Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)

Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)
Apa Lo.? Iri Bilang.!


__ADS_3

...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys ❗...


...|...


...|...


...|...


...|...


...________________...


"Al" Panggil Dewi.


"Iya sayang, kenapa" Tanya Al.


"Besok nggak usah pergi ya, aku takut" Ucap Dewi.


"Hei, jangan takut, ada aku, ada mereka juga, oke sayang" Ucap Al.


"Lagian kita perginya kan ketempat umum sayang, jadi kamu jangan khawatir ya" Lanjutnya.


"Aku nggak mau sesuatu yang buruk terjadi sama kamu Al, aku nggak mau" Al membawa Dewi kedalam pelukkannya, dia tau rasa khawatir Dewi itu.


"Nggak akan terjadi apa-apa sayang, aku jamin" Al mengusap-usap rambut Dewi dengan lembut dengan sesekali mengecupnya.


"Kita kesini kan mau liburan, mau seneng-seneng, jadi jangan khawatir ya, kita udah ada yang jagain kok, tenang aj" Ucap Al.


"Sekarang tidur ya sayang" Dewi hanya mengangguk saja.


Mereka pun pergi ke kamar untuk segera tidur karena memang sudah waktunya untuk mereka tidur.


"Al" Panggil Dewi.gm


"Iya sayang" Al menatap Dewi yang tidur disampingnya.


Dewi tidak menjawab, dia masuk kedalam pelukkan Al. Mencari tempat yang nyaman disana agar dia bisa tidur.


"Kenapa sih, nggak bisa tidur ya" Tanya Al, Dewi mengangguk.


"Hmmm" Al menatap Dewi, kemudian.....


...🌄...


"Emhh, ya Allah, kesiangan" Ucap Dewi yang bangun kesiangan.


"Al bangun, kita udah kesiangan tau" Ucap Dewi sambil membangunkan Al.


"Aduh, kok bisa kesiangan sih" Al mendudukan dirinya dan bersandar dikepala ranjang.


"Pakek tanya lagi, ya gara-gara kamu lah" Ucap Dewi kesal.


"Hehehe, jangan marah sayang, ayo mandi" Ucap Al, Dewi hanya berdehem kemudian turun dan diikuti Al.


...****************...


"Mau sarapan apa" Tanya Al.


"Apa aja deh, kita cari diluar yuk" Jawab Dewi sambil menarik tangan Al keluar kamar.


"Pagi bos" Sapa para anggota yang berjaga diluar.


"Pagi" Jawab Al dan Dewi serempak.


"Ayo cari sarapan" Ajak Dewi.


"Baik bu bos" Ucap mereka.


"Eh, yang lain" Tanya Dewi.


"Biar sayang, mereka masih tidur, nanti juga mereka bakal makan direstoran yang ada dibawah" Jawab Al.


"Oke" Dewi jalan dulu diikuti oleh Al dan keempat orang yang menjaga mereka.


"Kita jalan aja ya" Pinta Dewi.


"Yakin, emang nggak capek" Tanya Al.

__ADS_1


"Kalo capek, kamu gendong" Ucap Dewi sambil tertawa kemudian memeluk lengan Al.


"Ada-ada aja kamu tuh" Ucap Al.


"Kalian mau makan apa" Tanya Dewi kepada yang lain.


"Kita ikut aja bu bos" Jawab salah satu dari mereka.


"Oke" Dewi terus berjalan sambil memeluk lengan Al.


Sedangkan yang lain mengawasi sekitar takut ada sesuatu yang aneh, tentunya mereka selalu waspada.


Digengs Al, semua anggotanya adalah orang baik karena sebelum masuk kedalam geng, anggota mereka harus melakukan beberapa tes dan salah satunya adalah tes kejujuran.


Mereka yang ingin masuk kedalam geng works harus dites kejujurannya menggunakan alat. Mereka melakukan itu untuk kebaikan geng itu kedepannya.


"Makan disitu yuk" Ucap Dewi sambil menunjuk salah satu rumah makan yang ada diseberang jalan.


"Iya sayang" Ucap Al.


"Tunggu bu bos, ada mobil mau lewat" Ucap Danu, salah satu anggota Al.


"Oh, oke" Dewi pun kembali sedikit mundur dari pinggir jalan.


"Lain kali kalo mau nyebrang itu lihat-lihat jalan dulu sayang" Ucap Al, dia menggandeng tangan Dewi, setelah mobil itu lewat, dia pun membawa Dewi menyebrang.


"Maaf" Cicit Dewi, dia menunduk takut Al marah padanya.


"Hei, aku nggak marah kok" Al merangkul Dewi dan mereka pun masuk kedalam rumah makan itu.


"Kamu kenapa hmm, dateng bulan" Tanya Al saat mereka sudah duduk didalam sana.


Mereka hanya berdua, sedangkan keempat pengawalnya itu memilih untuk duduk ditempat lain.


"Nggak tau, kayanya mau dapet" Jawab Dewi.


"Hmm, perutnya sakit" Tanya Al lagi, Dewi hanya mengangguk kecil.


"Ya udah, pesen makan dulu, jangan yang pedes-pedes ya" Ucap Al.


"Iya" Dewi pun memilih makanan yang dia mau, begitupun Al.


"Masih pagi sayang, nanti aja ya beli es krimnya" Ucap Al, Dewi hanya mengangguk-angguk saja.


Al menghela napasnya saat melihat Dewi sedih, mungkin memang Dewi akan datang bulan karena biasanya kalo Dewi datang bulan, moodnya sangat buruk, cepat senang, cepat marah dan cepat sedih.


Walaupun Al tidak tega dengan Dewi yang cemberut tapi dia juga harus tegas, ini masih terlalu pagi untuk makan es krim, mungkin kalo 1-2 jam nanti, dia akan mengizinkan Dewi untuk makan es krim.


"Al" Panggil Dewi dengan pelan, dia memainkan tangan.


"Apa sayang" Tanya Al. Dewi hanya membuka menu makanan disana, dia menunjukkan menu es krim yang sepertinya sangat enak.


"Nanti ya, setelah makan, ini masih pagi sayang, nggak baik pagi-pagi makan es krim" Jelas Al.


"Tapi, boleh" Tanya Dewi ragu karena dia melihat harganya yang cukup mahal untuk sebuah es krim.


"Boleh sayang" Jawab Al.


"Tapi itu mahal" Ucap Dewi yang membuat Al menghembuskan napasnya.


"Mau semahal apapun, selama aku masih bisa, pasti aku beliin sayang, asal kamu nurut, oke" Ucap Al.


"Oke" Dewi menutup kembali menu itu dan tersenyum. Tuhkan, seneng lagi dia.


"Aku ngerepotin kamu ya" Tanya Dewi.


"Nggak" Jawab Al.


"Tapi kata ibu, aku ngerepotin kamu terus" Ucap Dewi kesal. Al tersenyum mendengarnya.


"Ibu kan emang gitu, kamu anaknya masa nggak tau ibu gimana" Ucap Al.


"Iya sih, ibu suka ngeledek aku" Ucap Dewi.


"Hahaha, udah-udah, makanannya dateng tuh" Ucap Al.


"Loh, aku kan pesennya yang nggak pedes" Ucap Dewi saat melihat makanannya sepertinya salah.

__ADS_1


"Eh, salah ya mbak" Tanya pelayan itu, dia takut pelanggannya marah.


"Kan aku pesen yang nggak pedes, kok ini pedes sih" Ujar Dewi.


"Maaf mbak, maaf" Ucap pelayan itu menyesal.


"Bu bos, punya kita ketuker nih" Ucap Daniel sambil membawa makanannya yang ternyata tertukar dengan Dewi.


"Loh, kok bisa" Tanya Dewi.


"Nggak tau bu bos, tanya pelayannya" Jawab Daniel sambil menukar makanannya.


"Lain kali, lebih teliti lagi ya mbak, untung ini ketukernya masih sama anak buah saya, coba kalo sama orang lain" Ucap Al.


"Maaf mas, maaf banget, saya bener-bener nyesel karena udah salah" Ucap pelayan itu.


"Iya-iya, udah mbaknya balik kerja lagi aja, makasih" Ucap Al. Pelayan itu sekali lagi minta maaf dan kembali kedalam.


"Udah, jangan ngambek" Ucap Al.


"Nggak kok, tadi kaget aja, kok bisa salah" Ucap Dewi.


"Mungkin mereka terlalu kelelahan sayang, jadinya gitu" Ucap Al.


"Hmm" Dewi mengangguk dan mulai makan.


"Udah do'a" Tanya Al.


"Udah" Jawab Dewi.


"Oke" Al pun ikut makan.


Setelah mereka selesai makan, ada seseorang yang mendekati mereka.


"Permisi mas, mbak" Ucap orang itu.


"Iya, ada apa pak" Tanya Al.


"Maaf menganggu, saya pemilik rumah makan ini, saya ingin meminta maaf atas kesalahan pelayan saya tadi mas, itu semua tidak sengaja" Ucap orang itu.


"Oh iya, nggak papa, lain kali lebih perhatikan lagi ya pak" Ucap Al.


"Iya mas, sekali lagi saya minta maaf" Ucap orang itu.


"Iya" Ucap Al.


"Saya permisi" Ucap orang itu dan Al mengangguk.


"Al, mau es krimnya" Ucap Dewi.


"Iya sayang, pesen aja" Ucap Al. Dewi pun memesan es krim yang dia mau.


"Cih, jadi cewek kok banyak maunya, belum apa-apa udah minta ini itu" Ucap seorang wanita yang duduk tidak jauh dari mereka. Dewi menatap orang itu sinis.


"Apa sih, ikut campur urusan orang aja" Ucap Dewi sewot. Al hanya tersenyum melihat Dewi yang kembali judes seperti pertama kali mereka bertemu.


"Jangan matre mbak, kasian pacarnya" Ucap orang itu.


"Dih sok tau lo, dia suamiku, apa lo, iri bilang" Ucap Dewi yang membuat kedua wanita itu seketika malu apalagi disana banyak orang.


"Makanya kalo nggak tau apa-apa tuh nggak usah ikut campur, kenal aja belum udah ngomentarin orang" Ucap Dewi.


"Bu bos" Panggil Eros.


"Apa" Tanya Dewi.


"Mau kita beresin" Ucapan Eros sukses membuat kedua wanita itu berdiri dan langsung pergi.


"Nggak usah, orang kaya mereka tuh kalo mau bales jangan pakek otot tapi pakek otak" Ucap Dewi.


"Cakep bu bos, panutan emang" Ucap Danu. Al hanya menggelengkan kepalanya melihat kekompakan istri dan anak buahnya itu.


"Udah-udah, kalian tuh kompak banget" Ucap Al.


"Harus dong" Ucap Dewi bersamaan dengan keempat anak buah Al yang membuat Al menepuk jidatnya, Dewi malah tertawa melihat Al yang seperti itu.


...****************...

__ADS_1



Makasih guys 🤗 karena kalian udah setia sama cerita aku 😚


__ADS_2