Dingin Tapi Bucin

Dingin Tapi Bucin
Dia kenapa?


__ADS_3

Setelah masuk ke dalam kamar dan melihat Darga yang sudah tidur, ara pun langsung meletakan tas nya dan dia langsung keluar kamar lagi.


Kenapa dia tidak menganggu ku?biasanya dia sering menganggu ku.


Ternyata darga hanya berbaring di atas tempat tidur ,dia belum tertidur.


Di ruang tamu.


"Ya ampunnn nona muda." salah satu pelayan di sana berlari saat melihat nona muda nya sedang memegang sapu, dan sedang menyapu ruang tamu tersebut.


"Eh kenapa?" ara menatap bingung pelayan tersebut.


"Nona muda,apa yang sedang nona muda lakukan?"


Nyapu lah,ya kali nyuci piring di ruang tamu.


"nyapu."


"Astaga nona biarkan saya saja ya nona,sini,sini,sapunya." mau mengambil sapu yang ada di tangan ara.


"Eh nggak nggak, aku aja yang nyapu."menolak.


"Astaga nona jangan kayak gitu,nanti tuan marah kepada kami kalau dia tau bahwa nona muda menyapu ruang tamu ini."


Eh iya ya, tapi ara gabut, sekali-kali gak papa lah, bosan jadi mantu orang kaya kerjaan duduk,makan,tidur,duduk,makan,tidur.


"Nona?"


"Apa?"


"Nona biarkan saya saja ya."


"Nggak nggak,aku mau nyapu."


"Nona mengertilah."


"Apa yang di ributkan di sini."darga yang tiba-tiba datang.


Ehh bukannya dia tadi tidur di kamar?


"Maaf tuan."


Ara hanya diam tidak menyapa Darga seperti biasanya.


"Saya nanya apa yang di ributkan."


"Maaf tuan."


"Maaf maaf, saya nanya apa yang di ributkan, tidak ada yang mau menjelaskan!?oke kamu saya pecat!"


Terserah aga ajalah,ara lagi males ngomong atau diskusi sama aga.

__ADS_1


"Maaf tuan saya lancang,tetapi ini bukan salah saya tuan,ini salah nona muda, dia mau menyapu ruangan ini, saya hanya menyarankan agar dia tidak menyapu karena itu tidak pantas."


"Kamu salah!"


"Saya tidak salah tuan." menunduk.


"Kamu salah!"


apakah saya salah jika mencegah nona menyapu?


"Kenapa diam?kenapa masih berdiri di sini?cepat keluar kamu sudah saya pecat."


"Maaf tuan sebelum saya pergi dari sini,apakah saya boleh tau apa kesalahan saya?"


"Kamu tidak menyadari kesalahanmu?"


"Saya hanya mau tau apa kesalahan saya."


"Kamu sudah berani menyalahkan nona muda mu, saya rasa pelayan biasa seperti mu tidak pantas menyalahkan nona muda sendiri!"


Ahh kenapa saya tidak menyadari itu.


"Maaf tuan."


"Cepat pergi! Saya tidak mau melihat mu berada di sini lagi!"


"Saya permisi tuan."


Darga hanya diam begitu juga ara yang dari tadi nunduk saat Darga marah, tidak mencegah saat mau memecat,dan tidak rewel saat Darga marah kepada pelayan.


Ara pun memanggil salah satu pelayan.


"Permisi,apakah ada yang mau membantu saya,kalau ada tolong kemari." berbicara dengan nada yang agak keras.


Semua pelayan yang pun berlari mendekati ara.


Astaga gak juga harus sebanyak ini,kenapa semua nya kesini.


"Sore nona muda,tuan muda."


Darga dan ara hanya diam.


"Maaf nona apakah ada perintah?"


"Sebenarnya saya hanya mau memanggil satu pelayan,tetapi saya belum mengenal kalian,saya tidak menyangka kalau kalian akan datang semua saat di panggil."


"Itu sudah menjadi tugas kami nona,langsung menerima perintah saat di panggil,apa ada yang bisa kami bantu nona?"


"Nih." memberikan sapu yang ada di tangan nya kepada salah satu pelayan.


"Baik nona." pelayan tersebut mau berjalan pergi.

__ADS_1


"Eh,eh,eh,kamu mau kemana?"menarik lengan pelayan tersebut.


Sebenarnya apa yang mau di lakukan gadis ini.


"Nyapu nona."


"Saya tidak nyuruh kamu nyapu."


"Ha?" semua pelayan kompak menatap bingung ara.


"Saya hanya mau mengembalikan sapu ini,saya mau ke kamar." ara pun pergi meninggalkan semua pelayan tersebut dan Darga.


Dia pergi?apakah dia tidak menganggap ada saya di sini?kenapa dia bersikap seperti itu?


Darga pun menyuruh pelayan kembali ke tugas mereka masing-masing.Dan Darga langsung menyusul ara ke dalam kamar.


Di kamar.


Ara yang sedang bersiap-siap mau mandi,dia menyiapkan baju yang akan di pakainya,dia menyiapkan baju yang akan di pakai seperti biasa, sweater nya dan juga celana joger nya.


Semua baju milik ara kebanyakan bokser,hoodie,sweater,baju kaos,sedikit lejjing,dan rok mini,dia tidak memiliki piyama,dia tidak terlalu ingin memakai piyama.


Karena ara jarang pergi pergi ke luar. Dia juga merasa nyaman jika memakai pakaian seperti itu.


Darga yang duduk di sofa memanggil ara.


"Hei kamu."


Ara pun mendekat ke darga.


"Buatkan saya kopi."


Ara pun langsung meletakan kembali baju nya tadi di ruang pakaian dan langsung keluar kamar.


dia kenapa sih?


Setelah beberapa menit menunggu di kamar,ara pun datang membawa kopi dan cemilan untuk Darga,dan langsung meletakan nya di atas meja di depan sofa yang sedang Darga duduki tanpa berbicara ataupun menyapa Darga.


"Hei!"


Ara yang tadi mau ke ruang pakaian lagi berbalik lagi ke arah Darga.


"Siapkan baju,aku juga aku mau mandi."


Ara pun langsung meninggalkan Darga dan masuk ke ruang pakaian mencari pakaian Darga.Ara menyiapkan celana bokser dan juga baju kaus putih polos untuk Darga.


Setelah mendapatkannya Ara langsung meletakan nya di atas kasur.Dan ara pun langsung masuk ke kamar mandi.


dia kenapa?tidak biasanya seperti itu.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2