
Huuff
Al menghembuskan napasnya kemudian membaringkan tubuhnya diatas kasur. Dewi yang baru keluar kamar mandi heran melihat wajah Al yang sangat lelah. Dewi berjalan mendekati Al.
"Al" Panggil Dewi.
"Hmmm" Al kemudian membuka matanya, dilihatnya Dewi, dari raut wajahnya terlihat dia seperti ingin bertanya.
"Kenapa Wi?" Tanya Al.
"Emm, nggak papa kok, lo mending mandi deh" Jawab Dewi.
"Nanti" Ucap Al.
"Ih, Al. Mandi sana, lo tuh baru pulang, mana keringat banyak gitu" Ucap Dewi, dia masih berdiri ditempatnya. Al duduk setelah mendengar ucapan Dewi.
"Udah sana mandi, ngapain malah duduk disitu" Ucap Dewi.
"Iya-iya, ini mandi" Ucap Al kemudian berdiri dan masuk kekamar mandi.
Ceklek
Baru saja masuk, Al sudah membuka pintu kamar mandi tapi hanya kepalanya saja yang keluar.
"Kenapa?" Tanya Dewi heran.
"Handuk" Jawab Al membuat Dewi menghela napas, ini kebiasaan Al sejak pertama menikah selalu lupa bawa handuk ketika mandi.
"Lain kali jangan ditinggal lagi" Ucap Dewi.
"Iya-iya" Ucap Al.
"Iya-iya muluk, tapi selalu aja diulang" Omel Dewi sedang yang Al hanya cengengesan mendengar omelan Dewi.
"Udah sana buru mandi" Perintah Dewi.
"Iya" Ucap Al.
"Dasar, selalu aja gitu" Dewi ngomel-ngomel sendiri karena kesal dengan Al.
...___________...
Setelah makan malam dan sholat isya, Dewi dan Al kini sedang belajar bersama. Dewi memperhatikan Al sejak tadi, dia ingin bertanya tapi dia urungkan.
"Kenapa Wi?" Tanya Al yang sadar karena Dewi memperhatikannya sejak tadi.
__ADS_1
"Lo nggak pergi malam ini?" Tanya Dewi balik.
"Hmmm, nggak" Jawab Al.
"Oh" Dewi kembali fokus pada bukunya sedangkan Al jadi heran karena Dewi menanyakan itu.
"Emang kenapa sih?" Tanya Al.
"Nggak papa" Jawab Dewi cepat.
"Ada yang mau lo tanyain" Ucap Al yang mendapat gelengan kepala dari Dewim
"Yakin" Ucap Al sekali lagi.
"Iya" Al menghembuskan napasnya.
"Lo kenapa sih Wi?" Tanya Al.
Brak
"Harusnya gue yang nanya, lo kenapa" Ucap Dewi sembari mengebrak meja kemudian berjalan kearah tempat tidur.
"Eh" Buru-buru Al menyusul Dewi tanpa membereskan meja belajar.
"Wi" Panggil Al.
"Kenapa sih, coba ngomong baik-baik" Ucap Al yang kini sudah duduk disamping Dewi.
Dewi tidak menghiraukan Al, dia memilih berbaring dan menaikan selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.
"Wi" Al menyentuh bahu Dewim
"Jangan pegang-pegang" Ucapan Dewi membuat Al menjauhkan tangannya.
"Oke maaf, gue salah, gue pergi karena mau ketemu temen-temen gue, Wi. Gue udah lama nggak ketemu mereka dan ya... Mereka minta gue buat dateng lagi tadi sore. Terus buat semalem itu..." Ucap Al menggantung. Peka juga ternyata.
"Apa" Ucap Dewi.
"Sebenarnya gue udah mau balik tapi temen gue ngalangin jadinya gue nggak bisa balik cepet" Sambung Al.
"Sorry" Ucap Al lagi. Dewi tidak menanggapi ucapan Al, tidak lama Al mendengar suara tangisan. Maklum, lagi sensitif jadi mudah nangis dan marah, haha.
"Wi, jangan nangis ya, please. Lo kenapa nangis sih" Ucap Al dengan membuka sedikit selimut yang menutupi Dewi.
"Wi, coba deh ngomong" Ucap Al kemudian mengangkat tubuh Dewi agar duduk. Dewi tidak mengelak.
__ADS_1
"Coba ngomong sama gue, lo kenapa, hmm" Ucap Al.
"Hiks... Gue kemarin... Hiks... Mau ikut lo tapi.. Hiks... Lo nggak ngebolehin terus tadi... Hiks... Lo pergi nggak ngomong... Hiks... Sama gue... Hiks.." Ujar Dewi dengar terisak. Spontan Al memeluk Dewi.
"Sorry, gue bukan nggak mau ngajak lo tapi temen gue cowok semua dan disana nggak ada ceweknya jadi gue nggak mau lo ikut" Jelas Al.
"Terus... Hiks... Tadi kenapa nggak ngomong... Hiks... Mau pergi... Hiks" Tanya Dewi masih dengan isakannya.
"Gue tadi buru-buru, sorry, gue bener-bener lupa mau ngomong sama lo" Jawab Al sambil melepaskan pelukannya.
"Udah ya, jangan nangis lagi" Ucap Al, tangannya mengelap air mata Dewi yang jatuh membasahi wajah cantiknya.
"Lebih baik sekarang tidur ya" Ucap Al.
"Tunggu" Ucap Dewi.
"Mau apa lagi, hmmm" Tanya Al.
"Terus yang waktu itu lo pergi, pulang-pulang bau lo nggak enak, lo habis dari mana" Al langsung bingung mendengar pertanyaan dari Dewi, dia harus menjawab apa.
"Aduh, nih anak masih inget aja, gue harus bilang apa dong" Batin Al bingung
"Kok diem sih" Ucap Dewi membuat Al tersadar.
"Emmm... Itu, temen-temen gue kan banyak.. Jadi.. Emmm... Kemarin itu ada yang bawa rokok sama minuman... Terus..." Ucap Al menggantung.
"Apa, lo ikut minum juga, ha" Ucap Dewi, dia mulai menangis lagi.
"Eh, enggak, gue nggak minum, sumpah Wi, gue nggak minum" Ucap Al cepat.
"Terus apa... Hiks" Tanya Dewi dengan terisak.
"Itu... Mereka yang pada minum itu duduk deket gue terus ada yang rangkul-rangkul gue gitu, jadi baju gue bau juga" Jelas Al.
"Lo nggak bohong kan" Ucap Dewi.
"Enggak Wi, gue nggak bohong" Ujar Al.
"Awas aja sampe lo bohong" Ucap Dewi, Al hanya mengangguk saja.
"Awas, gue mau tidur" Al pun pindah ketempatnya, dia juga ikut tertidur tapi sebelum itu dia memandang wajah Dewi yang sembab akibat menangis tadi.
"Sorry Wi, nggak semuanya yang gue ucapin tadi bener" Gumam Al kemudian mengecup kening Dewi.
"Good Night My Wife" Kemudian Al pun ikut tidur.
__ADS_1
...----------------...