Dingin Tapi Bucin

Dingin Tapi Bucin
Gak Nyangka


__ADS_3

"Pak munn.."panggil ara.


"Iya nona muda?"


"Ara mau nyiapin sarapan buat darga ya pak."


"Jangan non,biar kami aja ya."


"Ya udah deh."


"Tuan muda nya di mana non?"


"Dia masih di atas pak,nanti ara aja yang manggil dia atau pelayan,kalau sarapan udah siap."


"Ohh baik non."


"Pak mun mau nyiapin sarapan apa?"


"Nona muda dan tuan muda cukup menikmati saja,saya pasti menyiapkan sarapan terbaik buat kalian."


"Ha?"


"Itu tuan muda non."


"mana?"


"Di sana."


"Ehhhhh,eh agaaaa."panggil ara berlari menjenguk darga.


Darga pun menghentikan langkah nya.


"Apa?"


"Aga mauu kemana?"


"Perusahaan."


"Ngapain?"


Darga tidak menjawab dan langsung kembali melangkahkan kaki nya.


"Agaaaa,tapi kan aga belum sarapan."


"Ga usah."


Darga pun meninggalkan ara.


"Isss agaaaa,untung sarapan nya belum di siapin."


Ara punn kembali berjalan menuju dapur.


"Pak,kayaknya ga usah deh,soalnya darga katanya ada urusan."


"Oh baik nona."


"Iya pak,ehh,itu ara mau nanya pak."


"Silahkan nona,nona mau nanya apa?"


"Si cerina teman darga kemana?kok ga ada?"


"Ohh kalau itu saya tidak tau nona."


"Ohh oke deh pak."


"Iya nona."


Ara tersenyum kepada pak mun.


"Kalau gitu saya permisi ya non."


"Iya pak."


Ara pun tidak tau harus melakukan apa,dia kembali merasa bosan saat di rumah.


Dia memutuskan untuk berjalan-jalan.


Ara pun ke kolam.


Ara menggulung celana nya ke atas dan merendam kaki nya.


"Sejuk bener di sini,kalau tau kayak gini mending ara ke sini aja kalau bosan,atau keliling-keliling aja,kan masih ada tempat yang belum ara lihat."


Sambil merendam kaki nya,ara tidak sengaja mengingat sesuatu.


"Eh iya,aga kan waktu itu bilang kalau dia punya adik,terus adik nya mau pulang,tapi kok..belum pulang ya sampek sekarang."


"Permisi nona muda."panggil seseorang.


"Ehh,bebek monyong,bebek monyong."ucap ara dengan cepat,karena terkejut.


"Maaf nona membuat nona terkejut."


"He,iya iya ga papa."


"Ini non."


"Ha?ini buat saya?"menunjuk sesuatu yang di bawa oleh pelayan tersebut.


"Iya nona."


"Kenapa buat saya?saya kan ga minta di siapin?"


"Saya tidak tau non,saya hanya di suruh mengantarkan ini oleh pak mun."

__ADS_1


"Ha?berarti pak mun tau dong kalau ara lagi di sini."


"Saya tidak tau non,saya hanya di suruh mengantarkan ini kepada nona."


"Ohh ya udah sini,makasih ya."ara pun mau mengambil beberapa cemilan dan jus yang ada di pelayan tersebut.


"Ehh,nona duduk aja di sana,saya aja yang ke sana,meletakannya di dekat nona."


"Gaa usah biar saya aja.."sudah mengangkat satu kaki nya mau berdiri.


"Ga usah nona,ga usah,biar saya saja."


"Ya udah dehh.."kembali merendam kaki nya.


Pelayan tersebut pun meletakan cemilan dan jus di kursi sebentar,dan dia mengambil meja kecil,lalu meletakannya di dekat ara.


Astaga..astagaa..


"Ga usah pakek meja aja ga papa kok."


"Tidak apa-apa non,biar nona lebih nyaman sebaiknya pakai meja."


"Ya udah."


Setelah meletakkan meja kecil di dekat ara,pelayan tersebut pun menyusun rapi cemilan dan jus tersebut.


Sedangkan ara melongok masih tidak percaya kalau dia akan di perlakukan seperti ini.


"Silahkan di nikmatin non,saya permisi ya."


"I,i,iy,iya silahkan."tersenyum kepada pelayan tersebut.


Setelah pelayan tersebut meninggalkan ara,ara pun menghembuskan napas nya dan tetap melongok di depan cemilan itu.


"Astaga,ara ga bakalan nyangka,ara bakalan bisa ngerasain ini semua,ara ga nyangka kalau kehidupan ara bakalan kayak gini,tapi ara ga nyaman kalau di perlakuin seperti ini terus..,ara belum terbiasa,iya ara tau ara nikah sama orang kaya,tapi..ara masih belum terbiasa kalau harus di perlakukan kayak tadi,serius ara masih ga nyangka."berbicara dengan diri sendiri.


Ara pun kembali menikmati kesejukan di sana,dia benar-benar nyaman saat di sana,dia memakan sedikit demi sedikit cemilan,dan meminum jus,dan menikmati suasana yang ada di sana.


***


"Permisi."


Mengetuk pintu.


"Permisi."


"Iya tunggu sebentar."jawab seseorang dari dalam rumah.


Lalu pintu pun di buka.


"Eh?"


Darga merengutkan dahi nya melihat reaksi dinda.


"Ga usah,mama mu mana?"


"Masuk dulu aja,nanti saya panggilin."


Aduh dinda harus manggil dia apa?


Tuan?iya deh tuan aja,biar sopan,atau kakak?


Bodoh amatlah tuan aja


"Ayo tuan silahkan masuk dulu."


"Ga usah manggil tuan,panggil biasa aja,kamu kan sepupunya dia."


"Ah baiklah."


Darga pun melangkahkan kaki nya masuk ke dalam.


"Silahkan duduk,saya manggil mama dulu."


Darga pun duduk di kursi.


Dinda pun dengan cepat berlari memanggil mama nya.


"Mama."


"Iya kenapa nak?"


"Ada tuan darga."


"Ha!darga?"


"Iya."


"Sama ara?"


"Nggak,sendirian."


"Lah?ya udah mama samperin dia dulu,kamu bikinin minum buat dia ya."


"Aduhh,ya udah dehh."


Bibi ara pun langsung mencuci tangan nya karena dia sedang mengiris sayuran.


"Nak darga?"panggil bibi ara.


Darga pun berdiri dan hanya menatap bibi ara.


"Duduk nak."


Darga masih tetap berdiri.

__ADS_1


"Duduk nak."


"Silahkan bibi duluan yang duduk."


Bibi ara pun tersenyum dan duduk,setelah itu darga baru duduk.


"Nak darga ada perlu sama bibi?"


"Nggak."


"Lalu,kenapa kamu kesini nak?lagi ada masalah sama ara?"


"Nggak."


"Lalu darga kesini?"tanya bibi ara yang kebingungan.


"Ngambil sendal dia."


"ohhh ngambil sendal ara,kenapa ga ngomong dari tadi?"bibi nya pun tersenyum senang,bibi nya merasa darga sepertinya peduli sama ara.


Darga diam tidak merespon bibi ara.


"Ya udah tunggu sebentar ya."


Dinda pun datang membawa teh dan sedikit cemilan.


"Ini silahkan di minum."


"Hm."


"nak ambilin sendal ara ya,mungkin masih di kamar nya."


"Aduh maa,kenapa harus dinda yang ngambilin sendal dia ih,ga mau dinda masuk ke kamar nya,mana lagi udah berapa hari tu kamar kosong,pasti debu."


"Ga debuu dinda,mama ngebersihin nya lo."


"Ga mauu.."


Darga merengutkan dahi nya melihat dinda yang bersikap tidak sopan kepada mama nya sendiri.


Dinda yang tidak sengaja melihat reaksi darga seperti itu dia langsung bilang iya ke mama nya.


"Ya udah dinda ambilin."


Mama nya pun tersenyum.


"Ih si ara udah pergi dari rumah aja masih nyusahin!" dinda berbicara kesal saat menuju ke kamar ara.


"Kenapa kamu ngambil sendal ara,kamu kan bisa nyuruh asisten kamu ngambilin sendal nya?"


Darga diam.


Bibi ara tersenyum lagi melihat darga,bibi nya merasa dugaan nya benar,darga sudah mulai peduli tapi dia tidak mau menunjukan kepeduliannya.


Dinda pun datang lagi dan membawa sendal ara.


"Ini ma."dinda memberikan sendal itu ke mama nya.


"ambilin kantung atau wadah apa aja,buat sendal nya."


"Iya."dinda pun pergi lagi


"Terus kenapa nggak ngajak ara ke sini?"


"Dia ga mau."


"Ha?ga mauu?kenapa dia ga mau?dia ga mau ketemu sama bibi nya lagi?"


"Gak bukan gitu,dia nya ga mau ke sini kalau bareng sama saya."


"Lah kok gitu?"


"Ga tau."


Bibi nya terdiam sesaat.


Darga pun ikutan diam.


"kalau bibi boleh tau,ara kasih alasan gak kenapa dia ga mau pergi sama kamu ke sini."


"Gak,dia belum bisa kasih tau kata nya."


"Sebenernya..."


Darga pun menunggu kelanjutan ucapan bibi ara,tapi terhenti karena dinda datang.


"Ini ma."


Darga dan bibi ara pun menatap dinda secara bersama.


Dinda merasa bingung dengan sikap mereka.


"Din mama mau bicara berdua dulu sama darga,kamu ke kamar ya."


Darga pun masih menatap dinda.


"Iya ma."


Dinda pun pergi meninggalkan mereka berdua.


"Mereka mau ngomongin apaan sih?"


Dinda pun berjalan menuju ke kamar nya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2