Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)

Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)
Kado Terindah


__ADS_3

...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Ya Guys ❗...


...|...


...|...


...|...


...|...


...__________________...


Tiga hari berlalu dan seperti yang kalian tau kalo hari ini adalah hari ulang tahun Al. Karena ini sabtu jadi Dewi tidak kekampus dan Al harus kekantor.


"Kamu yakin nggak ikut kekantor" Tanya Al.


"Nggak, aku dirumah aja sama bunda" Jawab Dewi sambil memasangkan dasi untuk Al.


"Nunduk dikit" Pinta Dewi.


"Dasar pendek" Ucap Al tapi dia juga menunduk. Dewi hanya bergumam, Al juga bingung kenapa Dewi bisa pendek, pasalnya dulu waktu pertama menikah tinggi mereka sama dan sekarang kenapa Dewi jadi lebih pendek darinya.


"Nanti kalo mau pergi bilang dulu ya sayang" Ucap Al.


"Iya, lagian nanti aku nggak mau pergi, aku mau nonton tv aja seharian sama bunda" Ucap Dewi.


"Oke beres" Lanjutnya.


"Makasih cantik" Ucap Al.


"Sama-sama" Dewi mengambilkan tas kerja milik Al dan mereka turun kebawah untuk sarapan.


Setelah sarapan Al dan ayah berangkat kerja, ayah berangkat lebih dulu sedangkan Al harus menangani istrinya yang super manja dan bawel.


"Kerja yang bener, jangan lupa makan, istirahat kalo capek, kalo emang udah capek banget suruh Hanzel yang kerjain" Ucap Dewi, hal yang sama yang dia katakan ketika Al berangkat kerja.


"Iya sayang, ada lagi" Tanya Al.


"Emm, kiss" Jawab Dewi dengan tersenyum.


"Itu pasti" Al mencium seluruh wajah Dewi tanpa terlewatkan sedikitpun. Terakhir dia mengecup bibir Dewi cukup lama kemudian mengigit hidungnya, bukannya marah, Dewi malah tertawa saat Al mengigit hidungnya.


"Suka banget sih gigit-gigit" Ucap Dewi.


"Gemes sayang, bentar pipinya belum" Al kembali mencium pipi Dewi dan sedikit mengigitnya.


"Udah" Tanya Dewi.


"Udah sayang" Jawab Al.


"Nunduk dikit" Al pun menunduk.


Cup


Dewi mengecup bibir Al singkat kemudian tersenyum.


"Aku berangkat ya" Ucap Al.


"Iya" Dewi menyalami tangan Al.


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumussalam" Dewi melambaikan tangannya saat Al masuk kedalam mobil. Dewi masih berdiri disana sampai mobil milik Al menghilang dibalik gerbang.


"Oke, saatnya beraksi" Ucap Dewi.


"Bunda" Panggil Dewi.


"Iya sayang, gimana" Tanya bunda.

__ADS_1


"Kita tunggu ibu dulu, bentar lagi pasti dateng" Jawab Dewi.


Mereka menunggu ibu Dewi sambil membersihkan rumah. Tidak lama setelah itu yang ditunggu pun datang. Mereka akhirnya memulai aksinya, yaitu menyiapkan pesta kecil-kecilan untuk Al. Dewi sangat bersemangat membuat kejutan untuk suaminya itu.


"Ibu, bunda, cantik nggak" Dewi menunjukkan kue yang baru dia hias.


"Cantik sayang, itu kue apa" Tanya bunda.


"Apa ya, nggak tau, Dewi lihat di yout*be" Jawab Dewi dengan cengengesan. Ibu dan bunda menggeleng melihat kelakuan anak cantiknya ini.


Mereka membuat hiasan sederhana dirumah itu, menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan. Para ayah juga sudah diberitahu untuk pulang lebih awal karena mereka akan mengadakan pesta ulang tahun untuk Al.


...****************...


Al masuk kedalam kantor, banyak karyawan yang menyapanya seperti biasa dan Al hanya membalas ala kadarnya saja.


"Kak Nike, apa jadwal ku hari ini" Tanya Al saat sampai didepan meja sekertarisnya itu. Al akan berbicara non-formal ketika hanya bersama Nike dan Hanzel.


"Nggak banyak kegiatan diluar sih, nanti setelah makan siang ada rapat dengan perusahan ***** cuma itu sih, selebihnya kegiatan didalam kantor, oh iya, masalah rapat yang kemarin udah aku susun didata ya, berkasnya udah aku taruh dimeja kamu" Jelas Nike.


"Oke kak, kakak nih makan terus" Ucap Al.


"Biar anak ku sehat" Ucap Nike sambil mengusap perutnya. Bumil satu ini emang suka banget ngemil.


"Ya udah, aku masuk dulu" Ucap Al.


"Oke" Al masuk kedalam ruangannya dan saat masuk dia disambut dengan berbagai macam berkas yang sudah menumpuk dimejanya itu.


"Semangat Al, demi istri tercinta" Al melepaskan jasnya kemudian mulai memperlajari berkas-berkas yang ada didepannya itu.


Saat sedang sibuk dengan kegiatannya, seseorang mengetuk pintu ruangannya.


"Masuk" Ucap Al tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas itu.


"Pagi pak" Sapa seorang wanita yang baru masuk.


"Maaf pak, saya ingin memberikan laporan keuangan bulan ini" Ucap orang itu dengan nada centilnya.


"Hmm, letakan disitu" Ucap Al dengan tak acuh, Al tau siapa yang datang, dia sebenernya sangat malas berurusan dengan dia tapi orang itu kerjanya bagus jadi Al tetap mempertahankannya.


"Ada yang bisa dibantu pak" Tanyanya.


"Tidak, pergilah" Ucap Al tanpa melihat orang itu sedikitpun.


"Saya permisi" Ucapnya yang hanya mendapat deheman dari Al.


"Alah, opo meneh iki (alah, apalagi ini)" Ucap Al kesal karena mendapatkan beberapa kata yang salah. Al menekan tombol ditelpon dan tidak lama Hanzel datang.


"Iya bos" Ucap Hanzel, disini hanya Hanzel yang memanggil Al dengan sebutan bos.


"Ini laporan dari siapa, kenapa masih banyak yang salah" Ucap Al kesal, Hanzel langsung menegang, Al itu sangat teliti, sedikit saja yang salah pasti dia tau.


Dengan keadaan lesu, Hanzel keluar ruangan Al dengan beberapa berkas, dia harus memarahi orang yang membuat laporan itu, sudah bekerja bertahun-tahun tapi masih saja salah, kan yang repot Hanzel.


...,,,,,,,,,...


Tak terasa, waktu berlalu dengan cepat, dirumah Al sudah banyak sekali jamuan makan malam dan sebuah kue berukuran sedang terletak ditengahnya.


"Alhamdulillah, selesai" Ucap Dewi dengan tersenyum sumringah.


"Sekarang kamu mandi sayang, biar seger" Ucap ibu.


"Siap bu" Dewi pergi kekamar, dia akan berdandan cantik untuk menyambut suaminya pulang.


"Selesai, olesan terakhir" Dewi mengambil lipstik berwarna pink dan mengoleskan dibibir.


"Oke udah siap" Dewi tersenyum melihat pantulan dirinya didepan cermin, walaupun tidak terlalu suka berdandan tapi setidaknya jika didepan suami dia harus terlihat cantik, bukan.?


Dewi membuka laci meja riasnya dan mengambil kotak yang ada disana. Sebuah kotak kecil yang dia hiasi dengan sebuah pita.

__ADS_1


"Pasti Al seneng banget dengan hadiah ini" Ucap Dewi dengan tersenyum.


Dewi turun kebawah dengan membawa kotak itu. Sambil menunggu Al pulang, Dewi memeriksa lagi meja makan, sebenarnya ini sudah saatnya makan malam tapi Al tidak kunjung datang membuat Dewi cemas.


"Tenang sayang, mungkin Al mampir kemasjid buat sholat" Ucap bunda.


"Iya bun" Dewi kembali duduk dan tidak lama dia mendengar suara mobil Al memasuki halaman rumah, senyum terukir diwajah cantiknya.


"Assalamu'alaikum" Ucap Al.


Mereka semua menjawab tapi dengan nada pelan sehingga Al tidak dengar.


"Kok sepi" Al bingung dan akhirnya menuju ruang makan.


"Kejutan" Al kaget karena saat masuk dia mendapat sambutan meriah. Al tersenyum saat mereka mulai menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuknya.


"Selamat ulang tahun suami ku" Ucap Dewi yang kini berdiri didepan Al.


"Makasih sayang" Al mengecup kening Dewi cukup lama.


"Makasih semuanya" Ucap Al dengan tersenyum.


"Sama-sama boy, ayo tiup lilinnya" Ucap bunda, Al mengangguk dan dia meniup lilin itu.


Banyak kado disana membuat Al semakin senang, tapi sepertinya istrinya belum memberi dia kado.


"Sayang, mana kado ku" Tanya Al. Dewi tersenyum sambil menatap orang tuanya dan mereka mengangguk.


"Happy birthday" Ucap Dewi sekali lagi dengan memberikan sebuah kotak kecil.


"Aku buka sekarang boleh" Tanya Al yang mendapat anggukkan dari Dewi.


Al membuka kado itu dan yang pertama dia lihat adalah sebuah surat, Al membuka dan membacanya.


Happy birthday my husband, dan selamat sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah.


Al tertengun membaca surat itu, dia buru-buru melihat isi didalam kotak dan yang dia temukan sebuah testpack dengan dua garis biru.


"Sayang, aku... " Al tidak melanjutkan ucapannya karena terlalu senang, Dewi mengangguk. Dengan cepat Al memeluk Dewi sangat erat, saking senangnya Al sampai meneteskan air matanya.


"Hai anak papa, sehat-sehat disana ya" Al turun kebawah dan memeluk perut Dewi kemudian menciumnya sangat lama.


Dewi merasakan kehangatan didalam perutnya saat Al menciumnya, tadinya perut Dewi sedikit tidak enak tapi setelah Al menciumnya entah kenapa rasa itu hilang.


"Makasih sayang, ini adalah kado terindah yang pernah aku terima" Ucap Al dengan memeluk Dewi, dia mencium kening Dewi cukup lama.


Akhirnya mereka memulai makan malam dengan canda tawa, semuanya bahagia bahkan orang yang bekerja disana juga ikut merasakan kebahagian itu. Tak hanya keluarga Al saja yang makan malam dengan menu mewah malam ini, tapi semua pekerja juga makan malam dengan menu yang sama.


Selesai makan malam, Al dan Dewi melaksanakan sholat isya berjama'ah, tak henti-hentinya Al mengucapkan syukur kepada yang maha kuasa karena telah dianugerahi seorang anak kembali.


"Sayang, aku seneng banget" Sedari selesai sholat, Al terus mencium Dewi dengan senyum yang tidak pernah luntur.


"Aku juga seneng Al, akhirnya kita diberi momongan lagi" Ucap Dewi sambil memeluk Al.


"Kamu mau apa sayang, nanti pasti aku turutin" Tanya Al.


"Belum ada sih, tapi nanti kalo ada aku pasti bilang" Jawab Dewi.


"Sayang, kita belum kasih tau Bintang loh" Ucap Dewi.


"Eh, iya sayang, ayo kayanya cauca hari ini baik" Ucap Al.


Mereka keluar kebalkon dan melihat bintang-bintang, walaupun tidak banyak tapi masih ada yang terlihat.


"Halo bintang, apa kabarnya, mama ada kabar gembira buat kamu sayang, kamu tau, kamu bakal punya adik, kamu seneng kan" Ucap Dewi sambil menatap langit. Al hanya tersenyum sambil memeluk Dewi dari belakang.


Mereka duduk dibalkon cukup lama sambil bercerita, rasa penat yang Al dapatkan tadi dikantor seketika hilang saat bertemu dengan istrinya itu. Al kembali mendengarkan cerita sang istri yang menceritakan kegiatannya tadi selama membuat kejutan untuknya. Senyum tak pernah luntur darinya, apalagi saat mendengar sang istri yang berusaha membuat semuanya sampai menonton video yout*be.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2