Dijodohkan Lagi

Dijodohkan Lagi
S2 Episode 17


__ADS_3

Keluarga yang sempurna adalah


dambaan setiap semua orang, bagai pasang surutnya air laut seperti itulah


keluarga. Kadang bahagia, kadang juga menderita. Akan tetapi setiap penderitaan


akan berakhir dengan kebahagiaan. Yakinlah, kebahagiaan akan datang menghampiri


siapa saja yang mau berusaha.


Begitu pula yang terjadi kepada


keluarga Raka. Cobaan demi cobaan mereka lalui saling menguatkan, saling memberi


dukungan satu sama lain. Mama Clarys yang sebelumnya memberi keretakaan pada


hubungan Raka dan Zia, sekarang berbanding balik. Wanita itu sekarang sangat


menyayangi Zia dan Raka lebih dari apa pun. Terlebih lagi setelah kehadiran


Zika. Semenjak kehadiran gadis kecil itu saat ini waktu Clarys dihabiskan untuk


mengurus cucu satu-satunya itu.


Seperti yang dilakukan saat ini,


wanita itu sedang sibuk di dapur menyiapkan makanan untuk Zika. Banyak pelayan,


tapi untuk makanan cucunya Clarys tidak mau sembarangan. Setelah satu jam


berkutat di dapur akhirnya Clarys keluar membawa  semangkuk bubur ayam untuk Zika.


“Zika sayang mamam yuk. Glenma


sudah membuat bubur kesukaan Zika nih ….” ujar Clarys masuk ke dalam kamar


Raka. Saat masuk wanita itu sangat bahagia saat melihat Raka dan Zia bercanda


dengan Zika. Akhirnya setelah sekian lama kini mereka kembali bersama.


Zia yang bersandar di punggung


ranjang  melingkarkan tangan di  bahu sang suami. Sedangkan Zika berada di


sebelah Raka. Sampai saat ini Zika belum mau mendekat pada Zia. Setiap kali Zia


memanggil Zika bersembunyi di balik papa Raka.


“Cika mau mamam sama papa, glenma


….” ucap Zika dengan bibir mungilnya.


“Baiklah, sayang, kali ini biar


papa sama mama yang suapi kamu ya.” Clarys memberikan mangkuk pada Raka.


Zia mengubah posisinya melepas


tangan dari bahu Raka supaya suaminya bisa duduk tegap menyuapi Zika.

__ADS_1


“Sini papa suapin.” Raka mengubah


posisi menjadi bersila tangan kiri memegang mangkuk sedangkan tangan kanan


memegang sendok. Zika menikmati setiap suapan yang diberikanya menurut duduk di


pangkuannya.


Mama Clarys mengusap air mata. Ia


sangat terharu melihat pemandangan ini rasanya tidak ingin beranjak dari sana


dan tidak ingin melewatkan moment itu. Raka tersenyum bahagia sedangkan Zia  memeluk dari belakang.


Raka adalah satu-satunya laki-laki di rumah ini sifatnya selalu melindugi keluarganya


mengingatkan pada sesosok Romi ayah Raka yang telah dicampakkan Clarys.


Entah kenapa melihat moment


seperti ini membuat Clarys mngingat-ingat kesalahnya sewaktu dulu.  Wanita itu sibuk mengusap air matanya. Zia


yang tidak sengaja melihat menyenggol  lengan


Raka, memberi tahu kalau mama Clarys sedang menangis.


Raka menoleh dan benar saja ia


melihat mama Clarys sedang mengusap air mata. “Mama kenapa menangis?” Tanya


Raka meletakan mangkuk di atas nakas lalu menurunkan Zika dari pangkuannya dan


meletakan di sampingnya.


saja melihat kalian bahagia mama menjadi terharu. Aku tidak bisa menahan air


mata karena terlalu bahagia.” Claris masih sibuk mengusap air matanya.


Raka mendekat ke sebelah Clarys


memegang kedua pundak wanita itu lalu menatap wajahnya. “Keluarga kita sekarang


kembali utuh, Ma. Aku tahu, pasti mama sedang memikirkan hal lain, kan?”


Clarys menggeleng samar Raka


memang bisa menebak apa yang ada di dalam pikiranya. “Mama hanya merindukan


ayahmu, Raka. Andai saja dia saat ini masih hidup. Aku pasti akan bersujud


bersipu di kakinya. Tapi semua sudah terlambat, disaat aku menyadari semua


kesalahanku, ayahmu telah tiada. Tapi setidaknya aku bahagia ….”


Raka dan Zia mengerutkan alis.


“Aku bahagia karena sebelum


papamu pergi sudah meninggalkan pasangan untukmu. Dan ternyata, pilihanya tidak

__ADS_1


salah. Dia memilih Zia untuk menjadi pendampingmu. Dan Zialah yang membuat


hidupmu berubah. Dari sebelumnya menghitam berubah menjadi diterangi


kebahagiaan. Maafkan mama, Raka. Maafkan Mama.”


Raka seketika memeluk Clarys


erat. Ia memang marah pada ibunya itu, tapi dulu. Dia memang membenci Ibunya


tapi itu juga dulu. Sekarang tujuan Raka adalah satu, membahagiakan keempat


perempuan yang ada di rumahnya.


“Yang sudah berlalu lupakan saja,


Ma. Sekarang kita semua sudah berkumpul lagi. Setelah Zia bisa berjalan normal


kita akan kembali fokus ke pernikahan Vita. Kasihan juga mereka lama menunggu


hanya karena tidak mau menikah kalau Zia tidak ada.” Raka berjalan ke arah Zika


menggendongnya.


“Dan satu lagi ma, kita harus bisa membuat Zika dekat dengan


Zia. Karena bagaimana pun ini tidak mudah. Tapi aku yakin secepatnya Zika akan


menyayangi ibunya. Iya kan sayang?” Raka mencium pipi Zika berulang-ulang.


”Glenma, jangan nangis ... kata aunty, yang boleh nangis cuma Cika ....”


"Ooh sayang glenma ...." Clarys tersenyum mengusap-mengusap rambut Zika lalu menghadiahkan sebuah kecupan di pipi.


Clarys berjalan melewati Raka dan Zika menuju Zia berbaring. "Bagaimana perkembangan tubuhmu, Zia? Apa ada kemajuan yang kamu rasakan, nak?" tanyanya menelisik tubuh Zia dari atas sampai bawah.


"Lumayan, Mah. tangan dan tubuhku tidak sekaku kemarin. Sedikit mulai sedikit anggota tubuhku mulai bisa digerakkan."


"Syukurlah ... mama sudah tidak sabar ingin kita jalan sama-sama dengan Zika di taman. Karena selama ini, Mama selalu iri melihat anak sedang bersama ibunya. Sedangkan Zika? Dia sendirian hanya bersama mama dan Vita," ucap mama Clarys.


Zia tersenyum, ia memang sangat beruntung keluarganya selalu menyayanginya.


"Zika, gak mau peluk, Mama?" tanya Raka lagi pada putrinya. Gadis kecil itu kekeh menggelengkan kepala.


"Tidak apa, Raka. Dia masih belum mengerti, dia menganggap Zia adalah orang asing. Jadi dia masih takut saat melihatnya. Nanti lama kelamaan juga akan terbiasa," ujar Clarys lagi.


"Mama benar, sayang. Zika belum terbiasa denganku, jadi kupanggil saja tidak mau. Lama ke lamaan dia juga akan mengerti, kalau aku adalah ibunya," sahut Zia.


"Papa, Cika mau sama unda ...." ucap Zika.


Inilah yang tidak disukai oleh Raka. Zika selalu mencari Dokter Sesil walau malam hari. Tampaknya Dokter itu terlalu mendekatkan diri dengan Zika. Sehingga lupa posisinya siapa dia dan siapa ibu kandung Zika.


Raka memutar bola matanya tampak memikirkan sesuatu. Hemmm ia memandang langit-langit kamar. "Ahh iya, tadi pagi unda telepon papa. Kata dia Zika gak boleh nakal, karena dia sedang ada di rumah sakit merawat orang-orang yang sakit, sayang ...." ucapnya bohong.


Zika mengerucutkan bibir belakangan ini hubungannya dengan Dokter Sesil memang begitu dekat. Entah, apa yang dipikirkan oleh perempuan itu, dia terus menyayangi Zika tapi lupa memperkenalkan siapa ibu kandungnya sebenarnya.


"Zika sama glenma aja, yuk," ajak Clarys. Zika menengadahkan tangan menyambut ajakan Clarys. Lalu wanita itu membawa Zika keluar.


Setelah mama Clarys menghilang dari kamar, Raka segera mengambil handuk dan baskom mengisinya dengan air hangat. Membawa ke arah Zia.

__ADS_1


"Semoga, besok setelah terapi aku akan kembali sembuh normal lagi ya sayang ... aku tidak tega kalau harus melihatmu membersihkan tubuhku setiap hari."


"Sudah sering aku bilang, kalau aku sangat senang melakukan ini."


__ADS_2