
...Hiatus berapa lama nih π€£...
...Hampir satu tahun ya nggak update π...
...Tapi nggak papa lah ya, kita update lagi sekarang π€...
...****************...
Pagi harinya, Dewi dengan semangat membangunkan Al. Dia tidak sabar ingin melihat tempat resepsinya, padahal ini masih subuh.
"Sayang, bentar lagi," Ucap Al masih mengantuk.
"Hmm, ayok ih, udah subuh juga," Ucap Dewi.
"Iya-iya, ini bangun," Ucap Al sambil duduk.
"Ayo mandi," Ajak Dewi.
"Hah?! Ayo," Ucap Al bersemangat.
Setelah mandi dan sholat subuh, Dewi turun kebawah untuk membantu bunda memasak sarapan mereka.
"Bunda, ada tempe nggak, Dewi pengen tempe goreng," Ujar Dewi.
"Ada sayang, itu di kulkas," Ucap bunda.
Dewi pun mengambil tempe itu dan memotongnya, entah kenapa dia sangat ingin tempe goreng pagi-pagi seperti ini.
"Sayang, aku mau joging bentar ya, keliling rumah aja kok," Ucap Al.
"Iya, jangan lama-lama," Ujar Dewi.
"Iya sayang," Setelah itu, Al pergi joging, hanya sebentar takut bumilnya ini marah kalo dia kelamaan.
Setelah sarapan, Al dan Dewi pun bersiap untuk pergi melihat gedung resepsi mereka nanti.
"My Husband, mampir ke supermarket dulu ya," Pinta dewi saat mereka sudah berada didalam mobil.
"Iya sayang, nanti kita mampir dulu ke supermarket," Ujar Al.
Al selalu mengikuti apapun keinginan istri cantiknya itu, dia sebisa mungkin untuk memenuhinya.
"Dedek pengen apa sih sayang?" Tanya Al kepada calon anaknya itu sambil mengelus perut Dewi tapi dia tetap fokus dengan kemudinya.
"Pengen beli ciki-ciki, papa," Jawab Dewi mengikuti gaya bicara anak kecil, mereka tertawa dengan tingkah abstrak mereka sendiri.
Setelah sampai di supermarket, Dewi langsung menuju tempat makanan ringan berada, ikuti oleh Al yang membawakan keranjang kecil agar Dewi tidak kesulitan nantinya.
"Sayang, kamu pilih-pilih dulu ya, aku mau ke toilet," Ucap Al sambil memberikan keranjang kepada Dewi.
"Oke," Dewi dengan santai memilih beberapa makanan ringan sambil menunggu Al yang berada di toilet.
"Kok kaya ada yang ngeliatin aku ya," Gumam Dewi.
Dewi menatap sekeliling, ingin tau siapa yang sedang memantaunya, dia merasa ada seseorang yang sejak tadi memperhatikannya, tapi saat dia melihat ke sekeliling, dia tidak mendapati orang itu.
__ADS_1
Dewi masih memilih makanan ringan tapi dengan gerakan waspada, takut dengan perasaannya sendiri.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Al saat dia baru keluar dari toilet dan mendapati Dewi yang seperti kebingungan dan waspada.
"Al, aku ngerasa ada yang ngawasin aku dari tadi," Ujar Dewi sambil memeluk lengan Al.
"Tenang sayang, nggak ada apa-apa, ayo pilih, terus kita bayar,"
Setelah itu mereka pergi ke kasir untuk membayar makanan yang sudah Dewi pilih. Dewi yang masih merasa takut pun meminta Al untuk segera masuk kedalam mobil.
"Tenang sayang," Al memeluk Dewi saat mereka sudah duduk didalam mobil.
Setelah Dewi tenang, baru Al menjalankan mobilnya menuju tempat resepsi mereka. Sepanjang perjalanan, Al menggenggam tangan Dewi dengan sesekali mengusapnya, berusaha membuat Dewi rileks kembali.
Tak butuh waktu lama, mereka akhirnya sampai di tempat yang akan menjadi tempat resepsi mereka nantinya.
Saat diparkiran Dewi mengalami kram di perutnya karena terlalu banyak berpikir yang membuat janinnya ikut bereaksi.
"Sayang, kamu harus tenang ya," Al mengusap-usap perut Dewi, sebenarnya Al sudah sangat khawatir saat ini tapi dia harus tetap jadi siaga satu untuk saat ini karena tidak ada orang diparkiran.
"Al," Dewi menggenggam tangan Al dengan erat.
Al sendiri langsung menurunkan tempat duduk Dewi agar lebih nyaman, dia kembali mengusap-usap perut Dewi dengan sesekali mengecupnya.
"Tenang ya sayang, semua bakal baik-baik aja, kita di jaga banyak bodyguard," Ujar Al dengan terus menenangkan Dewi.
Setelah beberapa menit, akhirnya Dewi tenang dan perutnya sudah tidak sakit lagi. Dia meminum air yang baru saja diberikan oleh Al.
"Udah mendingan?" Tanya Al.
"Nggak papa sayang, yang penting sekarang kamu udah mendingan, itu udah buat aku lega," Jelas Al.
"Hallo baby, baik-baik ajakan disana?" Tanya Al kepada calon anaknya itu sambil terus mengusapnya, Dewi hanya tersenyum melihat tingkah Al.
"Udah bisa buat jalan?" Tanya Al kepada Dewi.
"Udah Al, ayo masuk," Jawab Dewi dan mengajak Al untuk masuk kedalam.
"Tapi kamu beneran nggak papa kan? Atau kita ke rumah sakit dulu ya buat periksa," Ujar Al, dia tentunya masih khawatir.
"Aku udah nggak papa kok, beneran, lagian kemarin kan kita baru periksa ke dokter," Ucap Dewi.
"Ya udah, tapi kalo kamu kenapa-napa langsung bilang sama aku ya," Ucap Al.
"Iya,"
Akhirnya mereka masuk kedalam gedung itu, Dewi sangat takjub dengan keindahan yang ada didalam sana, gedung yang tadinya biasa saja kini berubah menjadi gedung yang sangat indah.
"Bagus banget," Ujar Dewi.
"Sesuai sama keinginan kamu kan sayang?" Tanya Al.
"Iya, sesuai banget," Jawab Dewi.
Mereka berjalan menggelilingi tempat itu dengan Dewi yang selalu menggandeng tangan Al.
__ADS_1
"Hallo bumil," Sapa salah satu anak buah Al.
"Hai, ih mau," Ucap Dewi saat melihat orang itu membawa cake.
"Silakan nyonya muda," Ucap pemuda itu sambil memberikan cake kepada Dewi.
"Enak, besok buat kaya gini lagi ya," Ucap Dewi.
"Siap nyonya muda, mau lagi nggak?" Tanyanya.
"Nggak deh, ini aja,"
"Oke, saya permisi dulu," Pemuda itu menunduk kemudian pergi dan membagikan cake tadi kepada orang-orang yang sedang bekerja.
"Duduk dulu yuk," Ajak Al, Dewi hanya mengangguk.
"Yang lain pada punya jadwal kuliah pagi ya?" Tanya Dewi.
"Kayanya iya deh," Jawab Al.
"Kamu disini dulu ya, aku mau keliling," Ucap Al.
"Oke,"
Al pergi untuk memeriksa tempat resepsinya itu, jika dilihat mungkin sebentar lagi akan selesai. Al sendiri heran dengan keinginan Dewi yang selalu saja aneh dan harus membuat banyak orang kerepotan, terutama mengenai dekorasi gedung ini yang harus 100% sesuai keinginan sang nyonya muda tentunya.
Sedangkan tersangka malah dengan santainya duduk dikursi sambil melihat orang-orang berlalu lalang dihadapannya.
"Hai adek ku sayang," Siska tiba-tiba datang dan duduk disamping Dewi.
"Hai kak, nggak ngampus?" Tanya Dewi.
"Siang nanti," Jawab Siska, Dewi hanya mengangguk.
"Mana paksu?" Tanya Siska.
"Lagi keliling," Siska hanya mengangguk mengerti.
"Btw, gimana nih kabar calon ponakan kakak?"
Mereka berdua terus bercerita, bahkan Dewi juga menceritakan kejadian tadi saat di mall, mendengar cerita dari Dewi tentu membuat Siska harus lebih waspada lagi nantinya, apalagi diacara resepsi besok yang tentunya akan sangat banyak orang disini.
"Nanti biar kakak sama suami kakak yang urus masalah keamanan disini, kamu jangan terlalu banyak pikiran, serahkan semua sama anak buah Al," Ujar Siska.
"Iya kak, makasih ya,"
"Iya sayang, ini udah tugas kakak sama yang lain,"
Dewi tersenyum bahagia, mereka tidak hanya berperan sebagai anak buah Al, tapi mereka juga berperan sebagai teman, itulah kenapa Dewi sangat menyukai anak buah Al.
...****************...
Ciah akhirnya update guys...
Wey lah π Author lupa ngasih judul, kaget pas lihat ada yang komen, lah kok di bagian draft π€£ ternyata itu judul otomatis π€ ini dah author perbarui judulnya ya π
__ADS_1