Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)

Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)
Markas


__ADS_3

...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys ❗...


...|...


...|...


...|...


...|...


..._____________________...


Saat ini Al dan Dewi baru saja sampai didepan markas, Dewi terdiam menatap markas dari dalam mobil, dia berfikir ini markas atau villa.


"Ayo turun sayang, kenapa bengong" Ucap Al. Dewi pun tersenyum kemudian turun bersama Al.


Didalam sebagian anggota sudah menunggu karena tidak semua dari mereka masih sekolah, contonya Abimanyu dan Genta, mereka berdua sudah tidak sekolah dan tidak melanjutkan kuliah. Sebagian lagi ada yang masih sekolah dan ada yang kuliah seperti Airo.


"Rame banget" Ucap Dewi kepada Al sedangkan Al hanya tersenyum.


"Selamat datang bos" Ucap anggota yang lain.


"Selamat datang bu bos" Dewi merasa canggung karena dipanggil seperti itu, dia hanya bisa tersenyum.


"Wah bos udah dateng, gue udah siapin semuanya bos" Ujar Abimanyu, Al hanya mengacungkan jempolnya saja.


"Duduk sini" Ucap Al kepada Dewi.


Dewi pun duduk didekat Al, sebelumnya tempat itu hanya boleh Al yang menggunakannya tapi sekarang ada Dewi yang duduk disana juga.


"Ada apa" Tanya Al kepada Rehan. Rehan hanya diam, dia menatap Al dan Dewi secara bergantian.


"Lo semalem sama dia..." Ucap Rehan menggantung, dia menatap Dewi. Al mengerti maksud dari pembicaraan Rehan itu.


"Iya, lo tau dari mana" Ujar Al.


Rehan melemparkan beberapa berkas kepada Al. Hanya Rehan yang berani seperti itu. Al melihatnya, dia tau pasti Rehan sudah menelitinya. Dia sangat kaget saat tau efek berlebihan dari obat yang masuk kedalam tubuhnya.


"Itu apa" Tanya Dewi, dia melihat kearah berkas yang sedang dibaca oleh Al.


"Ya Allah, kok bahaya banget sih" Karena refleks, Dewi pun menutup mulutnya. Padahal mah mau dia teriak juga nggak ada yang berani marahin dia.


"Al" Dewi menarik lengan Al.


"Nggak apa-apa sayang" Al mengucap rambut Dewi.


Please lah pak bos, jangan mesra-mesraan disini, nggak tau apa anak buahnya banyak yang jomblo. Mengsedih ~ Para anak buah yang jomblo.


"Gue harap lo nggak kasar sama dia semalen" Ucap Rehan.


"Sayangnya harapan lo nggak terjadi" Ujar Al.


"Pukul aja bu bos kalo pak bos kasar" Entah datang dari mana, tiba-tiba Dennis muncul begitu saja. Dewi hanya tesenyum mendengar ucapan Dennis.


"Mau mati lo, haa" Ucap Al.


"Ampun bos, canda ilah" Ujar Dennis, dia duduk disamping Genta.

__ADS_1


"Jangan galak-galak" Ucap Dewi, Al hanya mengangguk saja.


"Jadi mereka semalem kesini baik-baik tuh karena ngerencanain bunuh gue perlahan atau gimana sih" Ucap Al, dia masih menatap berkas itu. Dewi yang melihat tatapan Al yang berubah pun seketika merinding, dia belum pernah melihat Al yang marah.


"Ya seperti yang ada dipikiran lo" Ucap Rehan.


"Dan setelah itu, dia bakal rebut bu bos dari lo" Satu lagi setan dari mana ini, dia Vanno, entah muncul dari mana tiba-tiba langsung berkata seperti itu.


"Maksud lo, siapa yang suka sama Dewi" tanya Al kepada Vanno.


"Fariz" Jawab Vanno dengan santai, dia duduk kemudian mengambil cemilan.


"Fariz" Ucap Dewi, Al pun langsung melihat kearah Dewi sedang Vanno hanya mengangguk.


"Kamu kenal" Tanya Al, Dewi berpikir sebentar.


"Ah iya, dia yang waktu itu ngajak aku kenalan itu loh, inget kan" Ujar Dewi, Al mengangguk.


"Tunggu, sebenarnya ada apa sih" Tanya Dewi, sebenarnya dia dari tadi tidak mengerti yang mereka bicarakan.


"Nanti aku jelasin ya" Dewi pun mengangguk.


"Bu bos mau ini" Ucap Satrio mengalihkan perhatian Dewi, dia memberikan makanan kepadanya. Dewi menatap Al meminta persetujuan.


"Ambil aja, makan apa yang kamu mau" Ucap Al, dengan senang hati Dewi pun menerimanya.


"Satrio, temenin Dewi makan, gue mau nyelesain ini dulu" Ucap Al.


"Oke bos" Jawab Satrio.


"Tapi Al" Ucap Dewi.


Sedangkan yang lain melongo dibuatnya, ini kali pertama mereka mendengar Al berbicara panjang lebar.


Akhirnya Al dan yang lainnya pun membahas ingin membalas apa kepada anggota geng kobra. Sedangkan Dewi berada disamping kolam renang bersama Satrio dan Abimanyu tentunya.


"Jadi bos, lo udah" Belum sempat Dennis selesai berbicara, Al sudah melemparnya dengan kertas.


"Ya nggak usah dibahas juga bego" Ucap Al, Dennis hanya menyengir kuda sambil menggaruk kepalanya.


"Hah, pusing gue" Al menyandarkan tubuhnya dikursi tempat dia duduk.


Dewi yang melihat dari luar pun langsung masuk dan duduk disamping Al. Dia menatap wajah Al yang terlihat frustasi. Yang lain hanya diam tidak berani melakukan apapun.


"Kenapa" Tanya Dewi, Al membuka matanya kemudin menggeleng.


"Kalo masih pusing tidur aja" Ucap Dewi.


"Ikut aku" Ajak Al, Dewi hanya menurutinya saja.


"Emmm, itu bukannya arah kekamar pribadi bos ya" Ujar Genta yang membuat semua orang langsung melihat kearah Al dan Dewi.


"Jangan mikir aneh-aneh goblok, kan tadi bu bos nyuruh bos buat tidur" Ucap Abimanyu.


"Iya sih" Ucap Genta sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


Disisi Al dan Dewi.

__ADS_1


"Ini kamar siapa" Tanya Dewi.


"Kamar aku" Jawab Al, dia membaringkan tubuhnya diatas ranjang.


Dewi pun ikut berbaring disana, memijat kepala Al yang pusing. Dia tau pasti Al masih banyak pikiran apalagi efek dari obat yang ada didalam minuman itu terlalu berbahaya.


"Lakuin apapun yang kamu mau, aku nggak papa kok" Ucap Dewi, Al pun memeluk Dewi.


"Nggak sayang, aku nggak mau nyakitin kamu lagi" Ujar Al, dia menyembunyikan wajahnya didada Dewi.


"Nggak papa Al, aku nggak masalah kok" Dewi mengusap lembut rambut Al. Al menggelengkan kepalanya.


"Nggak, aku mau tidur aja" Ucap Al.


"Ya udah, tidur lah kalo mau tidur" Dia mengusap rambut Al sampai Al tertidur. Dewi menemani Al tidur tapi dia tidak ikut tidur hanya berbaring disana. Mengusap-usap rambut Al.


"Kok laper ya" Dengan pelan Dewi memindahkan Al kemudian dia keluar untuk mencari dapur.


"Ini markas gede banget dah, dapur dimana lagi" Ucap Dewi.


"Mau kemana" Dewi berbalik, ternyata itu Rehan.


"Dapur dimana" Tanya Dewi, Rehan pun mengantar Dewi ke dapur.


"Abi, nih pacar bos mau makan" Ucap Rehan kemudian pergi.


"Bu bos mau makan apa" Tanya Abimanyu.


"Emmm, apa aja deh" Jawab Dewi. Dia berjalan kearah kulkas dan mengambil air minum.


"Bos udah tidur ya" Dewi hanya mengangguk.


"Btw, panggil gue Dewi aja, nggak usah panggil bu bos segala" Ujar Dewi.


"Nggak deh, takut bos marah" Abimanyu menyiapkan makanan untuk Dewi.


"Terserah deh, eh ini boleh dimakan kan" Dewi menunjuk buah-buahan yang ada didepannya.


"Boleh dong, masa nggak sih" Ujar Abimanyu. Dewi pun memakan buah itu sambil menunggu Abimanyu yang sedang menyiapkan makanan.


"Abi, gue minta roti dong" Siapa lagi kalo bukan Genta yang selalu saja menganggu Abimanyu.


"Ambil sendiri, gue lagi nyiapin makanan buat bu bos" Genta pun melihat kearah meja makan, disana ada Dewi yang sedang makan buah. Genta pun ikut duduk di meja makan. Dewi tersenyum kepada Genta yang duduk disana.


"Bu bos, gue boleh tanya nggak" Ucap Genta yang mendapat anggukkan dari Dewi.


"Udah berapa lama sama bos" Tanya Genta.


"Emmm, belum lama sih" Jawab Dewi.


"Kenapa" Lanjutnya.


"Nggak ada tanya aja" Dewi pun mengangguk.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya makanan yang dibuat Abimanyu pun siap. Dia memakannya dengan senang hati masih ditemani oleh Abimanyu dan Genta.


Setelah makan, Dewi pun berkeliling dan berkenalan dengan para anggota yang lain. Dia senang berkenalan dengan mereka, masing-masing punya ciri khas tersendiri yang membuat Dewi cepat akrab dengan mereka. Saling berbagi cerita kenapa mereka bisa sampai masuk kedalam geng itu, membuat lawakan dan masih banyak lagi.

__ADS_1


Al sebenarnya sudah bangun tapi dia hanya melihatnya saja, dia tersenyum saat melihat Dewi tertawa dengan lelucon yang dibuat oleh para anggotanya.


...______________...


__ADS_2