Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)

Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)
Keinginan Dewi Yang Aneh


__ADS_3

...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys❗...


...|...


...|...


...|...


...|...


...__________________...


Selesai dari kantin, Dewi dan Viola berniat untuk kembali ke kelas mereka.


"Wah, akhirnya lo masuk sekolah juga ya, enak nggak tuh sekolah dirumah selama ini" Ucap seseorang dari belakang mereka.


"Lo, apa mau lo" Ucap Viola saat dia sudah berbalik.


"Gue nggak ada urusan ya sama lo, gue cuma ada urusan sama temen lo ini" Ucap orang itu.


"Apaan sih, ganggu aja" Ucap Dewi.


"Heh, semua karena lo, Al jadi masuk rumah sakit" Ucap Shafira. Ya dia Shafira yang sama seperti waktu lalu.


"Lo kenapa sih selalu nyusahin Al ha.? Gara-gara lo, Al sampe masuk rumah sakit" Bentak Shafira.


"Lo apa-apaan sih, nggak usah bentak-bentak juga dong" Ucap Viola marah.


"Lo nggak usah ikut campur ya, ini bukan urusan lo" Ucap Shafira.


"Urusan sahabat gue juga urusan gue" Ucap Viola.


"Vio, udah yok mending kita pergi aja" Ucap Dewi, dia sangat malas jika harus berurusan dengan Shafira.


"Heh, kenapa lo takut sama gue" Ucap Shafira.


"Gue nggak pernah takut sama lo" Ucap Dewi, dia menarik tangan Viola dan pergi dari sana.


"Awas lo Dewi, gue bakal buat lo menderita" Ucap Shafira.


***


Pulang sekolah


Dewi sudah sampai dirumah sakit, dia langsung mengganti bajunya dan menemui Al, dia benar-benar merindukan suaminya itu padahal baru beberapa jam dia pergi.


"Kenapa sayang" Tanya Al karena sedari tadi Dewi sangat manja dengannya.


"Kangen" Jawab Dewi lirih, Al tertawa mendengarnya.


"Baru sebentar udah kangen hmm" Tanya Al yang mendapat anggukkan dari Dewi. Al mengacak-acak rambut Dewi gemas.


"Sekarang makan dulu ya sayang" Ucap Al.


"Kamu juga makan" Ucap Dewi.


"Aku udah makan loh, kamu aja ya, aku suapin" Ucap Al.


"Nggak mau, kalo kamu nggak makan aku juga nggak makan" Ucap Dewi kesal. Al menghela napas.


"Ya udah, barengan aja ya" Ucap Al, Dewi hanya mengangguk. Dewi pun mengambil makanan untuk mereka berdua.


"Ayo aku suapin" Al mengambil piring ditangan Dewi kemudian menyuapinya.


"Kamu makan juga" Ucap Dewi.


"Iya sayang" Al pun dengan terpaksa ikut makan padahal dia baru saja makan.


"Tau ah, lain kali gue nggak akan makan sebelum Dewi pulang sekolah, bisa meledak nih perut" Batin Al.


Tidak lama teman-teman sekolah Dewi pun datang untuk menjenguk Al. Sekarang ruangan Al menjadi ramai karena teman-teman mereka datang semua.


"Cepet sembuh bro" Ucap salah satu teman Al.


"Aamiin, do'ain aja" Ucap Al.


Mereka semua banyak berbagi cerita satu sama lain, hingga sore pun tiba dan teman-teman mereka pulang kerumah masing-masing. Ya iyalah, nggak mungkin kan kerumah Al, wkwkwk.

__ADS_1


"Udah sore, mandi gih" Ucap Al.


"Bentar, aku bersihin badan kamu dulu" Dewi pun mengambil baskom berisi air dan handuk. Al tersenyum melihat Dewi yang sangat perhatian itu.


"Ucapan ku terbukti sayang, kamu akan benar-benar mencintai ku sampai kamu tidak akan bisa jauh dari ku" Batin Al tersenyum.


"Ayo, lepas baju dulu" Ucap Dewi, Al pun menurutinya sedangkan Dewi mengunci pintu agar tidak ada yang masuk.


"Bau asem" Ledek Dewi.


"Hei sayang, aku nggak ngapa-ngapain ya, bisa-bisanya bau asem" Ucap Al.


"Emang kok, bau asem" Ucap Dewi sambil membersihkan tubuh Al.


"Alah, bau asem tapi kamu nempel terus" Ucap Al.


"Biarin, wlee" Ucap Dewi, Al tersenyum melihat Dewi yang seperti itu.


"Oke selesai" Dewi mengambilkan baju lain untuk Al, dia sudah menyiapkan semuanya.


"Mandi gih" Ucap Al.


"Iya-iya" Dewi pun pergi ke kamar mandi.


***


Malam harinya, keluarga mereka sedang berkumpul diruangan Al. Mereka bercanda bersama disana.


"Kamu makan apa" Tanya Al kepada Dewi.


"Mangga" Jawab Dewi.


"Mangga lagi" Dewi hanya mengangguk.


"Assalamu'alaikum" Ucap teman-teman Al saat memasuki ruangan.


"Wa'alaikumussalam" Jawab mereka yang didalam.


"Wah kumpul nih" Ucap Dennis.


"Iya tante" Ucap Dennis, mereka ikut berkumpul bersama keluarga Al dan Dewi.


"Oh ya, bu bos ngapain nyuruh kita kumpul disini" Tanya Vanno. Dewi tersenyum manis membuat mereka menatap Dewi aneh.


"Sayang, kenapa" Tanya Al. Dewi berbisik membuat Al membulatkan matanya.


"Sayang, jangan aneh-aneh ya" Ucap Al lembut.


"Al ih" Dewi cemberut saat mendengar ucapan Al. Al menghela napasnya, apa boleh buat sekarang dia hanya bisa mengizinkan istrinya ini.


"Kenapa Al" Tanya ayah.


"Em, tanya Dewi aja deh yah" Jawab Al.


"Al, boleh ya" Dewi mengguncang-guncang tangan Al.


"Iya sayang, tapi jangan sampe mereka terlalu capek ya sayang" Ucap Al.


"Iya" Dewi langsung berjalan mendekati teman-teman Al.


"Kenapa Wi" Tanya Airo.


"Ayo ikut Dewi" Dewi pergi keluar, yang lain saling pandang dan langsung mengikuti Dewi keluar.


***


"Ayo semangat" Teriak Dewi.


"Astagfirullah, udah ya Wi, capek tau" Teriak Vanno.


"Nggak, ayo 10 kali lagi" Ucap Dewi.


"Ya Allah, nih anak si Al aneh-aneh aja sih mintanya" Keluh Dennis masih dengan berlari.


Yupz, Dewi meminta Airo, Vanno, Rehan dan Dennis untuk berlari keliling lapangan rumah sakit yang sangat besar. Dewi bersorak senang melihat mereka yang sudah berlari sangat lama.


Setelah 10 kali putaran lagi, mereka pun langsung mendudukan diri masing-masing dibawah Dewi yang duduk dikursi.

__ADS_1


"Ya Allah, kok jahat banget sih" Keluh Vanno, dia seperti orang kebanjiran.


"Lo ngidam atau apa sih Wi, ini malem-malem kok nyuruh kita lari sih" Ucap Airo dengan mengatur napasnya.


"Nggak tau, pengen aja" Ucap Dewi.


"Ayo naik" Ajak Dewi.


"Bentar dong, capek gue" Ucap Rehan yang sedari tadi hanya diam.


"Hmm, 20 menit, susul gue keatas ya, bye" Dewi berdiri, dia langsung masuk kedalam.


"Astagfirullah, kalo bukan istri Al, gue males banget sumpah" Dennis membaringkan tubuhnya disana.


"Set dah, kotor bege" Ucap Vanno.


"Bodo amat, gue capek banget" Ucap Dennis.


"Udah ah, ayo keatas" Ucap Airo.


"Astagfirullah, bentar bang" Ucap Vanno.


***


"Gimana sayang" Tanya Al saat Dewi masuk kedalam kamarnya. Dewi hanya tersenyum manis.


"Kamu ngapain mereka nak" Tanya ibu.


"Nggak ngapa-ngapain kok bu, cuma nyuruh mereka lari" Jawab Dewi dengan santai, dia duduk dibengker Al. Jawaban Dewi membuat orang tua mereka tercengang, bagaimana bisa malam-malam seperti ini Dewi meminta mereka untuk lari.


"Ya Allah nak, ini udah malem loh" Ucap ibu.


"Biarin" Ucap Dewi.


Ceklek...


Tidak lama, mereka pun masuk dengan keringat yang masih bercucuran bahkan baju mereka basah seperti baru kehujanan saja.


"Ayo minum dulu" Ucap bunda.


"Iya tan" Mereka pun langsung mengambil air minum.


"Alhamdulillah lega" Ucap Airo. Mereka berempat duduk selonjoran dibawah.


Dewi malah tidak memperhatikan mereka sama sekali, dia asik bermanja dengan Al.


"Bang" Panggil Dewi kepada Airo.


"Hmm" Airo menatap Dewi, jangan lagi deh, pikirnya.


"Pesenan Dewi mana" Tanya Dewi.


"Oh iya" Airo menepuk jidatnya, dia mengambil tas yang dia bawa.


"Kamu pesen apa sayang" Tanya Al. Yang lain hanya menyimak, apalagi keinginan bumil satu ini.


"Nah" Airo memberikan kantong plastik besar kepada Dewi.


"Ini" Dewi menunjukkan isinya kepada Al, membuat Al menepuk jidatnya.


"Apa Al" Tanya ibu.


"Cemilan bu" Jawab Al.


"Astagfirullah" Ucap mereka bersamaan.


"Apa sih, Dewi kan pengen makan" Dewi membuka salah satu cemilan itu.


"Makan aja sayang, sepuas kamu" Ucap Al. Dewi hanya diam, dia masih asik makan cemilan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gue mau cerita nih.


Tadikan gue beli pulsa tuh ya, nah ujung nomer gue tuh 8757 tapi pas gue nulis nomer tiba-tiba keiinget nomer emak gue😷 jadinya salah nomer, seharusnya 8757 eh malah 8059 😭 untungnya gue nggak jadi ngisi 50k 🤐 coba jadi, kan rugi gue nya.


Dahlah, capek.

__ADS_1


__ADS_2