airo. Sedangkan Airo sendiri sedang mengusap-usap kepala Citra dengan lembut. Setelah selesai melakukan itu mereka hanya diam saling memeluk tanpa berbicara apapun.


"Jangan tidur, bentar lagi maghrib, mandi sana" Tegur Airo saat merasakan Citra mulai memejamkan matanya.


"Ngantuk" Ucap Citra.


"Mandi, biar nggak ngantuk" Citra hanya mengangguk.


Dia duduk sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, kemudian pergi kekamar mandi dengan tubuh yang terbalut selimut. Airo hanya tersenyum tipis melihatnya.


Tok Tok Tok


Seseorang mengetuk pintu membuat Airo kesal, dia meraih celana bokser dan kaosnya. Dia pergi membuka pintu.


"Lo siapa" Tanya seseorang saat Airo membuka pintu.


"Harusnya gue yang tanya, lo siapa, mau maghrib bertamu" Sargah Airo.


"Dih nyolot, mana Citra" Ujar orang itu.


"Kepo, ngapain sih lo mau maghrib bertamu, sana pulang" Usir Airo dengan nada yang tidak bersahabat.


"Abang, bisa ambilin handuk kecil nggak" Teriak Citra dari kamar mandi.


"Iya sayang, sebentar" Airo juga ikut berteriak.


"Ngapain masih disini, pergi" Setelah mengucapkan itu, Airo langsung menutup pintu. Dia masuk kekamar mengambilkan handuk kecil untuk Citra.


***


Waktu menunjukkan pukul 19:20. Citra dan Airo duduk dikasur sambil menonton tv dan makan cemilan. Menonton film bocah kembar botak dengan sesekali tertawa saat ada adegan yang lucu.


Tok Tok Tok...


Lagi, pintu diketuk, membuat Airo kesal.


"Nggak usah, kamu disini aja" Airo berdiri, dia membuka pintu dan ya seperti tebakannya kalo yang ada adalah pria itu lagi.


"Mau apalagi" Tanya Airo.


"Ketemu Citra" Jawabnya santai.


"Lo siapa sih, dari tadi kesini" Tanya Airo tidak suka.


"Kepo banget, gue cuma mau ketemu Citra" Jawab orang itu.


"Siapa bang" Citra berdiri, dia menghampiri Airo.


"Van, kenapa" Tanya Citra.


Evan, pria itu menatap Airo bergantian dengan Citra.


"Ngajak keluar, yuk jalan" Ajak Evan.


Citra melirik Airo, dia melihat wajah datar Airo. Citra bersembunyi dibelakang Airo sambil menggeleng.


"Nggak Van" Tolak Citra, membuat Evan menghela napas berat.


"Kenapa sih lo nggak pernah mau jalan sama gue" Tanya Evan. Citra hanya menggeleng dibalik badan Airo.


"Udah dengerkan, sekarang, silakan pergi" Ucap Airo.


"Lo siapanya Citra" Tanya Evan.


"Gue, tunangannya" Jawab Airo santai.


"Bohong, gue baru lihat lo sekarang" Ucap Evan.


"Ck. Nggak percaya, sayang bilang aku siapa" Airo menarik tangan Citra untuk keluar tapi Citra tidak mau.

__ADS_1


"Ayo sayang" Citra hanya menggeleng.


"Mending kamu pulang Van, jangan ganggu aku, aku udah punya tunangan" Ucap Citra dari balik badan Airo.


"Aku nggak percaya" Ucap Evan.


"Cih, anak ini" Airo kesal karena pria didepannya ini keras kepala. Saat melihat kearah jalan, dia melihat ibu kos yang lewat.


"Bu Hana" Panggil Airo. Bu kos atau ibu Hana pun mendekat.


"Eh nak Airo, sejak kapan disini, udah lama ya nggak berkunjung" Ucap bu Hana saat sudah ada didepan kos Citra.


"Dari tadi siang bu" Jawab Airo.


"Oh iya, kenapa manggil ibu" Tanya bu Hana.


"Ini bu, anak ini nggak percaya kalo aku tunangannya Citra" Jelas Airo. Bu Hana menatap Evan, kemudian menjewer telinganya.


"Aaa... Ampun tante, astaga, kenapa dijewer sih" Evan mengusap-usap telinganya yang merah akibat jeweran bu Hana.


"Lagian kamu ngeyel, Airo ini tunangannya Citra, mereka udah lama tunangan, dari pertama Citra kesini" Jelas bu Hana.


"Lagian Evan belum pernah lihat dia" Ucap Evan.


"Sibuk" Ucap Airo datar.


"Tuh, pulang sana" Ucap bu Hana. Dengan kesal, Evan pun pergi meninggalkan kamar kos Citra.


"Duh ibu minta maaf ya, itu tadi keponakan ibu, maaf udah ganggu kalian" Ucap bu Hana tidak enak.


"Iya bu, nggak apa-apa kok" Ucap Airo.


"Citra, kenapa sembunyi" Tanya bu Hana.


"Nggak tau nih bu, nggak mau keluar dia, malah nempok kaya cicak" Gurau Airo.


"Hahaha, nak Airo ada-ada aja, mungkin kangen, kan udah lama kamu nggak kesini" Ucap bu Hana.


"Hehehe, mungkin bu" Ucap Airo.


"Ya udah, ibu tinggal dulu ya" Ucap bu Hana, Airo hanya mengangguk.


Setelah memastikan bu Hana jauh, Airo segera menutup pintu dan menarik Citra untuk duduk dikasur.


"Au sakit bang" Rintih Citra.


"Duduk" Citra pun duduk didepan Airo yang sedang bersandar didinding sebelah ranjang.


"Siapa dia" Tanya Airo.


"Temen bang" Jawab Citra.


"Yakin" Citra mengangguk pasti.


"Nggak lebih" Citra menggeleng. Airo meletakan kepalanya dipundak Citra sambil memeluknya.


"Dia suka sama kamu" Ucap Airo.


"Nggak tau bang" Ucap Citra.


"Abang tau, dia suka sama kamu" Airo menarik Citra agar bersandar didadanya.


"Tapi Citra nggak suka dia" Ucap Citra.


"Terus"


"Citra sukanya abang" Airo tersenyum. dia semakin mempererat pelukkannya.


Hari semakin malam dan mereka tertidur dengan posisi yang... egghhhh... Begitulah.


...***...

__ADS_1


...Dahlah, Capek...


__ADS_2