Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)

Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)
Manja


__ADS_3

Setelah kejadian tadi siang, Al selalu nempel dengan Dewi bahkan saat makan malam, Al sangat manja kepada Dewi, dia mau semuanya dilayani oleh Dewi.


"Kamu kenapa Al" Tanya bunda.


"Nggak papa tuh bun" Jawab Al, dia kembali memakan nasinya.


"Kalo mau ngomong jangan sambil makan" Tegur Dewi. Al hanya mengangguk karena mulutnya penuh.


"Udah nggak marah Wi" Tanya ayah.


"Eh, Dewi nggak marah kok yah" Jawab Dewi, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kirain marah" Dewi hanya tersenyum menanggapi ucapan mertuanya itu.


"Sayang mau minum" Ucap Al, pipi Dewi bersemu merah saat Al mengatakan itu, pasalnya disana ada mertuanya. Dia segera mengambilkan air minum untuk Al.


Setelah makan malam, Al dan Dewi bersiap untuk berjalan-jalan. Dewi sedang menyisir rambutnya sedangkan Al hanya memperhatikan kegiatan Dewi. Saat Dewi berdiri, Al langsung mendekatinya dan memeluk Dewi dengan erat.


"Ya Allah, lo kenapa sih Al" Tanya Dewi.


"Hmmm" Al hanya berdehem saja.


Dewi pun berbalik karena kesal dengan Al yang sedari tadi terus memeluknya seakan-akan dia akan pergi jauh.


"Lo kenapa sih" Tanya Dewi sekali lagi, dia menangkup kedua pipi Al.


Al memegang tangan Dewi kemudian berkata "Ubah nama panggilannya dong" Ucapnya.


"Ubah gimana" Tanya Dewi.


"Jangan pakek 'lo gue' lagi ya, pakek 'aku kamu' aja" Jawab Al, dia kembali memeluk Dewi.


"Iya-iya, masalahnya lo-eh kamu, kenapa seharian ini meluk aku terus" Ucap Dewi.


"Pengen aja" Ucap Al.


"Hah, ya udah ayo jadi jalan nggak" Tanya Dewi.


"Jadi dong" Al menggandeng tangan Dewi kemudian turun kebawah.


"Kalian mau kemana" Tanya bunda yang sedang menonton acara tv.


"Jalan-jalan bun" Jawab Al dengan semangat.


"Oh gitu, pakek mobil atau motor" Tanya bunda.


"Motor bun, Dewi yang minta" Jawab Al, sedangkan Dewi hanya tersenyum saja.


"Ya udah, hati-hati dijalan ya" Ucap bunda.

__ADS_1


"Siap bun" Ucap Al.


"Kita berangkat ya bun" Ucap Dewi.


"Iya" Ucap bunda.


"Assalamu'alaikum" Ucap Dewi dan Al.


"Wa'alaikumussalam" Ucap bunda.


"Al, aku mau makan baksonya mang Ujang" Ucap Dewi saat sedang di perjalanan.


"Siap" Al pun melajukan motornya menuju tempat mang Ujang, tempat makan favorit Dewi.


"Mang Ujang, bakso kaya biasa dua ya" Ucap Al.


"Siap den" Al dan Dewi pun duduk ditempat yang sudah disediakan.


"Habis ini mau kemana" Tanya Al.


"Nggak tau, kita keliling aja kali lah ya" Jawab Dewi.


"Emmm, oke" Ucap Al.


"Nempel muluk dah perasaan, ada lem nya ya" Ucap Dewi kepada Al yang masih saja nempel dengan dirinya.


"Iya, lem nya banyak banget sampe nggak bisa di lepas" Ucap Al dengan asal.


"Pacarnya lagi pengen di manja itu neng" Ucap mang Ujang yang membuat Dewi terkikik geli.


"Mang Ujang ada-ada aja" Ujar Dewi.


"Mang Ujang emang paling the best deh" Ucap Al sembari mengacungkan jempolnya.


"The best, the best apanya" Dewi memukul tangan Al yang sedang mengacungkan jempol.


"Sakit sayang" Dewi menghela napasnya, hari ini Al benar-benar manja.


"Makanan siap, selamat menikmati" Ucap mang Ujang sambil menyajikan makanan dan minuman seperti biasanya, karena sudah langganan membuat mang Ujang sangat paham akan selera mereka.


"Padahal tadi udah makan, kenapa ngajak kesini" Ucap Al.


"Nggak tau, tadi pas dijalan tiba-tiba keinget baksonya mang Ujang" Ucap Dewi.


"Mang, buat baksonya pakek apa sih" Tanya Al kepada mang Ujang.


"Ya pakek bahan-bahan biasa atuh den" Jawab mang Ujang.


"Tapi kenapa pacar saya kok bisa keinget sama baksonya mang Ujang terus ya sedangkan sama saya aja dia nggak pernah inget sampe kaya gitu" Racau Al yang mulai ngawur, Dewi yang malu dengan mang Ujang pun langsung mencubit Al sedangkan mang Ujang hanya tersenyum saja melihat mereka berdua.

__ADS_1


"Mungkin karena aden tiap hari sama si neng jadi si neng nya nggak kebayang-bayang gitu, hehehe" Gurau mang Ujang.


"Wah, mang Ujang pinter deh, hahaha" Ucap Al dengan tertawa.


"Udah ih, makan tuh bakso" Tegur Dewi.


"Iya sayang iya, nih aku makan" Al pun memakan baksonya. Setelah makan bakso, mereka pun pergi berkeliling.


"Yah hujan, kita neduh dulu ya Wi" Tiba-tiba saja hujan turun padahal tidak ada tanda akan turun hujan.


"Langsung pulang aja, nggak terlalu deres kok" Ucap Dewi.


"Yakin, nanti kamu sakit" Ucap Al.


"Nggak, ayo pulang aja" Ucap Dewi.


"Ya udah, pegangan ya" Ucap A.


Setelah beberapa saat mereka pun sampai dirumah. Bunda yang memang sengaja menunggu mereka pulang pun langsung keluar sambil membawa handuk.


"Kok nggak neduh dulu sih" Tanya bunda.


"Menantu cantik bunda nih yang nggak mau diajak neduh dulu" Jawab Al.


"Nanti kalo neduh takut kemaleman bun" Ucap Dewi.


"Ya tapi jadi hujan-hujanan gini kan" Ucap bunda.


"Maaf bun" Ucap Dewi.


"Iya-iya, nggak papa, sekarang lebih baik kalian ganti baju, takutnya nanti sakit" Dewi dan Al pun masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian mereka.


"Langsung tidur aja yok" Ajak Al yang kini sudah berbalutkan selimut, Dewi hanya geleng-geleng kepala melihatnya, dia pun ikut masuk kedalam selimut.


"Sayang" Panggil Al.


"Hmmm" Ucap Dewi.


"Sekali-kali gitu" Ucap Al.


"Apa yang sekali-kali" Tanya Dewi.


"Kamu mah nggak peka" Ujar Al.


"Apa sih Al, udah ayo tidur" Ucap Dewi.


"Yah, sayang" Rengek Al.


"Apa lagi" Tanya Dewi.

__ADS_1


"Hmmm, ya udah deh, peluk dong, dingin nih" Al merapatkan dirinya dengan Dewi.


"Kamu ini, manja banget sih" Dewi kemudian memeluk Al dan tak lama mereka pun terlelap.


__ADS_2