Dingin Tapi Bucin

Dingin Tapi Bucin
Bodoh


__ADS_3

Ada seorang pelayan yang menghampiri mereka, untuk menanyakan mereka mau pesan apa.


"Maaf, mau pesan apa tuan,nona"


"Jus Pepaya ada?"


"Ada."


"Kalau nona?"


"Saya pesan samaan aja."


"Ada lagi yang mau di pesan."


"Kalau saya udah itu aja."


"Tuan?"


"Iya udah itu aja."


Diam lagi tidak ada yang berbicara.


Ahh masa iya ngajak saya ketemuan cuma mau diam-diaman kayak gini.


"Maaf, kamu ngajak saya ketemuan, untuk apa ya?"


"Ada yang mau saya bicarakan dengan mu."


Bicarakan?? Tapi dari tadi diam kayak orang bisu? Gimana sih?


"Kalau boleh tau, apa yang mau kamu bicarakan dengan saya."


"Tentang pernikahan nanti."


"Ohh."

__ADS_1


"Kamu harus ingat ya, kalau saya mau di jodohkan dan menikah dengan mu hanya karena di paksa oleh papa, bukan karena suka sama kamu."


"Udah itu aja, yang mau di kasih tau ke saya?"


"Ada lagi"


"Apa??"


"Kalau sudah nikah nanti, kamu harus nurut apa kata saya, apa yang di perintahkan saya, dan tidak usah ikut campur urusan pribadi saya."


"Baiklah, saya akan mematuhi apa kata mu."


Semudah itu kah dia menjawab?


"Ingat, kalau papa dan mama nanti bertanya- tanya tentang hubungan kita, bilang aja kalau kita udah mulai saling suka, dan mulai saling memahami satu sama lain."


"Ohhh, okee."


"Ini tuan,nona jus nya."


Darga hanya diam.


"Iya nona, kalau gitu saya permisi."


Membalas dengan senyuman.


"Kalau bibi mu nanti nanya kenapa saya mau ngajak kamu ketemuan hari ini, bilang aja kalau kita memilih cincin untuk pernikahan."


"Kenapa saya harus berbohong?"


Bodoh!!


"Lakukan saja apa yang saya bilang."


"Baiklah."

__ADS_1


Ahh belum menikah saja dia sudah seperti ini, dan aku harus mematuhinya, aku harus bertahan, jangan sampai aku membuat keluarga paman dan keluarga pak wijaya kecewa denganku.


"Ya sudah kalau gitu, itu saja yang mau saya bilang ke kamu hari ini, nanti saya suruh dion mengantarmu pulang."


"Dion?" menatap bingung Darga.


"Asisten pribadi ku, yang ku suruh menjemput mu tadi."


Ohh ternyata nama nya dion


Ahh tunggu dulu tunggu dulu, dia tadi bilang kalau dia mau nyuruh asistennya itu mengantar saya pulang, pasti naik mobil kan?, ahh tidak bisa tidak bisa.


"Makasih atas tawaranmu, tapi saya lebih baik pulang sendiri saja."


"Apa kata bibi mu nanti kalau kamu pulang tidak saya antar, malah pulang sendiri."


"Ahh tidak apa-apa nanti saya bilang saja ke bibi kalau saya tadi mau mampir dulu ke rumah teman saya, jadi nya pulang sendiri, karena tidak mau merepotkan mu."


Aneh, kenapa gadis ini selalu tidak mau di antar dion maupun di jemput dion.


"Baiklah kalau itu mau mu, ya sudah kalau gitu saya duluan, nanti biar saya yang bayar."


Langsung berdiri merapikan jas nya, dan meninggalkan ara.


Sepertinya dia tidak dingin seperti yang sering di bilang oleh dinda sama brilian waktu itu.


Asal kita memulai bicara duluan dia pasti akan menjawab.


Ahh sudahlah, sebaiknya saya pulang sekarang.


Ara mencari ojek di sekitaran sana, setelah mencari agak lama, akhirnya menemukan ojek, dan langsung naik dan pulang.


Tanpa dia ketahui bahwa ada yang memperhatikannya dari tadi, dan mengikutinya.


Darga memang sengaja pergi duluan agar mengetahui kenapa ara tidak mau di antar pulang oleh dion, dan darga kaget, kenapa ara lebih memilih naik ojek dari pada di antar oleh asistennya yang akan mengantarnya dengan mobil bagus, dan ara langsung pulang ke rumah tidak mampir kemana-mana dulu, itulah yang membuat Darga kaget, dia awalnya mengira bahwa ara akan ketemuan dulu dengan seseorang sebelum kembali, dan ternyata ara langsung pulang ke rumah.

__ADS_1


*Kenapa dia lebih memilih naik ojek, dari pada di antar oleh dion.


BERSAMBUNG*...


__ADS_2