Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)

Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)
Flashback 1


__ADS_3

...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys❗...


...|...


...|...


...|...


...|...


...____________________...


"Mau rasa apa sayang" Tanya Al.


"Rasa vanilla" Jawab Dewi


Saat ini mereka sedang berada dikedai es krim yang berada disamping cafe Al.


"Makasih sayang ku" Ucap Dewi setelah Al membelikannya es krim.


"Sama-sama cantik" Al mengusap pucuk kepala Dewi.


"Duduk didepan cafe aja ya Al" Ucap Dewi.


"Iya sayang"


Mereka pun duduk dikursi yang ada didepan cafe itu. Menikmati es krim berdua disana.


"Enak sayang" Tanya Al. Sedangkan Dewi hanya mengangguk.


"Al" Panggil seseorang yang kini berdiri disamping mereka.


Al menatap orang itu, dia sangat terkejut mendapati orang itu berdiri disampingnya dengan senyum merekah, tanpa disuruh, orang itu langsung duduk disamping Al.


"Gue kangen" Ucap orang itu sambil memeluk lengan Al tapi langsung ditepis olehnya.


"Lo apa-apaan sih" Ucap Al ketus, dia semakin mendekatkan dirinya dengan Dewi.


"Sayang, ayo masuk" Ajak Al kepada Dewi.


Dia berdiri dan mengajak Dewi masuk kedalam cafe, kenapa coba harus ketemu sama wanita tadi, kan makin ribet urusannya.


"Al" Panggil wanita itu. Al berhenti tapi tidak berbalik begitu pun Dewi.


"Lo nggak kangen sama gue, gue aja kangen sama lo, sama kita yang dulu, gue kangen sama..." Ucapan wanita itu terpotong saat mendengar bentakkan Al.


"STOP... CUKUP NGOMONGNYA" Bentak Al, dia sangat tau kemana arah pembicaraan wanita ular satu ini.


Dia dengan cepat membawa Dewi masuk kedalam cafe lagi, sedangkan Dewi masih kebingungan, begitu banyak pertanyaan dikepalanya.


Al duduk disofa yang ada didalam ruangannya, Dewi memandang wajah Al dengan seksama, sepertinya Al lebih tidak suka lagi dengan wanita itu daripada dengan Shafira.


"Sayang" Dewi mengusap rahang Al yang mengeras, dia tau, suaminya ini sedang marah.


Al menatap Dewi kemudian dia memeluk Dewi dengan erat, Dewi hanya membalas pelukkan Al seperti biasa dan masih terus berpikir 'siapa wanita tadi' itulah yang sekarang berada diotaknya.


"Sayang, kamu percayakan sama aku" Tanya Al sambil melepaskan pelukkannya.


"Aku percaya sama kamu, so, sekarang jelasin tadi itu siapa" Jawab Dewi sekaligus dengan bertanya.


"Kita pulang dulu ya, aku jelasin dirumah" Ucap Al yang mendapat persetujuan dari Dewi.


...----------------...


Mereka kini berada dikamar, duduk disofa dekat jendala kamar itu.


"Minum dulu" Dewi memberikan air kepada Al.


"Sini" Al menarik Dewi untuk duduk dipangkuannya.


"So" Dewi menatap wajah Al dari samping, dia bisa melihat dari wajahnya betapa Al tidak menyukai wanita tadi.


"Kenapa Al, kamu nggak suka banget ya sama wanita tadi" Tanya Dewi, dia mengusap wajah Al.


"Sayang" Al memegang tangan Dewi yang berada dipipinya. Dewi hanya berdehem.


"Kamu janji nggak akan marah sama aku kan" Tanya Al, dia menatap mata Dewi.


"Tergantung, kalo kamu jujur ya aku nggak akan marah" Jawab Dewi dengan tersenyum.


"Dia mantan aku" Ucap Al, Dewi masih diam, dia ingin mendengarkan penjelasan Al lebih lanjut.


"Sebenernya dia bukan mantan ku sih" Ucap Al.


"Dulu waktu kelas 2 SMP" Lanjutnya.

__ADS_1


Flashback On


"Al" Panggil Shafira, dia mendekati Al dan mengandeng tangannya.


"Apa" Tanya Al.


"Jalan yuk" Ajak Shafira.


"Kemana" Tanya Al lagi.


"Kebioskop mau nggak, sepupu gue ngajak nonton film baru" Jelas Shafira.


"Boleh, nanti pulang sekolah gue jemput" Ucap Al.


"Makasih" Shafira mengandeng tangan Al hingga masuk kelasnya dan Al pun pergi menuju kelasnya juga.


...****************...


Pulang sekolah, seperti kata Al tadi, dia pun menjemput Shafira untuk menonton bioskop bersama saudara sepupunya.


"Mana sepupu lo Fir" Tanya Al.


"Dia udah duluan katanya" Jawab Shafira.


"Ya udah, kita langsung kesana" Ucap Al.


"Oke" Al pun melajukan motornya untuk pergi ke mall besar dikota itu.


Setelah beberapa saat, mereka pun sampai di mall dan langsung masuk kedalam.


"Halo kak, kakak dimana" Tanya Shafira.


"Gue di kedai es krim deket bioskop" Jawab seseorang dari sebrang sana.


"Oke, kita kesana" Ucap Shafira lalu mematikan sambungan telponya.


"Ayo Al" Shafira mengajak Al masuk kedalam bioskop itu bersama dengan sepupunya.


Dua jam berlalu, mereka selesai menonton bioskop dan pergi ke restoran yang ada disana.


"Gue mau ketoilet dulu ya" Ucap Shafira.


"Al, lo udah lama pacaran sama Shafira" Tanya sepupu Shafira.


"Oh, nggak usah panggil kak kali, kita seumuran, panggil Dina aja" Ucap Dina.


"Iya Din" Ujar Al.


"Nah, kalo gini kan enak gitu" Ucap Dina.


Sambil menunggu Shafira, mereka pun memesan makanan terlebih dulu.


...****************...


"Kita duluan ya kak" Ucap Shafira, saat ini mereka sudah berada diparkiran mall dan bersiap untuk pulang.


"Iya, hati-hati ya" Ucap Dina.


"Iya, kakak juga hati-hati, dah kak" Ucap Shafira sambil melambaikan tangannya.


"Dah" Dina membalas lambaian tangan Shafira.


"Cih, bi*tch" Ucap Dina saat mereka sudah jauh.


"Bi*tch kok teriak bi*tch" Ucap seseorang yang ada dibelakang Dina.


"Astaga, lo buat kaget aja" Ucap Dina.


"Kenapa hmm, suka lo sama pacarnya Fira" Tanya orang itu sambil merangkul Dina.


"Kayanya dia tajir, bisalah dimainin dikit" Jawab Dina.


"Hahaha, diotak lo ternyata cuma ada duit duit dan duit ya" Ucap orang itu.


"Oh ayolah Riz, nggak ada orang yang nggak butuh duit di dunia ini" Ucap Dina.


"Lo bener, so" Tanya orang itu.


"Bantu gue buat dapetin dia, nanti gue kasih lo imbalan deh" Jawab Dina.


"Gampang itu mah, sekarang jatah gue dulu dong" Ucapnya membuat Dina memutar bola matanya malas.


...----------------...


"Bos, tumben lo nggak ngajak cewek lo kesini" Tanya Dennis.

__ADS_1


"Nggak, katanya dia mau pergi sama temen-temennya" Jawab Al.


"Kalo gitu, kita keluar kuy" Ajak Vanno.


"Kuy" Mereka pun pergi keluar.


Selain dimarkas, mereka juga punya tempat tongkrongan diluar markas.


Kini mereka sudah sampai ditempat biasa mereka nongkrong dan juga area balap.


"Kita hari ini mau balapan nggak" Tanya Al.


"Nggak, kita cuma nonton aja" Jawab Reno, Al hanya mengangguk-angguk saja.


"Kok kaya kenal ya sama tuh cewek" Ucap Dennis.


"Mana" Tanya Vanno kepo.


"Tuh, yang sama cowok yang itu" Jawab Dennis sambil menujuk orang yang dia maksud.


"Eh, itu kan" Ucapan Vanno menggantung saat dia melihat Al yang sudah berdiri.


"Ayo susul Al" Ucap Vanno, mereka pun langsung berdiri dan mengikuti Al.


"Oh jadi gini kelakuan lo diluar ha" Ucap Al penuh penekanan.


Orang-orang yang ada disana pun berbalik dan terkejut melihat Al yang sudah menahan amarahnya.


"Al" Ucap seorang wanita didepan Al.


"Ini yang lo bilang keluar sama temen ha... Iya" Ucap Al dengan sedikit membentak.


"Al, ini nggak seperti yang lo lihat Al" Ucap Shafira dengan ketakutan.


"NGGAK SEPERTI GUE LIHAT, IYA HA... LO PIKIR GUE BODOH" Ucap Al dengan marah.


Bayangkan saja, wanita yang dia cintai malah asik bermain dengan lelaki lain, bahkan dia mau dipegang-pegang seperti itu dan tidak ada niatan untuk menolak sedikitpun sedangkan dia sendiri tidak pernah menyentuh wanitanya sampai seperti itu.


"Gue bisa jelasin Al" Ucap Shafira.


"Bi*tch, kita putus" Ucap Al dan dia langsung pergi begitu saja.


"Cih, bi*tch, nggak tau malu" Ucap Vanno, mereka pun pergi menyusul Al.


......................


"Aaa.... Sial, kenapa gue harus berhubungan sama cewek kaya gitu sih" Al marah, dia mengacak-acak markasnya bahkan dia membanting semua barang yang ada didepannya.


"Woy Al, lo kenapa sih" Tanya Airo, dia baru saja bangun tidur dan langsung mendengar keributan dan ternyata itu berasal dari Al.


"Bang" Rehan menarik Airo dan berbisik.


"****.... Sial, gue kira tuh cewek baik ternyata dia kaya gitu" Umpat Airo.


Mereka hanya membiarkan Al yang masih marah, sekalipun barang-barang dimarkas habis karena Al membatingnya, mereka tidak akan rugi karena itu semua Al yang membelinya.


"Gue balik" Ucap Al setelah setengah jam dia marah-marah dan dirasa sudah sedikit membaik. Masalah barang-barang dimarkas itu, gampang, besok juga bisa beli lagi.


...****************...


Satu minggu berlalu dan selama itu juga Shafira selalu berusaha untuk mendekati Al lagi tapi Al selalu saja menghindar dan seolah-olah dia tidak kenal dengan Shafira.


"Ah, gue pengen pindah sekolah" Al kesal, dia mengacak-acak rambutnya.


Apartemennya saat ini sudah tidak berarturan lagi, sangat-sangat berantakan. Dia ingin segera pindah sekolah tapi sebentar lagi dia kelas tiga dan tidak mungkin kelas tiga dia harus pindah karena dia juga tidak punya alasan yang pas untuk pindah sekolah.


Tok...Tok...Tok...


"Siapa lagi" Dengan kesal Al membukakan pintu apartemnnya.


"Dina" Ucap Al saat melihat orang yang ada didepan pintu.


"Emm... Al, gue kira siapa yang ada diapartemen ini, soalnya gue denger keributan" Ucap Dina.


"Hmm, lo kenapa disini" Tanya Al.


"Oh, gue juga punya apartemen disini, tuh sebelah sana" Jawab Dina sambil menunjukkan apartemen yang hanya beda dua kamar saja.


"Tadi gue lewat, terus denger orang marah-marah, ya udah gue coba ngecek, eh ternyata lo" Ujar Dina.


"Hmm, ada lagi" Tanya Al dengan datar.


"Eh, nggak kok, gue duluan ya" Ucap Dina yang mendapat deheman dari Al.


Setelah Dina pergi, Al pun menutup pintu kamarnya lagi.

__ADS_1


__ADS_2