
Seketika mama ara mau menutup pintu, tiba-tiba ada suara kayak mobil yang lagi stop di depan rumah nya, mama nya sudah tau pasti itu asisten nya Darga.
"Permisi.."
"Asistennya darga ya?"
"Eh iya, maaf nona muda nya ada nggak ya, katanya minta di jemput."
"Oh ara, dia sudah pulang minta di anter sama temannya tadi."
Ha?sudah pulang, terus dia ngirim pesan ke saya ngejemput nona untuk apa?
"Nona sudah pulang? Tapi tadi dia mengirim pesan ke saya buat menjemput dia ke sini."
"Bolehkah saya melihat pesannya."
"Tunggu sebentar."
Mengambil handphone nya
Dan menunjukkan.
"Ini."
Pesan masuk dari nona muda :
Dion, tolong jemput saya di tempat bibi saya.
Si ara ada-ada aja ni anak.
"Kata si ara tadi bilang sama saya, kalau ada kamu, dia suruh kamu bawa kopernya dan ini saja, antar kan ke rumah tuan Darga, nanti dia ke sana sama temannya angel."
"Ohh,apakah benar itu yang di sampaikan oleh nona muda?"
"Iya."
"Kalau gitu saya akan membawa koper nya."
Menyerahkan.
"Baiklah kalau gitu saya permisi."
"Iya."
Memasukan koper dan barang ara lainnya ke dalam mobil.
Dan pergi.
Di perjalanan.
"Ara, ara kenapa sih mau pulang bareng angel naik motor, kan naik mobil lebih adem, btw ini pertama kali nya lo ara pulang bareng ama angel."
"Ara gak suka aja njel naik mobil."
"Ohh pantesan ara pas di ajak pulang bareng naik mobil gak mau."
"Iya njel."
"Kenapa ara gak suka naik mobil?"
"Ga tau, gak suka aja."
"Aneh kamu mah."
"Aneh kenapa njel?"
"Kebanyakan cewek sekarang suka pas di ajak naik mobil, kenapa kamu nya gak suka."
"Suka-suka ara njel."
"Iya deh iya, suka-suka ara."
"Ya udah kalau gitu angel nyetir aja jangan banyak omong, ara lagi males ngomong."
"Iya nyonya ratuu."
__ADS_1
"Hahaha."
Setelah beberapa menit, akhirnya mereka sampai di rumah Darga, rumah yang besar,mewah, halaman yang luas, dan ada penjaga yang menjaga di depan pagar rumah.
Ara turun dari motor.
Angel terpesona melihat rumah mewah tersebut, dan merasa ara beruntung bisa tinggal di sana.
"Buset ra mewah amat, se mewah-mewah rumah angel ternyata masih ada yang lebih mewah."
"Iya njel, kira-kira salah alamat gak ya."
"Coba ara tanya sama penjaga itu."
"Iya deh."
Berjalan Mendekati penjaga.
"Maaf pak, apakah ini benar rumah pak wijaya ya?"
"Iya, ada keperluan apa ya.?"
"Oh ternyata bener gak salah alamat, kalau gitu saya boleh masuk."
"Maaf, apakah kamu memang sudah ada janji dengan pak wijaya."
Aduh ini kayak gimana ya bilang nya.
"Saya istri nya tuan Darga."
"Ha?" mereka bingung dan kaget mendengar ucapan ara.
"Maaf kalau boleh tau nama nona siapa ya.?"
"Tiara pak."
"Ya ampun, maafkan kami nona, kami gak tau kalau itu nona."
"Gak papa kok pak, sekarang saya boleh masuk kan."
"Tentu saja nona, tapi kalau nona masuk dan berjalan kedalam akan membutuhkan waktu 10 menit baru sampai ke depan pintu rumah."
"Iya nona." gemetar.
Seluas itukah di dalam.
"Tidak apa-apa pak, saya akan berjalan."
"Tidak nona jangan, lebih baik nona bawa aja motor dengan teman nona ke dalam."
"Beneran pak nggak papa, saya jalan kaki aja ke dalam."
Aduh nona ada-ada aja, kalau tuan Darga tau istrinya jalan kaki pas masuk halaman, kami bisa di pecat.
"Tidak nona jangan."
"Gak papa pak saya jalan kaki aja beneran."
"Ya sudah kalau gitu nona."
"Iya pak."
Penjaga tersebut membuka pintu pagar, dan ara sebelum masuk menyapa temannya terlebih dahulu yang agak berjarak jauh dari nya. Mengisyaratkan kalau dia sudah bisa masuk, dan angel boleh segera pulang.
Setelah menyapa angel, ara pun masuk, dan setelah ara masuk gerbang nya di tutup lagi.
Wah, mewah sekali, ada banyak sekali bunga dan tanaman di sini, sangat indah.
Ara pun berjalan menuju pintu rumah yang juga di jaga oleh penjaga.
Ha?penjaga lagi, ya wajarlah kan orang kaya pasti banyak pembantu nya di sini dan juga penjaga.
Ternyata melelahkan berjalan dari depan gerbang ke sini, saya menyesal tidak mendengar ucapan penjaga tadi.
Ara pun sampai di depan pintu.
__ADS_1
"Maaf, anda siapa ya?"
"Saya..saya.."
"Kenapa baru pulang sekarang, hari sudah mulai gelap."
Ara kaget dengan suara yang tidak asing lagi bagi nya.
"Kenapa diam, saya nanya."
"Maaf tuan saya tidak tau kenapa orang ini tiba-tiba bisa masuk."
"Ha!kamu tau nggak dia siapa?"
"Maaf tuan saya tidak tau." menunduk
Begitupun ara menunduk juga tidak berani menatap Darga yang sedang marah.
"Dia adalah istri saya, kenapa kalian bisa tidak tau! Dan tidak membiarkannya masuk."
Ara, beserta penjaga tersebut kaget.
Ara kaget dengan ucapan Darga yang menyebut dia istrinya.
Dan penjaga kaget dengan ucapan Darga kalau perempuan yang tadi mereka panggil dengan sebutan anda, adalah istri tuan muda nya.
"Kenapa kalian diam!"
"Maaf tuan kami benar-benar tidak tau."
"Ya sudah, kamu bekerja sampai di sini saja, untuk kedepannya tidak usah bekerja di sini lagi, masa iya pegawai tidak tau dengan nona muda nya sendiri."
Astaga, langsung di pecat, ah aku jangan sampai membuat masalah dengannya kalau tidak aku juga bisa bernasib sama kayak penjaga ini, langsung di ceraikan.
Tapi wajar kan kalau penjaga nya belum tau, kan ara pertama kali nya kesini, apakah ini merupakan sebuah penghinaan baginya ketika seorang penjaga tidak tau dengan saya.
"Kamu juga! Kenapa baru pulang se sore ini."
"Maaf, ara kan udah bilang kalau ara mau ketemu dulu sama teman ara."
"Ya kenapa harus pulang sore kayak gini."
"Kan nama nya juga ketemu sama temen, ya pasti lama."
"Terus dion nya mana, katanya mau jemput kamu kenapa kamu malah sendiri di sini."
"Ara nggak pulang sama dion kok, ara pulang di anter temen naik motor, ara juga jalan kaki dari gerbang depan."
"Ha!jalan kaki, apakah penjaga di depan sudah berani melanggar perintah."
Ha?melanggar perintah?
Oh pantesan penjaga di depan tadi gak nyuruh ara jalan kaki, ternyata itu perintah dari Darga, ya ampun bisa-bisa tu penjaga di pecat juga gara gara ara ngotot mau jalan kaki.
"Penjaga nya tadi udah bilang ke ara kalo gak di bolehin,tapi ara tetep aja mau jalan kaki."
"Jadi kamu yang melanggar perintah."
"Iya."
Cewek ini pertama kali nya orang yang melanggar perintah saya.
"Ya sudah kalau gitu, cepat sana masuk, mama sama papa udah nungguin kamu."
"Iya."
"Eh tunggu dulu, kamu ke sini gak bawa apa-apa?"
"Bawa koper sama hadiah yang di beri sama teman saya tadi."
"Terus mana koper sama hadiahnya?"
"Tadi ara suruh dion yang ngambil nya di tempat bibi."
"Ya sudah masuk sana, nanti saya nyusul."
__ADS_1
"Iya."
BERSAMBUNG...