
"Kenapa tuh pelayan manggilnya tuan sama nona ya, biasanya kan kalo sama pelanggan kebanyakan mas atau mbak gitu?" Tanya Viola keheranan.
"Karena ini cafe punya gue," Jawab Al, kemudian dia meminum jus nya.
"What, punya lo, yang bener aja lo," Ucap Viola kaget.
"Bener lah," Jawab Al santai.
"Bener punya lo, bukan punya bokap lo?" Tanya Viola masih tidak percaya.
"Benerlah, ini gue rintis sendiri dengan uang tabungan gue sejak Sd, terus minta tambahan dikit sama bokap, ya jadi deh, cafe kecil-kecilan kek gini," Jelas Al.
"Wah, gila lo, selain cakep, pinter, ternyata lo juga pemilik cafe, gue salut sama lo," Ucap Viola. Dewi hanya diam menyimak saja.
"Hahaha, udah yuk makan, habis itu kita kerjain tugas," Ucap Al.
...Skip...
Kini mereka telah menyelesaikan tugas mereka. Dan kini Dewi sudah pulang sebelumnya dia tadi kebutik dulu untuk mengambil baju yang sudah dipesan Ibunya itu, lebih tepat itu adalah gaun yang sangat elegan dan pas dengan tubuh Dewi.
Hari-hari Dewi serasa berjalan dengan cepat hingga kini tiba saatnya dia bertemu dengan calon suaminya itu, Dewi sekarang sedang berdiri didepan cermin memandangi penampilannya.
Tok...Tok...Tok...
Ceklek...
__ADS_1
Pintu kamar Dewi dibuka, masuklah Ibu Dewi kedalam kamar.
"Aduh, anak Ibu cantik banget," Puji Ibu sambil tersenyum.
"Makasih Bu," Jawab Dewi.
"Yaudah, ayok turun, mereka udah datang," Ajak Ibu, kemudian mereka turun kebawah. Dan seperti perkataan Ibu, keluarga dari pihak pria sudah datang, tapi entah dimana orang yang akan dijodohkan dengan Dewi, dia belum kelihatan.
Tak...Tak...Tak...
Suara langkah kaki menuruni tangga, semua orang yang ada disana langsung melihat kearah tangga dan mereka tersenyum.
"Selamat malam om, tante," Sapa Dewi sambil tersenyum kemudian dia ikut duduk dengan Ayah dan Ibunya yang juga sudah duduk.
"Malam Nak, wah cantik sekali Anak kalian ya," Ucap wanita paruh baya yang tak lain adalah Bunda dari pria yang akan dijodohkan dengan Dewi.
"Terimakasih tante," Ucap Dewi.
"Ohiya, dimana jagoan kalian, kok nggak kelihatan," Ucap Ibu Dewi.
"Dia ada diluar jeng, biasa temannya lagi nelfon," Ujar tante Siska.
"Ya sudah, bagaimana kalo kita makan malam dulu, baru kita bicarakan masalah perjodohan ini," Ucap ayah.
"Boleh, Bun panggil Anak kita dulu ya," Ucap om Bimo.
__ADS_1
"Iya Yah, saya panggil anak kami dulu ya mas Farhan, Jeng Meta," Ujar tante Siska.
"Iya jeng," Ucap Ibu sedangkan Ayah hanya mengangguk saja, kemudian tante Siska pergi keluar untuk memanggil Anaknya.
Sedangkan Dewi? Dia hanya menyimak saja. Mereka pun akhirnya menuju ruang makan, sambil menunggu tante Siska dan anaknya, Ibu dan Dewi menyiapkan makanan. Tak lama tante Siska dan anaknya datang.
"Nah, ini Anak kami mas Farhan, Jeng Meta" Ucap tante Siska. Kemudian mereka melihat kearah tante Siska dan Anaknya itu.
"Kamu," Ucap Dewi dan pria itu bersamaan. Mereka sama-sama terkejut dengan apa yang mereka liat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siapa ya kira-kira pria itu.? Tebak hayoo😄Pasti bener deh tebakan kalian, wkwkwk.
Masih mau lanjut.?
Jangan Lupa Dukungannya Ya.
Like
Koment
Vote
Rate
__ADS_1
Luf Reader Tercinta❤
Tata, Sampai Jumpa Eps Berikutnya.