
Ara yang tadi memeluk darga pun berbicara sambil memeluk.
"Aga.. masih lama ya sampai nya, ara ngantuk."
"Bentar lagi."
"Berapa menit, berapa jam?"
Darga hanya diam tidak menjawab.
"Aga ara nanya sama aga, kenapa gak di jawab."
Darga pun tetap diam tidak menjawab, karena darga tidak menjawab lagi ara mengerti bahwa darga sedang tidak mau bicara, jadi ara memutuskan untuk diam.
Beberapa menit kemudian.
Motor pun berhenti.
Ara pun merasa pasti sudah sampai karena motor nya sudah terhenti.
Darga pun menyuruh ara turun dari motor.
"Hei! kenapa malah bengong, cepat turun."
"Aga..ara gak pernah ke bar, ara takut."
"Kalau takut kenapa tadi mau ikut."
"Ya kan aga gak bilang dulu kalau mau ke bar."
"Ya udah kamu pulang aja sendiri, saya mau masuk."
Berjalan meninggalkan ara.
"Eh aga jahat bener masa iya ninggalin ara, tungguin ara." turun dari motor dan berlari menyusul Darga.
Darga dan ara pun masuk ke dalam bar tersebut.
"Aga..teman aga di mana?"
"Gak tau."
"Jadi?"
"Tungguin aja nanti nyamperin sendiri kalau udah sampai."
"Bukannya aga orang nya gak mau nunggu ya."
"Siapa bilang, kalau itu temen saya atau keluarga saya, ataupun orang yang sudah saya anggap istimewa, saya bisa kok nunggu kalau memang mereka harus di tunggu."
"Oh."
Darga dan ara pun duduk di sofa, menunggu teman darga.
Di saat mereka menunggu, ada 4 wanita yang mendekati Darga.
Anjirr, mata ku ternodai, seksi bener, pantesan aga mau kesini.
"Hei, kamu udah lama di sini."berbicara dengan suara yang menggoda.
"Baru sampai."jawab darga.
Mereka pun menggoda Darga, tetapi darga menolak karena Darga tidak mau di sentuh, ara yang tadi tersingkirkan dan tidak di anggap, merasa geli melihat cara wanita tersebut menggoda darga.
Apa dayaku yang datar...
Astaga mereka bahenol semua.
Mereka ngegoda aga, aku mau menghentikannya tetapi nanti aga marah ke ara, aga kan udah bilang kalau gak mau bikin masalah ara diam aja di sini.
"Eh dia siapa, ini pertama kali nya kamu membawa wanita."tanya wanita tersebut sambil menunjuk ke arah ara.
Ara kaget saat mendengar salah satu dari wanita tersebut menanyakan tentang nya ke darga.
"Iya ini pertama kali nya kau membawa wanita ke sini, siapa gadis kecil ini, apakah adikmu?"
Dih ara istrinya, istri sah nya
Buta lo mata lo.
Gadis kecil apaan, mentang mentang ara datar mereka kok ngatain ara kayak gitu.
Tapi emang bener sih mereka panggil ara gadis kecil, ara kan masih umur 17tahun. Kayak nya dari muka muka mereka ini umurnya 23 kalau nggak 24.
ara menunduk dan hanya bergumam di dalam hati.
"Dia istriku."
Ara kaget, yang tadi nya nunduk malah jadi melotot mata nya melihat ke arah Darga
Dia gak nyangka kalau darga bakalan ngejawab itu.
"Hahaha serius kah? Aku rasa kamu bercanda?masa iya kamu menikahi gadis kecil ini."
Jangan panggil aku gadis kecil tante..
"Iya beneran dia istriku."
__ADS_1
Mampuss lo.
Semua wanita yang mendekat ke arah Darga tadi kaget mendengar ucapan Darga, mereka seolah tidak percaya bahwa darga menikahi gadis yang
masih kecil bagi mereka.
Mereka awalnya sempat mengira kalau Darga hanya bercanda, dan mengira bahwa ara hanya wanita mainan yang sama seperti mereka yang menemani Darga minum, dan menemani Darga duduk.
"Kami tidak menyangka bahwa kamu sekarang sudah menikah, dan ternyata menikahi gadis kecil ini."
Sudah ku bilang jangan panggil aku gadis kecil tante..
"Apakah saya harus memberi tahu kalian bahwa saya mau menikah, memang nya kalian orang penting bagi saya?"
Gila pedes banget ***** ngomong nya.
"Ahh kami tidak bermaksud begitu."
Darga hanya diam tidak menjawab.
Dan teman yang dari tadi Darga tunggu akhirnya datang juga
3 laki-laki dan 1 Perempuan.
"Heii darga."
"Kalian kenapa lama sekali."
"Sorry bro, telat berapa menit baru."
"Hmm."
Mereka pun mau duduk, dan ara yang tadi duduk di sofa terpisah dengan Darga malah berpindah posisi mendekat ke Darga dan duduk di dekat darga.
"Wahh ga, ini siapa?" nunjuk ke arah ara.
"Iya ga ini siapa?"memutar bola mata ke arah ara.
"Istriku, ti,rif."menjawab dengan santai.
Teman nya yang tadi 2 sibuk main handphone
Dan 2 lagi yang tadi bertanya ke darga, mereka saling tatap dan saling melihat satu sama lain.
"Hahahah." serempak
Ara hanya nunduk, ara merasa mereka menertawakan karena ara sangat jelek dan tidak pantas untuk Darga.
"Gila lo ga, jangan sekarang kalau mau bercanda."
"Gak bercanda, serius."
"Untung nya apa coba kalau gue bohong ti?"
Mereka pun melihat ke arah ara yang dari tadi nunduk.
"Lo serius ga nikah sama dia? Kayaknya sih jauh beda umurnya sama kamu ga?"
"Iya rif"jawab darga lagi.
"Tuh kan bener."
"Kayaknya sih masih sekolah deh, muka nya masih polos banget walaupun nunduk gak keliatan."
"Iya ti masih sekolah."
"Tuh kan rif, bener, santi mah gak pernah salah tebak."
"Terus kalau masih sekolah kenapa nikah? Gak selesain aja dulu sekolah nya?"
"Di jodohin sama papa mangkannya di paksa cepet nikah, dan hanya antar keluarga aja dulu, jadi nya gak sempat ngundang kalian."
"Gak papa,santai aja sama kita, btw kalian nikah nya udah lama?"
"Hari ini."
Tersentak kaget.
"Gila seharusnya kan kalian ena ena sekarang."
"Apaan sih."
"Hahahah."
"Dih si Darga, kenapa kamu ajak dia ke sini."
"Dia nya yang mau ikut."
"Wah mau nempel terus ya."
"Iya ti, emang suka nempel."
Dih apaan sih
"Kalian di jodohin tapi kayaknya akrap terus kayak udah deket gitu sih dan cocok juga."
"Apaan sih ti."memutar bola mata malas.
__ADS_1
"Ya santi serius ga, biasa nya kan kalau di jodohin pasti berantem terus."
"Hmm."
Darga pun berbicara terus dengan temannya.
Ara hanya diam dari tadi, ara pun memeluk lengan Darga dan menyandarkan kepala nya di bahu Darga, karena ara sudah beneran ngantuk.
Astaga ni cewek apa apaan sih
Teman Darga tadi merasa terkejut dengan sikap ara yang menyandarkan kepala nya di bahu darga, karena semenjak Darga di tinggalkan oleh kekasih nya Darga tidak mau di sentuh oleh wanita mana pun kecuali ibunya.
"Aga...ara tidur ya sambil nunggu aga..ara ngantuk."
"Hmm."
DUAR!!
Teman darga pun tambah merasa kaget, karena darga membiarkan wanita di depan mereka tersebut menyentuh Darga.
Ara pun tertidur dengan sangat mudah.
Astaga dia beneran tidur?
"Darga!"
Darga kaget
"Apaan sih rif."
"Ga jadi deh."
Darga membiarkan wanita ini menyentuhnya, apakah darga sudah mulai berubah? Tidak akan marah lagi ketika ada wanita yang menyentuhnya?
"Dih gak jelas."
"Santi gitu ya, ga belaiin arif."
"Hahahha."
Setelah mengobrol agak lama, mereka pun memutuskan untuk pulang karena hari sudah hampir jam 21.30 malam.
Ara yang tadi tertidur di bahu darga masih saja tertidur tidak terbangun sedikit pun oleh suara keramaian di dalam bar.
Setelah temannya pergi, darga pun membangunkan ara.
Orang kalau ke bar yah mau seneng-seneng atau mau apa, lah dia kenapa malah milih tidur saat di bar.
"Hei,bangun sudah mau pulang."menggoyangkan kepala ara dengan telunjuk nya.
"Hmm."
"Ayo pulang,atau mau pulang sendirian."
"Hmm."menjawab pelan sambil tidur.
"Kalau gitu kamu saya tinggalin ya."
Langsung terbangun dan mata ara melotot.
"Aga ayo pulang."
"Dari tadi saya udah mau ngajak pulang."
"Eh,teman aga mana?"
"Udah pulang semua."
"Oh,ya udah kalau gitu ayo pulang, ara udah ngantuk."
"Hmm."
"Hmm."jawab ara juga.
"Kenapa kamu tadi tidur di bahu saya."
"Ya ara udah ngantuk gak ke tahan lagi, masa iya ara tidur di sofa, terus aga mau duduk dimana?"
"Kan saya bisa geser."
"Kan tadi sofa nya penuh, jadi ara milih tidur di bahu aga aja."
"Oh,hmm."
"Iya aga."
"Ya udah ayo pulang."
"Ya ayo, kan udah dari tadi ara bilang ayo."
Keluar dari bar.
BERSAMBUNG...
ingat ya reader di cerita ini darga sifat nya dingin bukan kejam ya:)
gak setiap orang dingin sikap nya kejam:)
__ADS_1
kalau mau tau jelas sifat darga tetap lanjutin baca ya:)