
...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys❗...
...|...
...|...
...|...
...|...
..._______________...
"Al" Panggil Dewi.
"Iya sayang" Ucap Al, dia mengusap rambut Dewi lembut. Saat ini mereka berada dikamar, setelah makan malam tadi mereka langsung masuk kekamar lagi, karena Dewi masih ingin beristirahat.
Dewi memeluk lengan Al dengan manja, dia semakin manja sekarang. Al tersenyum melihat Dewi yang manja kepadanya itu, dia mendekap tubuh istrinya itu. Btw, tubuh Dewi itu lebih kecil dari Al.
"Kenapa sayang ku" Al mengecup kening Dewi sayang.
"Kamu nggak marah sama aku" Tanya Dewi yang membuat Al mengerutkan keningnya bingung.vm
"Kenapa harus marah hmm" Tanya Al balik.
"Emm... Karena aku nggak bisa jaga anak kita dengan baik, aku belum bisa jadi istri yang baik buat kamu, aku takut kamu marah sama aku" Jelas Dewi. Lagi-lagi Al tersenyum.
"Sayang, denger aku baik-baik ya" Dewi hanya mengangguk didekapan Al.
"Aku nggak pernah nyalahin kamu soal anak kita, itu bukan salah kamu sayang, aku yakin kalo kamu juga udah bersusah payah jaga anak kita sayang, itu semua adalah takdir sayang" Ucapan Al terjeda sejenak, dia mencium kening istrinya itu lagi.
"Dan soal kamu" Al mencubit hidung Dewi gemas membuat Dewi tersenyum.
"Kamu itu udah yang terbaik buat aku, jadi diri kamu sendiri, lakuin senyaman kamu, aku nggak butuh kamu yang terlalu sempurna, bagi ku, kamu itu udah sempurna banget dimata ku, kamu yang terbaik pokoknya, selalu tersenyum dan selalu sama aku aja aku udah bahagia sayang" Al mempererat pelukkannya, Dewi menatap Al dari bawah, dan tersenyum senang.
"Makasih, kamu mau terima aku apa adanya, walaupun aku kaya gini" Ujar Dewi.
"Iya sayang, aku juga makasih sama kamu, karena kamu udah mau jadi istri aku" Ucap Al kemudian dia mengecup kening Dewi lagi.
"Al" Panggil Dewi, dia memainkan tangannya didada Al.
"Apa sayang" Tanya Al.
"Aku mau makan nasi ayam hainan yang ada di cafe kamu, kaya waktu itu" Ujar Dewi.
Nasi ayam hainan itu makanan dari khas Tionghoa atau lebih dikenal sebagai makanan tradisional Singapura. Gue nggak tau rasanya kek gimana, soalnya belum pernah nyoba 😂
"Besok ya sayang, sekalian kita check cafe, oke" Ujar Al.
"Tapi, mau ayamnya aja" Ucap Dewi yang membuat Al terkekeh, masa iya mau makan ayamnya doang.
"Nggak mau makan nasinya" Tanya Al.
"Nggak, nasinya mau nasi goreng" Jawab Dewi yang lagi-lagi membuat Al tertawa.
Kan aneh aja gitu, masa iya makanan Tionghoa dicampur sama makanan Indonesia, ada-ada aja emang.
"Emangnya enak gitu" Tanya Al lagi.
"Nggak tau, makanya pengen nyoba" Jawab Dewi.
"Oke sayang, sekarang kamu tidur ya" Ucap Al, Dewi malah menggeleng menanggapi ucapan Al.
__ADS_1
"Terus" Tanya Al bingung.
"Ayo keluar, lihat anak kita" Jawab Dewi.
Hati Al langsung terenyuh, dia ingat kalo kemarin dia mengatakan kalo anak mereka akan menjadi bintang diatas sana dan kebetulan sekali, langit malam ini sangat terang, sudah pasti banyak bintang bertebaran disana.
"Ayo Al, aku mau lihat anak kita" Dewi menarik lengan Al yang membuat siempunya tersadar dari lamunannya.
"Eh, iya sayang" Al turun dari ranjang dan mengikuti Dewi yang keluar dan duduk dikursi yang ada dibalkon kamar mereka.
"Al, anak kita punya banyak temen ya" Ucap Dewi dengan polosnya.
"Iya sayang, makanya kamu jangan sedih lagi ya, anak kita udah bahagia, banyak temennya disana" Al merangkul Dewi agar lebih dekat dengannya.
Hanya ini satu-satunya jalan agar Dewi kembali tersenyum, meng-iyakan ucapannya dan menuruti keinginannya. Al hanya tidak mau istri cantiknya ini larut dalam kesedihan. Hatinya sangat sakit melihat Dewi yang terus berontak seperti kemarin yang selalu menanyakan anaknya.
"Iya, aku janji, biar anak kita nggak sedih lagi" Ucap Dewi, dia merebahkan kepalanya didada Al sambil memainkan kancing bajunya.
"Al"
"Iya"
"Bunganya cantik" Dewi melihat bunga yang baru bi Surti pindahkan tadi sore.
"Cantik juga kamu" Al mencubit hidung Dewi.
"Gombal" Dewi melepaskan pelukkan Al dan beralih kepada bunga-bunga itu.
Al hanya tersenyum melihat Dewi yang senang dengan kehadiran bunga-bunga dibalkon mereka.
"Mungkin ini bisa membuat luka dihati kamu mereda sayang" Pikir Al, dia mendekati Dewi dan ikut jongkok disana.
"Kenapa hmm" Tanya Al sambil mengusap rambut Dewi.
"Disini dulu ya, sambil lihat anak kita sama lihat bunga-bunga cantik" Ujar Dewi yang mendapat anggukkan dari Al.
Mereka berdua duduk dibawah sambil bersandar didinding balkon kamar, melihat indahnya bintang yang berkedip-kedip diatas sana. Sedang bulan hanya setengah, dia malu-malu menampaknya dirinya diantara bintang-bintang yang bertebaran sangat banyak diatas sana.
Sudah hampir satu jam mereka duduk dibalkon itu sambil menatap bintang, Al tidak lagi mendengar ocehan dari istrinya itu, dia melihat kearah Dewi yang sedang bersandar dipundaknya. Ternyata istrinya sudah tertidur, pantas saja dia tidak mengoceh lagi, karena sedar tadi Dewi terus bercerita tanpa henti, Al hanya tersenyum melihat Dewi yang sudah tertidur dipundaknya itu. Dengan perlahan dia menggendong Dewi, membawanya masuk dan merebahkannya diatas kasur dengan perlahan.
"Tidur nyenyak istri ku" Ucap Al, dia mengusap kening Dewi.
Setelahnya, dia pergi untuk menutup jendala dan pintu balkon, kemudian dia pergi ke kamar mandi, barulah setelahnya dia akan tidur bersama dengan istri kesayangannya itu.
***
Pagi pun tiba, Dewi bangun lebih dulu dari pada Al, dia menatap wajah tampan suaminya itu, mengusap rahang Al kemudian mengecupnya. Rasanya tidak akan bosan untuk terus menatap wajah tampan suami kesayangannya ini. Semakin hari, dia semakin menyayangi Al, apalagi perhatian Al yang begitu besar kepadanya, membuat Dewi semakin sayang padanya.
"Al, sayang bangun yuk" Ucap Dewi, dia mengoyang-goyangkan lengan Al pelan.
"Egghhhh...." Al mengeliat, dengan perlahan dia membuka matanya dan melihat Dewi yang sedang tersenyum melihatnya.
"Apa sayang" Tanya Al dengan suara serak khas bangun tidurnya.
"Ayo siap-siap sholat subuh" Ajak Dewi. Al tersenyum karena biasanya dia yang akan membangunkan Dewi tapi kali ini Dewi lah yang membangunkannya.
"Iya, kamu duluan gih" Ucap Al sambil duduk. Dewi mengangguk kecil kemudian dia turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi.
***
Seperti keinginan Dewi semalam, mereka pun kini sudah berada di cafe milik Al yang tentunya sudah menjadi milik Dewi juga. Niatnya Al akan membalik nama pemilik cafe ini menjadi atas nama Dewi setelah mereka lulus nanti agar Dewi tidak perlu lagi mencari kerja diluar sana, sedangkan Al sendiri.? Jangan ambil pusing, dia punya warisan dari alm. kakeknya yang tentunya bukan main-main banyakknya.
__ADS_1
"Ayo sayang, dimakan dong, katanya semalem pengen" Ucap Al, sekarang ini mereka berada diruangan Al, yang pasti bisa melihat keluar, kaca ruangan itu hanya satu jalur a.k.a hanya orang yang ada didalam ruangan yang bisa melihat keluar sedangkan orang diluar tidak akan bisa melihat kedalam.
"Suapin" Ucap Dewi dengan manja, entahlah, Dewi semakin hari semakin manja dengan Al, atau mungkin karena dia sudah benar-benar nyaman dengan Al.? Maybe.
"Sini aku suapin" Al pun dengan senang hati menyuapi Dewi makan hingga habis.
"Al, aku mau keliling cafe ya" Ucap Dewi setelah selesai makan.
"Iya sayang, kalo capek langsung balik kesini ya, aku mau periksa keuangan bulan ini" Ucap Al.
"Siap bos" Ucap Dewi yang membuat Al terkekeh karena Dewi seperti anak kecil yang menurut kepada ayahnya.
"Dah suami ku" Dewi mengecup sekilas pipi Al dan keluar dari ruangan itu.
"Beh, ya Allah, dapet morning kiss dong" Ucap Al saat Dewi sudah keluar dari ruangan itu.
***
Dibawah, Dewi berkeliling cafe itu dengan semangat, para pelayan disana membiarkannya saja karena mereka tau kalo tuannya yang membawa Dewi kesini jadi mereka mengira kalo Dewi adalah kekasih Al. Ya emang sih, lebih tepatnya istri.
"Nona cari apa" Tanya salah satu pelayan kepada Dewi saat wanita itu memasuki dapur.
"Hmm, nggak cari apa-apa kok mbak, aku lagi keliling aja" Jawab Dewi ramah.
"Oh gitu, kalo butuh apa-apa bilang aja ya non" Ujarnya.
"Oke mbak" Ucap Dewi, dia kembali menyusuri dapur itu hingga kedalam-dalamnya.
"Hmm hmm" Dewi bersenandung sambil mengeliling dapur yang bersih itu, dia yakin kalo orang-orang disini sangat rajin.
Sedangkan didepan dapur, Al sedang bertanya kepada salah satu pelayan apakah mereka melihat Dewi dan tentu mereka langsung berkata kalo Dewi sedang melihat-lihat dapur. Al pun akhirnya masuk kedalam dapur yang belum pernah sama sekali dia masuki.
"Sayang, kamu dimana" Ucap Al sedikit berteriak. Dewi yang kebetulan mendengar suara Al pun langsung keluar dan memeluk lengan Al.
"Kenapa sayang" Tanya Al. Banyak orang didapur yang menatap mereka tapi mereka tidak perduli.
"Aku mau coba masak disini ya, boleh ya" Pinta Dewi, tentu Al tidak keberatan toh istrinya pandai memasak.
"Silakan sayang, lakukan sesuka mu" Ucap Al, dengan girang Dewi mendekati salah satu pantry dan mulai memasak disana.
Al hanya memperhatikan Dewi yang asik memasak disana dan dia juga menyuruh para pegawainya itu untuk kembali bekerja seperti semula. Tidak lama, cukup waktu 20 menit untuk Dewi menyelesaikan masakannya dan langsung meminta Al menyicipinya. Tidak salah emang, masakan istrinya ini memang selalu enak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai guys...
I'm back... hehehe
Sorry belum bisa nge-revisi bab 57 karena gue lagi mikir ulang ceritanya kaya gimana, ada yang bisa jelasin dikit aja, yang bagian tengah, hehehe, gue cuma lupa bagian itu sih sebenernya.
Ohya, btw
Makasih banget buat kalian yang udah mau baca cerita gue, huhuhu....
Baru kali ini gue dapet level begini 😢 terharu banget sumpah.
Walaupun cerita gue ini masih amburadul nggak jelas tapi kalian masih mau dukung gue, thank's banget guys...
Love buat kalian ❤❤❤
__ADS_1