
Setelah darga pergi, ara pun membersihkan meja makan,tetapi lagi dan lagi di hentikan oleh seorang pelayan.
"Nona muda..." agak sedikit canggung.
"Hmm?" berhenti membersihkan dan menatap pelayan tersebut yang sepertinya merasa ketakutan saat mau berbicara dengan ara.
"Oh oke saya mengerti." ara pun mencuci tangan nya dan meninggalkan dapur, dia mengerti pasti pelayan tersebut mau mencegahnya tetapi ragu karena masalah sore tadi.
Ara pun bingung mau kemana kalau dia ke kamar pasti dia melihat Darga, dan untuk sekarang ara harus bersikap seperti orang yang sedang marah, dan minta di bujuk.
Ara pun berpikir untuk duduk di taman belakang.
Saat sudah sampai di taman dia pun duduk di kursi yang ada di taman, di sana sepi tidak ada orang, biasanya kalau pagi pasti ada pelayan yang cukup banyak membersihkan taman tersebut karena taman belakang di rumah Darga cukup luas.
Ahh ara harus kayak gimana sekarang?
Ara bosan kayak gini terus...mau nyuci piring karena gabut gak di bolehin, nyapu juga gak di bolehin, terus ara harus ngapain biar gak bosan..
Di sini ara juga ga ada temen yang bisa di ajak ngomong tentang curhatan hati seorang istri..
Aga juga gak peka.
Terus apa apaan dia mikir kalau ara suka harta nya?
Emang dia pikir semua cewek suka harta gitu?
Gak setiap cewek aga, please deh jangan *****.
Darga yang sedang di kamar kaget melihat ara yang duduk sendirian di taman, darga bisa melihat ara karena dia sedang duduk di sofa, dan membuka dinding kaca.
Gadis itu?apa yang dia lakukan?kenapa dia di sana sendirian...
Darga pun memutuskan untuk ke taman belakang menemui ara.
Tetapi sebelum Darga sampai,sudah ada wanita yang tidak jauh beda usia nya dengan ara mungkin lebih tua wanita tersebut 3 tahun dari ara.Dia mendekati ara.
"Nona muda?"
"Eh kamu?bukan nya kamu tadi ada di dapur?"
"Udah selesai nona."
"Terus kenapa kamu ke sini?masa iya mau ngebersihin taman malam-malam?"
"Haha nggak kok nona." tertawa kecil.
Kayak nya dia orang nya seru,berbeda dengan pelayan yang lainnya.
"Terus kenapa kamu ke sini?" menatap bingung,dan mengerutkan alis.
"Saya tadi mau kembali ke rumah belakang,tetapi saat melihat nona duduk sendirian di sini saya pikir tidak salah kan jika menemani nona."
"Rumah belakang?" tambah menatap bingung pelayan tersebut.
Rumah belakang merupakan rumah khusus para pelayan, kecil tapi sangat berarti bagi para pelayan yang tidak memiliki rumah, para pelayan boleh membawa keluarga nya tinggal di rumah belakang selama dia bekerja di tempat Darga, tetapi para pelayan tidak diizinkan membawa keluarga nya masuk ke dalam rumah majikan, jika hal itu terjadi maka langsung di pecat.
"Rumah khusus pelayan nona." tersenyum.
"Wah saya baru tau."
"Nona kenapa duduk di sini sendirian?"
"Eh eh kamu sini,sini." menarik tangan pelayan tersebut dan menyuruhnya untuk duduk bersama nya di kursi.
"Eh,eh,eh." panik karena ara menarik nya.
Dia pun duduk di kursi karena di paksa ara.
"Kalau boleh tau nama kamu siapa?"
"Oh,nama saya Rini nona muda."
"Sepertinya kamu lebih tua dari saya ya?"
"Ahh,iya kah nona?"
"Iya,saya masih sekolah, umur kamu berapa?"
__ADS_1
"20 tahun."
"Tuh kan tua an kamu, ara baru 17 tahun."
"Wah berarti kamu nikah masih sekolah ya?"
"Iya..."
"Terus sekolah nona muda gimana?"
"Emang nya sekolah ku kenapa?"
"Nggak,maksudnya itu nona muda masih terusin sekolah apa nggak?"
"Ya masih lah, kami nikah antar keluarga aja dulu, gak nge undang siapa-siapa,jadi ga ada yang tau kecuali keluarga,teman,dan para pelayan dan penjaga di sini."
"Ohh gituu."
"Hmm,Eh karena kamu lebih tua dari ara boleh kan ara panggil kamu kak rini aja."
"Eh,eh Maaf nona itu tidak pantas."
"Gak papa kok,Kak rini bisa panggil aku ara aja."
"Maaf nona muda saya tidak pantas memanggil nona seperti itu."
"Ah saya kira hari ini akan mendapatkan kakak dan teman sekaligus di rumah yang mewah dan luas ini, tapi ternyata semua nya sama aja." berbicara lesu.
Saya harus gimana?
Ya sudah turuti saja,kasian..
Apa pun resiko saya bisa hadapi kok.
"Baiklah nona muda saya akan memanggil nona muda dengan panggilan ara,dan nona muda boleh memanggil saya dengan panggilan kakak,tapi itu hanya di lakukan saat kita hanya berdua nona,jangan lakukan hal itu saat di depan orang banyak."
"Siap kak." tersenyum bahagia
Akhirnya,akhirnya ara bisa dapet temen...
"Eh ngomong ngomong ara kenapa duduk sendirian di sini."
"Kenapa?lagi ada masalah ya?"
"Hmm."
"Hahahah." tertawa.
"Kak rini kenapa ketawa?"
"Kamu sama kayak tuan muda,kalau di tanya pasti jawaban nya hmm hmm,kadang juga dia nya diam gak ngejawab."
"Gak ah,ara gak mau di sama-sama in sama dia."
"Lah kenapa?"
"Pokok nya gak mau." memiringkan bibir.
"Ohh saya mengerti."
"Kakak ngerti apa?" menatap pelayan tersebut.
"Kamu lagi bertengkar ya sama tuan muda."
"Nggak kok."
"Bohong."
"Nggak."
"Ya udah kalau gitu saya permisi ya nona muda,saya mau kembali ke rumah belakang."
"Eh,eh,eh tunggu dulu kak rini kok gitu sama ara."
"Ya udah kalau gitu cerita kalau lagi ada masalah."
"Itu.."
__ADS_1
"Apa?"
"Coba kak rin lihat muka ara ya." menyampingkan tubuh nya dan berhadapan,saling tatap dengan pelayan tersebut.
"Terus?"
"Apa iya dari raut wajah ara, ara orang yang suka harta,kayak orang jahat,kayak orang yang ga baik gitu?"
"Kayak nya sih nggak."
"Tuh kan."
"Emangnya kenapa ra?" menatap ara.
"Masa iya ara di kira suka harta sama aga."
"Aga?"
"Tuan muda mu."
"Ohh hahah."
"Ara kan nikah sama dia tulus karena di suruh paman,terus gak tau kenapa ara juga udah mulai suka sama aga, walau dia orang nya dingin gak tau kenapa ara suka."
"Ohh jadi kamu awalnya nikah karena di suruh paman kamu?"
"Iya kak."
"Terus sekarang udah mulai ada rasa suka sama tuan muda,tetapi malah di kira suka harta."
"Iya kak..."mau nangis tapi masih di tahan.
"Terus sekarang kamu lagi marah dan lagi ngambek sama tuan karena dia udah nganggep kamu suka harta padahal nggak."
"Ah..iyaaa kak sad girl banget kan.."
"Jangan gitu."
"Tapi kakak kan gak ngerasain gimana rasa nya di tuduh suka harta..hiks hiks."
"Bukan gitu, kakak juga ngerti pasti hati sakit saat di tuduh yang nggak-nggak."
"Sakit bener kak, gini amat kalau suka atau nikah sama orang kaya, apalagi di jodohin, terus di tambah dia juga pernah ada masalah di masa lalu sama kekasihnya, kan jadinya dikit dikit di kira suka harta.." nangis
"Ra, ga guna nangis, ga guna juga kita pura-pura marah, apalagi ngambekan minta di bujuk,kalau emang ara gak suka harta, ara marahan kayak gini gak bakal nyelesain masalah, ara buktiin ke tuan muda kalau ara emang tulus bukan karena suka harta, gitu baru bener."
"Tapi gimana kalau aga tetep gak percaya."
"Itu urusan belakangan ra."
"Terus gimana cara ngebuktiin kalau ara gak suka harta?"
"Ya ara bersikap tulus ke tuan Darga, buktiin ke tuan Darga melalui sikap ara, kalau ara emang suka sama dia beri semua cinta ara ke dia,walaupun dia gak suka sama ara,lama-lama juga dia terbiasa dengan ara dan nyaman, ingat setiap orang pasti ada kelemahannya,dan sepertinya kelemahan tuan Darga adalah cinta, jadi kamu harus memberinya cinta yang tulus agar dia percaya bahwa kamu tulus juga sama diaa."
Ya ampunn aku gak ngerti aku gak paham.
Tapi harus usaha.
"Oke deh kak,makasih ya karena udah mau ngedengerin cerita,masalah,dan curhatan ara."
"Iya ra sama-sama,kamu harus inget ra,marah,ngambek,ataupun pura-pura marah biar di bujuk gak bakalan nyelesain masalah."
"Iya kak,ara inget."
"Ya udah kalau gitu aku permisi dulu ya ke rumah belakang." mengelus kepala ara.
"Iya kak." tersenyum
"Ara cepetan masuk juga ya ke kamar,udah malam."
"Iya kak."
Pelayan tersebut pun meninggalkan ara.
*Akhirnya aku mempunyai teman di sini..
Aku sangat bahagia...
__ADS_1
Aku harus kembali sekarang.
BERSAMBUNG*...