
Setelah bibi ara keluar dari kamar, mereka pun langsung duduk di posisi semula.
"Ara..ara jangan sedih lagi ya.., nanti bibi ara denger kalau ara nangis, terus bibi ara nanya, kita harus jawab apa.."
Ara menghapus air matanya.
"Ara..minum dulu ni."
Memberikan minuman ke ara.
"Ma,makasih ya put."
"Iya, ra."
"Lain kali kalau ara ada yang mau di ceritain, atau ara lagi ada masalah, ara cerita aja ke kita, kita kan teman."
"Iya ra, ara harus ingat, kalau ara lagi ada masalah, ara harus ingat kalau ara masih punya kita, ara bisa cerita ke kita, ara harus ingat kalau teman itu adalah kekuatan, kekuatan di saat keluarga maupun orang lain tidak peduli ke ara.
Waduh, tumben-tumben gua bijak.
"Nah bener ra apa kata si angel."
"Iyaa, makasih ya udah mau ngehibur ara, dan juga mau ngedengerin cerita ara."
"Iya sama-sama ra, kita kan teman, masa iya pas ngelihat teman sendiri sedih, kita ketawa, kan gak lucu."
"Iya yaa makasih."
"Ya udah, gimana acara pernikahan tadi, lancar nggak?"
"Lancar kok put, tapi ara bingung."
"Bingung kenapa ra?"
"Ara harus ngelakuin apa pas di rumah mereka nanti, ara gak tau, ara gak ngerti harus ngapain."
"Ya ara nurut aja apa kata Darga nanti, dan harus bersikap baik di depan mertua ara."
"Tapi gimana kalau ara gak sengaja membuat masalah?"
"Ya ara tinggal minta maaf, kan buat masalahnya gak sengaja."
"Tapi gimana kalau gak di maafin."
"Ya udah kalau ara udah minta maaf tulus, tapi keluarganya gak maafin ara, ara pergi aja dari rumah mereka, ara tinggal sama putri aja di rumah putri."
__ADS_1
Tidak semudah itu ferguso..
"Tapi kan kalau ara membuat masalah, pasti keluarga paman ara kena juga, ara gak mau buat paman ara kecewa sama ara."
"Ya udah kalau gitu pas di sana ara jangan ngebuat masalah, baik di sengaja ataupun gak di sengaja."
"Iya tu ra."
"Ara mau nikah sama Darga benar-benar tulus nggak?"
"Iya ara tulus, tulus mau nikah sama dia walaupun ara gak suka, terus tulus juga mau membalas kebaikan ke keluarga paman."
"Ara baik bener jadi orang, kalau angel jadi ara, angel gak mau di jodohin, apa lagi sama orang yang gak angel suka."
"Kan kalau lama-lama bisa kenal, mungkin aja ara bisa jadi suka sama dia put."
"Gimana kalau Darga nya gak suka sama ara?"
"Yah ara harus buat dia jadi suka sama ara."
"Tapi denger-denger sih kata orang Darga tu gak percaya sama cinta, dia tu pernah di tinggalin sama kekasihnya dulu, dan kata nya dia belum bisa move on."
"Kan itu kata orang lian, bukan kata dia, kalau emang dia belum bisa move on, ya ara harus bisa ngebuat dia jadi move on."
"Ya ara harus berusaha, lian harus ingat, walaupun orang nya tertutup, dia bisa menjadi orang yang terbuka kalau dia udah percaya sama orang, begitupun darga, walaupun dia pernah di sakiti, dan katanya belum bisa ngebuka hati untuk orang lain, kalau ara bisa menang in hati dia ,dan buat dia percaya ke ara, dia pasti bisa kok suka ke ara, dan ngelupain kekasihnya, eh, lebih tepat mantan kekasihnya yang pernah ninggalin dia."
"Emang ara yakin bisa ngeluluhin hati Darga?"
"Ya yakin lah."
"Eh tapi, ara kan ngomong kalau ara gak suka sama Darga, kenapa dari gaya bicara ara kayak suka gitu ya sama Darga."
"Ha? Masa?" menatap bingung putri.
"Iya ara, serius."
Aku suka sama dia? Benarkah? Gak mungkin.
Hanya diam.
"Udahan dulu deh bahas Darga, nih ra kado dari angel untuk ara."
"Ya ra ini juga kado dari putri sama lian."
"Kami tadi dateng telat karena kami milih hadiah dulu buat ara."
__ADS_1
"Oh gitu.."
"Iya araa, gak ada niatan bilang makasih gitu?"
"Haha lupa, makasih ya untuk kado dari kalian semua."
"Iya sama-sama."
"Eh ngomong-ngomong darga nya mana ra? Jangan bilang kalau kamu di tinggalin."
"Ohh darga, dia udah pulang duluan"
"Tuh kan pulang duluan, ninggalin kamu, baru juga nikah udah di tinggalin."
"Eh bukan kayak gitu angel, dia pulang duluan karena ara mau nunggu kalian dulu di sini, ara gak mau ngajak kalian ke rumah dia, padahal ara juga baru ke sana, ara gak enak, terus ara gak enak juga kalau ikutan pulang terus kalian ke sini ara nggak ada."
"Ahhh ara sweet banget sama kita, mau nungguin."
"Terus ara pulang ke sana pakai apa nanti, di jemput sama Darga?"
"Eh iya, kalian ada yang bawa motor nggak?"
"Tuh si angel bawa motor ra, katanya dia lagi mager bawa mobil."
"Iya ra, aku bawa motor hari ini, emangnya kenapa, jangan bilang mau di anterin, males gua."
"Ahh ayolah njel, katanya kita teman."
"Ara apa-apaan sih, minta suami mu saja jemput,
Pasti di jemput pakek mobil, kan lebih enak dari pada harus naik motor."
"Ayolah njel, masa iya kayak gini sama ara, ara ngambek nih."
"Ya udah iya iya!."
"Nah gitu dong.."
"Terus koper mu mau kamu letakan di mana."
"Ahh kalau soal itu mudah njel, tenang aja gak bakalan nyusahin angel kok."
"Oke."
BERSAMBUNG...
__ADS_1