
Ara turun ke bawah lagi,dia merasa kecapean naik turun naik turun,rumah Darga juga sangat luas berbeda dengan rumah bibi nya.
"Pagii pak mun."
"Eh nona muda."
"Ara udah berapa hari lo ga ngeliat pak mun."
"Maksudnya non?"
"Ara udah beberapa hari ga ngeliat pak mun di dapur mungkin pak mun lagi sibuk hehe."
"Oh,maaf non tapi saya tidak sibuk,saya sering ke dapur,hanya saja saat saya ke dapur nona sering tidak ada di rumah dan nona sering di kamar."
"Haha pak mun jujur amat."
"Nona mau sarapan?"
"Iya tapi nanti pak,barengan aja sama mama,sama aga."
"Oh oke non."
"Mama nya udah bangun belom pak?"
"Oh udah bangun kok non."
"Kenapa mama belum ke meja makan,biasanya mama jam segini udah stay di sini,atau nggak di ruang santai."
"Nyonya lagi sama temen nya tuan non,yang kemaren dateng,kayak nya lagi sama-sama cerita."
"Oh."
"Iya non."
"Kamu panggil mama kalau sarapan udah siap,aku ke atas manggil aga aja."
"Lah tapi kan non baru aja turun,nona muda ga capek naik turun terus dari tadi?"
"Ga kok pa,udah terbiasa."
__ADS_1
"Biarin saya aja non yang manggil semua nya,nona muda duduk di sini saja ya."
"Ga usah pak,biarin aga aku aja yang manggil."
"Ya udah kalau non mau nya begitu,saya permisi ya non."
"Iya pak."
Pak mun pun pergi meninggalkan ara,sedangkan ara setelah pak mun pergi dia langsung menaiki tangga yang cukup lebar luas dan tinggi itu untuk naik ke atas dan menuju kamar nya dengan darga.
Ara membuka pintu kamar,dia melihat Darga yang sedang sibuk di ruang pakaian,tidak tau Darga sedang mencari apa,tapi sepertinya Darga sedang kebingungan,dan ara mendekati nya.
"Aga..aga ngapain?"
Darga hanya diam.
"Aga tu ngapain,kenapa kek orang kebingungan gitu."
"Ga papa."
"Beneran ga papa,ara bantuin kalau lagi ada masalah,atau lagi nyari sesuatu."
Ara pun berjalan tambah mendekat ke arah Darga.
"Ohh aga bingung ya mau pilih jam yang mana."
"Hmm."
"Mangkannya aga jangan koleksi banyak-banyak,jadi bingung kan milih nya."
Darga diam tidak menjawab lagi.
"Itu aja aga cocok untuk aga,persis sama kayak warna jas aga."nunjuk salah satu jam di antara ratusan jam di dalam lemari kaca.
"Ga mau,terlalu item."
"Itu aja,kek warna abu-abu gitu."nunjuk lagi.
"Ga mau,ga srek."
__ADS_1
"Ya udah yang pertama ara pilih tadi aja,cocok kok,coba aga pakek dulu baru bilang ga cocok."
"Ga mau."
"Pakek dulu,ara ambil ya." ara pun membuka lemari kaca tersebut dan mengambil nya,sedangkan Darga masih kebingungan memilih.
"Sini ara pakein."menarik tangan Darga,dan menggulung legan jas nya,lalu memakaikannya.
"Tuh kan cocok kok aga."menunjukan ke darga sambil memegang tangan Darga.
Darga menatap sekilas jam itu,dan dia memang merasa cukup pas.
"Hmm."ucap darga.
"Lain kali bilang ke ara kalau aga mau di pilihin jam juga."
"Hmm."
"Ya udah ayo ke bawah sarapan."
"Lepasin dulu tangan saya,apa-apaan main peggang aja."
"Hehe iya iya ini ara lepasin kok."ara pun melepaskan.
Aga ara suka sama aga...
Tapi ara ga berani bilang duluan...
Takut..nanti di tolak..kan sakit..
Ara harus ngeluluhin aga..biar aga suka sama ara..
Kalau aga udah ngaku duluan..ara baru ngaku juga..
Fighting ara..
Setelah ara melepaskan pegangan tersebut mereka pun langsung keluar dari kamar dan menuju ke bawah untuk sarapan pagi.
BERSAMBUNG...
__ADS_1