
"Gue mau ngomong sesuatu" Ucap Al.
"Ngomong aja" Ucap Dewi, Al kemudian memegang tangan Dewi membuat Dewi mengangkat satu alisnya karena bingung.
"Gue selama ini selalu bilang kalo lo itu pacar gue kan, tapi gue aja belum nembak lo, waktu itu gue cuma lamar lo, tapi orang-orang taunya kita pacaran kan" Ucapan Al terhenti, kemudian dia menarik nafas dan menghembuskannya pelan, Dewi masih dengan diamnya menunggu lanjutan dari apa yang ingin Al katakan.
"Wi, lo mau nggak jadi pacar halal gue" Tanya Al.
Dewi kemudian melihat kearah Al yang kelihatan seperti sedang was-was takut kalo ditolak, eh kalo tolak kan aneh😅
"Dia nembak gue, yang bener aja, gue aja nggak pernah pacaran, terima nggak ya, kalo gue terima, gue aja nggak tau perasaan gue ke Al kaya gimana, terus kalo gue tolak, hubungan gue sama dia apa dong" Batin Dewi bingung.
"Emm, gimana Wi" Pertanyaan Al membuyarkan lamunan Dewi.
"Hah, gimana ya, gue belum pernah pacaran" Ucap Dewi.
Al pun tersenyum. "Nggak papa Wi, gue bisa bantu lo, lagi pula kita udah halal kan, jadi nggak masalah kalo kita pacaran" Ucap Al dengan tersenyum.
"Mampus, nih anak hobby banget senyum sih" Batin Dewi.
"Emm, gimana ya, gue pikir dulu ya" Ucap Dewi akhirnya yg mendapat senyuman dan anggukkan dari Al.
"Nunggu jawaban bukan berarti ditolakkan" Tanya Al dalam batin.
"Keliling dulu yok Wi, mumpung belum malem banget" Ajak Al memecah suasana canggung itu.
"Kemana" Tanya Dewi.
"Ya keliling-keliling aja, siapa tau ada yang bagus yang bisa dibeli" Ucap Al kemudian dia berdiri.
"Tunggu dong" Ucap Dewi kemudian dia berdiri mengikuti Al.
"Ayok" Ajak Al dengan mengulurkan tangannya. Dewi menautkan alisnya bingung.
__ADS_1
"Apa" Tanya Dewi.
"Pegang tangan gue ntar lo hilang lagi" Jawab Al.
"Modus" Ucap Dewi yang mendapat cengiran dari Al.
Mereka pun akhirnya berkeliling, melihat-lihat suasana alun-alun yang begitu ramai oleh pengunjung juga para pedagang. Saat sedang berkeliling, Dewi melihat ada permainan Timezone. Dewi menarik tangan Al yang membuat Al berhenti.
"Kenapa" Tanya Al.
"Hmmm, itu" Ucap Dewi dengan menunjuk kearah Timezone.
"Mau main itu" Tanya Al lagi yang mendapat anggukkan dari Dewi.
"Ya udah, ayok" Ajak Al kemudian menarik tangan Dewi untuk berjalan kearah Timezone itu.
"Emm, Al" Panggil Dewi.
"Lo yang main ya" Ucap Dewi ragu-ragu.
"Oke, gue yang main" Ucap Al kemudian mengacak rambut Dewi pelan.
"Lo mau boneka yang mana" Tanya Al.
"Yang itu" Ucap Dewi sambil menunjuk boneka beruang berwarna coklat.
"Oke" Al pun memasukkan koin, kemudian dia mulai mencoba untuk mengambil boneka yang Dewi inginkan, percobaan pertama gagal.
"Yah, nggak dapet" Ucap Dewi cemberut.
"Masih dua lagi, kali ini pasti dapet" Ucap Al kemudian dia fokus. Percobaan kedua pun gagal.
"Yah, tinggal satu lagi, nanti kalo nggak dapet lagi gimana" Ucap Dewi.
__ADS_1
"Beli lagi koinnya, tapi tenang pasti kali ini dapet" Ucap Al. Kemudian dia bersiap-siap mengambil boneka itu lagi dan...
"Yey, dapet" Ucap Dewi kegirangan. Yang main Al tapi yang seneng Dewi, hahaha.
Al tersenyum melihat Dewi yang kegirangan ketika Al berhasil mendapatkan boneka yang dia inginkan.
"Nih bonekanya, suka nggak" Tanya Al sambil memberikan boneka itu kepada Dewi.
"Suka, thanks ya" Ucap Dewi menerima boneka itu sambil tersenyum.
"Iya sama-sama, emm, mau pulang atau belum nih" Tanya Al. Dewi kemudian melihat jam yang ada ditangannya.
"Pulang aja yok, udah malem juga" Ucap Dewi.
"Ya udah, yok" Ajak Al kemudian dia mengandeng tangan Dewi.
Dewi terus tersenyum sambil memandangi boneka itu, Al yang melihat Dewi terus tersenyum hanya karena boneka yang dia dapatkan dari Timezone itu pun ikut tersenyum.
"Semoga lo terus senyum kaya gini Wi, gue nggak mau lo jadi sedih" Ucap Al dalam batin.
...****************...
Hai guys 👋
Satu eps lagi ya, nanti malem insyaallah author bakal up satu lagi tapi author nggak janji ya.
Jangan lupa dukungannya ya.
Karena dukungan kalian semangat buat author.
Share juga ya🤗😂 supaya banyak yang baca dan author semakin semangat buat nulis lagi.
^^^Lufff All❤^^^
__ADS_1