Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)

Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)
Dewi Hilang.? Bagian Satu


__ADS_3

...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys ❗...


...|...


...|...


...|...


...|...


...______________...


Setelah Al pergi, Dewi masih melanjutkan acara menontonnya tapi dia bosan karena tidak ada makanan, Dewi pun akhirnya turun untuk mengambil makanan.


"Hmmm, kok abis" Ucap Dewi saat membuka lemari makanan.


"Non cari apa" Tanya bi Surti.


"Cemilan bi" Jawab Dewi.


"Cemilannya abis non, tadi bibi lupa mau bilang sama den Al" Jelas bi Surti.


"Oh gitu, ya udah deh nanti Dewi beli aja" Ucap Dewi.


"Non bilang dulu sama den Al, takutnya dicariin" Ujar bi Surti.


"Iya bi, aku mau telpon Al dulu" Ucap Dewi, dia pun pergi kekamar.


Call on


"Assalamu'alaikum" Ucap Dewi.


"Wa'alaikumussalam, kenapa sayang" Tanya Al.


"Aku izin mau keluar ya, cemilan dirumah abis" Jawab Dewi.


"Nanti aku beliin aja ya sayang, kamu dirumah aja sekarang" Ujar Al.


"Bosen tau nggak ada cemilan dirumah, abis semua" Ucap Dewi.


"Ya Al, boleh ya, please" Pinta Dewi.


"Iya deh, sama supir ya jangan sendiri" Ucap Al.


"Oke siap bos" Ucap Dewi.


"Kamu ini" Dewi tertawa mendengar ucapan Al.


"Ya udah aku mau siap-siap dulu ya" Ucap Dewi.


"Iya sayang, hati-hati dijalan" Ucap Al.


"Siap, Wassalamu'alaikum" Ucap Dewi.


"Wa'alaikumussalam" Jawab Al.


Call off


Setelah mendapatkan izin dari Al, Dewi pun bersiap untuk pergi ke supermarket. Dia melihat pak Ujang, supirnya sedang di taman bawah balkon kamarnya.


"Pak Ujang" Panggil Dewi dari atas.


"Saya non" Tanya pak Ujang.


"Iya pak, tolong siapin mobil ya terus anterin Dewi ke supermarket" Ucap Dewi.


"Siap non" Pak Ujang pun langsung bergegas menuju garasi mobil.


Setelah selesai mengganti baju Dewi pun turun ke bawah. Dia melihat bi Surti yang sedang menyiram tanaman, sudah menjadi kebiasaan sore bi Surti selalu menyiram tanaman.


"Bi, Dewi pergi dulu ya" Ucap Dewi.


"Perginya sama siapa non" Tanya bi Surti.

__ADS_1


"Sama pak Ujang, bi" Jawab Dewi.


"Oh, hati-hati ya non" Ucap bi Surti.


"Siap" Dewi pun keluar rumah dan langsung masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh pak Ujang.


"Ayok pak" Ucap Dewi saat sudah masuk.


"Siap non" Pak Ujang pun mengeluarkan mobil.


Diluar rumah.


"Halo bos, target sudah keluar rumah" Ucap seseorang.


"Sama siapa dia keluar" Tanya seseorang dari sebrang telpon.


"Kayanya cuma sama sopir bos, soalnya target duduk dibelakang sendirian" Jawab orang itu.


"Bagus, awasi dia kalo ada kesempatan langsung bawa dia" Perintahnya.


"Baik bos" Orang itu akhirnya mematikan sambungan telponnya dan mengikuti Dewi.


Supermarket


Dewi masuk kedalam supermarket sedangkan pak Ujang menunggu diparkiran seperti yang Dewi inginkan.


"Enaknya beli apa aja ya" Dewi berjalan sambil mendorong troli.


"Kalo aku beli yang aneh-aneh pasti nanti sama Al dibuang deh, emmm apa ya" Dewi pun berkeliling sambil berpikir ingin membeli apa, setelah lama berkeliling akhirnya Dewi selesai memilih makanan yang dia mau.


"Eh, ini kan kesukaannya Al, aku beliin aja deh sekalian pasti dia seneng banget" Ucap Dewi saat akan pergi ke kasir.


Dewi pun mengantri di kasir, suasana sore ini tidak terlalu ramai, membuat Dewi sedikit leluasa dan tidak perlu mengantri terlalu lama. Selesai membayar dia pun keluar sambil melihat lagi belanjaannya takut ada yang kurang.


"Cemilan udah, minuman udah, sayuran juga beli, daging beli, apa lagi ya" Dewi terlalu fokus dengan belanjaannya sampai dia tidak tau kalo didepannya ada orang.


Brug...


"Aduh, sorry gue nggak sengaja" Ucap Dewi, dia memungguti belanjaannya yang jatuh.


"Makasih" Ucap Dewi.


"Iya" Ucap orang itu.


Tanpa Dewi sadari, seseorang sedang berdiri dibelakangnya, melihat situasi yang sepi, orang itu pun mengambil kesempatan, dia meringkus Dewi dan langsung memasukkannya ke dalam mobil dibantu oleh rekannya yang tadi pura-pura bertabrakan dengan Dewi.


"Cepat, jalankan mobilnya" Ucap orang itu, akhirnya mobil melaju meninggalkan supermarket itu.


Sudah satu jam pak Ujang menunggu Dewi belanja tapi yang ditunggu tidak datang juga, pak Ujang menganggap itu biasa karena biasanya dia bisa menunggu bi Surti berbelanja sampai satu jam lebih, jadi pak Ujang santai-santi saja dimobil.


Dua jam berlalu tapi Dewi tidak kunjung datang juga.


Drett...Dreettt...Dreettt...


Ponsel pak Ujang berdering.


"Halo bi" Ucap pak Ujang, ternyata telpon itu dari bi Surti.


"Aduh, kemana aja si Jang, kok lama banget, kan cuma belanja cemilan" Tanya bi Surti.


"Saya nggak tau bi, saya nunggu di mobil" Jawab pak Ujang.


"Atuh kumaha, coba di cari kedalam dong" Ucap bi Surti.


"Iya, saya cari" Pak Ujang akhirnya masuk kedalam supermarket, dia bertanya kepada kasir karena pasti petugas kasir tau siapa saja yang keluar masuk karena dia berada dibagian depan.


"Mbaknya udah kelar dari satu jam setengah yang lalu pak" Jawab petugas kasir dengan ramah.


"Oalah, makasih mbak" Setelah mendapat jawaban dari petugas kasir itu, pak Ujang bergegas keluar mencari Dewi.


Pak Ujang berkeliling sampai diarea parkiran, dia menemukan belanjaan Dewi yang tadi jatuh, disana juga ada dompet Dewi hingga pak Ujang tau kalo itu milik nona nya. Pak Ujang buru-buru menelpon Al.


Call on

__ADS_1


"Halo pak" Ucap Al.


"Halo, den itu, anu, itu" Ucap pak Ujang tergagap.


"Apa sih pak, yang jelas dong" Al yang sedang berdiskusi di markas menjadi bingung karena pak Ujang.


"Itu den, non Dewi" Ucap pak Ujang.


"Dewi kenapa pak, apa yang terjadi" Tanya Al, pak Ujang pun akhirnya menjelaskan semuanya.


Call off


Di markas


Braak.....


Al meninju meja yang ada didepannya sehingga membuat yang lain hampir jatungan.


"Tenang Al tenang" Ucap Airo.


"Gimana gue bisa tenang bang, Dewi hilang sejak satu jam setengah tadi dan gue baru tau sekarang" Ucap Al, dia sangat marah, marah dengan dirinya sendiri yang tidak bisa menjaga istrinya.


"Dewi hilang, kok bisa" Tanya Airo.


"Gue nggak tau, sekarang cari Dewi sampe ketemu, cari keseluruh daerah" Perintah Al, dia sedang frustasi saat ini.


"Siap bos" Jawab semua anggota dengan serempak, mereka semua pergi untuk mencari Dewi, berpencar tanpa arah. Sedangkan para anggota inti dan juga Airo, mereka sedang menenangkan Al yang masih sangat marah dan menangis.


"Tenang Al, lebih baik sekarang kita kasih tau orang tua Dewi dulu" Ucap Airo.


"Nggak, ayah sama ibu nggak boleh tau, kalo mereka tau pasti mereka marah sama gue" Ucap Al.


"Tapi..." Saat Airo akan berbicara, Rehan menepuk pundak Airo yang membuat Airo tidak jadi berbicara.


"Nanti gue kasih tau, sekarang kita cari Dewi dulu, jangan sampe keluarga Dewi maupun Al tau akan ini" Ucap Rehan.


"Lo bilang dulu sama orang rumah supaya jangan ngabarin orang tua lo" Ucap Rehan yang mendapat anggukkan dari Al. Setelah mengirim pesan kepada pak Ujang, mereka pun pergi untuk mencari Dewi.


Seluruh anggota wolf berpencar dipenjuru kota, hanya beberapa yang tinggal untuk menjaga markas mereka. Para anggota geng kobra melihat mereka yang berkeliaran di jalanan dan sudah pasti mereka tau apa alasannya.


"Waw, hampir seluruh anggota geng wolf turun tangan buat cari cewek itu" Ucap salah satu anggota geng kobra.


"Bener banget, kita santai aja disini belagak nggak tau apa-apa" Ucap salah seorang lagi.


"Bener, tadi gue udah chat bos Ken, dan dia nyuruh kita buat santai aja" Ucap yang lainnya.


Mereka kembali menikmati makanan mereka, salah satu anggota geng wolf mendekati mereka.


"Kalian tau cewek ini" Tanyanya sambil menunjukkan foto Dewi.


"Gue nggak, lo tau nggak" Ucap salah satu dari mereka.


"Gue pernah lihat sih, emang kenapa" Ucap yang lain.


"Kapan lo ketemu dia" Tanyanya lagi.


"Udah lama, waktu nganter adek gue kesekolah" Spontan orang itu langsung mendapat tonyoran dari yang lain.


"Yailah, ngapain dibahas" Ucap yang lain.


"Kan dia tanya tau nggak, ya gue tau orang gue pernah lihat" Ucap orang itu.


"Udahlah, ngomong sama kalian nggak guna" Ucapnya kemudian pergi.


"Mantap juga akting lo" Puji yang lain.


"Pasti dong" Ucapnya.


Sedangkan disuatu tempat, Dewi masih belum sadarkan diri, dia disekap diruang yang gelap, tangannya diikat, mulutnya ditutup dengan kain.


"Kapan bangunnya sih" Ucap Fariz, dia duduk dibawah Dewi, menunggu sang pujaan hati terbangun.


...****************...

__ADS_1


Lanjut nggak.?


__ADS_2