
Ara, dan teman-temannya menikmati hari mereka hari ini, mereka bercanda, mereka tertawa bersama, dan bergosip pun bersama.
Dan ara sempat terdiam, karena salah satu temannya ada yang menanyakan tentang sepupu nya ke dia.
"Hahahah." tertawa
"Eh ra, kata mu sepupu mu baik-baik semua, tapi kenapa pas di bawah tadi kek orang gak ada sopan santun gitu?"
Terdiam.
"Ra, jawab dong lian nanya."
"Sepupu ku yang cewek ya?"
"Emang sepupu ara ada yang cowok?"
"Iya put, satu cowok, satu cewek."
"Gila, temenan ama lu udah lama, tapi baru tau sekarang kalau kamu punya sepupu cowok."
"Iyaa sama, ara kan selama ini cerita nya cuma bilang sepupu gak pernah nyebutin cewek atau cowok."
"Ya maaf, lagian kalian kan juga gak pernah nanya sepupu ara cowok atau cewek."
"Iya juga ya, terus yang cowok kemana ra, kok gak ada di rumah?"
"Kerja lah, dia nerusin perusahaan paman."
"Wah, ganteng gak ra?"
"Dih nanti ajalah bahas ini, emangnya tadi ada masalah apa di bawah?"
"Angel berantem sama sepupumu."
"Ha? Serius??"
"Ya serius lah."
"Terus?"
"Apa nya yang terus?"
"Ara mau denger dari awal sampai akhir kenapa angel bisa berantem sama sepupu ara."
"Tanya aja sendiri sama angel kenapa bisa berantem."
"Njel."
"Apa!"
"Dih si *****, ngegas teros, ceritain dong."
"Gini ya, gimana orang nggak kepancing emosi, kami nanya ra sama dia,ara ada nggak di rumah? Terus dia bilang ada, terus kami nanya lagi, ara nya di mana? Lah dia malah balik nanya,
Giliran di gas dia nya malah marah-marah juga."
"Nah terus?"
"Ya angel kepancing emosi ra, kan kamu tau sendiri aku orang nya kayak gimana."
"Gila ra, sampai sampai si angel ngegas sama sepupumu di depan bibi mu, emang ga ngotak lagi tu si angel."
"Terus?"
"Ya bibi mu minta maaf ke kami karena tingkah laku sepupu mu kayak gak sopan gitu."
"Emang nya dia gak sopan kayak gimana?"
"Masa iya kita belum juga masuk, udah di usir sama sepupumu."
__ADS_1
"Dia ngusir kalian?"
"Iyaa, mangkannya angel tambah kepancing emosi, terus bibi mu nyuruh si dinda balik ke kamar, baru bisa tentram,aman,dan damai."
"Ohh gitu."
"Eh bangkek, sekarang giliran kami nanya ke kamu."
"Nanya apa?"
"Kata mu sepupu mu baik semua, kenapa yang kami lihat hari ini gak sesuai seperti yang kamu ceritain selama ini."
"Dia tu baik kok orang nya, kalian tu belum sepenuhnya kenal sama dia."
"Dih gua mah ogah ra mau ngenal dia sepenuhnya, belum juga udah sepenuhnya udah ke bawa emosi."
"Iyaa ra bener kata angel, jangan bilang kalau ara selama ini bohong, kalau dia baik sama ara."
"Mana ada, ara nggak bohong kok."
"Yakin?"
"Iya."
"Gimana kalau ara ketahuan bohong?"
"Ya udah maafin ara nanti."
"Dih ni anak."
"Udah deh ayo bantu ara beres-beres, kan udah mau sore."
"Ya udah ayo."
Setelah bantu ara beres-beres mereka pun turun ke bawah, ara membawa kopernya dan kado yang tadi di berikan oleh temannya.
"Bii, bibi di mana? Dapur atau ruang tamu?" bicara dengan suara yang agak keras.
Brilian, putri, angel kaget mendengar ucapan tersebut.
"Udah deh lo gak usah pakek acara pamit-pamitan sama mama, lo di sana juga gak bakalan lama, ujung-ujungnya juga dateng ke sini,nangis, terus gak di terima papa lagi, dah jadi gembel kamu."
Hanya diam.
"Eh! Lo gak sopan banget sih jadi orang."
"Eh lo juga gak sopan ya, di rumah orang lo malah nyolot!"
"Njel sabar, jangan buat keributan lagi di rumah orang."
"Tapi ni orang mancing emosi mulu dari tadi, heran juga gua."
"Ini ada apa? Kalian kenapa? Dinda buat keributan lagi ya?"
"Mama apaan sih kenapa jadi nyalahin dinda."
"Iya tante anak tante ni tadi ngomong nya gak sopan sama ara."
"Gak sopan dari mana coba, perasaan dari dulu aku ngomong kayak gitu ke ara, ara nya b aja."
"Ya ara nya yang b aja, gue temannya kagak terima kalau ara di gituin."
"Udah udah, dinda jangan kayak gitu, gak boleh, maafin anak tante ya, ara udah bawa koper, ara udah mau pulang sekarang ya ke tempat Darga."
"Iya bi." tersenyum.
"Ara pulang nya sama siapa?"
"Sama angel bi."
__ADS_1
"Ohh kalau begitu hati-hati di jalan ya nak, nanti pas di sana baik-baik ya, kalau ada masalah telpon bibi ya."
"Iya bi."
"Ara??"
"Iya bi?" bingung.
"Bibi mau peluk ara dong."
"Ahh..bibi, sini."
Berpelukan.
"Ara jaga diri baik-baik ya nak."
"Iya bi, bibi gak perlu khawatir."
"Iya nak." menangis.
"Bibi kenapa nangis?"
"Bibi hanya ngerasa belum bisa harus pisah sama ara."
"Lah kan ara bisa kapan aja ke sini."
"Yakin yaa kamu harus berkunjung ke sini walaupun harus satu kali sebulan."
"Iya bi nanti ara usahain, ya udah ara pamit ya bi udah sore."
" iya nak."
"Eh bentar."
"Kenapa nak?".
Memainkan ponsel beberapa menit.
"Bi, nanti kalau ada asisten nya Darga bilangin bawa koper sama ini aja ke rumah, ara nya pulang sama angel."
"Kok gitu?"
"Ya ara mau pulang sama angel bi."
"Ya udah iya."
"Ya udah ara pamit ya bi."
"Iya."
Dih serius gua benci amat sama si ara sekarang, sombong bener dia gara-gara bisa nikah sama tuan Darga, awas aja kalau dia sampek di cerain tuan darga , dinda bakal hasut papa gak usah terima dia kembali ke rumah ini, biar jadi gembel.
Di halaman rumah.
"Lo beneran mau pulang ikut gue naik motor, gak mau naik mobil."
"Beneran njel."
"Ya udah kalau gitu, ayo naik."
Ara naik ke motor, dan melambaikan tangan ke bibi nya, begitu pun angel membunyikan klakson motor nya mengisyaratkan kalau mereka akan pergi.
"Dinda lain kali jangan buat keributan kayak tadi ya."
"Dih mama kenapa nyalahin dinda."
"Itu kan teman si ara, kamu harus baik-baik sama mereka."
"Belain aja terus tu si ara." pergi meninggalkan mama nya yang tadi ada di depan pintu.
__ADS_1
BERSAMBUNG...