
Darga masuk ke kamar mandi,dan ara memutuskan untuk memainkan ponsel nya sekaligus mengecek mungkin ada info baru di grup kelas nya, tapi ternyata tidak ada,begitu pun grup ciwi-ciwi nya sedang sepi.
Ara memikirkan dia pergi ke sekolah nanti pergi naik apa,dia tidak mau di antar oleh sopir,dia juga lagi bosan kalau mau naik ojek.
Dia pun mengirim pesan ke salah satu temannya yaitu angel, karena hanya angel yang sekarang tau rumah mertua nya.
Angel.
Ara : P
P
P
Njel?
Bisa bantuin ara nggak?
Angel : hmm?apa?
Ara : Angel hari ini ke sekolah pakek apa
Angel : ga tau sesuai mood aja.
Ara : bawa motor aja njel please.
Angel : kenapa emang?jangan bilang kalau kamu mau ikut!
Ara : ayolah njel,masa iya gak mau bantuin temen.
Angel : iya deh iya.
Ara : nah gitu dong
Angel : gua baru bangun, ini aja kalau kamu gak ngirim pesan mungkin jam setengah 7 bangun.
Ara : dih kamu mah emang kayak gitu.
Angel : ga usah ngeledek ya, gak jadi deh nge jemput kamu.
Ara : hahaha off baperan :v
Angel : dih kambing.
Ara : ya udah deh gih siap-siap.
Angel : nanti aja ah mandi nya dingin, nanti angel jemput ara jam 06:45 aja ya, kita gas full ke sekolah oke.
Ara : gila lo ngajak mati.
Angel : ayolah ra males bener gua kalau mau pagi-pagi ke sekolah.
Ara : iya deh seterah kamu aja.
Angel : oke bye bye mau tidur berapa menit lagi.
Pesan pun hanya di lihat ara, dia menunggu Darga mandi tetapi Darga belum juga selesai.
"Aga cepetan dikit ara mau mandi juga."
"Hmm."
Darga pun keluar dari kamar mandi, memakai handuk, ara tidak merasa risih lagi karena dia sudah pernah melihat Darga bertelanjang dada seperti itu, tubuh darga memang menggoda tetapi di saat waktu mepet ara tidak memperdulikan terlebih dahulu untuk melihat tubuh Darga.
Dia langsung masuk ke kamar mandi membawa baju sekolah nya juga.
Hari sudah menunjukan pukul 06:20 ara baru selesai mandii.
Ara sudah memakai rok nya dan baju sekolah nya.
Darga pun memanggil ara saat ara mau mengeringkan rambut menggunakan handuk.
"Hei!"
"Iya aga kenapa." sibuk mengeringkan rambut.
"Bantu pakaian kan dasi."
__ADS_1
"Iya aga." langsung berjalan tetapi tidak melihat ke depan karena ara berjalan sambil mengeringkan rambut.
"Aduhh."
"Mangkan nya kalau jalan ngeliat ke depan."
"Sini aga mana dasi nya." ara pun meletakan handuk nya di leher nya.
"Hmm." memberikan kepada ara.
Ara pun memasangkan dasi ke Darga.
"Aga masa iya aga gak bisa pasang dasi sendiri, ara kan juga mau siap-siap ke sekolah."
"Males pakai sendiri."
"Ya udah deh gak papa." mengembungkan pipi nya.
Astaga ni cewek keliatan imut kalau kayak gitu, tapi aku gak boleh mikir yang nggak-nggak.
"Nah udah aga." merapikan dasi Darga dan modus dikit lah megang dada.
"Hmm."
Ara pun langsung menyisir rambut nya.
"Hei!"
"Apa lagi aga." bicara sambil nyisir.
"Kamu dari tadi jalan gak pakek sendal."
"Iya."
"Kenapa?"
"Kan udah di bilangin sendal nya gak nyaman."
"Nanti saya suruh dion ngambil sendal kamu."
"Iya aga."
"Nanti aga, aga duluan aja ke bawah, ara lagi mau pakek dasi,pakek kaos kaki,pakek sepatu,mau masukin baju olahraga, baru ke bawah."
Dia benar-benar tidak mengabaikan ku lagi.
"Ya sudah kalau gitu."
"Iya aga."
Darga pun keluar dari kamar dan turun ke bawah untuk sarapan.
Ara masih di dalam kamar.
Dia memakai dasi nya dengan rapi,memakai kaos kaki,lalu memasukan baju olahraga nya,
Dan dia memakai sepatu nya.
Dia mengecek ponsel nya dan ternyata sudah pukul 06:40.
Dan dia mendapat pesan dari angel.
Angel.
Angel : P
P
P
Ra gue udah ada di depan rumah.
Ara : iya bentar, gua turun ke bawah sekarang.
Angel : ya elah lama bener baru mau turun.
Ara : angel masuk aja ke halaman rumah bawak motor juga, kalau angel nunggu nya di depan gerbang kita bisa telat.
__ADS_1
Angel : oke deh.
Ara pun langsung berlari ke ruang pakaiannya dia mengambil sweater nya dan memakai nya, dia langsung menyandang tas nya dan berlari turun tangga.
Mertua nya dan Darga kaget melihat sikap ara.
"Ara kenapa ara lari-lari nak."
"Ma ara udah telat,pa,ma,aga,ara pamit ya."
"Eh,eh ara, makan dulu nak sedikit atau nggak minum susu."
"Ara ambil buah aja." ara mengambil 2 buah apel.
"Loh?"
Ara berlari dan menghentikan langkah nya dia berbalik menuju meja makan.
"Aga,aga bekal aga udah ara siapin itu ara letakin nya di sana ya,aga ambil aja, ara pergi ya." berlari lagi.
"Astaga,dia gak sempat sarapan, dia udah bangun pagi padahal nyiapin ini kenapa gak sempat sarapan."
"Dia yang nyiapin ma?"
"Iya darga, bibi mina bilang sama mama tadi pas ketemu di ruang tamu."
"Oh."
"Iya, dia bangun jam 5 pagi kata bi mina tapi gak tau kenapa masih lari-larian kayak gitu."
"Kita gak salah pilih menantu ma."
"Iya pa, darga jangan lupa bawak bekal nya ya nak,dia udah siapin terus rela juga bangun pagi."
"Hmm."
Di depan rumah.
"Astaga astaga capek gua njel lari-larian kayak gini."
"Pagi nona muda."
"Iya,iya,iya pagi."
"Cepetan ra naik kalau kita telat bakalan di hukum sama buk meong bisa gawat tau."
"Iya,iya,iya." ara pun naik ke motor angel.
Angel membawa motor dengan gas full sampai-sampai penjaga di depan pintu kaget karena kecepatan motor yang di bawak angel.
Ya ampun nona,semoga anda baik-baik saja
Dan hati-hati di jalan.
Di dekat gerbang.
Tin!tin!tin!
"Woi buka gerbang nya,cepetan keburu telat."
"Angel gak sopan kayak gitu."
"Dah lah ra lo mau gerbang mertua lo gua tabrak."
"Ya jangan lah njel."
"Ya udah ara mendingan diem jangan banyak bacot."
"Iya iya njel."
Penjaga tersebut pun dengan cepat membuka pintu gerbang.
"Astaga nona muda,hati-hati di jalan."
Angel dan ara pun dengan cepat menuju ke sekolah.
BERSAMBUNG...
__ADS_1