
...βJangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys β...
...|...
...|...
...|...
...|...
..._________________...
Pagi hari, dengan perasaan tidak rela, Dewi pun bersiap untuk berangkat kesekolah untuk yang pertama kali setelah lama dia melakukan sekolah online.
"Jangan cemberut dong sayang, senyum dong" Ucap Al yang melihat Dewi sedari tadi hanya cemberut.
"Padahal mah maunya disini aja, tapi malah disuruh berangkat" Ucap Dewi, Al tersenyum mendengar ocehan Dewi itu.
"Sini deh" Dewi pun mendekati Al.
"Cuma sebentar sayang, kamu ada waktu lebih banyak buat aku daripada disekolah loh" Al mengusap-usap wajah Dewi dengan tersenyum.
"Tapikan sama aja" Ucap Dewi.
"Hmmm, gini deh, nanti pas jam istirahat kamu bisa vc aku, gimana" Ucap Al. Dewi hanya mendengus kesal mendengarnya.
"Baby, jangan buat mama kamu marah-marah gini dong" Al mengusap perut Dewi, kemudian dia menciumnya.
"Mamanya nggak nih" Ucap Dewi.
"Apanya sayang" Tanya Al bingung.
"Mau kaya baby nya juga" Ucap Dewi membuat Al mengerutkan keningnya.
"Sini, deketan lagi" Ucap Al. Dewi pun lebih mendekat lagi.
"Cup" Al mengecup pipi Dewi saat itu juga.
"Ih, kok nggak bilang-bilang" Ucap Dewi.
"Hahaha, gimana, mau lagi hmmm" Tanya Al, dia menaik turunkan alisnya.
"Apa sih, nggak" Ucap Dewi. Al hanya menggeleng sambil tersenyum.
"Ya udah, sekarang gimana, mau berangkat nggak nih" Tanya Al.
"Sebenernya nggak mau, tapikan ada acara" Ucap Dewi.
"Ya udah, berangkat gih, nanti telat loh" Ucap Al.
"Iya" Ucap Dewi.
"Sayang, inget jangan lakuin kegiatan yang berat-berat apalagi sampe buat baby kenapa-napa ya" Ucap Al, Dewi pun mengangguk.
"Ya udah, aku berangkat dulu ya" Ucap Dewi.
"Iya" Dewi mencium punggung tangan Al begitupun Al yang mencium kening Dewi penuh kasih sayang.
"Hati-hati" Ucap Al.
"Iya, Assalamu'alaikum" Ucap Dewi.
"Wa'alaikumussalam" Dewi pun keluar dan berangkat ke sekolah.
...π«π«π«π«π«π«π«π«π«π«...
Dewi sudah sampai disekolah, tadi dia diantar oleh supirnya karena Dewi dilarang mengemudi oleh Al, alasannya karena takut Dewi kenapa-napa kalo harus berangkat sendiri. Dan sejak kejadian tiga bulan lalu, penjagaan Dewi semakin ketat karena Airo sudah mengetahui kebenarannya, setiap Dewi keluar pasti selalu ada yang menjaganya tanpa Dewi ketahui.
"Vio" Panggil Dewi saat melihat Viola yang sedang berjalan dikoridor sendirian.
"Dewi, akhirnya lo berangkat juga" Viola memeluk Dewi dan mengajaknya untuk masuk kedalam.
"Kita sebenarnya ada acara apa sih" Tanya Dewi.
"Lo lupa, ini kan hari jadi sekolah kita yang ke 46, jadi hari ini bakal diadain lomba antar kelas" Jelas Viola.
"Oh iya, gue lupa tapi Vio, gue nggak boleh ngalakuin kegiatan yang berat-berat" Ucap Dewi.
"Iya gue tau, pasti Al kan yang bilang, tenang aja, nanti gue pastiin lo nggak akan ikut lomba, sekalinya lo ikut mungkin yang ada didalam ruangan aja" Ucap Viola, mereka akhirnya sampai dikelas.
"Dewi, lo akhirnya berangkat juga" Ucap salah satu teman kelasnya.
"Iya" Ucap Dewi dengan tersenyum, dia duduk dikursinya bersama Viola.
"Wi, gimana keadaan Al" Tanya salah satu murid.
"Alhamdulillah, Al udah sadar dan sekarang masih dalam masa pemulihan" Jawab Dewi.
"Syukur deh, kita boleh jenguk nggak sih" Tanyanya lagi.
"Iya nih, kita pengen jenguk" Sambung yang lain.
"Emmm, boleh deh, nanti pulang sekolah" Jawab Dewi.
__ADS_1
"Oke, nanti kita kesana ya" Ucapnya.
"Oke" Ucap Dewi.
...π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯...
Al saat ini sedang mendapatkan pemeriksaan, dia semakin membaik hal itu membuat semua anggota keluarga senang karena Al dengan cepat bisa pulih.
"Alhamdulillah, Al kamu udah semakin membaik" Ucap bunda.
"Iya bun, Alhamdulillah, Al juga seneng" Al tersenyum kepada bunda.
Drettt...Dreett....Drettt...
Ponsel Al berdering tanda ada telpon masuk.
"Halo" Ucap Al.
"Halo bos, wah gue seneng banget denger lo udah sadar" Ucap seseorang dari seberang sana.
"Alhamdulillah, lo kapan balik Ren" Tanya Al.
"Lusa bos, ini gue lagi siap-siap" Jawab Reno. Masih ingat dengan Reno, sekertaris Al yang lama menghilang karena dia sedang ada urusan diluar negeri.
"Syukur deh, gue kira lo udah betah disana" Ucap Al.
"Mana ada, seandainya nih urusan bisa dipercepat, pengen banget gue balik ke Indonesia sejak dua bulan lalu, tapi ya gitu deh bos, lo tau sendiri lah" Ucap Reno.
"Iya gue tau, yang penting lo baik-baik aja disana dan cepet balik kesini" Ucap Al.
"Siap bos, udah dulu ya bos, gue mau tidur dulu" Ucap Reno.
"Masih pagi Ren" Ucap Al.
"Yailah, di Indonesia sih pagi, lah disini, udah tengah malem bos" Ucap Reno membuat Al tertawa karena sebenarnya Al tau perbedaan waktu yang sangat jauh itu.
"Ya udah, sana tidur" Ucap Al.
"Oke bos" Reno pun mematikan sambungan telponya.
"Ada-ada aja si Reno" Ucap Al, dia meletakkan kembali ponselnya.
"Al, bunda mau keluar dulu ya, kamu nggak papa kan ditinggal sebentar" Ucap bunda.
"Iya bun, nggak papa kok, bunda tenang aja" Ucap Al.
"Ya udah bunda pergi dulu, Assalamu'alaikum" Ucap bunda.
...π«π«π«π«π«π«π«π«π«...
"Vio, gue laper" Ucap Dewi.
"Hah, ini masih pagi loh, emang lo nggak sarapan" Tanya Viola.
"Sarapan sih tapi nggak tau kenapa laper lagi" Jawab Dewi.
"Ya udah, yok ke kantin, pasti bawaan baby nih" Ucap Viola.
"Mungkin" Mereka pun pergi ke kantin, karena hari ini adalah hari anniversary sekolah mereka jadi mereka bebas melakukan apa saja asal jangan keluar sekolah.
...π²π²π²π²π²π²π²π²π²π²π²...
"Bu, baksonya satu sama teh manis, ohiya bu, kuahnya agak diasinin ya" Ucap Dewi kepada ibu kantin.
"Siap mbak Dewi, mbak Vio nggak beli" Tanya ibu kantin kepada Viola.
"Vio es aja deh bu, kaya biasa ya" Ucap Viola.
"Siap" Ibu kantin pun membuatkan pesanan mereka. Sedangkan mereka duduk dikursi.
"Tumben lo mau makan yang asin" Tanya Viola.
"Nggak tau, pengen aja" Jawab Dewi.
"Emang ya, bumil itu aneh-aneh" Ucap Viola dengan pelan agar tidak terdengar yang lain.
"Ya gimana lagi" Dewi hanya acuh, dia membuka pesan dari Al.
"Kenapa lo senyum-senyum sendiri" Tanya Viola.
"Nggak, ini Al chat gue" Jawab Dewi.
"Yailah, pantes orang lakinya chat" Ucap Viola.
"Bodo amat" Ucap Dewi, dia kembali memainkan ponselnya.
"Permisi, ini mbak pesenannya" Ucap ibu kantin.
"Makasih bu" Ucap Dewi dan Viola bersamaan.
"Iya, mbak Dewi nanti kalo kurang asin bilang aja ya" Ucap ibu kantin.
"Siap" Ucap Dewi, ibu kantin pun pergi.b
__ADS_1
"Gimana Wi rasanya" Tanya Viola saat Dewi memulai makannya.
"Enak kok" Jawab Dewi.
"Kayanya enak banget, gue nyicip dikit boleh" Ujar Viola yang mendapat anggukan dari Dewi.
Viola pun mencicipi bakso yang Dewi pesan, tiba-tiba saja Viola memuntahkan kembali bakso yang dia makan dan langsung minum.
"Apaan sih Vio, orang enak gini" Ucap Dewi.
"Gila lo, ini asin banget, astagfirullah" Ucap Viola.
"Enak kok" Dewi kembali memakan baksonya yang membuat Viola menggelengkan kepala, emang ya bumil tuh seleranya selalu aneh.
"Dewi" Panggil seseorang yang berdiri disamping mereka.
"Hmmm, kenapa" Dewi melihat orang itu, sepertinya pernah ketemu.
"Lo masih ingetkan sama gue" Orang itu ikut duduk bersama mereka.
"Kaya pernah ketemu tapi dimana" Ucap Dewi.
"Lo anak MIPA kan" Tanya Viola.
"Iya, nih Viola aja tau kok" Ucap orang itu.
"Gue tau lo anak MIPA tapi gue nggak tau nama lo" Ucap Viola.gl
"Hmmm, oke kenalin nama gue Riyan, lo masih ingetkan Wi" Ucap Riyan.
"Oh iya, gue inget" Ucap Dewi.
"Oh kalian pernah kenalan" Tanya Viola.
"Sempet kenalan waktu itu tapi gue lupa" Jawab Dewi.
"Nggak papa deh, oh iya lo kenapa lama banget nggak masuk sekolah, gue kira lo pindah" Tanya Riyan.
"Nggak papa sih" Jawab Dewi singkat. Viola memperhatikan gerak-gerik Riyan, dia tau kalo Riyan itu suka sama Dewi tapi dia nggak berani buat ngomongnya.
Drettt....Drettt...Drettt...
Ponsel Dewi berbunyi, ternyata Al yang menelpon yang membuat Dewi tersenyum karena itu adalah telpon video.
"Halo" Ucap Dewi.
"Lagi dimana sayang" Tanya Al.
"Lagi dikantin, makan" Jawab Dewi.
"Makan lagi, tadikan udah" Tanya Al heran.
"Yailah Al, pakek ditanya lagi, biasalah itu" Ucap Viola, dia mengintip sedikit.
"Hahaha, ya udah, makan yang banyak ya sayang" Ucap Al.
"Iya, kamu sama siapa disitu" Tanya Dewi.
"Sendiri" Jawab Al.
"Kok sendiri, bunda kemana" Tanya Dewi lagi.
"Lagi keluar sebentar sayang, nanti juga balik" Jawab Al. Riyan yang sedari tadi mendengarkan pun menjadi panas.
"Gue duluan ya Wi" Ucap Riyan.
"Oke" Ucap Dewi tanpa menatap Riyan, dia pun pergi begitu saja.
"Siapa" Tanya Al.
"Itu Riyan, anak MIPA" Jawab Dewi.
"Oh, ngapain disana" Tanya Al.
"Ntah lah, cuma duduk aja tadi" Jawab Dewi. Akhirnya Al pun menemani Dewi makan, sesekali mereka mengobrol sambil bercanda.
"Al, Dewi makan makanan yang asin banget" Ucap Viola tiba-tiba.
"Vio, apaan sih" Ucap Dewi kesal.
"Loh kok gitu, jangan dimakan kalo asin banget" Ucap Al.
"Ih nggak kok, enak malah" Ucap Dewi.
"Kata Vio asin, kok bisa enak sih" Tanya Al tak mengerti.
"Biasa Al, ngidam kayanya" Jawab Viola berbisik. Al pun tersenyum.
"Oalah, pantes aja, yang penting jangan berlebihan ya sayang" Ucap Al.
"Iya Al" Ucap Dewi. Pembicaraan mereka berlanjut sangat lama, sampai Viola pun bosan menemani Dewi dikantin sejak tadi.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
__ADS_1