Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)

Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)
Kalung Berlian


__ADS_3

...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys ❗...


...|...


...|...


...|...


...|...


..._____________...


Saat ini Dewi dan Al sedang sarapan dikantin, mereka menikmati makanan seperti biasa, seperti tidak terjadi apa pun dengan mereka. Tanpa mereka sadari, ditempat yang tidak jauh dari mereka, beberapa orang sedang menatap mereka dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Tuh kan, Al biasa aja, kaya nggak abis kenapa-napa" Ujar Kennan.


"Iya, Al kelihatan seger kaya biasa" Lanjut David.


"Atau, mereka beneran udah..." Ucap Daffa menggantung.


"Yah bos, makin susah dong kalo mereka udah itu" Ucap Daffa.


"Ita itu, kalo ngomong yang jelas" Ucap Fariz.


"Tapi, gimana pun caranya gue mau Dewi jadi milik gue walaupun dia udah pernah ngelakuin sama Al, gue nggak perduli" Lanjutnya.


"Terus mau pakek cara apa nih" Tanya David.


"Gue tau" Ucap Kennan.


"Apa" Tanya Fariz.


"Gini..." Kennan berbisik kepada mereka.


"Apa nggak terlalu beresiko" Tanya Daffa.


"Gue nggak perduli, kalo cara itu bisa buat Dewi jadi milik gue, apapun resikonya gue bakal tanggung" Ucap Fariz.


"Iya deh" Ucap Daffa.


"Kapan nih kita jalanin misi ini" Tanya David.


"Kalo Dewi lagi sendirian, tapi dia jarang keluar rumah kalo nggak ditemenin si Al" Jawab Kennan.


"Lo tau dari mana" Tanya Fariz.


"Ye si bos, kan lo sendiri yang nyuruh gue awasin setiap gerak-gerik Dewi, kemana pun Dewi pergi" Jelasnya.


"Iya sih" Ujar Fariz.


Mereka kembali berdiskusi, entah apa yang ingin mereka lakukan, kita tinggalkan dulu mereka mari kembali dengan pasutri muda yang sedang asik makan.


"Tumben mau sarapan dikantin" Ujar Al.


"Pengen aja sih, udah lama kan nggak sarapan dikantin" Ucap Dewi.


"Iya, sayang nanti aku mau ke markas, kalo kamu mau pergi keluar ajak sopir ya, jangan sendiri" Ucap Al.


"Iya Al" Dewi kembali memasukkan nasi kedalam mulutnya. Al menyelipkan rambut Dewi kebelakang telinganya.


"Apa Al" Tanya Dewi, Al hanya tersenyum, tangannya masih asik mengusap-usap wajah Dewi.


"Kenapa sih" Dewi memegang tangan Al.


"Sayang, biarin dulu aku natap wajah kamu ya, nanti aku bakal lama dimarkas jadi pasti kangen" Ucap Al.


"Lebay banget sih, orang cuma ke markas doang, kaya mau kemana aja" Ujar Dewi.


"Nggak boleh gitu sama suami, dosa" Al menoel hidung Dewi yang membuat pipi Dewi bersemu merah.


"Apa sih Al" Ucap Dewi.


"Cie blussing cie" Goda Al.


"Udah Al, jangan gini, ini di kantin tau" Ucap Dewi.


"Malu ya, cie" Al mencubit pelan pipi Dewi.


"Ya Allah, suami hamba kenapa, kenapa hari ini ngeselin banget" Ujar Dewi.

__ADS_1


"Hahaha, panggil aku sayang dulu baru aku nggak jail lagi" Ujar Al dengan tertawa.


"Nggak mau, malu tau" Ucap Dewi.


"Ayo lah sayang" Rengek Al seperti anak kecil.


"Nggak Al, malu tau" Ucap Dewi tapi Al masih saja merengek seperti anak kecil yang ingin dibelikan mainan.


"Iya sayang iya, Ya Allah" Ucap Dewi.


"Nah gitu dong, panggilnya sayang, my husband kek, my love kek, suami ku gitu kan enak" Ujar Al.


"Apa sih, lebay" Ucap Dewi, emang dasarnya Dewi nggak pernah kaya gitu jadi menurutnya itu sangatlah lebay.


"Yah sayang" Ucap Al dengan cemberut.


"Apa sih" Dewi mencubit pipi Al karena gemas dengannya yang manja.


Dari kejauhan Fariz dan teman-temannya melihat itu semua, hal itu membuat Fariz terbakar api cemburu, pasalnya Dewi yang terkenal anti cowok tapi kini dia bisa tertawa bahkan tersipu malu hanya karena Al yang nobe nya adalah murid baru.


"Gue nggak terima ini, gue mau Dewi secepatnya jatuh ketangan gue, Ken tetap awasi kemana pun Dewi pergi kalo ada kesempatan langsung luncurkan rencana kita" Ucap Fariz, dia pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Kennan.


"Buset, si bos ngebet banget sama Dewi" Ucap Daffa.


"Maklumlah, bos kan terobsesi sama Dewi" Ucap David.


"Lo masih terus awasi dia kan Ken" Lanjut David.


"Iya, gue masih terus awasi dia kemana pun dia pergi" Ucap Kennan.


"Semangat, gue bantu do'a hahaha" Ucap Daffa dengan tergelak disusul oleh David.


"Kurang ajar" Ucap Kennan.


Bel masuk sudah berbunyi, membuat semua murid masuk kedalam kelas masing-masing begitu pula dengan Dewi dan Al, entah apa yang terjadi dengan Al tapi sedari tadi dia tidak melepaskan tangan Dewi hingga masuk kelas.


"Lepas Al, ini udah di kelas" Ucap Dewi, dengan tidak rela akhirnya Al pun melepaskan tangan Dewi, walaupun Al duduk tepat di belakangnya tapi rasanya tidak rela kalo harus jauh dari Dewi. Ck lebay, wkwkwk.


"Laki lo kenapa tuh" Tanya Viola dengan berbisik.


"Tau tuh, dari tadi kaya gitu, minta di panggil sayang lah, selalu megang tangan gue, maunya deket gue terus, tau deh kesambet apa" Jelas Dewi.


"Iya lah, dari pada nempel muluk yakan" Jawab Dewi.


"Jangan gibahin gue, tuh guru nya dateng" Ucap Al, Dewi dan Viola hanya cekikikan mendengar ucapan Al.


Skip pulang sekolah.


Saat ini Dewi sedang memilihkan baju untuk Al pakai saat akan ke markas sedangkan Al sendiri, dia malah berdiri di depan cermin.


"Sayang sini deh" Ucap Al.


"Apa, aku masih cari baju buat kamu" Ujar Dewi.


"Nanti lagi, sini dulu bentar" Dewi pun mendekati Al yang berdiri di depan cermin.


"Kenapa" Tanya Dewi.


"Duduk sini" Al mengarahkan Dewi untuk duduk di kursi meja rias.


"Apa sih" Dewi menatap wajah Al dari cermin.


"Aku punya sesuatu" Ucap Al.


"Apa itu" Tanya Dewi.


"Tutup mata dulu" Pinta Al.


"Kenapa harus tutup mata" Tanya Dewi.


"Ayo lah, tutup mata bentar" Dewi pun menurut, dia menutup matanya.


"Nah, sekarang buka mata kamu" Dewi membuka matanya.


"Ya Allah, cantik banget" Ucap Dewi.



"Kamu suka" Tanya Al.

__ADS_1


"Suka banget, tapi Al ini pasti mahal kan" Ucap Dewi, dia menatap wajah Al dari bawah.


"Nggak papa sayang, jangankan kalung ini, kamu mau minta rumah juga pasti aku beliin" Ucap Al.


"Dasar" Dewi mencubit pipi Al.


"Aku pakaiin ya" Dewi mengangguk.


"Cantik, apalagi yang pakek cewek cantik" Ucap Al, dia meletakan kepalanya di pundak Dewi.


"Gombal banget" Ucap Dewi.


"Nggak gombal sayang, beneran tau kamu kan emang cantik" Ucap Al.


"Cantik mana sama mantan kamu waktu smp" Tanya Dewi yang membuat Al terkejut tentunya.


"Hah, kamu tau dari mana" Tanya Al balik.


"Jawab aku dulu Al" Ucap Dewi.


"Cantik kamu, 100% cantik kamu" Ucap Al.


"Bohong nih" Dewi menatap wajah Al dari pantulan cermin.


"Nggak sayang, beneran cantik kamu" Ucap Al.


"Sekarang jawab, kamu tau dari mana aku punya mantan waktu smp" Tanya Al, dia kembali meletakan kepalanya dipundak Dewi.


"Buku kamu" Jawab Dewi.


"Buku" Al berpikir, buku apa yang ada bahasan tentang mantan.


"Iya, buku apa ya, biologi atau fisika, waktu mau aku taruh lagi ada kertas jatuh, karena penasaran jadinya aku baca aja" Jelas Dewi.


"Oh lah, Dewi kok bisa dapet buku itu sih, semoga dia nggak baca yang lainnya lagi" Batin Al.


"Kamu kenapa bengong" Tanya Dewi.


"Eh, nggak sayang, aku lagi mikir buku yang mana, aku aja lupa kok" Jawab Al setenang mungkin.


"Oh gitu" Ucap Dewi.


"Hmmm, kamu nemu dimana buku itu" Tanya Al.


"Di rak kitab" Jawab Dewi.


"Oh, ya udah sekarang pilihin aku baju" Al kembali berdiri tegak.


"Heran deh, kata bunda kamu tuh mandiri tapi kenapa setiap sama aku manja banget, baju aja minta di cariin" Dewi berjalan ke arah lemari.


"Sayang, itu kan dulu kalo sekarang aku udah ada kamu, aku juga mau dong dimanja gitu" Al memeluk Dewi dari belakang, sedangkan Dewi hanya membiarkannya saja.


"Iya-iya, nih ganti baju terus berangkat" Dewi memberikan baju kepada Al.


Setelah selesai menganti baju, Al menemui Dewi yang duduk di balkon kamar dengan memangku laptop.


"Sayang" Panggil Al.


"Hmmm, udah" Tanya Dewi, Al hanya mengangguk.


"Mau langsung berangkat" Tanya Dewi lagi tapi Al malah duduk disamping Dewi.


"Kenapa" Tanya Dewi, dia mengusap kepala Al yang kini sedang bersandar dibahunya.


"Kenapa kok aku kaya nggak rela ya ninggalin kamu" Ucap Al.


"Apa sih Al, kamu itu terlalu bucin jadinya gitu" Ucap Dewi.


"Hmmm, ya udah deh aku berangkat ya" Ucap Al.


"Iya, hati-hati dijalan" Ucap Dewi.


"Iya sayang" Al pun pergi ke markas sedangkan Dewi lanjut menonton film laga kesukaannya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Next or no.?


Komen dibawah ya😉

__ADS_1


__ADS_2