
Brumm... Brumm...
Suara derum motor memasuki kawasan yang ramai akan anak-anak muda. Motor itu terparkir rapih disana kemudian orang yang mengemudikan motor itu melepas helmnya dan berjalan menuju teman-temannya yang sudah menunggu lama.
"Hoy bro, apa kabar" Sapa salah satu dari orang yang ada disana.
"Baik, kalian apa kabar" Jawabnya.
"Baik kita mah, eh Al, lo kemana aja dua minggu ini" Tanya orang itu, ya dia adalah Al, dia menemui teman-temannya karena sudah lama tak ikut berkumpul.
"Tau nih si Al, main ngilang aja" Saut orang satunya.
"Gue dirumah kok" Jawab Al.
"Lo kaya beda deh" Ucap temannya.
"Apanya yang beda" Tanya Al.
"Nggak tau juga tapi kaya ada yang beda gitu" Jawabnya.
"Aneh lo" Ujar Al.
"Beneran gue, ya nggak cuy" Ucap orang itu.
"Bener tuh, lo kaya ada yang beda" Sambung yang lain.
"Kagak lah, beda apanya coba" Ucap Al.
"Ya nggak tau juga sih" Ucap orang itu.
"Alah, udah gue tetep sama kok" Ucap Al.
"Eh, lo tumben telat, biasanya dateng paling awal lo" Ucap seseorang sambil membawa minuman kaleng dan diberikan kepada Al.
"Tadi cewek gue mau ikut, tapi nggak gue bolehin" Ujar Al kemudian menengguk minumannya.
"Wih, dah ada cewek aja lo, siapa tuh" Tanya Reno teman Al yang paling cerewet.
"Kepo lo" Jawab Al.
"Wah, parah lo punya cewek tapi nggak kasih tau kita" Ucap Reno.
__ADS_1
"Apa untungnya" Tanya Dennis, dia paling bobrok dan omongannya suka ceplas-ceplos sembarangan.
"Ya kan kalo kita tau, kita bisa minta makan-makan gitu" Jawab Reno enteng.
"Makan terus" Jawab semua orang yang ada disana sedangkan Al hanya tertawa.
"Lain kali ajak aja cewek lo kesini" Ucap Vanno sembari menepuk pundak Al yang langsung mendapat tatapan tajam dari Al.
"Wouhh, santai bro, jangan gitulah liatnya" Ucap Vanno.
"Kenapa si Al, lo nggak mau ajak cewek lo kesini" Tanya Dennis.
"Mau cari mati kali ngajak dia kesini" Jawab Al santai.
"Hah" Jawab Semuanya bingung.
"Kalian nggak tau sih, kalo dia ikut kesini terus dia tau gue ikut kaya ginian bisa-bisa gue didiemin satu bulan penuh" Ucap Al.
"Dan gue pasti juga nggak bisa tidur bareng dia" Gumam Al yang hanya bisa didengar olehnya saja
"Lah, yang bener aja" Tanya Reno yang mendapat anggukkan dari Al.
"Lo pernah tidur bareng cewek lo" Ucap Rehan yang sedari tadi hanya menyimak dan itu sukses membuat Al terkejut dan membuat semua orang langsung melihat kearah Al.
"Gue dari tadi duduk disini dan gue denger lo ngomong apa" Bisik Rehan kepada Al.
"Kita bahas ini nanti" Ucap Al juga berbisik.
"Heh, kalian malah bisik-bisik" Tegur Reno.
Ting...
Ponsel Al berbunyi tanda pesan masuk, senyum terukir dibibir Al yang membuat teman-temannya saling pandang. Itu adalah pesan dari Dewi yang mengatakan bahwa Al tak boleh pulang terlalu malam atau dia akan tidur diluar malam ini.
"Siapa sih" Kepo Reno mengintip melihat ponsel Al tapi Al langsung mematikan layar ponselnya.
"Kepo banget si, husss, jauh-jauh" Ucap Al.
Waktu menunjukkan pukul 23:45 tapi Al tak kunjung pulang, Dewi tak bisa tidur, entah kenapa dia sangat sulit sekali untuk tidur.
"Huufff, udah jam segini tapi tuh bocah belum balik juga, awas aja lo nanti, tidur diluar beneran lo" Grutu Dewi.
__ADS_1
Brumm...Brumm...
Tak lama terdengar suara motor memasuki halaman rumah, sudah bisa dipastikan jika itu adalah Al. Dewi langsung bangun dan berjalan kearah pintu, dia berdiri disana. Setelah beberapa menit, knop pintu berputar tanda pintu akan terbuka, Dewi mundur sedikit agar tak tertabrak pintu.
Ceklek...
Al membuka pintu dan betapa terkejutnya dia saat melihat Dewi berdiri dibelakang pintu.
"Astaga, Wi, lo ngagetin aja sih" Ucap Al.
"Gue kira dia udah tidur" Batin Al.
"Lo mau kemana, kok bawa bantal sama selimut" Tanya Al, bukannya menjawab Dewi malah melempar bantal dan selimut itu kepada Al.
"Maks.." Belum selesai Al berbicara sudah terpotong oleh Dewi yang membuat Al tertegun.
"Tidur diluar" Ucap Dewi kemudian mendorong Al keluar dan menutup pintu.
"Yaahh, Wi, Dewi, buka pintunya dong, masa gue tidur diluar sih" Ucap Al.
"Bodo" Jawab Dewi mengunci pintu dan kembali keranjang dan tidur.
"Wi, buka dong, gue nggak mau tidur diluar" Tak ada jawaban dari Dewi karena dia sudah berada diatas ranjang dan bersiap untuk tidur.
"Wi, Dewi, buka dong" Panggil Al.
Bunda yang mendengar keributan pun keluar kamar dan melihat apa yang terjadi. Bunda bingung yang melihat Al berada diluar kamar dengan membawa bantal dan selimut.
"Kamu ngapain disini" Tanya bunda mengejutkan Al.
"Ya Allah, bunda, bikin kaget aja" Ucap Al.
"Hahaha, kamu juga ngapain coba diluar, mana bawa bantal sama selimut lagi" Tanya bunda lagi.
"Diusir sama Dewi" Jawab Al dramatis yang mendapat gelak tawa dari bunda.
"Ih bunda, kenapa ketawa coba" Tanya Al kesal, sudah diusir dari kamar sama istri ini juga bunda malah ngetawain.
"Hahaha, kenapa bisa gitu" Tanya bunda.
"Tadi Dewi bilang sama Al, jangan pulang kemaleman atau tidur diluar, nah tadi pas Al mau pulang sebelum jam sebelas, dicegah sama teman-teman jadi ya gini" Jelas Al.
__ADS_1
"Itu nasib kamu, udah tidur aja dikamar tamu sana" Ucap ayah yang tiba-tiba muncul. Al menghembuskan napasnya kasar kemudian berjalan kearah kamar tamu.