Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)

Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)
Penentuan Hari Pernikahan


__ADS_3

Masih ditempat dan suasana yang sama.


"Jadi gini, kita kesini untuk membicarakan tentang pernikahan kalian berdua" Sambung ayah Al kemudian menatap Al dan Dewi secara bergantian. Dewi dan Al mengangguk tanda mengerti.


"Nah kita udah nentuin harinya" Ucap ayah Dewi.


"Jadi kalian akan menikah hari kamis depan, berarti satu minggu lagi" Sambung ayah.


"Apa..!! " Ucap Al dan Dewi secara bersamaan karena terkejut.


"Ayah, apa nggak kecepatan sih yah" Protes Dewi kepada ayahnya.


"Nggak sayang, kita udah sepakat dan kalian akan menikah minggu depan" Ucap ayah.


"Tapikan yah, kita masih sekolah yah, kenapa nggak nunggu lulus aja sih" Ucap Al yang juga protes.


"Iya yah, kenapa nggak nunggu lulus aja" Sambung Dewi.


"Kelamaan dong" Ucap ibu dan bunda bersamaan.


"Iya kelamaan, kita maunya minggu depan, nggak ada penolakan" Ucap ayah Dewi tegas.


"Dan untuk sekolah, kalian tetep bisa sekolah kok, kan ini nikahnya yang hadir cuma keluarga kita aja, jadi nggak ada yang tau dan kalian aman" Jelas ayah Al. Dewi dan Al hanya pasrah saja.


"Huff, nih pada kenapa sih para orang tua kok ngebet banget biar gue bisa cepet nikah sama sih Al, lagian gue masih muda, gue masih pengen bebas, yakali gue harus nikah muda" Batin Dewi.


"Kok jadi gini sih, kenapa jadi buru-buru gini ya, apa nggak masalah kalo gue nikah secepat ini, gue aja belum mapan bener, cafe aja masih gitu-gitu doang, lah ini udah suruh nikah, suruh ngasih makan anak orang, huf" Batin Al.


Setelah itu mereka mengobrol ringan, hari semakin malam dan akhirnya keluarga Al pulang.

__ADS_1


***


Kamar Dewi


Dewi kini sudah mengganti bajunya dan dia sedang berbaring diatas kasur. Dia masih memikirnya tentang pernikahannya yang berkesan mendadak ini.


"Gue minggu depan dah jadi istri orang, jadi istri itukan harus bisa ngapa-ngapain, lah gue, bisa sih gue masak, beres-beres tapikan gue mageran, Ya Allah" Ucap Dewi sambil berguling-guling diatas kasur.


***


Dikamar Alhendra


Al sedang berbaring diatas kasur dengan menatap langit-langit kamarnya.


"Buset, ini kagak kecepatan ya, gue bingung harus ngapain, gue belum paham astagfirullah, gue minggu depan dah jadi suami dong dan gue harus nafkahin istri gue lahir batin, eh tunggu-tunggu, jangan-jangan bunda nyuruh gue buat lamar Dewi waktu itu karena ini, astagfirullah, pantes aja, lah tau ah, mending gue tidur aja" Al bermonolog sendiri kemudian tak lama dia pun tertidur.


***


Kini mentari telah menujukkan wujudnya kembali untuk menerangi bumi dan menemani para penghuni bumi menjalankan aktivitasnya. Sejak semalam Dewi tak bisa tidur dengan nyenyak karena memikirkan masalah yang dibicarakan semalam, dia berangkat sekolah dengan keadaan lesu, tak bertenaga, dia sangat malas untuk berangkat. Saat sedang berjalan dikoridor lagi-lagi jalan Dewi dihentikan oleh Shafira.


"Astaga, nih cewek mau apalagi sih, gue tuh ngantuk banget, males ngadepin orang kek gini" Batin Dewi.


"Mau apalagi sih" Tanya Dewi dengan malas karena dia masih mengantuk.


"Gue bilang, jauhin Al" Ucap Shafira.


"Apa sih urusannya sama lo, lagian sejak Al masuk kesini dia udah bareng gue sama Viola, jadi kenapa sekarang lo sewot sih" Ucap Dewi.


"Alah, banyak b*cot loh, apa hubungan lo sama Al, nggak mungkin kalo cuma temen tapi Al bisa perhatian banget sama lo" Ucap Shafira kesal saat mengingat kejadian dikantin kemaren.

__ADS_1


Kemaren saat dikantin, Dewi malas-malasan, makan saja dia tak berselera sampai Al membujuknya dan berniat menyuapi Dewi tapi Dewi menolak dan akhirnya makan sendiri, kejadian itu tak sengaja diliat oleh Shafira.


"Kalo dah tau bukan sekedar temen, ya udah nggak usah banyak tanya" Ucap Dewi malas kemudian hendak pergi tapi dicegah oleh Shafira.


"Heh, lo berani sama gue" Ucap Shafira tangannya memegang tangan Dewi dengan sangat erat.


"Lo apa-apaan sih, lepasin tangan gue, gue males berurusan sama orang kek lo" Ucap Dewi dengan tegas kemudian Shafira melepas tangannya.


"Gue ingetin sekali lagi, jauhin Al" Ucap Shafira.


"Apa hak lo ngatur hidup Dewi" Ucap seseorang yang tiba-tiba datang diantara mereka. Kemudian Dewi dan Shafira pun melihat kearah suara. Ternyata dia.....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hayo siapa😂


Main tebak-tebakan dulu ya guys, hehehe.


Sampai sini dulu ya, author capek guys.


Dukung author ya.


Jangan lupa Like, Koment, Vote, Rate.


Dukungan kalian semangat buat author.


^^^Bye-bye sampai jumpai di next eps.^^^


^^^Luff Reader Tercinta❤^^^

__ADS_1


__ADS_2