
"Kamu tadi kenapa sih ra?kami dari tadi nanya kamu ga jawab-jawab."
"Ara,ng,nggak kenapa kenapa kok."
"Tapi muka lo tadi pucat ra serius."
Darga langsung memperhatikan wajah ara.
"Beneran ara nggak papa?"
Ara mengangguk.
"Makan."darga memberi jajan ke ara.
Ara menggelengkan kepala nya.
"Yang ini?"menunjukan jajan yang lain ke ara.
"Nggak aga,ara lagi ga pengen."
"Ya udah ni ambil."meletakan kantong jajanan itu ke samping ara.
"Lo balik sama dia nanti?"tanya brilian.
"Ha?"jawab ara.
Ara menatap ke arah Darga.
"Lo balik sama dia nanti?" nunjuk darga.
Aduhh gimana nih...
"I,iya kayak nya."
"Ya udah kalau gitu kami pamit duluan ya ra,mangkannya jangan kecapean lagi biar ga pucat kayak tadi."
"Iya put."
"Ya udah gue cabut duluan ya ra sama putri."
"Iya lian hati-hati juga ya,semoga cepat sembuh kaki nya."
"Yoiii."
Ara tersenyum.
Putri pun memapah brilian dan mereka kembali ke mobil mereka.
"Mau pulang sekarang?"
Aduhh gimana nih.
"Aga,ara boleh nanya?"
"Ya."
"Aga ngapain ngejemput ara mendadak,ga bilang dulu."
"Mau ngajak kamu ke rumah bibi kamu."
"Kenapa aga ga bilang dulu,siapa tau ara belum mau ke rumah bibi."
Darga diam tidak menjawab.
"Jadi sekarang kayak gimana?masih mau ngajak ara ke tempat bibi?"
"Terserah kamu."
"Ara ga bisa."
"Kenapa?"
"Ara ga bisa pulang bareng aga,ara pulang nya naik ojek aja ya?"
"Oh,ga mau pulang bareng."
"Bukan gitu aga,ara ga bisa jelasin sekarang."
"Kenapa ga bisa?"
Araa ga tau aga gimana cara bilang nya ke kamu,dan ngejelasin nya ke kamu...
Ara menunduk tidak menjawab pertanyaan Darga.
"Beneran ga mau pulang bareng."
__ADS_1
"Bukan ga mau aga..tapi ara belum bisa kalau harus pulang bareng sama aga."
"Oh."
"Iya,maafin ara ya,nanti ara jelasin kok ke aga kalau waktu nya emang udah tepat."
"Hmm."
"Ya udah sekarang aga pulang duluan aja,ara naik ojek."
Darga pun berdiri,dan kembali masuk ke dalam mobilnya.
Di saat Darga sudah melajukan mobilnya ara pun berusaha untuk berdiri,dan mencari satu ojek yang tidak ada penumpang.
"Pak."teriak ara memanggil ojek yg tidak sengaja lewat.
***
"Eh tu liat kakak kelas di tinggal sama darga."
"Lah kenapa di tinggal?tadi maksa masuk mobil."
"Mungkin aja Darga yang kamu bilang tadi suka sama tu kakak kelas."
"Ya kalii dia suka sama kakak kelas yang itu,cari yang lain lah,bukan tipe nya dia kayak nya deh,mendingan sama gue dari pada sama kakak kelas yang itu."
"Ya mungkin aja kan."
"Gak gak gak mungkin."
"Terserah lo."
***
"Ke jalan xxx ya pak."
"Oke neng"
Ara pun naik dan membawa kantong plastik yang berisi jajanan yang di beli oleh Darga tadi.
"Cowok yang tadi sama neng kemana?"
"Cowok?"
"Iya neng yang tadi duduk sama neng,yang pakek jas."
"Ohhh kirain pulang sama neng."
"Nggak kok,bapak tadi merhatiin kami ya?"
"Ya iyalah neng."
"Ngapain bapak merhatiin kami?"
"Ga ngapa ngapain sih neng,cuma mau ngeliat aja,awalnya saya kaget neng pas dia narik neng kayak maksa masuk gitu ke mobil."
"Ohh iya tadi dia maksa ikut pulang sama dia pak,tapi aku nya ga mau."
"Kenapa ga mau neng?"
Duhh bapak...
"Ga papa pak ga mau aja."
"Terus kenapa pas neng keluar lagi dari mobil,neng kayak ga sadar gitu."
"Saya juga ga tau pak kenapa bisa gitu."
"Cowok tadi pacar nya neng kan?"
"Ha?apa pak?"
"Cowok tadi pasti pacar nya neng ya?"
"Kok bapak bisa mikir gitu?"
"Ya bapak hanya nebak aja neng,tadi keliatan neng dari muka nya kayak panik pas neng kayak ga sadar gitu."
"Ha?beneran pak?"
"Iya neng?dia meluk neng gitu,adddduhhh bapak juga baperee tadik pas ngeliat nya."
Wajah ara berubah menjadi merah mendengar perkataan kang ojek itu.
Aga meluk ara??
__ADS_1
"Terus pas dia udah meluk,dia ngapain lagi pak?"
"Addduh bapak ga tau neng,bapak tadi nganterin penumpang,terus balik lagi,neng tiba-tiba manggil."
"Ohh gitu ya pak."
"Iya neng."
"Eh kayak nya ada yang ngikutin deh neng dari tadi?"
"Ha serius pak?"
"Iya neng."
Ara pun langsung melihat ke belakang.
"Aga!"
Aga ngapain ngikutin?
"Ngikutin nggak sih neng,soalnya bapak perhatiin dari tadi kayak ngikutin."
"Nggak kok pak,perasaan bapak aja mungkin."
"Iya perasaan bapak aja kayaknya neng."
***
"Ini rumah neng?"
"Ha?"
"Mewah bener neng,bapak ga nyangka kalau kamu anak orang kaya,soalnya dandanan kamu kayak orang sederhana aja."
"Ah,iya,pak,ini pak ongkos nya."
"Wadduh bapak ga ada kembalian nya neng."
"Ga papa pak ambil aja semua nya."
"50 ribu neng?semuanya?"
"Iya pak."tersenyum.
"Aduhh makasih banyak ya neng."
"Iya pak sama-sama."
"Ya udah kalau gitu bapak permisi ya neng."
"Iya pak hati-hati."
"Wokey neng."
Ojek itu pun menghilang dari penglihatan ara.
Ara langsung mencari mobil Darga yang tadi mengikuti nya.
Tidak lama di saat ara mencari mobil itu pun sampai di depan gerbang rumah.
"Agaa.."melambaikan tangan nya ke Darga.
Mobil darga hanya melewati ara.
"Aga marah?"
"Hei!ngapain bengong di situ."
Ara pun berbalik badan dan melihat Darga yang sedang berdiri di depan gerbang,dan sedangkan mobil Darga,darga suruh penjaga yang membawa mobil nya.
"Ayo masuk."
Ara ngira dia marah sama ara
"Iya iya tungguin ara."
Ara pun berlari mendekat ke arah Darga.
Dan mereka menuju ke pintu rumah dengan jalan kaki.
BERSAMBUNG.
Darga
__ADS_1
Ara