
...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys ❗...
...|...
...|...
...|...
...|...
...__________________...
Setelah selesai makan, mereka jalan-jalan didekat pantai sambil menikmati suasana indah dipantai dan menunggu matahari tenggelam.
Dan tidak jauh dari mereka....
"Mana mereka" Tanya Fariz.
"Ada kok tadi, bentar" Daffa melihat sekitar begitupun Fariz dan yang lain.
"Itu mereka" Ujar Ken sambil menunjuk Dewi dan Al yang sedang main kejar-kejaran dipinggir pantai itu.
"****... Sial banget sih, kenapa tuh orang masih hidup" Ucap Fariz geram.
"Lo lupa bos, kalo kalian itu sama, sama-sama ketua geng yang licik, so bisa aja sebenernya Al itu udah pakek pelindung" Ucap David dengan santainya.
"Hmm, masuk akal" Ucap Fariz.
Sedang Dewi dan Al.
"Ayo kejar aku Al" Ucap Dewi sambil berlari.
"Jangan lari-lari sayang, nanti jatuh" Ucap Al sambil mengejar Dewi tapi dia tidak berlari melainkan jalan dengan cepat.
"Hahaha, capek aku" Dewi berhenti dan berdiri dibibir pantai.
"Kan udah aku bilang, jangan lari" Ucap Al sambil mengacak-acak rambut Dewi.
"Huh, capek, ayo gendong" Ucap Dewi, dia menaikkan tangannya bersiap untuk digendong.
"Kamu tuh ya" Al mengacak-acak rambut Dewi kemudian berjongkok didepannya.
"Yeeyyy" Dewi pun senang karena Al mau menggendongnya.
"Sekarang kemana hmm" Tanya Al.
"Jalan-jalan aja disini" Jawab Dewi.
"Oke sayang" Al pun berjalan dengan santai sambil menggendong Dewi.
"Al, lepasin sendal ku, nanti jatuh" Ucap Dewi.
"Iya sayang" Al melepaskan sendal Dewi dan memberikannya kepada Dewi.
"Makasih sayang" Karena terlalu senang Dewi pun mencium pipi Al. Al langsung tersenyum karena sedari tadi Dewi terus menciumnya.
"Udah mau maghrib, ayo pulang" Al pun berjalan keluar dari pantai.
"Sayang Al banyak-banyak" Ucap Dewi, dia memeluk leher Al.
"Iya sayang, aku juga sayang sama kamu" Ucap Al sambil tersenyum.
Saat mereka keluar, mereka tidak sengaja melewati geng nya Fariz tapi mereka tidak melihatnya karena mereka terlalu asik sendiri.
"Besok mau kemana lagi" Tanya Al.
Percakapan mereka sekarang ini bisa didengar dengan jelas oleh Fariz dkk.
"Ke pantai pasir putih yuk" Ajak Dewi.
"Oke sayang" Ucap Al.
"Hp nya mana" Tanya Dewi.
"Ini, buat apa" Tanya Al sambil memberikan ponsel kepada Dewi.
"Mau foto hehehe" Dewi pun mengambil foto dia yang masih digendong oleh Al.
__ADS_1
"Ayo senyum" Ucap Dewi.
"Sayang" Keluh Al.
"Ayolah" Rengek Dewi, Al pun menghela napas pasrah, dia akhirnya senyum dan Dewi langsung memotret.
"Yeey, kan bagus" Dewi masih asik bermain dengan ponselnya sedangkan Al hanya geleng-geleng kepala saja.
Berhubung hotel yang mereka pesan tidak terlalu jauh jadi mereka memilih berjalan saja.
"Besok ikuti mereka" Ucap Fariz saat Dewi dan Al sudah menjauh.
"Oke bos" Ucap mereka serempak.
Fariz masih tidak rela kalo Dewi bersatu dengan Al, apalagi tadi melihat Dewi yang tertawa bahagia bersama Al, itu membuatnya semakin sakit lagi.
"Salah satu dari kalian, ikuti mereka" Perintah Fariz.
"Oke bos" Salah satu dari mereka pun mengikuti Al dan Dewi sampai dihotel.
"Kamu nggak capek" Tanya Dewi saat mereka akan sampai dihotel.
"Nggak kok, lagian deket" Jawab Al.
"Tapi kasian, aku turun aja deh" Ucap Dewi.
"Eh, yakin" Ucap Al.
"Iya" Dewi pun turun dari punggung Al.
"Mending gini aja" Dewi memeluk lengan Al kemudian mereka kembali berjalan.
"Iya sayang, suka-suka kamu" Ucap Al.
Mereka terus berjalan sambil bercanda ria berdua. Tertawa bersama sepanjang jalan.
"Al, kaya ada yang ngikutin deh" Ucap Dewi dengan sedikit berbisik, dia semakin memeluk Al karena takut.
"Hmm" Al pun berbalik tapi dia tidak melihat orang yang mencurigakan walaupun dia merasakan hal yang sama dengan Dewi.
"Jangan jauh-jauh ya" Ucap Al, Dewi mengangguk dengan cepat.
Dreettt...Drettt...Drettt...
"Halo bang" Ucap Al.
"Bangs** kemana aja lo, gue telpon kenomer lo kok nggak aktif njing" Tanya Airo dengan sedikit ngegas.
"Aduh, rip kuping, hp gue mati bang, belum lama" Jawab Al dengan santai.
"Anj... lo, santai banget, nggak tau apa gue kalang kabut kaya gini, untung gue inget kalo gue punya nomer Dewi" Ngegas muluk nih si abang.
"Kenapa sih bang, kok marah-marah, eh kenapa sayang" Al refleks mengatakan itu karena Dewi memeluk tubuhnya.
"Dewi kenapa Al" Tanya Airo.
"Nggak tau bang, tiba-tiba meluk gue, bentar bang" Jawab Al sedangkan Airo hanya berdehem.
"Kenapa sayang" Tanya Al lagi.
"Takut, kaya ada yang ngikutin" Jawab Dewi dengan gemetar.
"Sini" Al pun menggendong Dewi ala koala, Dewi tidak berani melihat sekeliling, dia menyembunyikan wajahnya dileher Al dan Al sendiri kembali berjalan agar lebih cepat sampai dihotel.
"Kalian dimana, kenapa pergi nggak bilang gue" Tanya Airo marah.
"Sorry bang, ini mendadak" Jawab Al.
"Jangan marahin Al, ini Dewi yang mau" Ucap Dewi dengan terisak.
"Eh, jangan nangis" Ucap Al.
"Duh, gue nggak marahin Al kok, gue cuma khawatir sama kalian, lain kali kalo mau pergi bilang dulu sama abang, biar abang nggak kebingungan" Ucap Airo, dia sedari tadi sudah kebingungan karena Al tidak bisa dihubungi jadinya dia marah-marah.
"Nggak papa bang, gue juga salah nggak ngabarin lo" Ucap Al. Mereka sudah sampai dihotel dan segera masuk kedalam kamar.
"Gue udah kirim penjagaan buat kalian, mungkin nanti malem mereka sampe, share lock tempat kalian nginep" Ucap Airo.
__ADS_1
"Eh, abang tau dari mana kita disini" Tanya Al bingung.
"Anak ini b*go nya nggak hilang-hilang ya" Bukannya menjawab Airo malah mengejek Al seperti biasa.
"Hina aja terus" Kesal Al.
"Ya lo aneh, gue tanya ayah lah, tadi nggak sengaja ketemu ayah, basa-basi nanyain lo eh nggak taunya lo malah udah jauh disana" Jelas Airo.
"Hehehe, sorry bang" Ucap Al.
"Sayang, kita udah sampe dikamar nih, jangan takut lagi" Ucap Al, dia mendudukkan Dewi disofa.
"Sini aja" Dewi menarik tangan Al.
"Iya" Al pun duduk disamping Dewi.
"Kalian kenapa, apa ada masalah kok Dewi sampe ketakutan gitu" Tanya Airo mulai gelisah.
"Jadi kita tuh baru pulang dari pantai, terus tadi waktu dijalan kaya ada yang ngikutin gitu jadinya Dewi takut" Jelas Al.
"****... gue kan udah bilang, kalo mau pergi bilang gue" Ucap Airo.
"Sorry bang" Ucap Al, memang sih dia salah, walaupun mendadak tapi seharusnya dia bilang sama Airo untuk jaga-jaga.
"Gue kirim delapan orang buat jagain kalian, ettss, no protes, ini buat kebaikan kalian, kalo mereka udah sampe, pesen kamar yang ada deket sama kalian, nanti biar gue yang bilang sama manajer hotelnya. Empat orang pertama buat jagain kalian dan empat orang lainnya istirahat buat gantian nantinya, semuanya udah gue atur, lo nggak boleh protes ini juga karena lo nggak bilang dulu sama gue" Ucap Airo dengan panjang, dia sedikit kesal dengan Al yang pergi begitu saja.
Al hanya pasrah, dia sangat kenal dengan Airo karena dia dan Airo sama-sama membangun geng itu tapi Airo sendiri tidak mau masuk dalam geng inti karena baginya menjadi anggota inti tidak terlalu penting yang penting itu bisa menjaga keselamat semua anggotanya.
"Iya, terserah abang aja" Ucap Al pasrah.
"Oke" Tanpa ba bi bu, Airo langsung mematikan sambungan telponnya.
"Dih" Al pun meletakkan ponsel diatas meja.
"Mandi gih, nggak usah takut, disini aman, diluar banyak cctv oke" Ucap Al, Dewi mengangguk kemudian pergi ke kamar dan pergi mandi.
"Siapa sih yang ikutin gue, ribet amat mau seneng aja nggak bisa" Ucap Al.
"Tau ah, mending mandi" Al pun masuk kedalam kamar.
...****************...
"Aku laper tapi aku takut mau keluar" Ucap Dewi.
"Pesen aja ya, minta anterin kesini" Ucap Al. Dewi pun mengangguk.
Al memesan makan malam melalui layanan yang ada dihotel itu.
Setelah beberapa menit akhirnya pesanan mereka pun datang.
"Kenapa mereka belum dateng" Tanya Dewi.
"Siapa" Tanya Al balik dengan bingung.
"Itu yang dibilang bang Airo" Jawab Dewi.
"Mungkin bentar lagi" Ucap Al. Dewi hanya mengangguk saja dan kembali makan.
Dreettt...Drettt...Drettt....
"Halo bang" Ucap Airo.
"Mereka udah sampe dan baru selesai check-in, mereka bakal tinggal dikamar depan kalian itu" Ucap Airo to the poin. Al hanya melongo mendengarkan ucapan Airo.
"Njing, lo denger kagak" Ujar Al.
"Eh, denger bang, oke-oke, biarin mereka istirahat dulu aja bang" Ucap Al.
"Itu udah gue atur semuanya" Belum sempat Al berbicara tapi Airo sudah mematikan sambungan telponnya.
"Isss, nyebelin" Al melempar ponselnya kesofa.
"Kenapa sih" Tanya Dewi heran.
"Nih bang Airo, nyebelin, belum juga dijawab udah dimatiin aja" Jawab Al dengan kesal.
"Udah, jangan marah-marah, sekarang ayo makan, aaaa...." Dewi menyuapi Al. Al pun tidak jadi marah, dia kembali tersenyum dan menerima suapan dari Dewi.
__ADS_1
...----------------...