
...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys ❗...
...|...
...|...
...|...
...|...
...__________________...
Tidak terasa waktu cepat berlalu, kini sudah satu tahun lebih sejak kejadian di Bengkulu waktu itu, yang artinya sekarang Al dan Dewi sudah masuk ke jenjang kuliah, begitu pun dengan Viola dan yang lain.
"Sayang, hari ini aku nggak ada jadwal kuliah, aku nganterin kamu aja ya, nanti pulangnya aku jemput" Ucap Al. Dewi pun tersenyum.
"Iya sayang, tapi kalo kamu sibuk dikantor, nggak usah jemput, aku naik taksi aja terus langsung ke kantor" Ucap Dewi.
Memang setelah kelulusan SMA beberapa bulan lalu, Al langsung mengurus perusahaan warisan dari sang kakek. Al kuliah sambil mengurus perusahaan itu. Dewi, Al, Viola dan semua anggota Al masuk kedalam satu universitas yang sama tapi lain jurusan.
Al sendiri, dia masuk kedalam jurusan manajemen karena dia harus mengurus perusahaan. Dewi dan Viola masuk kejurusan akuntansi. Vanno ikut masuk kejurusan I.T bersama Reno dan Airo. Rehan dan Dennis dijurusan sains dan beberapa anggota lain yang ikut bersama mereka. Seperti Al, dia hanya bersama salah satu anak buahnya yang bernama Wildan. Wildan adalah orang yang sangat patuh dengan perintah Al, tidak ada satu pun perintah dari Al yang tidak dia turuti, hanya saja, Wildan itu anti perempuan, dia tidak pernah dekat dengan perempuan mana pun, bukan punya kelainan cuma kalo ditanya kenapa tidak mau dekat dengan perempuan, katanya sih dia tidak mau repot, urusan jodoh biarlah Allah yang mengatur, dia ikut saja alurnya.
"Ya udah, nanti kalo aku nggak bisa jemput, kamu ke kantor sama kak Siska ya" Ucap Al. Siska itu istri salah satu anak buah Al.
"Iya Al, ayo turun" Ucap Dewi.
Setelah selesai sarapan, Al mengantar Dewi ke kampus. Al mengantar Dewi hanya sampai gerbang karena dia punya banyak kerjaan.
"Belajar yang rajin ya" Ucap Al sebelum Dewi turun.
"Iya Al, kamu juga hati-hati dijalan" Ucap Dewi, dia menyalami tangan Al, begitupun Al, dia mengecup kening Dewi. Kebiasaan rutin mereka.
"Aku berangkat ya, assalamu'alaikum" Ucap Dewi.
"Wa'alaikumussalam" Al masih menatap Dewi hingga dia masuk kedalam kampus, setelahnya dia berangkat ke kantor.
"Pagi Dewi" Sapa Viola.
"Pagi" Jawab Dewi dengan tersenyum.
"Vio, temenin ke kantin yuk" Ajak Dewi.
"Ngapain ih, masih pagi juga" Ucap Viola.
"Nggak tau deh, laper aja gue tuh" Ucap Dewi
"Emang nggak sarapan" Tanya Viola sambil berjalan mengikuti Dewi ke kantin.
"Sarapan sih, banyak malah, sampe punya Al juga gue yang abisin" Jelas Dewi.
"Tumben" Ucap Viola, Dewi hanya mengidikkan bahunya saja.
"Yuk ah, keburu masuk" Ucap Dewi. Viola hanya pasrah, dia mengikuti Dewi.
***
"Gue ke toilet dulu ya, lo duluan aja" Ucap Dewi.
"Oke" Viola berjalan ke kelasnya sedangkan Dewi pergi ketoilet.
"Gue kenapa dah, aneh banget" Gumam Dewi didepan wastafel.
__ADS_1
"Atau jangan-jangan gue..." Dewi mengusap perutnya kemudian tersenyum.
"Semoga aja, lebih baik gue nanti ke apotek dulu deh" Lanjutnya kemudian pergi ke kelasnya.
***
"Kak, hari ini apa aja jadwalnya" Tanya Al kepada sekertarisnya.
"Nggak banyak sih, nanti jam 10 ada rapat rutin sama divisi keuangan, terus jam dua ada janji sama perusahaan xx" Jelas Nike, sekertaris Al.
"Oke, tolong panggil Hanzel" Ucap Al kemudian masuk kedalam ruangannya. Hanzel adalah asistennya.
"Hanzel dipanggil Al" Ucap Nike melalui sambungan telpon dan langsung mematikannya.
"Ih, teh Nike kunaon, main matiin aja" Ucap Hanzel kesal, dia pun pergi keruang Al.
"Teh Nike, lain kali kalo mau manggil tuh jangan langsung dimatiin atuh" Ucap Hanzel saat dia melewati meja Nike tapi wanita itu hanya acuh sambil mengusap perutnya yang mulai membesar.
"Ih teh Nike mah" Hanzel kesal karena diacuhkan oleh kakaknya itu dan masuk kedalam ruangan Al.
"Uy, apa bos" Ucap Hanzel.
"Nggak sopan" Al melempar map kepada Hanzel yang baru saja masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.
"Biasa ajalah bos" Hanzel memunggut map itu, Al hanya menggelengkan kepalanya. Hanzel itu memang seperti itu, Al juga tidak mempermasalahkannya.
"Berkas buat rapat udah siap" Tanya Al.
"Beres bos, tenang aja" Jawab Hanzel. Al tersenyum, ini yang Al suka dari Hanzel, kerja cepat dan cekatan walaupun Hanzel sangat bar bar.
"Ya udah, balik sana" Ucap Al, dia mengecek berkas yang ada didepannya.
"Hanzel Hanzel" Gumam Al saat Hanzel sudah keluar.
***
14:25
Kampus baru saja usai, Dewi keluar bersama Viola, karena tadi dia dapat chat dari Al bahwa tidak bisa menjemput, jadilah dia harus pulang bersama Siksa.
"Eh kak Siska, udah disini aja" Ucap Dewi saat melihat Siska yang sudah standby didepan kelasnya.
"Harus dong" Ucap Siska, tadi Al juga sudah memberitahunya bahwa dia harus pulang bersama Dewi.
"Gue duluan ya, tuh Reno udah jemput" Ucap Viola.
"Oke, hati-hati" Ucap Dewi sedangkan Siska melambaikan tangannya.
"Ayo kak, pulang" Ucap Dewi.
"Ayo" Mereka berjalan menuju parkiran bersama.
"Kak, nanti mampir ke apotek dulu ya" Ucap Dewi.
"Siap, emang mau ngapain" Tanya Siska.
"Ada yang mau dibeli" Jawab Dewi.
"Hmm, oke" Mereka pun masuk kedalam mobil Siska.
Mereka sudah sampai diperusahaan Al, tidak lupa mereka mampir ke apotek seperti kata Dewi tadi.
__ADS_1
"Makasih kak" Ucap Dewi sambil melepas sabuk pengamannya.
"Sama-sama" Ucap Siksa. Setelah memastikan Dewi masuk kedalam perusahaan, barulah dia pergi.
"Siang bu" Sapa resepsionis kepada Dewi.
"Siang, Al udah kembali ke kantor belum" Tanya Dewi sekedar basa-basi.
"Belum bu, mungkin sebentar lagi bapak kembali kesini" Jelas resepsionis itu dengan ramah.
"Oh gitu, aku duluan ya" Ucap Dewi yang mendapat anggukkan dari resepsionis itu.
"Halo bumil" Sapa Dewi kepada Nike saat dia sudah sampai dilantai sepuluh dimana itu adalah ruangan Al bersama sekertaris dan asistennya.
"Hai cantik" Ucap Nike dengan tersenyum.
"Wah banyak banget makanannya, bagi dong kak" Ucap Dewi.
"Sini-sini" Dewi pun menarik kursi dan duduk disamping Nike, dia ikut makan bersama Nike.
Saat sedang asik makan bersama Nike, Al kembali bersama Hanzel. Dia tersenyum melihat istrinya makan bersama Nike.
"Ehem" Dehem Al, kedua wanita itu langsung mengakat kepalanya karena tadi mereka fokus kelayar ponsel.
"Al" Dewi langsung berdiri dan memeluk lengan Al, ntahlah, hari ini dia sangat rindu dengan suaminya itu.
"Saya jomblo, saya pergi" Ucap Hanzel dan langsung masuk keruangannya.
"Dih" Cibir Dewi.
"Kak, kita masuk dulu ya, nanti makanannya biar Al yang ganti" Ucap Dewi sambil tersenyum. Nike mengacungkan jempolnya.
"Yuk Al" Dewi menarik tangan Al sedangkan yang ditarik hanya menurut saja.
"Kenapa sih sayang" Tanya Al saat Dewi menariknya untuk duduk disofa.
"Nggak papa, aku kangen aja" Jawab Dewi, dia menyandarkan kepalanya dibahu Al.
"Ada-ada aja" Al mengusap rambut Dewi sayang.
"Al, tadi aku makan cemilan kak Nike, nanti ganti ya" Ucap Dewi.
"Iya sayang, nanti aku beliin yang lebih banyak" Ucap Al.
"Kamu masih ada kerjaan nggak" Tanya Dewi.
"Ada dikit, tinggal tanda tangan berkas aja" Jelas Al.
"Temenin aku tidur bentar yuk, sampe aku tidur aja deh" Ajak Dewi.
"Ya udah, aku temenin yuk" Al mengajak Dewi masuk kedalam ruangan pribadinya.
Dewi berbaring dikasur itu, tidak kalah nyaman dengan yang dirumah, karena itu tempat pribadi Al. Al melepaskan jasnya, dia ikut berbaring disamping Dewi, membawanya kedalam pelukkannya supaya Dewi cepat tidur karena sebenarnya berkas yang harus ditanda tangani itu banyak.
Setelah memastikan Dewi benar-benar tidur, Al pun memindahkan Dewi dengan pelan kemudian dia turun dengan sangat pelan.
"Selamat tidur cantik" Al mengecup kening Dewi singkat kemudian pergi keluar untuk melanjutkan pekerjaannya.
...----------------...
Maaf kalo banyak typo, authornya ngantuk 😂
__ADS_1