
Sampai di meja makan, di sana sudah ada mama dan papa Darga yang sudah menunggu mereka dari tadi, melihat ara yang memegang lengan darga mama nya tersenyum.
"Ehh udah mulai romantis-romantisan ya di depan kami haha."
"Mama apaan sih."
Darga pun duduk di meja makan, dan ara pun duduk di samping darga.
"Ya sudah sekarang mari makan."
Semua nya pun melahap makanan malam, begitu pun ara, yang tidak merasa risih, padahal itu pertama kali nya ara makan bersama dengan keluarga baru nya, memang keluarga pak wijaya pernah ke rumah bibi ara dan makan malam bersama juga, tapi menurut ara ini pertama kalinya dia makan malam tanpa ada paman yang menyuruhnya tetap menunduk saat di depan nya, dan juga sepupu perempuan nya yang akan menjahili nya terlebih dahulu.
Setelah mereka selesai makan.
"Ma,pa, ada yang mau Darga bicarain."
"Apa nak?"
"Itu ma.."
"Apa nak?"
Darga memegang tangan ara, ara tidak merasa kaget karena dia tau pasti Darga sedang melakukan sandiwara di depan mama dan papa nya, dan ara hanya diam saja.
"Darga sama dia mau pindah ke apartemen darga aja,boleh nggak, kami gak mau terlalu tergantung sama dan papa."
Mama darga hanya diam.
"Ma?"
"Hmm?". Menatap darga
"Kenapa mama diam aja?"
"Mama sih terserah apa kata darga,kan darga sekarang udah punya keluarga sendiri."
"Pa?"
"Hmm?"
"Gimana menurut papa?"
"Apa?"
"Itu, yang darga bilang kalau Darga sama dia mau pindah ke apartemen aja."
"Kapan kalian mau pindah?"
"Minggu depan mungkin."
"Dia sudah setuju tinggal bersama kamu di apartemen."
"Iya pa."
"Ya sudah, mulai sekarang papa dan mama tidak akan ikut campur lagi dalam urusan keluarga kalian, ingat darga kalau kalian sedang bertengkar selesaikan dengan kepala dingin,selesaikan secara baik-baik."
"Iya pa."
"Ingat ya ara, jadi istri baik-baik, dan jangan lupa untuk tetap sekolah seperti biasa ya nak belajar yang rajin, dan jangan terlalu capek ya."
"Iya ma." tersenyum
"Ya sudah saya mau kembali ke kamar dulu."
"Iya pa."
"Ya sudah kami ke kamar dulu ya nak."
"Iya ma."
Setelah mama dan papa Darga pergi ke kamar, darga pun melepaskan tangan ara.
"Aga, kita beneran pindah minggu depan."
"Hmm."
"Aga beneran mau tinggal sama ara berdua di apartemen."
"Hmm."
"Aga..." terhenti
"Sudah cukup,jangan nanya lagi, saya lagi malas ngejawab pertanyaan kamu."
"Oke deh."
Darga pun berdiri
"Aga mau ke mana?"
"Ke kamar lah,mau istirahat."
"Oh."
"Hmm." pergi meninggalkan ara.
Ara pun mau menyusul Darga yang mungkin sekarang sudah berjalan menaiki tangga, tetapi langkah ara terhenti saat dia melihat meja makan masih berantakan.
"Ahh ara bersihin ini aja dulu, baru ke kamar."
"Maaf nona, apa yang di lakukan nona?"
"Eh itu,itu,saya mau bersihin ini."
"Tidak usah nona,biarkan saya saja."
"Ah saya saja."
"Jangan nona."
__ADS_1
"Ya sudah kalau gitu saya bantu cuci piring aja."
"Jangan nona,jangan."
"Saya bilang kamu ke pak mun ya karena kamu ngebantah perintah."
"Maaf nona, saya tidak berani membantah."
"Nah gitu dong."
Ara pun mengambil semua piring yang tadi berantakan di atas meja makan dan meletakan nya di tempat mencuci piring dan berencana mau mencuci piring.
"Nona bisakah saya saja yang mencuci."
"Tidak apa-apa biar saya saja."
"Ku mohon nona, biarkan saya saja ini sudah menjadi tugas saya."
"Ah ya sudahlah kalau begitu."
"Iya nona."
"Siapa nama mu?"
Kenapa nona menanyakan nama ku, ah apakah dia akan mengadu kepada pak mun karena saya tidak menuruti perintah nya.
"Kenapa malah bengong?"
"Maaf nona."
"Dari tadi minta maaf terus, saya nanya siapa nama kamu?"
"Sari nona."
"Oh sari..."
"Iya nona."
"Kalau begitu perkenalkan sari nama saya tiara."
"Saya sudah tau nona."
"Ah?benarkah?"
"Iya nona."
"Kamu bisa panggil saya ara."
"Maaf nona saya tidak berani."
Ahh gak seru..
"Ya sudah kalau gitu saya mau ke kamar aja deh."
"Iya nona silahkan."
Ara pun pergi meninggalkan dapur.
Ara pun berjalan menuju ke kamar nya dan Darga.
Ketika ara masuk, ara melihat kalau Darga lagi duduk di sofa dan Darga sepertinya sedang memainkan laptop, ara pun mendekat ke arah Darga.
"Aga aga."
"Hmm."
"Aga ara mau duduk di samping aga boleh?"
"Hmm."
Ara pun tersenyum dan duduk di samping Darga.
Kenapa ya saat di dekat aga, ara ngerasa senang.
"Aga, aga lagi sibuk ya?"
"Hmm"
Wah sepertinya aga memakai parfum vanilla deh,
Wangi banget..
"Aga pakai parfum vanilla ya?"
"Hmm."
"Kenapa aga pakai parfum vanilla?"
"Suka aja."
"Bau nya enak lo aga, wangi."
"Hmm."
"Aga.."
"Hmm."
"Aga.."
"Hmm."
Pasti minta sesuatu yang aneh aneh lagi deh.
"Aga.."
"Apa sih."
"Ara boleh peluk aga nggak?"
__ADS_1
Tuh kan...
"Gak!"
"Kenapa?"
"Kalau saya bilang nggak, ya nggak."
"Bentar aja aga, 1 menit, ara suka bau parfum aga."
"Gak."
"Aga..." menunjukan wajah yang memohon dan mata yang berkedip-kedip
"Hmm."
"Boleh ya?"
"Hmm."
"Serius boleh?"
"Hmm."
"Horee!" langsung melingkar kan tangan nya di tubuh Darga yang tadi duduk di samping nya bermain laptop.
Ara pun menempelkan wajahnya di dada Darga.
Ahh kenapa ara sangat senang saat memeluk aga.
"Aga.." manggil sambil meluk
"Hmm."
"Aga lagi ngapain." melihat ke arah laptop yang dari tadi di mainkan Darga,sambil meluk
"Kerja."
"Kata aga hari ini gak kerja."
Darga hanya diam
"Kok aga diam."
"Hmm."
hmm hmm terus perasaan...
Ara pun memilih untuk diam dan menikmati karena memeluk darga , dan mencium wanginya parfum vanilla bagi ara, dan tidak menyangka itu sudah lebih dari satu menit.
Kenapa saya mau di peluk oleh dia?
Kenapa saya membiarkan dia memeluk saya
"Aga.."
"Hmm."
"Aga bosan gak di kamar"
Entah kenapa sosok ara yang dulu, yang betah sekali saat di dalam kamar, malah jadi sering bosan di kamar terus saat tinggal di rumah Darga.
"Gak."
"Kenapa gak?"
Darga hanya diam
"Tapi ara bosan."
"Terus?"
"Ara mau ajak aga jalan-jalan boleh?"
"Gak."
"Ayolah aga."
"Gak."
"Ya sudah jalan jalan di rumah aja."
"Jalan aja sendiri."
"Yaelah aga, ara kan baru di sini, masa iya aga tega nyuruh ngeliat-liat sendiri mana lagi rumah aga luas banget."
"Minta pelayan temenin kamu."
"Gak mau, ara nya mau sama aga."
"Ya udah."
"Serius." melepas pelukan dan menatap darga
"Hmm."
"Gitu dong aga." kembali meluk.
Darga pun mematikan laptop nya.
"Ya udah ayo sekarang."
"Sekarang?" menatap darga
"Hmm."
"Ya udah deh ayo." melepas pelukan dan berdiri.
Darga pun berdiri dan meletakan laptop nya lalu keluar kamar bersama ara.
__ADS_1
BERSAMBUNG...