Dingin Tapi Bucin

Dingin Tapi Bucin
Kantin


__ADS_3

Ara pun memijat kepala Darga.


"Aga kenapa nyuruh ara lanjutin?"


"Lanjutin apa?"


"Mijitin aga."


Darga hanya diam


"ih aga ara nanya kenapa gak jawab."


Darga hanya diam tidak menjawab lagi.


"Aga di minum teh nya,keburu dingin."


"Hmm."


"ih aga jangan hm aja,tapi di minum."


"Hmm."darga pun meminum teh jadi di siapkan oleh ara.


"Kamu buat nya ga ikhlas ya?"tanya Darga.


"Apaan sih aga,kok ngomong kayak gitu."


"Gak manis."


"Ha?Masa iya?tapi ara tadi udah kasih gula lumayan banyak loh aga."


"Ga manis."


"Sini coba ara mau nyicip."mengambil teh yang tadi ada di dekat tangan darga di atas meja.


Darga hanya diam


"Iya ya kok ga manis,padahal udah lumayan lo aga ara tadi kasih gula nya."


"Teh nya bekas saya,kenapa kamu minum?"


"Ehhh iyaa."menutup mulut nya dengan tangan.


Darga hanya diam.


ih ara minum bekas aga dong


Ya ampunn..


"Tapi kan ara cuma mau nyicipin,aga ga marah kan?"


Darga hanya diam.


"Ih aga ara kan nanya,aga gak marah kan?"


"Gak."


"Ya udah ara lanjutin mijit ya aga."


"Hmm."


Ara pun melanjutkan untuk memijat kepala darga beberapa menit setelah itu Darga dan ara kembali ke kamar dan istirahat.


Pukul 05 pagi,ara memang sudah terbiasa bangun pada jam itu,dia menyiapkan baju sekolah nya,dan yang lainnya.


Ara mencuci muka nya terlebih dahulu dan mengikat rambut nya menggunakan jedai.


Darga juga ikutan terbangun jam 5,mungkin karena dia malam tadi tertidur lebih awal.


"Eh aga udah bangun?"tanya ara yang kaget karena Darga sudah terduduk di tempat tidur.


"Hmm."


"Aga ngapain bangun jam segini?"


Darga hanya diam.


"Ih aga,ara nanya kenapa aga bangun?"


"Apaan sih."sambil mengacak rambut nya.

__ADS_1


"Aga kenapa bangun?"


"Terus kamu mau nya saya gak bangun lagi gitu!?"


"Eh bukan gitu aga..,maksud ara kenapa aga bangun sepagi ini."


"Ya terserah saya lah,mau bangun pagi,mau bangun siang,mau bangun sore."


"Iya deh terserah aga.."ara pun mau pergi keluar dari kamar,dia mau ke dapur menyiapkan bekal nya sekalian menyiapkan bekal Darga.


"Mau kemana?"tanya Darga.


"Mau nyiapin bekal,aga...,mau siapin sarapan juga..."


"Bekal?"


"Iya bekal buat aga terus sekalian bekal buat ara juga."


"Kamu bawa bekal ke sekolah?"


"Iya aga."


"Sejak kapan?"


"Ih aga banyak tanya,ke buru kesiangan ara nanti,terus lari-lari lagi."


"Sejak kapan?"tetap bertanya.


"Hari ini."


"Ngapain bawa bekal,emang di sekolah ga ada kantin?"


"Ada."


"Kenapa ga jajan di kantin aja biar ga repot?"


"Aga ihhhh nanya terussss."


"Kalau saya nanya,tinggal di jawab aja apa susah nya!"melotot ke arah ara.


"Dihh ga usah melotot kayak gitu ih,aga kira ara takut gitu kalau aga melotot, ya takut lah."


"Agaa...kalau mau jajan di kantin itu harus pakek duitt,nahhh selama ara belum nikah sama aga...,ara di kasih sama bibi uang buat jajan,nahhhh!semenjak udah sama agaa,ga ada yang ngasih araa uang jajan...jadi ara harus gimana jajan di kantin nya?ya kali pakek daun."


"Oh."


Bangkekkk cuma oh aja.


"Nah karena aga ga ngasih uang jajan jadi ara bawa bekal,masa iya ara ga makan di sekolah."


"Kenapa ga bilang sama saya kalau ga punya uang jajan."


"Gak mau bilang."


"Kenapa?"


"Malu."


"Kenapa malu?"


"Ga tau malu aja."


"Lain kali bilang,kasih tau kalau ga ada uang jajan."


"Yehh kenapa ara yang harus bilang ke aga kalau ga ada uang,seharusnya aga jadi cowok yang peka dong."


"Punya rekening gak."


"Ga punya."


"Terus gimana ngasih uang nya."


"Ya ga usah main transfer ih,tinggal ngasih aja kenapa."


"Kamu sering bawa berapa ke sekolah?"


"Ga banyak sih,kadang cuma 15 ribu kalau ga ada kegiatan lain."


"15 ribu??"terkejut.

__ADS_1


"Iya,kenapa emang?"


"Cukup segitu?"


"Ya cukup gak cukup harus cukup."


"Nanti pas mau pergi ingatin saya,takut nanti saya lupa,kamu jadi ga jajan."


"Okee boss."


"Hmm."


"Ya udah ara mau siapin bekal dulu."


"Bekal buat siapa lagi,kan kamu bawa uang jajan nanti."


"Bekal buat aga."


"Ga usah."


"Kenapa?"


"Ga usah aja."


"Masakan ara ga enak ya aga.."bertanya dengan nada lembut.


"Nggak bukan gitu."


"Terus kenapa?"


"Ngerepotin."


"Gak kok aga gak ngerepotin."


"Udah di bilangin ga usah,ya ga usah."


"Oke deh."


"Hmm."


"Ya udah ara mau ke bawah."


"Ngapain?"


"Masak."


"Ha?"


"Masak buat sarapan pagi ini aga."


"Ga usah."


"Kenapa?"


"Ada pelayan yang masak."


"Tapi kan ara mau masak,mau bantuin aja deh."


"Ga usah."


"Ah aga kok gitu,ga usah terussss."


"Ya udah terserah kamu."


"Ga papa kan?"


"Hmm."


"Beneran,ga marah ni?"


"Hmm."


"Ya udah kalau gitu ara ke bawah dulu ya aga,dadahh."melambaikan tangan ke Darga.


"Hmm."


Ara pun pergi ke bawah untuk membantu baru pelayan memasak sarapan pagi.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2