Dijodohkan Lagi

Dijodohkan Lagi
S2 Episode 21


__ADS_3

...Raka menelusupkan tangan ketengkuk Zia. Menyingkap rambut yang menutup sebagian wajah. Ditatapnya dalam netra yang terpejam mengecupnya dengan lembut dari dahi berangsur ke kelopak....


Ia sangat merindukan suasana ini. Zia selalu membuat hasratnya terbakar. Sudah dua tahun ia menahan ini, dan kini seseorang yang ditunggu-tunggu telah datang dan dinyatakan sehat oleh dokter.


...Jantung Zia berdetak tak seirama seperti ingin melakukan malam pertama dulu. Ia benar-benar gugup, walau dia sudah berulang kali melakukan dengan Raka tapi itu dulu dua tahun yang lalu....


Napas Raka menderu saat Zia membuka mata seketika bertatapan dengan mata kecoklatan di hadapannya. Disambut guratan senyum yang berhasil membuat hati seperti ingin terjun bebas.


...Didekatkan bibir mereka begitu intens hingga saling menempel. Raka siap untuk memagut bibir sang istri akhirnya setelah sekian lama kini saatnya menyalurkan hasrat yang sudah membakar jiwa....


”Papa ... Mama ... lagi ngapain?”


...Oh tidak ... mereka seketika tersentak Zia menjauhkan wajahnya memerah dia gugup. Mereka lupa kalau Zika masih ada di sana. Raka menggaruk kepala yang tidak gatal lalu berkata,...


”Eh, Zika. Kau sudah bangun rupanya. Apa kamu membutuhkan sesuatu, sayang?" Raka mendekat ke arah Zika. "Kamu pasti masih ngantuk kan? Sini, biar Papa antar ke kamar Zika biar ditemani suster."


...Gadis kecil itu menggeleng saat papanya akan mengangkatnya. "Zika mau bobo di sini, sama papa."...


Eh, lalu bagaimana rencana mantap-mantap Raka?


Baiklah-baiklah, Raka akan membiarkan Zika tidur dulu di kamarnya. Nanti setelah terlelap ia akan memindahkan ke kamar putrinya sendiri. Ia menatap Zia, dibalas dengan anggukan oleh sang istri.


..."Baiklah, kalau Zika mau bobo sini." Raka merebahkan tubuhnya miring menghadap Zika. Sedangkan Zia duduk di belakangnya. "Sekarang Zika tidur ya." Menepuk-nepuk bahu putrinya supaya cepat tidur....


Akan tetapi bukanya tertidur justru Zika membuka matanya lebar. Zia yang milihat terkikik dari balik punggung Raka. Kasihan sekali suaminya itu. Harus berjuang mati-matian menenangkan sesuatu di bawah sana.


Raka menarik tubuhnya hingga posisi Zia memeluk dari belakang. Saat ini mereka sama-sama mengahadap Zika yang masih belum mau menutup matanya juga.


..."Zika ... ayolah cepat tidur kasihanilah Papamu ini," gumam Raka membuat Zia yang mendengarnya terkekeh....

__ADS_1


Zika mengubah posisinya menjadi duduk. Tampaknya gadis kecil itu tidur dari sore hari sehingga tidak bisa tidur kembali. Raka mendesis kesal.


Zia melewati Raka mendekat ke arah putrinya. Ia akan mencoba mengajak bicara Zika. Semoga saja tidak takut lagi.


"Zika sayang, bobo peluk Mama mau?"


Diluar dugaan Zika ternyata mengangguk. Guratan senyum bahagia terukir di wajah Zia. Ia tidak menduga putrinya itu mau dipeluk olehnya. Ia merebahkan tubuhnya menyangga kepala dengan satu tangan, sedangkan Zika berada di dekapannya.


...Sepertinya ada yang putus asa di seberang sana. Raka sekuat tenaga supaya membuat adik di bawah sana tidak terus menegang. Tapi kenyataannya tidak bisa. Lelaki itu beranjak dari tempat tidur membiarkan Zia membacakan dongeng pada Zika....


Ia pergi ke arah balkon ditatapnya pemandangan malam nampak sinar rembulan yang cerah. Setelah beberapa menit ia merasa hawa dingin menusuk kulitnya. Segera masuk berharap Zika sudah tidur jadi ia bisa melanjutkan kegiatan yang tertunda.


...Akan tetapkan saat memasuki kamar Zika justru sedang sibuk bermain dengan bonekanya. Ditatapnya Zia yang bahagia melihat putrinya menggeleng ke arahnya....


Ah, tidak! Raka benar-benar harus bisa membuat tenang. Ditariknya napas dalam-dalam lalu ia pergi ke kamar mandi entah apa yang ia lakukan selama beberapa menit.


...Keluar dari kamar mandi wajahnya tampak lebih tenang sembari mengeringkan rambut dengan handuk. Ia menuju sofa melanjutkan memeriksa berkas-berkas yang diberi Vita....


...Gadis kecil itu manatap tampak begitu takut ke arah Zia. "Papa, Cika takut ...."...


"Takut kenapa, sayang? Bukankah kanu dari tadi main sama mama?"


Tampaknya baru saja Zika lupa karena kesadaran bangun tidur belum terkumpul. Kini saat ia melihat wajah Zia menjadi ketakutan. Raka yang melihat segera meletakkan map di tangannya ke atas meja lalu menghampiri Zika dan Zia.


..."Zika kenapa, sayang?" tanyanya saat Zika memeluknya....


"Papa, Cika takut sama Mama."


..."Kenapa takut? Dia kan Mamanya Cika. Dia yang melahirkan Cika, dia yang membuat Cika ada di dunia ini. Jadi kamu tidak boleh berpikir kalau Mama orang jahat," ucap Raka....

__ADS_1


Zika kekeh tetap menggelengkan kepala. Raka merasa ada yang aneh dengan anaknya. Karena tidak mungkin Zika bisa setakut itu dengan mamanya tanpa sebab.


Raka mendekat Zika segera berlari memeluk kakinya. Ia mengangakat tubuh gadis kecil itu membawanya dalam gondonganya.


"Kalau Papa boleh tahu, kenapa Zika takut dengan Mama?" tanyanya.


Zika menatap Zia yang duduk di tepi ranjang seolah takut ingin bicara. Raka yang menangkap gelanyar aneh pada putrinya.


"Zika, ikut Papa ke kamar yuk," ajaknya membawa Zika keluar meninggalkan Zia sendirian.


Setelah di kamar Raka mendudukkan Putri mungilnya itu di tepi ranjang. sedangkan ia duduk berjongkok di bawah Zika, memandang dari wajah.


"Kalau boleh Papa tahu, apa sih yang membuat Zika takut dengan Mama Zia? Diakan perempuan baik yang sudah melahirkan Zika." Raka menarik napas dalam. Sepertinya percuma walau ia jelaskan, putrinya itu tidak akan mengerti.


Raka beranjak berdiri dan duduk disebelah putrinya itu. Diraihnya ponsel dalam saku celananya. menggeser handphone pengeluaran terbaru itu membuka galeri seketika nampak foto-foto Zia saat hamil.


"Zika lihat ini." Ia menunjukkan layar ponselnya pada Zika. "Kamu tahu kan, sayang. Dia siapa?" Memperlihatkan foto Zia sedang berpelukan dengannya memegangi perut yang membuncit.


Raka terus saja menunjukan semua foto Zia saat-saat hamil. Zika yang melihat tidak mengerti sama sekali maksud dari sang Papa.


"Ini adalah Mama sewaktu mengandung Zika dalam perut. Apa kamu tahu, siapa yang di dalam perut ini?" Ditunjuknya foto Zia bagian perut, Zika menggeleng.


"Di dalam perut ini adalah kamu Zika. Kamu anaknya Mama, bukan anak orang lain. dan ... sebagai seorang anak tidak boleh takut pada ada mamanya. nanti mama akan terus nangis. apa Zika mau emang buat Mama nangis?"


Gadis kecil itu menggeleng tidak ingin semua terjadi yang seperti papanya katakan.


"Tapi ... kata Bunda, Cika tidak boleh dekat dekat dengan Mama. karena mama adalah perempuan jahat yang ingin memisahkan Cika dan Bunda."


kata-kata Zika sontak membuat Raka menoleh. lelaki itu memastikan kalau tidak salah mendengar. "Zika, apa papa tidak salah dengar?" tanyanya menatap mata Zika yang polos itu.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2