
...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys ❗...
...|...
...|...
...|...
...|...
...________________...
"Ayo sayang makan lagi" Sekarang Al sedang menyuapi Dewi dibalkon kamarnya.
"Al" Panggil Dewi.
"Iya sayang" Ucap Al dengan tersenyum, dia menyelipkan anak rambut Dewi.
"Janjikan nggak tinggalin aku" Dewi menatap Al dalam. Al tersenyum kemudian mengangguk.
"Ayo habisin" Al kembali menyuapi Dewi lagi. Dewi menatap halaman rumahnya yang kini semakin ramai dan terang.
Rumah Al yang tadinya tidak memiliki pengawal menjadi memiliki pengawal sangat banyak, disetiap sudut rumahnya ada penjagaan. Dipos yang biasanya hanya ada pak satpam dan pak ujang, kini ada beberapa orang tambahan disana. Lampu yang tadinya hanya disetiap sudut tembok kini bertambah banyak.
Rumah mewah itu kini semakin terlihat mewah karena cahaya dari lampu yang bersinar terang. Semua itu rencana Airo tadi sore, dia ingin semuanya aman, bahkan dia menyiapkan pengawal untuk semua orang, sampai Viola dan orang tuanya juga memiliki pengawal karena Airo tau kalo Viola pasti akan menjadi incaran karena dekat dengan Al dan Dewi, ditambah sekarang Viola adalah pacar Reno.
Dewi menatap halaman rumahnya, dia melihat pohon mangga kemudian tersenyum.
"Om" Panggil Dewi kepada salah satu pengawalnya, karena tidak tau namanya jadilah dia hanya memanggilnya om.
"Saya nyonya muda" Tanya salah satu pengawal yang ada dibawah. Dewi mengangguk.
"Kamu ngapain" Tanya Al.
"Hust, bentar" Dewi berdiri didekat balkon.
"Om, ambilin mangga itu dong" Ucap Dewi sambil menunjuk pohon mangga. Al menepuk jidatnya, bisa-bisanya istrinya ini malam-malam mau mangga.
"Oke nyonya" Pengawal itu pun mengambil tangga kemudian memanjat pohon mangga.
"Yang mana nyonya" Tanya pengawal itu saat sudah ada diatas pohon.
"Itu, sebelah kanannya om" Jawab Dewi sambil menunjuk buah mangga yang sudah matang.
"Ini" Ucap pengawal itu, Dewi mengangguk antusias.
"Satu aja" Tanya pengawal itu.
"Ada yang mateng lagi nggak" Tanya Dewi balik.
"Adanya yang nyadam, nyonya" Jawabnya.
"Ya udah deh, ambil satu lagi aja" Ujar Dewi. Pengawal itu pun memetik satu buah lagi dan memberikannya kepada yang lain yang ada dibawah.
"Ayo Al, ambil buahnya" Dewi menarik tangan Al, mengajaknya turun.
"Aku aja ya yang ambil, kamu tunggu sini aja" Ucap Al.
"Jangan lama-lama" Ucap Dewi.
"Iya sayang" Ucap Al kemudian dia turun kebawah sambil membawa piring bekas makan Dewi tadi.
Dewi duduk disofa sambil menunggu Al kembali, dia memainkan ponsel Al. Dewi sangat sering memainkan ponsel Al hingga terkadang Al kebingungan mencari dimana ponselnya itu berada.
"Sayang, kamu ngapain" Tanya Al.
"Main" Jawab Dewi sambil menunjukkan permainan yang ada di ponsel Al.
"Loh, kapan kamu download game itu" Tanya Al, karena dia baru tau ada game yang sedang Dewi mainkan.
"Barusan" Jawab Dewi dengan tersenyum kemudian melanjutkan bermain game.
Al hanya tersenyum, Dewi memang sangat suka mendowload game diponsel Al, kalo diponselnya sendiri katanya takut nggak kuat kalo diponsel Al kan itu emang khusus buat main game, jadi nggak masalah.
__ADS_1
"Mangganya jadi nggak" Tanya Al sambil mengupas kulit mangga.
"Jadi dong, suapin ya" Ujar Dewi.
"Aaaa" Al menyuapi Dewi. Dewi sendiri memakannya tapi dia masih fokus dengan gamenya itu.
"Al" Panggil Dewi.
"Iya sayang" Ucap Al.
"Ajarin aku game ini" Ucap Dewi sambil menunjukkan game M.L. (kata disingkat, takut kena sensor sama pihak editor).
"Sini" Al menarik Dewi untuk duduk dipangkuannya.
"Kamu mau main ini hmm" Tanya Al.
"Iya, aku lihat kamu main tiap hari kayanya seru" Jelas Dewi.
"Oke, tapi kalo udah bisa, jangan terlalu sering main ya" Ucap Al yang langsung mendapat anggukkan dari Dewi.
Al pun mulai bermain sambil menjelaskan tentang permainan itu. Dewi menyimak dengan seksama dan sesekali dia menatap wajah Al yang terlihat serius. Dewi teringat sebuah video yang dia lihat di tiktok.
"Al awas dulu tangannya" Ucap Dewi.
"Kenapa sayang" Tanya Al sambil mengangkat tangannya.
"Mau ambil hp" Dewi mengambil ponselnya yang ada dimeja kemudian kembali duduk dipangkuan Al.
"Kamu mau ngapain" Tanya Al.
"Hustt... Diem aja, kamu main aja" Dewi menyandarkan kepalanya dibahu Al, dia membuka kamera dan merekam video Al yang sedang bermain game.
"Kamu ngapain sih sayang" Tanya Al heran.
"Hehe, Al senyum" Dewi mengarahkan kamera kearah Al.
"Ada-ada aja kamu tuh ya" Al mengacak-acak rambut Dewi gemas, kemudian kembali bermain game.
"Yey, tinggal edit deh habis itu post di tiktok" Ucap Dewi.
"Tau aja" Ucap Dewi.
Dewi mengedit video tadi di tiktok dan mempostingnya, Al hanya tersenyum melihat tingkah Dewi. Dewi memang sangat sering mengikuti trend di tiktok, apapun yang dia lihat dan menurutnya wajar, dia pun ikut membuatnya.
"Oke, saatnya post" Dewi memposting video tadi dan menandai Al didalamnya.
"Kamu tag aku" Tanya Al karena dia mendapat notif dari tiktoknya.
"Iya" Jawab Dewi dengan tersenyum.
"Hahaha, Vio komen, katanya mau juga" Ucap Dewi dengan tertawa saat membaca komentar Viola barusan.
"Bilang aja sama Reno, gitu balesnya" Ucap Al.
"Iya, nih aku tag Reno, hehe" Ucap Dewi.
Al tersenyum melihat Dewi yang tertawa saat membalas komentar Viola. Dia juga menyimak, disana Reno sudah mulai ikut berkomentar karena sedari tadi Dewi terus meng-tag Reno dikomentarnya.
"Udah-udah, jangan gitu" Al mengambil ponsel Dewi dan keluar dari tiktok.
"Ih, kok diambil sih" Ucap Dewi kesal.
"Udah sayang, kamu tuh ya" Al gemas dengan wajah kesal Dewi kemudian menciumnya.
"Ih, udah" Dewi menyembunyikan wajahnya dileher Al karena Al terus mencium wajahnya.
"Gemes" Al mengusap pucuk kepala Dewi dan memeluknya.
"Al" Panggil Dewi.
"Iya" Ucap Al.
"Besok jalan-jalan yuk" Ajak Dewi.
__ADS_1
"Mau kemana" Tanya Al.
"Kemana aja, kita jalan-jalan, makan diluar, main permainan, nonton bioskop gitu, kan asik, berdua aja" Ucap Dewi.
"Oke, tapi kita nggak bisa berdua sayang, harus ada pengawal yang ikut" Jelas Al.
"Itu sih nggak masalah, kan yang penting bisa jalan berdua sama kamu" Ucap Dewi.
"Iya sayang, besok kita jalan-jalan ya" Al mengecup pucuk kepala Dewi lembut.
"Asik, aku tuh pengen banget jalan-jalan keluar gitu, main permainan diluar, jajan diluar, belanja gitu, bolehkan" Tanya Dewi.
"Boleh sayang, kamu mau apa aja, pasti boleh kok" Jawab Al.
"Oke, aku mau punya pacar baru" Ucap Dewi.
"No, kalo yang itu, nggak boleh" Al memeluk Dewi erat. Dewi tertawa dengan jawaban Al barusan.
"Katanya apa aja boleh" Ledek Dewi.
"Tapi bukan itu sayang" Ucap Al kesal.
"Hahaha, iya suami ku, bercanda" Ucap Dewi dengan tertawa.
"Hmm" Al memeluk Dewi erat.
"Sayang, jangan dong" Ucap Al saat Dewi mengendus-endus lehernya. Bukannya berhenti, Dewi malah semakin mengendus-endus leher Al.
"Sayang, kamu lagi dateng bulan loh, aku nggak bisa ngapa-ngapain kamu" Keluh Al yang membuat Dewi tertawa.
"Kasiannya suami ku, hahaha" Ledek Dewi sambil mencium pipi Al.
"Jangan mancing aku ya kamu" Ucap Al sambil mencubit hidung Dewi gemas.
"Hahaha, mancing tuh ikan" Ujar Dewi.
"Itu kalo disungai tapi kalo kamu itu mancing hasrat, tau" Ucap Al.
"Kamu nya aja yang mesum" Ucap Dewi.
"Apa kamu bilang" Al menciumi Dewi terus-menerus yang membuat Dewi semakin tertawa karena geli.
"Hahaha, ampun" Ucap Dewi. Al berhenti mencium Dewi.
"Aku mau main game lagi, kamu mau ikut" Ucap Al.
"Nggak deh, aku mau nonton video aja" Dewi mengubah duduk menjadi menghadap Al dan bermain ponsel disana.
Al hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kemudian kembali bermain gamenya. Al bermain game sambil memeluk Dewi.
"Ih lucu tapikan ini buat bayi sedangkan bintang..." Batin Dewi sedih, dia melihat video orang promosi baju bayi disana yang membuatnya sedih.
Al yang sedang fokus bermain game pun berhenti saat merasakan bahunya basah dan mendengar suara isakan Dewi yang pelan.
"Sayang, hei kamu kenapa" Al meletakkan ponselnya, dia melihat Dewi yang sedang menangis.
"Kenapa hmm" Al mengusap air mata Dewi. Dewi hanya menggeleng, mungkin karena hormonnya yang tidak stabil membuatnya menangis melihat video tadi.
"Kalo ada apa-apa, bilang cantik" Al mengecup kedua mata Dewi.
"Ng-nggak papa kok, tadi aku cuma lihat ini hiks..." Ucap Dewi dengan terisak, dia menunjukkan video itu kepada Al.
"Ya Allah, pantes aja Dewi nangis" Batin Al, dia pun memeluk Dewi.
"Coba aja bintang ada hiks.. pasti aku bisa beli ini" Ucap Dewi.
"Hustt... kamu nggak boleh gitu ya, bintang udah bahagia disana, jangan sedih lagi" Ucap Al.
Mereka menamai anak mereka yang tidak ada dengan nama bintang, karena menurut mereka nama itu cocok untuk anak laki-laki maupun perempuan dan mereka juga bisa melihat anak mereka dalam wujud bintang dimalam hari seperti kata Al, walaupun itu mitos tapi Al tetap mengatakannya.
Al membiarkan Dewi yang menangis dipelukkannya itu, dia tidak meminta Dewi untuk berhenti menangis karena dia tau, Dewi menangis karena ingin meluapkan emosinya yang tidak bisa dia keluarkan. Sampai larut malam Dewi masih terus terisak walaupun dia sudah tidur dipelukkan Al.
"Tidur yang nyenyak ya sayang ku" Al mencium kening Dewi kemudian membawanya masuk kedalam kamar.
__ADS_1
"Good night my wife" Al menyelimuti Dewi dan seperti biasa, dia akan membereskan kekacauan itu dan tidur bersama Dewi.